Cari di Blog Ini

Rabu, 09 Oktober 2013

Hasil Tes Urine, 2 Personil Polres Lampura Diduga Konsumsi Narkoba

Kotabumi Lampung Utara. Hasil Tes Urine, 2 Personil Polres Lampura Diduga Konsumsi Narkoba. Pelaksanaan tes urine yang menyertakan 247 personil Kepolisian Resor Lampung Utara tersebut dilakukan setelah kegiatan apel bersama pada Senin 7 Oktober 2013. Dari pemeriksaan awal dari tes urine ini, diketahui ada 2 petugas polisi yang diidikasi mengomsusi narkoba.
Tes Urine. Kotabumi Lampung Utara
Ratusan Polisi Tes Urine, Dua Positif

Dua anggota Polres Lampung Utara diduga mengonsumsi narkoba. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan urine 247 polisi di GSG Mapolres Lampura usai apel bersama, Senin (7/10/2013). Pemeriksaan urine mendadak ini dilakukan berdasarkan perintah Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika, S.I.K. Sebelumnya, pejabat di jajaran Polda Lampung mengikuti tes urine yang bertujuan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polri.

Kasatnarkoba AKP Jhon Kenedi mengatakan, dua anggota Polri itu terindikasi mengonsumsi narkoba. ”Dari hasil tes kita tadi (kemarin) ditemukan dua anggota dari polsek yang terindikasi positif,” kata Jhon. Sayangnya, Jhon tidak bersedia menjelaskan lebih detail identitas dua polisi itu. "Masalah itu belum bisa diberitahukan. Sebab, seluruh urine anggota akan dibawa ke laboratorium guna diuji kembali," ujarnya.

Sementara Helmy mengatakan, bila terbukti ada anggota positif mengonsumsi narkoba, yang bersangkutan akan diberi sanksi. Termasuk memproses kasus itu secara pidana. "Akan diproses lebih lanjut. Mulai dari tindakan kedisiplinan, bahkan proses pidana," kata Helmy di ruang kerjanya, Senin (7/10/2013).

Helmy juga menegaskan tidak akan main-main dengan penanggulangan narkoba. "Ke depan, kita berharap pemberantasan narkoba dapat lebih maksimal dan baik lagi. Hal ini kita mulai dari anggota," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id

DPRD Lampura Gelar Rapat Hearing Dengan Honorer K2 Tentang Test CPNS

Kotabumi Lampung Utara. DPRD Lampura Gelar Rapat Hearing Dengan Honorer K2 Tentang Test CPNS. Rapat dengar pendapat antara anggota DPRD Lampung Utara dengan sejumlah tenaga Honore Kategori Dua tersebut diadakan pada Senin 7 Oktober 2013. Agenda utama pada rapat ini adalah mengapresiasi keluhan dari para tenaga honorer K2 yang karena satu dan lain hal sehingga tidak mendapatkan nomor tes penerimaan CPNS.
Tugu. Kotabumi Lampung Utara
Honorer K II Curhat di DPRD Lampura

Komisi D DPRD Lampung Utara melaksanakan rapat dengar pendapat dengan sejumlah tengah honorer, Senin (7/10/2013). Rapat tersebut dihadiri 15 guru yang tergabung dalam tenaga honorer kategori 2, dan dipimpin oleh ketua Komisi D Dewi Puspita.

Menurut Eliyati, salah satu perwakilan tenaga honorer kategori II mengatakan, kedatangan dirinya bersama dengan rekan lainnya untuk menanyakan mengapa dirinya tidak mendapatkan nomor test pada 3 November besok. "Kami mau mengadu mengapa tidak mendapat nomor tes," katanya.

Padahal, dirinya masuk dalam listing Badan Kepegawaian Nasional yang masuk dalam kategori dua. Selain itu, terdapat kesalahan data pada nomor tes. Sebab di data tersebut akan berpengaruh jika honorer tersebut mengikuti ujian. "Kita tahu jika dalam tes akan menggunakan Lembar Jawaban Komputer. Salah data berarti akan merusak semuanya," ujarnya saat sejumlah tengah honorer hearing dengan Komisi D DPRD Kabupaten Lampung Utara, Senin (7/10/2013).

Ia berharap dirinya bersama yang lainnya dapat mengikuti tet calon pegawai negeri sipil, untuk honorer kategori dua.

Rapat tersebut dihadiri 15 guru yang tergabung dalam tenaga honorer kategori 2, dan dipimpin oleh ketua Komisi D Dewi Puspita.

lampung.tribunnews.com

Senin, 07 Oktober 2013

1801 Honorer K2 Lampura Ambil Nomor Tes Peserta CPNS

Kotabumi Lampung Utara. 1801 Honorer K2 Lampura Ambil Nomor Tes Peserta CPNS. Tes penerimaan CPNS di Lampung Utara akan dilaksanakan pada 3 November 2013 yang diikuti oleh 1801 orang tenaga honorer di Kabupaten Lampura. Pengambilan nomor tes peserta CPNS tersebut dibuka pada tanggal 2 Oktober 2013 hingga batas waktu satu minggu kemudian.
Tes CPNS. Kotabumi Lampung Utara
Honorer K2 Lampura 1.801 Orang

Hari pertama dibukanya pengambilan nomor tes calon peserta CPNS Honorer Katagori 2 (K2) mengambil nomor tes, Rabu (2/10/2013). Pengambilan nomor tes itu dilakukan di gedung Korpri. Sekitar 500 honorer K2 Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dari total 1.801 mengambil nomor tes mereka. Tampak ratusan calon peserta tes CPNS itu mengantri dari pagi hingga sore hari. Pengambilan nomor tes itu sendiri disediakan waktu hingga satu pekan kedepan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampura, Asmidi Ismail mengatakan, ada sebanyak 1.801 orang masuk tenaga honorer Kategori dua (K2) yang akan mengikuti tes pada tanggal 3 November 2013 mendatang. "Hari ini (2/10/2013) dimulai pengambilan nomor tes," ujar Asmidi.

Jika sebelumnya Honorer K2 Lampura berjumlah 1.754 dan sudah mendapat persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kemudian sekarang bertambah menjadi 1.801, juga sudah mendapat persetujuan. Bertambahnya jumlah tersebut lanjutnya, karena baru-baru ini ada usulan dari RSD Ryacudu Kotabumi. "Setelah kita ajukan kemudian disetujui oleh BKN," jelasnya.

Asmidi menambahkan, dalam pelaksanaan tes itu, untuk tenaga guru akan dipersiapkan sekitar 75 ruangan, yang terbagi di sejumlah sekolah. Yakni SMPN 1, SMPN 7, SMPN 3, SMAN 3, dan SMKN 1. Untuk tenaga kesehatan, akan ditempatkan pada 4 ruang di SMPN 10. "Dan untuk tenaga teknis, BKD mempersiapkan 14 ruangan di SMAN 1," terangnya seraya mengatakan, pengawas dalam pelaksanaan tes sebanyak dua orang di setiap ruangan dibantu dengan staf BKD.

Bagi peserta nantinya dapat melihat lokasi dimana yang bersangkutan akan ikut tes sesuai dengan nomor dan kode lokasi. Lebih jauh dikatakan, metode tes menggunakan lembar jawaban komputer (LJK). Kuota untuk tenaga honorer K2 telah ditetapkan sebanyak 30% dari jumlah honorer K2 Nasional. Materi tes meliputi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). "Penggandaan dan distribusi soal oleh Panitia Pengadaan CPNS Nasional. Pelaksanaan tes dilakukan di instansi masing-masing. Untuk kabupaten/kota akan dikoordinasikan oleh Gubernur. LJK hasil tes disampaikan ke Panitia Pengadaan CPNS Nasional dan penentuan hasil seleksi ditentukan oleh passing grade (nilai ambang batas tertentu) dan diumumkan oleh Menpan & RB," pungkas Asmidi.

www.mytrans.co.id

Minggu, 06 Oktober 2013

Balai Benih Bibit Ikan Lampura Tak Difungsikan Dan Ditelantarkan

Kotabumi Lampung Utara. Balai Benih Bibit Ikan Lampura Tak Difungsikan Dan Ditelantarkan. Balai BBI yang berlokasi di Tanjung Raja, Kotabumi, Lampung Utara tersebut tidak dipergunakan sama sekali setelah selesai dibangun sejak dua tahun yang lalu. Meskipun telah menelan biaya yang tidak sedikit, kondisinya sangat terlantar hingga banyak ditumbugi rumput liar dan semak belukar.
Balai Benih Bibit Ikan. Kotabumi Lampung Utara
Balai BBI Dibiarkan Terbengkalai

Balai Benih Bibit Ikan (B3I) Tanjung Raja, Kotabumi, Lampung Utara, dibiarkan begitu saja selama beberapa tahun belakangan ini. Berdasarkan pemantauan Lampung Post, Sabtu (5/10/2013), gedung yang baru dibangun dua tahun lalu dan direncanakan digunakan untuk pembibitan ikan tawar tersebut tidak difungsikan lagi. Padahal dananya terhitung besar, bila diberikan pada masyarakat kurang mampu.

Hal inilah yang menjadi keprihatinan seorang pengembala domba Ahmad (65 tahun) yang berdomisili di sekitar gedung tersebut. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir balai tersebut sudah tidak ada penunggunya lagi. Tidak diketahui apa penyebab sebenarnya, padahal jumlah uang yang digunakan untuk pembangunan gedung dan sarana tersebut tidak kecil.

Ahmad mengungkapkan dirinya memanfaatkan tempat kosong yang telah ditumbuhi semak ini untuk mengangon sapinya. Pria asal Jawa Barat ini sehari-harinya berprofesi sebagai pengembala domba selalu menyempatkan singgah disana, sambil melepas lelahnya. Pasalnya, selain rumput liarnya banyak, ditempat tersebut ada bangunannya yang dapat dijadikan tempat berteduh dikala panas dan hujan datang mendera. "Saya merasa prihatin saja, kenapa bangunan megah seperti ini dibiarkan begitu saja oleh aparat terkait. Padahal semuanya telah lengkap, ada kolam-kolam dibelakang sana, bangunan juga terlihat masih kokoh. Kan sayang seperti ini, padahak uang yang digunakan untuki membangun tempat ini tidak sedikit, bila diberikan pada penduduk akan lebih bermanfaat," kata Ahmad.

Ia menyerankan agar pemerintah daerah dapat memanfaatkan bangunan tersebut, karena bila diberdayakan dengan sebenarnya akan mengangkat perekonomian masyarakat. Apalagi didaerah Tanjung Raja banyak petani sawah, sehingga dapat dijadikan mata pencaharian sampingan selain menanam padi.

lampost.co

Polres Lampura Giatkan Razia Tindak Kejahatan Di 15 Titik Sasaran

Kotabumi Lampung Utara. Polres Lampura Giatkan Razia Tindak Kejahatan Di 15 Titik Sasaran. Razia yang dilaksanakan setiap hari oleh Kepolisian Resor Lampung Utara ini bertujuan untuk menekan angka kejahatan 3C (pencurian sepeda motor, curat, curas) serta berbagai jenis kejahatan lainnya yang telah diindentifikasi sering terjadi di kawasan Kabupaten Lampung Utara.
Polres. Kotabumi Lampung Utara
Razia, Fokus pada 15 Titik

Sebanyak lima belas titik menjadi sasaran razia yang dilaksanakan Polres Lampung Utara. Razia yang dimulai pada Kamis (3/10/2013) itu bertujuan menekan angka kejahatan 3C (curanmor, curat, dan curas), narkoba, dan gangguan kamtibmas lainnya. Kabag Ops. Polres Lampura Kompol Syahrul A. Rambe mengatakan, kini angka kejahatan di kabupaten itu sedikit berkurang. "Sudah jarang terjadi begal. Namun, kami terus berupaya mengantisipasi kejahatan, khususnya 3C dan narkoba," kata Syahrul.

Dilanjutkan, dalam razia itu, polisi memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Jika pengemudi tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat, kendaraan yang bersangkutan akan diamankan. "Tidak menutup kemungkinan kendaraan itu hasil kejahatan," ujarnya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pengemudi dan barang bawaannya. Lebih jauh Syahrul mengatakan, razia dilaksanakan sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah yang sudah ditetapkan. Bisa saja razia dilaksanakan setiap hari dan tidak terjadwal. "Bisa juga, kami melaksanakan razia pada 15 titik yang sudah ditentukan itu dalam waktu 3 x 24 jam. Kemungkinan razia juga dilaksanakan dalam waktu 1 x 24 jam. Yang jelas, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari," ungkapnya.

Syahrul menambahkan, dengan kegiatan itu diharapkan bisa memberikan kenyamanan kepada pengendara di kabupaten tersebut. "Semoga suasana lebih kondusif", harapnya.

www.radarlampung.co.id

Jumat, 04 Oktober 2013

Lampung Utara Sukses Gelar Pilkada Damai

Kotabumi Lampung Utara. Lampung Utara Sukses Gelar Pilkada Damai. Kabupaten Lampura dinilai sukses dalam penyelenggaraan Pilkada 2013 yang memilih bupati dan wakil bupati untuk masa bakti 2014 – 2019. Dari masa kampanye hingga selesai penghitungan suara dan pengumuman pejabat bupati dan wakil bupati telah terlaksana dengan baik dan aman tanpa diwarnai konflik dan huru-hara.
Pilkada. Kotabumi Lampung Utara
Pilkada Lampura Damai, Warga Bangga

Telah selesai digelar hajat besar Lampung Utara (Lampura) yakni pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) dengan sukses dan kondusif, tentu membuat bangga masyarakat Lampura. Selesainya pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin Lampura tanpa ada masalah keamanan yang berarti dan bisa dikatakan berjalan damai. Tentu hal itu tidak lepas dari Kesinergian aparat keamanan Polri dan TNI dalam mengamankan perjalanan tahapan demi tahapan Pemilukada. Rasa bangga dan ucapan terimakasih pun terus mengalir dari masyarakat Lampura yang sanggat mengiginkan Pemilukada berjalan sukses dan kondusif itu. "Saya selaku yang dituakan di Lampura ini, merasa bangga kepada Polres dan Kodim 0412 Lampura, karena perjalanan Pemilukada sesuai seperti yang kita harapkan bersama, yaitu sukses dan kondusif," ujar Saleh Ahmad, selaku Ketua LVRI Lampura dan juga tokoh masyarakat Lampura.

Dijelaskannya, perjalanan Pemilukada yang damai saat ini adalah hasil kerja keras penyelenggara Pemilukada, pihak keamanan dan masyarakat, "Kita harus bangga dengan proses Pemilukada ini yang sangat kondusif, selain itu pula animo masyarakat pemilih berdasarkan data komisi pemilihan umum (KPU) meningkat itu berarti masyarakat Lampura cerdas dalam hal demokrasi," jelasnya.

Datuk Saleh Ahmad sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa perjalanan demokrasi biarlah berjalan dengan sendirinya dan siapa pun yang menjadi Bupati - Wakil Bupati Lampura adalah Orang yang dipercaya masyarakat dengan beban amanah yang harus direalisasikan, "Saya berharap amannya Lampura ini dapat terus dipertahankan agar Lampura benar-benar menjadi Lampura yang terus berkembang dan maju demi kesejahteraan masyarakt Lampura," tutupnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua majelis penyimbang adat Lampung (MPAL), Iwan Alihasan puncak, dia mengatakan bahwa berjalannya Pemilukada yang aman dan sukses adalah berkat peran aktif penyelenggara Pemilukada, Polri - TNI dan Masyarakat, "Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pelaksanaan Pemilukada Lampura telah berjalan dengan sukses," katanya.

Lanjutnya, keinginan masyarakat Lampura adalah pemilukada yang sukses tanpa adanya koflik, "Intinya, Masyarakat Lampura adalah masyarakat yang cerdas dan sangat menjunjung tinggi politik demokrasi yang baik," paparnya, seraya menambahkan bahwa siapa pun Pemimpin Lampura dia adalah pilihan Lampura yang harus amanah.

Terpisah, Kapolres Lampura AKBP Helmi Santika mengatakan bahwa apa yang terwujud di Lampura adalah keinginan kita semua, "Kita mengiginkan Lampura yang aman dan nyaman jadi kitalah yang menciptakannya, intinya pelaksanaan Pemilukada yang aman ini berkat kerjasama semua pihak," ujarnya, seraya mengatakan Aparat kemanan Polri dan TNI hanya bersifat mengamankan perjalanan Pemilukada dan proses tahapan pemilukada sudah berjalan dengan baik tanpa ada kendala.

Saat ditanyakan apakah ada tehnik khusus yang dilakukan Pihaknya dalam mengamankan Pemilukada, hingga berjalan dengan sukses dan kondusif, MantanKepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya itu menjelaskan bahwa tidak ada tehnik khusus. Hanya saja pihaknya mengutamakan pencegahan, "Lebih baik mencegah daripada mengobati, intinya saya lebih banyak melakukan tehnik pencegahan," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Kamis, 03 Oktober 2013

Dinas Kesehatan Lampura Tak Berencana Pecat 2 Dokter Spesialis Yang Kerap Mangkir Kerja

Kotabumi Lampung Utara. Dinas Kesehatan Lampura Tak Berencana Pecat 2 Dokter Spesialis Yang Kerap Mangkir Kerja. 2 dokter spesialis tersebut adalah Bily Zukyawan yang bertugas sebagai dokter spesialis radiologi dan Farida Nurhayati sebagai dokter spesialis telinga, hidung dan telinga (THT). Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Natalia Manan, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil dua dokter spesialis tersebut untuk diminta ketegasannya dalam mengabdi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Sebab, pendidikan spesialis dua oknum dokter ini dibiayai oleh pemkab setempat.
RSUD Ryacudu. Kotabumi Lampung Utara
Diskes Lampura Takkan Pecat 2 Dokter Spesialis yang Acap Mangkir Kerja

Dinas Kesehatan Lampung Utara segera memanggil dua dokter spesialis yang kerap mangkir kerja di Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi. Keduanya, yakni dokter spesialis radiologi Bily Zukyawan dan dokter spesialis telinga, hidung dan telinga (THT) Farida Nurhayati. "Secepatnya akan kita panggil mereka," kata Kepala Dinas Kesehatan Maya Natalia Manan di kantor pemkab setempat, Selasa (1/10/2013).

Maya menjelaskan, dalam pertemuan yang akan datang, pihaknya juga akan melibatkan Inspektorat Lampung Utara. Dalam pertemuan itu, pihaknya bakal meminta ketegasan keduanya, apakah masih ingin mengabdi kepada Pemkab Lampung Utara atau tidak. "Nanti (dalam pertemuan) kita akan tunjukan surat perjanjian yang telah dibuat, karena mereka kan sudah punya perjanjian kerja. Harusnya, mereka mengikuti apa yang sudah jadi ketentuan. Mereka kan sudah dipermudah," ujar dia.

Mantan direktur RS Ryacudu ini juga mengaku takkan memecat kedua dokter tersebut, lantaran biaya sekolah spesialis keduanya menggunakan biaya pemkab. Meski demikian, pihaknya tidak akan menghalangi langkah keduanya jika ingin berhenti dari pekerjaannya, asalkan keduanya mengembalikan biaya sekolah spesialisnya yang telah dikeluarkan pemkab sebanyak sepuluh kali lipat. "Ada prosedur dalam pemecatan. Mereka itu kan dibiayai pemkab. Kalau dipecat, otomatis segala sesuatu juga selesai, dan kita tidak ingin itu terjadi. Tapi, jika mereka mau berhenti, mereka harus kembalikan seluruh dana yang dikeluarkan," tambah Maya.

Diberitakan sebelumnya, dokter spesialis radiologi Bily Zukyawan dan dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) Farida Nurhayati, yang bekerja di Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, diduga jarang masuk kerja. Padahal berdasarkan perjanjian, keduanya masuk kerja selama dua kali dalam sebulan. Direktur RSU Ryacudu Kotabumi dr Septi Dwi Putra ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut mantan sekretaris diskes ini pihaknya berencana mengeluarkan kedua dokter yang sekolah spesialisnya dibiayai anggaran daerah pemkab setempat itu. "Saya sudah mengambil sikap keluarkan. Mending saya ambil yang baru daripada jadi duri dalam daging," tuturnya sesaat sebelum menghadiri rapat di ruang rapat kantor pemkab setempat, Kamis (26/9/2013).

Septi menyatakan tindakan keduanya itu sudah tidak dapat ditoleransi karena membawa dampak bagi pelayanan kesehatan di RS yang dipimpinnya. Selain itu, polah keduanya juga sempat menjadi sorotan Komite Medik RS Ryacudu, Kotabumi.

lampung.tribunnews.com

Jumat, 06 September 2013

Polres Lampura Bentuk Tim Khusus Antibegal

Kotabumi Lampung Utara. Polres Lampura Bentuk Tim Khusus Antibegal. Tim Antibegal dari Kepolisian Resor Lampung Utara tersebut bertugas berpatroli di sejumlah kawasan yang dikenal rawan aksi kejahatan pembegalan sepeda motor. Para anggota tim antibegal tersebut telah mengindentifikasi para pelaku kejahatan begal dan sudah menangkap beberapa orang tersangka pelaku kejahatan pembegalan sepeda motor.
Polres Lampura. Kotabumi Lampung Utara
Polres Lampura Buru Sepeda Motor Hasil Pembegalan

Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara membentuk tim khusus Antibegal yang berpatroli di sejumlah lokasi yang rawan tindak kejahatan. Tim Antibegal yang dibentuk bersamaan dengan pengamanan Pemilukada Lampung Utara itu juga akan memburu sepeda motor korban pembegalan.

Kapolres Lampung Utara AKBP Helmy Santika, kemarin, mengatakan Tim Antibegal telah mengidentifikasi para pelaku pembegalan, terutama di wilayah Lampung Utara. Sejumlah pembegal juga telah ditangkap.

Tim khusus antibegal ini, kata Helmy juga masih menyelidiki keberadaan sepeda motor hasil pembegalan yang dibawa kabur oleh para pelaku. "Kami masih menyelidiki keberadaan sepeda motor hasil rampasan pelaku begal selama ini," katanya.

Dari hasil keterangan para pelaku yang ditangkap, sepeda motor hasil pembegalan yang mereka rampas dijual kembali kepada masyarakat dengan harga murah. Namun tidak menutup kemungkinan sepeda motor hasil pembegalan dijual pembegal ke luar Lampung Utara. "Karena itu saya mengimbau masyarakat supaya tidak membeli sepeda motor tanpa dilengkapi dengan surat kendaraan resmi dengan dalih apa pun. Baik itu alasan barang gadai atau karena tergiur dengan harga murah," katanya.

lampost.co

Rabu, 04 September 2013

Warga Abung Barat Terima Pembagian BLSM Tahap II

Kotabumi Lampung Utara. Warga Abung Barat Terima Pembagian BLSM Tahap II. Pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) ini dilaksanakan di Kantor Pos yang berlokasi di Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara pada Selasa 4 September 2013. Karena bertepatan dengan awal dimulainya kampanye pemilihan bupati Lampung Utara 2013, terpaksa lokasi pembagian BLSM tersebut hanya dijaga oleh 1 orang personil polisi. Selain itu, pembagian dilaksanakan tanpa adanya kartu antrean sehingga para warga yang mengambil bantuan BLSM tersebut saling berebutan, berdesakan dan terlihat semrawut.
Pembagian BLSM. Kotabumi Lampung Utara
Pembagian BLSM Tahap II di Abung Barat Semrawut

Pembagian Dana BLSM tahap II di kantor pos Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, terlihat semrawut. Karena pembagian BLSM kali ini di manfaatkan para calon bupati dan wakil bupati berkampanye. Sedangkan petugas yang ditugaskan hanya satu personil untuk mengamankan proses pembagian konvensasi BBM ini. puluhan orang, bahkan mencapai ratusan saling berdesakkan, kebetulan kantor pos tersebut berdekatan dengan jalan lintas sumatera (Jalinsum).

Berdasar pemantauan pada Selasa (3/9/2013) pukul 08.00 WIB, puluhan penduduk yang menerima bantuan sebesar Rp300 ribu ini rela berdesak-desakkan dipintu masuk untuk menyerahkan berkas sebagai syarat mencairkan dana BLSM. Pembagian di kantor kali ini terlihat semerawut, pasalnya, tidak menggunakan nomor antrian berbeda dengan daerah perkotaan di kabupaten Lampung Utara lainnya. Dari puluhan warga yang mengantri, terlihat beberapa manula disana. Mereka hanya melihat-lihat, sambil menunggu suasana terlihat sepi baru menyerahkan berkas persayaratan untuk mendapatkan batuan tunai sebagai konvensasi kenaikkan BBM ini.

Menurut salah satu warga asal Tanjung Harta Soleh (40), pembagian dana bantuan langsung tunai masyarakat pada hari tidak menggunakan daftar antrian, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dipanggil satu-persatu oleh petugas. Ia sangat menyayangkan petugas tidak bisa memberikan rasa nyaman pada masayarakat miskin ini. "Kalau pembagian kemarin suasananya tidak seperti ini, tidak beraturan sperti ini. Petugas memanggil satu-persatu nama warga yang mendapatkan bantuan. Kasihan disana, ada beberapa manula ikut mengantri," terang pria paruh baya ini.

Petugas kantor pos yang mebagikan dana bantuan tersebut membenarkan tidak ada antrian disana, pembagian dilangsungkan dilakukan setelah warga menyerahkan kartu tanda peserta penerima BLSM tersebut. Berbeda dengan sebelumnya, warga dipanggil satu-persatu. Pasalnya, warga kurang beruntung ini telah menerima kartu askin. Menurutnya, pembagian dilakukan untuk 5 desa, se-Kecamatan Abung Barat, saat Lampung Post mendatangi kantor ps setempat kemarin pagi. Yaitu; Ogan Lima, Bumi Mandiri, Cahya Negeri, Tajung Harta, dan Lepang Besar. "Hanya ini batas kemampuan kami saat ini. Pembagian hanya bisa dilakukan demikian, karena keterbatasan personil kami. Untuk mengamankan keadaan hanya menyiagakan satu personil polri," kata salah satu staf ini.

lampost.co

Selasa, 03 September 2013

Gubernur Lampung: Tidak Ada Pilgub 2013

Kotabumi Lampung Utara. Gubernur Lampung: Tidak Ada Pilgub 2013. Sjachroedin Z.P yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Provinsi Lampung kembali menegaskan bahwa Pemilihan Gubernur Lampung (Pilgub Lampung) tidak bisa dilaksanakan pada tahun 2013 dikarenakan tidak adanya anggaran. Hal ini disampaikannya pada saat pelaksanaan pertemuan dengan ribuan kader dan caleg PDIP dari seluruh Provinsi Lampung yang diadakan di Balai Krakatau. Sementara lain halnya dengan pihak KPU Lampung dan para calon pasangan peserta Pilgub Lampung 2013 yang bersikukuh agar pilgub tetap bisa dilaksanakan pada tahun 2013.
Provinsi Lampung. Kotabumi Lampung Utara
Lagi, Tegaskan Tak Ada Pilgub 2013

Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. kembali menegaskan tidak ada pilgub pada tahun ini. Penyebabnya, ketiadaan anggaran dalam APBD perubahan 2013 untuk mendanai pilgub. Hal itu dia ungkapkan di hadapan ribuan kader dan caleg PDIP se-Lampung di Balai Krakatau, Sabtu (31/8/2013). Tepatnya ketika menanggapi pernyataan Ketua DPC PDIP Lampung Tengah Bambang Suryadi dalam rapat kerja daerah khusus (rakerdasus) dan pembekalan calon anggota legislatif (caleg) PDIP. Kepada wartawan, Oedin –sapaan akrab Sjachroedin Z.P.– juga menyatakan hal serupa. Yaitu APBDP 2013 tak mampu mendanai Pilgub 2013. "Lha kan dari hasil turun lapangan tim Kemendagri juga menyatakan tidak ada anggaran. Rp0 untuk pilgub," kata ketua DPD PDIP Lampung ini kepada wartawan di sela-sela rakerdasus.

KPU Berencana Temui Mendagri

Sementara, hasil asistensi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tanggal 19 Agustus lalu menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tak bisa menganggarkan pilgub dalam APBD perubahan 2013. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung menganggap pemprov telah melakukan pembohongan publik.

Komisioner KPU Lampung Edwin Hanibal mengatakan, dari pertemuan KPU dengan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Rabu (28/8/2013) lalu, terungkap bahwa pemprov berbohong. Sebab, dana bagi hasil yang bersumber dari pajak untuk pemerintah kabupaten/kota ternyata belum diserahkan. "Ini pembohongan publik dan ini yang akan kami sampaikan ke Kemendagri agar mereka mengingatkan serta mengambil alih kewenangan gubernur untuk menganggarkan dana pilgub buat KPU sesuai Undang-Undang Nomor 32/2004 tentang Pemda," kata Edwin, Sabtu (31/8/2013).

KPU juga akan langsung menghadap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi seperti saran dari para pakar dan akademisi. "Kami lagi ngepasin waktu dan kegiatan di Jakarta," kata mantan direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung ini.

www.radarlampung.co.id

Senin, 02 September 2013

KPU Lampura Larang Pemilih Bawa Handphone Ke TPS

Kotabumi Lampung Utara: KPU Lampura Larang Pemilih Bawa Handphone Ke TPS. Larangan membawa handphone, ponsel, dan alat yang memiliki fasilitas pengambilan gambar pada saat pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara tersebut diberlakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal utama yang tidak diinginkan tersebut diantaranya adalah memotret surat suara untuk dijadikan bukti calon pasangan mana yang telah dipilih. Sebab bukti pemotretan surat suara yang telah dicoblos tersebut bisa digunakan oleh si pemilih untuk mendapatkan imbalan dari pihak atau calon pasangan yang telah dipilihnya.
KPU. Kotabumi Lampung Utara
KPU Lampura Larang Pemilih Bawa HP ke TPS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Utara melarang pemilih membawa telepon seluler (hand phone/HP) ketika mencoblos di bilik TPS pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Lampung Utara, 19 September 2013.

Ketua KPU Lampung Utara Marthon, Kamis (29-8), mengatakan telepon seluler kini dilengkapi kamera. Jika pemilih membawa telepon seluler ke dalam bilik maka dikhawatirkan coblosan itu akan dipotret dan dijadikan bukti untuk meminta imbalan.

Menurut Marthon, larangan pemilih membawa HP ke dalam bilik boleh disampaikan oleh petugas TPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Marthon mengatakan pencoblosan dimulai pukul 7.00 hingga pukul 13.00. Selama proses pencoblosan tidak boleh ada intervensi. "Tidak ada yang dapat mengintervensi TPS, termasuk calon atau pun bahkan KPU sendiri. Bila kandidat atau tim kampanye ingin memprotes proses atau teknis pelaksanaan pemungutan suara harus melalui saksi tadi. Begitupum komisioner KPU yang ingi memberikan petunjuk, harus disampai secara personal kepada ketua KPPS langsung," kata Marthon.

lampost.co

Daftar Kekayaan 4 Pasangan Calon Peserta Pilkada Lampura 2013

Kotabumi Lampung Utara: Daftar Kekayaan 4 Pasangan Calon Peserta Pilkada Lampura 2013. Daftar kekayaan 4 pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah Lampung Utara 2013 (Pilkada Lampura 2013) tersebut diumumkan oleh KPUD Lampura pada hari Jumat 2013 lalu di kantor KPU setempat. Dari hasil pengumuman tersebut diketahui bahwa calon pasangan yang memiliki kekayaan terbanyak adalah Zainal Abidin dan Ansyori Djausal dengan total kekayaan yang mencapai lebih dari Rp 10,3 miliar.
Pilkada. Kotabumi Lampung Utara
KPU Lampura Umumkan Kekayaan Calon Kepala Daerah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Utara telah mengumumkan kekayaan calon kepala daerah Lampung Utara, Jumat (16/8/2013). Pengumuman tersebut dilakukan dengan mengambil tempat di kantor KPU setempat, dan dihadiri Tedy Yunada sebagai anggota panwas kabupaten, Sekretaris KPU Firdaus, serta beberapa tim pemenangan masing-masing calon kepala daerah.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan oleh KPU Lampung Utara tersebut, pasangan calon kepala daerah Zainal Abidin dan Ansyori Djausal memiliki kekayaan yang terbanyak yakni Rp 10,3 miliar. "Ditambah kekayaan lainnya yang tersimpan dalam bank milik Ansyori Djausal sebesar 500 dolar Amerika Serikat," kata Firdaus, Sekretaris KPU Lampura, Jumat (16/8/2013).

Sedangkan kekayaan tiga pasangan lainnya berkisar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar. Kekayaan tersebut terdiri dari harta tidak bergerak, semisal tanah dan bangunan. Sementara harta bergerak seperti mobil dan alat transportasi lainnya, giro serta lainnya.

Rincian kekayaan empat pasangan calon bupati dan wakil bupati Lampung Utara 2013:
  1. - Zainal Abidin memiliki kekayaan : Rp 8.549.535.000.
    - Ansyori Dajusal : Rp 1.758.339.959 plus 500 dolar Amerika Serikat yang tersimpan di bank.
  2. - Kesuma Dewangsa : Rp 3.689.216.987
    - Supeno : Rp 1.228.402.026.
  3. - Yusrizal : Rp 1.567.043.381
    - Yoyot Sukarno : Rp 2.141.844.596.
  4. - Agung Ilmu Mangku Negara : Rp 1.358.500.000
    - Paryadi : Rp 3.947.186.932.
lampung.tribunnews.com

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kemenag Lampura Adakan Pembinaan Administrasi Madrasah

Kotabumi Lampung Utara: Kemenag Lampura Adakan Pembinaan Administrasi Madrasah. Dengan mengambil tempat di ruang aula RM Taruko Jaya, Kotabumi, Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Lampung Utara telah melaksanakan kegiatan Pembinaan Administrasi Madrasah pada Kamis 29 Agustus 2013. Kegiatan tersebut diikuti oleh tidak kurang dari 300 peserta yang umumnya menjabat sebagai kepala sekolah RA, MI/MIN, MTs, dan MA/MAN dari seluruh Kabupaten Lampung Utara. Dalam kegiatan tersebut disampaikan beberapa materi untuk para peserta, antara lain tentang kurikulum pendidikan, kelembagaan sekolah, dan tentang akreditasi.
Pembinaan Administrasi Madrasah. Kotabumi Lampung Utara
Kemenag Lampung dan Lampura Bina Madrasah

Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Utara (Lampura) melalui Seksi Pendidikan Madrasah, melaksanakan kegiatan Pembinaan Administrasi Madrasah Tingkat RA, MI/MIN, MTs, dan MA/MAN se-Kabupaten Lampung Utara Tahun 2013, Kamis (29/8/2013). Kegiatan dilaksanakan di Aula RM Taruko Jaya. Peserta kegiatan berjumlah 300 orang, dari Kepala Sekolah RA, MI/MIN, MTs, serta MA/MAN se-Lampura. Dalam sambutannya, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kemenag Provinsi Lampung, Daswir, S.E., M.M. hadir sebagai pemateri. Dia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Lampung, karena ada kegiatan lain. Materi yang disampaikan adalah tentang sosialisasi kurikulum. Dia menjelaskan, tahun 2013 hanya sosialisasi kurikulum, tetapi penerapannya di tahun ajaran 2014. Hal itu bertujuan agar para pendidik lebih paham dan menguasai kurikulum baru yang akan diterapkan.

Selain itu, penyampaian materi tentang kelembagaan ada 2115 sekolah Madrasah negeri dan swasta di Provinsi Lampung. Daswir mengatakan, masih banyak Madrasah swasta yang belum terakreditasi. Daswir berharap, sekolah Madrasah bisa terakreditasi. "Karena pengakuan sangat penting, dengan harapan sekolah Madrasah lebih maju dan akan lebih meningkat mutu pendidikannya," ujarnya.

Ditambahkannya, Kemenag Lampung tidak berpangku tangan menanggapi banyaknya Madrasah yang belum terakreditasi, sudah berusaha mencari pendanaan. Karena salah satu syarat untuk akreditasi adalah dari sisi dana yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah dan mutu pendidikan dengan mengambil bantuan dari Australia. Untuk pendanaan Madrasah swasta, sampai saat ini yang baru terealisasi 55 Madrasah di dua kabupaten, yaitu Lamteng dan Lampura. "Dengan peningkatan mutu, kami berharap orangtua murid bisa mempercayakan anaknya sekolah di Madrasah. Namun dia berpesan agar Madrasah juga bisa membuktikan kepada para orangtua untuk meningkatkan kwalitas pendidikan," pungkas Daswir.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lampura, Hi. M. Isa, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik kegiatan ini dan berharap, lulusan Madrasah bisa bersaing. "Semua usaha yang dilakukan Kemenag, dalam hal ini Seksi Pendidikan Madrasah, agar mutu pendidikan Madrasah semakin baik. Sehingga, lulusan Madrasah adalah sumber daya manusia yang berakhlaq dan cerdas. Dengan demikian, bisa bersaing dengan lulusan sekolah umum," singkatnya.

www.mytrans.co.id

Gelar Operasi Mantap Praja Bumi 2013, Polres Lampura Tangkap 26 Tersangka Pelaku Kejahatan

Kotabumi Lampung Utara: Gelar Operasi Mantap Praja Bumi 2013, Polres Lampura Tangkap 26 Tersangka Pelaku Kejahatan. Tidak kurang dari 26 orang tersangka pelaku berbagai tindak criminal berhasil dibekuk oleh para petugas Polres Lampung Utara dalam pelaksanaan Operasi Mantap Praja Bumi 2013. Para tersangka yang telah diamankan tersebut diduga kuat antara lain melakukan tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga perjudian.
Operasi Mantap Praja Bumi 2013. Kotabumi Lampung Utara
Dua Pekan Ringkus 26 Tersangka

Operasi Mantap Praja Bumi 2013 yang digelar jajaran Polres Lampung Utara (Lampura) dalam dua pekan ini berhasil meringkus 26 tersangka. Mereka merupakan pelaku berbagai tindak kejahatan. Mulai pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga perjudian. Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 16 sepeda motor, 10 senjata tajam (sajam), lima senjata api (senpi) rakitan, tiga set kartu remi beserta uang hasil judi Rp 213 ribu, serta uang hasil kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor) Rp 2,4 juta. "Operasi ini sudah berjalan dua pekan dan tidak akan berhenti. Saat ini, hasil dari operasi tersebut, kami sudah mengamankan 26 tersangka dari kejahatan 3C dan kasus perjudian berikut BB hasil kejahatannya," terang Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika pada ekspose Operasi Mantap Praja Bumi di mapolres, Kamis (29/8/2013).

Dari 26 tersangka, sedikitnya 17 TKP (tempat kejadian perkara) yang sudah terungkap dan kini masih dalam pengembangan. Dari para tersangka yang diamankan, polisi juga menyita 16 unit motor, 10 sajam, serta lima pucuk senpi rakitan dan sepucuk air softgun. Senjata tersebut digunakan untuk melancarkan aksi para tersangka 3 C, terutama curas dan curanmor. "Sebagian tersangka masih di bawah umur," ungkap Kapolres.

Mengenai pelaku di bawah umur, pihaknya akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu, Kotabumi, guna melakukan tes urine para tersangka. Sebab, hasil razia narkoba di Tanah Miring beberapa waktu lalu diketahui berhasil mengamankan 50 gram putau. "Mungkin ada keterkaitan antara narkoba dan begal," ujar perwira berpangkat melati dua itu.

Mengenai senpi rakitan, lanjutnya, polisi akan melakukan penyelidikan asal-usul barang tersebut didapat para tersangka. "Saat ini, polisi sudah mengantongi informasi keberadaan pelaku pembuat senpi rakitan itu. Secepatnya tersangka pembuat senpi rakitan tersebut kami ditangkap," tegasnya.

Ke depan, imbuh dia, polres dan jajaran polsek di wilayah hukum Polres Lampura terus melakukan patroli di titik-titik rawan kriminalitas. Polres sudah membentuk dua tim khusus untuk memberantas begal. "Persiapan kendaraan seperti mobil dan senjata guna mendukung patroli sudah dilengkapi. Mudah-mudahan wilayah Lampura makin aman dan kondusif," harapnya.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki, menyimpan, atau menguasai senpi agar menyerahkan ke mapolres. "Kami tidak akan memberikan sanksi. Kami memberikan waktu kurang lebih seminggu mulai 29 Agustus sampai 6 September. Jika tidak menyerahkan senpi yang dimiliki pada waktu yang kami berikan, saat razia kedapatan, maka polisi tidak segan-segan memberikan sanksi sesuai prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

www.radarlampung.co.id

Rabu, 28 Agustus 2013

Terdakwa Kasus Korupsi DAK Disdik Lampura Mulai Disidang Lagi Di Tanjungkarang

Kotabumi Lampung Utara: Terdakwa Kasus Korupsi DAK Disdik Lampura Mulai Disidang Lagi Di Tanjungkarang. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, Zulkarnain, kembali menjalani persidangan di di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, pada Senin, 26 Agustus 2013. Sidang kasus korupsi ini sempat tertunda selama 6 bulan dikarenakan terdakwa mengajukan penundaan dengan alasan kesehatan atau sakit.
Korupsi DAK Disdik. Kotabumi Lampung Utara
Mantan Kadisdik Disidang di Kursi Roda

Satu lagi terdakwa perkara korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Lampung Utara menjalani persidangan kemarin. Yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Zulkarnain. Terdakwa lainnya dalam kasus ini, Umar Mukhtar, telah divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim pada Mei lalu. Sidang dakwaan terhadap Zulkarnain tertunda sekitar enam bulan. Pasalnya, ia mengajukan pembantaran dengan alasan sakit. Saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (26/8/2913), ia belum pulih. Zulkarnain datang menggunakan kursi roda didampingi keluarganya. Ia divonis dokter mengidap penyakit kanker empedu stadium 4. Selama dibantarkan, ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Jakarta.

Berdasarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Aprilinda Dani, terdakwa terbukti merugikan negara sebesar Rp631.902.717. Itu berdasarkan audit yang dilakukan BPKP Lampung pada November lalu. Perbuatannya terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat ke 1 KUHPidana. JPU menambahkan, pada 2010 Disdik Lampura mendapatkan DAK Rp47,801 miliar. Yakni Rp44 miliaran dana APBN dan Rp3 miliaran APBDP sebagai dana pendamping. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan juga rehabilitasi ruang kelas. Lalu untuk pengadaan buku dan alat peraga di SD dan SMP kabupaten tersebut.

Sebagai kepala dinas, Zulkarnain bertanggung jawab atas penggunaan dana itu. Dari dana tersebut kemudian dibagi menjadi 128 paket pekerjaan. Yakni 120 paket rehabilitasi dan pembangunan baru serta 8 paket pengadaan buku dan alat peraga. Sebanyak 78 paket di antaranya pemilihan langsung, 1 paket penjualan langsung, dan 49 paket ditenderkan. "Kemudian dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan. Berita acara yang dibuat tidak sesuai dengan pekerjaan dan pengadaan yang dilakukan," lanjut JPU.

Kemudian, terdakwa bekerja sama dengan rekanan. Yakni dengan membayarkan 100 persen dana sebelum pekerjaan selesai. Sehingga, dana Rp631 juta yang mengalir ke 13 rekanan terbukti sengaja dilakukan untuk memperkaya diri dan korporasi. Diketahui, Desember lalu Polda Lampung menahan Zulkarnain. Penahanan dilakukan untuk menjaga agar keduanya tidak melarikan diri dari jerat hukum. Namun, sejak Februari, Zulkarnain dibantarkan. Kini ia memohon kepada majelis hakim yang diketuai Mochtar Ali untuk menjadi tahanan rumah. Majelis hakim pun mengabulkannya. Polda telah menetapkan lima tersangka untuk perkara ini. Selain Zulkarnain dan Umarm, juga Syahadat, Gunawan Fahmi, dan Solahudin. Ketiga berkas tersangka lainnya masih mandek di Polda Lampung.

www.radarlampung.co.id

KPU Lampung Galang Kekuatan Desak Gubernur Pastikan Anggaran Pilgub 2013

Kotabumi Lampung Utara: KPU Lampung Galang Kekuatan Desak Gubernur Pastikan Anggaran Pilgub 2013. Untuk memastikan bahwa pemilihan gubernur Provinsi Lampung bisa dilaksanakan pada tahun 2013 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung telah menyusun sejumlah strategi agar Gubernur Lampung, Sjachroedin Z.P, bersedia memastikan anggaran Pemilihan Gubernur 2013 bisa diusulkan dalam APBD Perubahan 2013. Langkah-langkah itu antara lain dengan meminta para calon pasangan peserta Pilgub 2013 untuk ikut mendesak gubernur. Selain para calon pasangan pilgub, KPU Lampung juga bersiap mengajak beberapa lembaga terkait untuk tujuan yang sama.
Provinsi Lampung. Kotabumi Lampung Utara
Balongub Versus Gubernur

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung tidak ingin terpuruk sendiri mengupayakan pemilihan gubernur (pilgub) digelar pada 2013. Pada rapat internal kemarin, mereka menghasilkan lima langkah simultan. Salah satunya, "meminjam suara" para bakal calon gubernur-wakil gubernur (balongub-balonwagub) plus partai politik (parpol). Para balongub ini diminta ikut mendesak Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. mau memastikan anggaran Pilgub 2013 diusulkan dalam APBD Perubahan 2013. "Ini hasil rapat kita. Besok (Rabu, 28/8), KPU akan mengumpulkan balongub-balonwagub dan parpol," kata Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono usai rapat di kantornya.

Selain merangkul pasangan balon, sebelumnya KPU juga sudah menyiapkan gugatan sengketa kewenangan lembaga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Lalu, KPU akan mengirim surat resmi agar Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. menjawab secara resmi tentang kepastian anggaran sepaya pilgub digelar 2013. Langkah keempat, lusa (Kamis, 29/8/2013), KPU mengundang para pakar/akademisi, lembaga-lembaga hukum Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). KPU juga mengundang lembaga lain, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Komite Antikorupsi (KoAK), serta beberapa pakar lain terkait penganggaran dan solusi Pilgub 2013. Langkah kelima, KPU akan menetapkan hari H Pilgub 2013 dan secara resmi dikoordinasikan intensif dahulu dengan Pemprov Lampung atau gubernur. "Proses administrasi sedang kami selesaikan," urai dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung ini.

Nanang melanjutkan, KPU belum menetapkan pemungutan suara pilgub pada 4 Desember 2013. KPU akan mengusulkan kepada gubernur jika pilgub digelar awal Desember. Perhitungannya, hari H dilanjutkan perhitungan suara dari tempat pemungutan suara (TPS) ke KPU Lampung selama 8–9 hari. Ditambah uji publik 3 hari plus 14 hari putusan MK terkait sengketa penghitungan suara. Jadi, kata Nanang, penetapan calon gubernur-wakil gubernur terpilih masih masuk pada Desember 2013. Kalau ada putaran kedua, bisa paling lambat awal Februari 2014 dan selesai pada pertengahan atau minggu ketiga Februari 2014. "Sebab, putaran kedua kan hanya dua calon, bisa lebih cepat. Jadi jadwal ini tidak mengganggu jadwal dan tahapan Pileg 2014. Di mana, tender logistik dan distribusi kelengkapan pemungutan suara pada 9 April sudah dimulai Februari 2014," katanya.

Lalu, kenapa putaran pertama awal Desember 2013? Ini karena pada 15 Desember 2013, KPU sudah harus berkoordinasi intensif dengan pemprov dan parpol membahas jadwal kampanye Pileg 2014. Sehingga pada tanggal itu sudah ada calon terpilih pada putaran pertama. Jika ada gugatan ke MK tidak membutuhkan konsentrasi lima komisioner KPU. "Cukup Bang Edwin (Edwin Hanibal, Red) sebagai Divisi Hukum dan Sengketa Pilgub 2013. Kami harus cermat sesuai Peraturan KPU, hati-hati dan profesional," ungkapnya.

Sementara Koordinator Koalisi Pro Demokrasi (KPD) Edi Agus Yanto menyatakan, mendukung langkah KPU lampung untuk melakukan gugatan hukum ke MK secepatnya. Itu agar kejelasan pelaksanaan pilgub bisa dipastikan sekaligus menguji kebenaran terhadap sikap pemprov selama ini. Menurut calon anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, langkah hukum itu wajib dilakukan karena langkah-langkah persuasif dan politis telah dilakukan dengan baik serta telah menghasilkan keputusan Pilgub 2013. Hanya, kata dia, pemprov masih bermain "pencak silat" dengan Mendagri sehingga mengulur waktu yang berkepanjangan dan menimbulkan dampak yang tidak baik terhadap demokratisasi di Lampung. "KPD menyayangkan sikap dprd yang tidak progres untuk menganggarkan anggaran Pilgub 2013 dan justru terkesan main mata dengan pemprov untuk mengulur waktu. Terlihat dengan sikap ketua dprd lampung yang lebih banyak bersikap seperti kepanjangan tangan pemprov, bukan melaksanakan kewenangannya untuk mengontrol kebijakan pemprov," kritiknya.

Menurut dia, sikap pemprov dan dprd lampung ini harus menjadi pelajaran bagi rakyat dalam memilih pemimpin ke depan. Di mana, rakyat harus mampu menggunakan hak pilih dengan cerdas, melihat visi-misi, dan integritas calon pemimpin.

www.radarlampung.co.id

Selasa, 27 Agustus 2013

Anggota DPRD Lampura Soroti Masalah Sampah

Kotabumi Lampung Utara: Anggota DPRD Lampura Soroti Masalah Sampah. Meskipun sudah banyak pihak di Kabupaten Lampung Utara yang sudah melaksanakan program 3R (Reuse, Recycle, dan Reduce) namun ini belum bisa menyelesaikan keberadaan sampah yang masih menjadi permasalahan serius di kabupaten ini. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Utara, Rifky Jauhari. Rifky berpendapat bahwa menyelesaikan permasalahan sampah bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tapi juga menjadi tanggungjawab semua pihak dan masyarakat.
Sampah. Kotabumi Lampung Utara
3R Belum Bisa Atasi Sampah di Lampura

Di setiap kota atau kabupaten, soal sampah sudah menjadi masalah klasik yang tidak mudah diselesaikan, begitu juga yang terjadi di Kabupaten Lampung Utara. Meskipun di kabupaten paling tua di Provinsi Lampung ini sudah banyak pihak yang telah menggalakkan program 3R (Reuse, Recycle, dan Reduce) dengan tujuan untuk mengurangi keberadaan sampah, tetapi hal tersebut belum membuat permasalahan sampah menjadi selesai. Hal itu dikemukakan oleh anggota DPRD Lampura, Rifky Jauhari, ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Minggu (25/8/2013). Menurut Rifky, untuk memecahkan masalah sampah ini perlu kesadaran dan kepedulian dari semua pihak, bukan hanya dari pemerintah saja tetapi dari masyarakatnya itu sendiri yang telah berperan sebagai produsen terbesar. "Mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil dan mulailah dari sekarang. Mengenai sampah baik di tempat umum, lingkungan kota maupun desa hendaknya warga dapat berperan akif dalam menciptakan kebersihan dan mulai hidup pola sehat," ujar Rifky.

Keberadaan sampah saat ini, lanjutnya, hampir 50% diantaranya merupakan sampah rumah tangga, 30 persen sampah pasar, dan sisanya merupakan sampah dari produksi. Sebab kalau tidak dipikirkan bersama, maka hal yang diinginkan tersebut tidak akan terwujud yakni menciptakan lingkungan sehat, nyaman dan bersih. Kebersihan merupakan salah satu dari bagian iman. "Marilah kita mulai membantu menyelesaikan persoalan sampah ini dari diri kita sendiri, mari kita mulai mengurangi konsumsi makanan-makanan yang dibungkus oleh bahan-bahan yang sulit untuk diuraikan seperti plastik, stereoform, serta gerakan mengubah limbah dan sampah menjadi benda yang masih dapat bermanfaat bagi manusia dan lingkungan sekitar," harapnya.

Hal tersebut merupakan tugas yang mulia dan sepantasnya dihargai seperti kegiatan masyarakat lainnya. Memuliakan pekerjaan yang berhubungan dengan barang-barang sisa tentunya harus diikuti dengan penghargaan yang wajar terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan. Gerakan pengendalian sampah harus dimulai dari pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti lingkungan pendidikan, perkantoran, pasar, dan pemukiman warga. Pedulilah terhadap hal-hal kecil, karena lama-kelamaan dari hal kecil tersebut akan menjadi sesuatu yang besar, yang akan berguna bagi kehidupan kita. "Mulailah untuk membuang sampah pada tempatnya, jangan membiasakan membuang sampah sembarangan seperti ke selokan sungai ataupun lingkungan perkotaan. Karena hal tersebut dapat menyebabkan penyebaran penyakit, selain itu dapat terjadinya banjir lokal akibat tersumbatnya aliran air," kata dia.

Rifky mengatakan yang terakhir mulailah kedua hal tersebut dari sekarang. Jangan menunda untuk melakukan hal tersebut agar Kabupaten Lampung Utara menjadi bersih, elok, dan indah.

www.mytrans.co.id

Tes Keperawanan Dinilai Kontraproduktif

Kotabumi Lampung Utara: Tes Keperawanan Dinilai Kontraproduktif. Dinas Pendidikan Lampung Utara menilai bahwa pemberlakuan tes keperawanan seperti yang sedang diwacanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, bertentangan dengan asas sistem pendidikan nasional. Meskipun terbukti sudah tidak perawan lagi sebaiknya seorang siswi masih tetap harus melanjutkan pendidikannya. Sebab program pendidikan nasional menjadi tujuan dari misi mencerdaskan bangsa dan berkaitan erat dengan masa depan siswi yang bersangkutan.
Dinas Pendidikan. Kotabumi Lampung Utara
Disdik Lampura Tidak Setuju Tes Keperawanan

Dinas Pendidikan Lampung Utara tidak mendukung tes keperawanan bagi siswi sekolah seperti yang diwacanakan Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Disdik Lampura menilai wacana tersebut sangat kontraproduktif dan bertentangan dengan asas sistem pendidikan nasional (sisdiknas).

Kepala Disdik Lampura Budi Utomo mengatakan, sebelum melakukan tes keperawanan perlu diperhatikan aspek sosial maupun psikologis yang akan ditimbulkan dari kebijakan itu. Belum lagi persoalan etika yang muncul. "Apa seorang remaja yang sudah tidak perawan lantas tidak boleh melanjutkan sekolah? Aspek-aspek seperti ini yang harus tetap diperhatikan," ujarnya.

Menurut Budi, sistem pendidikan yang sudah berlangsung sekarang ini sebenarnya sudah mengedepankan akhlak dan karakter, apalagi dalam kurikulum baru 2013 nanti.

lampung.tribunnews.com

Senin, 26 Agustus 2013

Polres Dan Kodim Lampura Gerebek Lokasi Yang Diduga Sebagai Sarang Bandar Narkoba

Kotabumi Lampung Utara: Polres Dan Kodim Lampung Utara Gerebek Lokasi Yang Diduga Sebagai Sarang Bandar Narkoba. Penggerebegakan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporang warga yang telah menduga kuat bahwa lokasi tersebut merupakan sarang bandara pengedar narkotika di kawasan Lampung Utara. Dalam operasi itu, petugas berhasil menangkap 5 orang warga yang diduga sebagai pelaku kejahatan narkoba, sejumlah produk dan perlengkapan mengkonsumsi narkoba, dan beberapa kendaraan roda empat dan roda dua yang digunakan oleh para pelaku.
Operasi Anti Narkoba. Kotabumi Lampung Utara
Tim Gabungan Gerebek Permukiman Warga

Tim gabungan yang terdiri dari personil Polres dan Kodim 0412 Lampung Utara telah melakukan penggerebekan di permukiman warga yang diduga kuat menjadi sarang bandar narkoba. Lokasi tersebut berada di Gang Singamata, Jalan Raden Intan, Kelurahan Kota Alam, Kotabumi Selatan, pada Sabtu (24/8/2013), sekitar pukul 10.00. Hasil dari penggerebekan itu, petugas berhasil menangkap tiga orang pria dan dua orang wanita yang diduga sebagai pelaku. Barang bukti bukti yang berhasil diamankan berupa 50 paket sedang putau, 2 paket sedang heroin, dan 2 paket sedang sabu-sabu berikut timbangan elektrik serta 5 alat pengisap sabu-sabu (bong).

Selain itu, barang bukti lain berupa ribuan jarum suntik dan dua unit mobil Daihatsu Xenia warna silver nomor polisi BE-2192-JE dan pikap Gran Max nomor polisi BE-9117-JF serta enam unit sepeda motor dari berbagai merek yang diduga milik warga yang ditangkap. Mereka yang ditangkap dan kini diproses di Polres Lampung Utara guna penyidikan lebih lanjut atas kasus tersebut adalah Swandi (55 tahun), Zainudin (50 tahun), Gunawan (25 tahun), Minarni (30 tahun), dan Susanti (54 tahun). Kesemuanya merupakan warga Gang Singamata.

Kapolres Lampung Utara AKBP Helmy Santika ketika dimintai keterangan, Sabtu (24/8/2013), mengatakan selama ini pihaknya telah lama mendapatkan informasi dari masyarakat, daerah itu diduga kuat menjadi tempat transaksi narkoba dan lokasi bandar narkoba, khususnya di wilayah Lampung Utara. Mengetahui hal itu, pihaknya langsung membentuk tim dibantu petugas Kodim 0412 Lampura yang dipimpin Dandim Letkol Inf. Ayi Lesmana langsung terjun ke lokasi. "Alhasil dalam penggerebakan di sejumlah permukiman warga, kami berhasil mengamankan lima orang dan menemukan sejumlah barang bukti narkoba. Saat ini kelima orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif guna pengembangan kasus itu. Belum diketahui siapa bandarnya dan dari mana asal barang haram tersebut serta siapa yang memasoknya," ujar Kapolres.

Narkoba yang masuk wilayah Lampung Utara, lanjut Helmy Santika, belum diketahui pasti apakah berasal dari jaringan sindikat nasional atau lokal saja. "Hingga saat ini kami masih melakukan pengembangan kasus ini dan memburu sejumlah warga lain yang berahasil melarikan diri saat akan ditangkap."

lampost.co

Minggu, 25 Agustus 2013

Pendapatan Asli Daerah Lampura Baru Terealisasi 60 Persen

Kotabumi Lampung Utara: Pendapatan Asli Daerah Lampura Baru Terealisasi 60 Persen. Kepala Bidang Penagihan dan Pembukuan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lampung Utara, Sri Mulyana, mengungkapkan bahwa target PAD 2013 sebesar Rp 17.662.935.483.000 hingga pada saat ini baru tercapai 60%. Untuk dapat memenuhi target tersebut, pihak Dispenda Lampung Utara akan terus melakukan evaluasi penerimaan dari dinas dan lembaga terkait.
Kotabumi Lampung Utara
PAD Lampura Baru 60 Persen

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) baru mencapai 60% dari yang ditargetkan di tahun 2013 yakni sebesar Rp17.662.935.483.000. Namun, untuk mengoptimalkan kinerja masing-masing satuan unit kerja dalam pencapaian target, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lampura terus melakukan evaluasi penerimaan. Hal ini dilakukan dengan melibatkan satker-satker penghasil PAD. "Kita melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali, dan rapat itu dipimpin langsung oleh Pak Wakil Bupati," ujar Kabid Penagihan dan Pembukuan Sri Mulyana didampingi Kabid Pendapatan Warsin, saat mewakili Kepala Dispenda Lampura H. Fahrizal Ismail.

Sayangnya, saat ditanya secara rinci realisasi PAD masing-masing satuan unit kerja, Sri Mulyana tak bisa mengungkapkannya. Dirinya beralasan sedang dilakukan penginputan data yang dilakukan bidang akuntasi. "Waduh, saat ini datanya lagi diinput. Jadi belum bisa kita paparkan," ujar dia.

Ditambahkan Warsin, dari jumlah 23 satuan unit kerja yang ada di lingkungan pemkab setempat, hanya 13 unit kerja yang menghasilkan PAD. Hal ini sesuai dengan landasan hukum, yakni Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. "Sejak adanya undang-undang itu pendapatan berkurang. Karena sumber PAD harus disesuaikan dengan regulasi baku tersebut," terangnya.

Dia mengatakan, ada beberapa satuan unit kerja yang tak memiliki sumber PAD. Diantaranya Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Pendidikan. "Kita hanya menyesuaikannya saja dengan aturan. Terkait potensi yang memiliki sumber PAD," tambah Warsin.

Warsin menambahkan lagi bahwa yang memiliki PAD diantaranya Dinas Pengelolaan Pasar, Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dan Dispenda sendiri. Ada juga sektor PAD baru yang berasal dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BHATB), Retribusi Menara Tower Telekomunikasi, dan retribusi perikanan.

www.mytrans.co.id

Jangan Pernah Lelah Mendidik Anak Agar Anda Tak Alami Penyesalan Nanti

Jangan Pernah Lelah Mendidik Anak Agar Anda Tak Alami Penyesalan Nanti. Sebagaimana pemahaman dari banyak agama bahwa anak adalah amanat atau titipan Tuhan kepada orangtuanya maka mendidik anak-anak adalah sudah menjadi tugas dan kewajiban para orangtua. Anak-anak tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa bimbingan dan didikan orangtuanya. Namun tidak setiap orangtua tahu dan memahami bagaimana cara mendidik dan membimbing anak-anaknya. Banyak hal yang mempengaruhi kemampuan ini, misalnya faktor pendidikan dan pengetahuan, pengalaman, selain beberapa kactor lainnya. Buku dengan judul Jangan Pernah Lelah Mendidik Anak! yang disusun oleh Rosa Listyandari ini bisa dijadikan sebagai panduan bagi para orangtua untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya.
Jangan Pernah Lelah Mendidik Anak!. Kotabumi Lampung Utara
Data Buku :
Judul : Jangan Pernah Lelah Mendidik Anak!
Oleh : Rosa Listyandari
Berat : 0.17 kg
Tahun : 2013
Halaman : 120
ISBN : 9789792297805
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Harga : Rp. 38.000,- (Saat review buku ini dipublikasikan)



Sinopsis :

Anak-anak senantiasa membutuhkan bimbingan orangtua. Oleh karenanya, Anda harus siap sedia meluangkan waktu, hati, tenaga, pikiran, dan materi untuk membuat anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Untuk itu, orangtua harus pintar-pintar mencari celah, terobosan, bahkan gebrakan berharga, dan berjuang sekuat tenaga mengusahakan kebaikan dan kesuksesan anaknya. Jangan sampai Anda berkata "lelah". Anda bisa memanfaatkan momen-momen keseharian, yang biasanya terlewatkan begitu saja, untuk mendidik putra-putri Anda.

Dalam buku ini Anda akan menemui kiat, celah, atau cara untuk:
  • Menghadapi anak yang cemburu kasih sayang
  • Mempersiapkan anak menghadapi fitnah
  • Menyikapi perkataan porno
  • Mengenalkan “dunia lain” pada anak
  • Menjadikan anak sebagai pewaris budaya bangsa
  • Mengajari anak teknik menghibur diri
  • Membimbing anak untuk “tahu posisi” dalam mengejar prestasi
  • Menjadikan Anda sebagai orangtua yang selalu senang menyambut kewajiban Anda untuk memenuhi kebutuhan anak
  • Mendidik anak belajar menyelesaikan konflik dengan teman
Selain hal-hal di atas, masih banyak lagi sisi-sisi menarik dalam mengasuh putra-putri Anda sebagai suguhan buku ini. Semua disajikan secara ringan, yang bisa Anda jadikan teman Anda minum teh atau kopi. Pada prinsipnya, orangtua harus berusaha agar anak-anak dapat selalu tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebagai orangtua, Anda harus berperan aktif dan apik agar mampu mengoptimalkan perkembangan anak-anak Anda.

Jangan pernah Anda lelah untuk mendidik anak-anak. Semangat!

Petunjuk pembelian buku secara online :

Jika Anda berminat memiliki buku Jangan Pernah Lelah Mendidik Anak! ini silahkan KLIK DISINI untuk melakukan pembelian secara online buku tersebut melalui situs toko buku online terkemuka dan terpercaya di Indonesia yang kami rekomendasikan. Setelah halaman pembelian online terbuka, silahkan klik link button dengan teks "Masukkan Ke Troli Belanja", berikutnya lakukan klik pada link button dengan teks "Transaksikan". Setelah itu ikuti petunjuk-petunjuk berikutnya.

Selamat berbelanja buku secara online.

Sabtu, 24 Agustus 2013

KPUD Lampura Tetapkan Waktu, Zona, Dan Teknis Pelaksanaan Kampanye Pilkada

Kotabumi Lampung Utara: KPUD Lampung Utara Tetapkan Waktu, Zona, Dan Teknis Pelaksanaan Kampanye Pilkada. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Utara telah menetapkan beberapa hal pokok tentang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Lampung Utara 2013. Hal-hal pokok tersebut adalah tentang tata cara atau pelaksanaan, waktu, dan pembagian zona kampanye Pilkada Lampung Utara 2013.
KPU. Kotabumi Lampung Utara
KPU Lampura Tetapkan Tata Cara Pemilu dan Waktu Kampanye

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Utara telah menetapkan tiga tata cara pelaksanaan (teknis) dan dua waktu kampanye. Teknis pelaksanaan kampanye dilakukan dengan tiga cara yakni rapat tertutup yang dilakukan diruangan tertutup dengan jumlah peserta tidak melebihi 50 orang, pertemuan terbuka yang dilakukan ditempat terbukan dengan jumlah peserta tidak terbatas asalkan memenuhi ketentuan yang berlaku. Dan terakhir rapat umum, dilakukan dengan menyebarkan alat peraga kandidat para calon dalam mensosialisasikan visi-misinya membangun Lampung Utara.

Terkait waktu dilakukan pada siang dan pagi hari, paginya dimulai pada pukul 09.00-12.00 WIB, sedangkan siangnya dimulai pukul 12.00-16.00 WIB. Ditambah lagi dengan dibebaskannya para relawan cabup dan cawabup yang berkompetisi. Hal ini disampaikan Ketua KPU Kabupaten Lampung Utara Marthon usai rapat yang digelar, Kamis (22/8/2013) pukul 17.10 WIB. Sedangkan zonanya didalam 4 zona mulai tanggal 3 - 15 September 2013 mendatang.

Adapun zona I terdiri dari 6 kecamatan yakni, Abung Tengah, Abung Barat, Abung Pekurun, Abung Tinggi, Tanjung Raja, dan Bukit Kemuning. Lalu zona II meliputi Sungkai Jaya, Sungkai Tengah, Sungkai Timur, Sungkai Barat, Sungkai Selatan, Sungkai Utara, Hulu Sungkai dan Bunga Mayang. Kemudian zona III; Abung Selatan, Abung Surakarta, Abung Semuli, Abung Timur, dan Blambangan Pagar. Dan terakhi zona IV; Kota Bumi, Kota Bumi Selatan, dan Kotabumi Utara. Dihadiri dari Polres Lampung Utara, Panwas, Kesbangpol, dan seluruh tim kampanye cabup dan cawabup.

lampost.co

Jumat, 23 Agustus 2013

Cara Membangun Kebun Mini Kelapa Sawit Di Lahan 2 Hektare

Cara Membangun Kebun Mini Kelapa Sawit Di Lahan 2 Hektare. Selama beberapa tahun belakangan ini, kelapa sawit telah menjadi produk perkebunan primadona. Tak heran jika kemudian banyak perusahaan perkebunan maupun perorangan yang berminat untuk terjun mengelola bidang perkebunan kelapa sawit. Buku tentang perkebunan yang disusun oleh Sunarko ini sangat bermanfaat bagi para petani kelapa sawit atau orang-orang yang berminat untuk memiliki dan mengelola perkebunan kelapa sawit dengan lahan yang tidak terlalu luas atau dalam jumlah terbatas saja.
Membangun Kebun Mini Kelapa Sawit Di Lahan 2 Hektare. Kotabumi Lampung Utara
Data Buku :
Judul : Membangun Kebun Mini Kelapa Sawit Di Lahan 2 Hektare
Oleh : Sunarko
Berat : 0.23 kg
Tahun : 2012
Halaman : 144
Penerbit : AgroMedia Pustaka
Harga : Rp. 32.000,- (Saat review buku ini dipublikasikan)



Sinopsis :

Bisnis perkebunan kelapa sawit idealnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun kini, membangun perkebunan juga bisa dilakukan secara mandiri atau perorangan. Dengan lahan mini seluas 2 hektare dan modal yang terbatas, Anda bisa mencicipi keuntungan dari bisnis "emas cair" ini.

Semua ihwal tentang bisnis kelapa sawit di kebun mini tertulis lengkap dalam buku ini. Mulai tahapan membangun kebun hingga kiat bermitra dengan kelompok tani atau perusahaan. Selamat beragrobisnis. Salam sukses!

Petunjuk pembelian buku secara online :

Jika Anda berminat memiliki buku Membangun Kebun Mini Kelapa Sawit Di Lahan 2 Hektare ini silahkan KLIK DISINI untuk melakukan pembelian secara online buku tersebut melalui situs toko buku online terkemuka dan terpercaya di Indonesia yang kami rekomendasikan. Setelah halaman pembelian online terbuka, silahkan klik link button dengan teks "Masukkan Ke Troli Belanja", berikutnya lakukan klik pada link button dengan teks "Transaksikan". Setelah itu ikuti petunjuk-petunjuk berikutnya.

Selamat berbelanja buku secara online.

Rantau 1 Muara, Kisah Konsistensi Sebuah Pencarian Dan Pengembaraan

Jual buku novel Rantau 1 Muara. Rantau 1 Muara, Kisah Konsistensi Sebuah Pencarian Dan Pengembaraan. Tokoh dalam novel karya Ahmad Fuadi dihadapkan pada kenyataan bahwa hidup ini ternyata tidak semulus yang ia duga semula. Meskipun dia sudah melihat gambaran cerah hidupnya yang sudah terbentang di depan mata, tapi semua hancur dalam sekejap. Tapi tidak keinginan dan cita-citanya tidak pernah turut hancur. Kebangkitan dari reruntuhan kehancuran selalu menjadi kisah menarik yang mengharu biru. Pembaca bisa merasakan semangatnya, bagaimana dia harus menata ulang lagi pandangannya tentang hidup ini.
Rantau 1 Muara. Kotabumi Lampung Utara
Data Buku :
Judul : Rantau 1 Muara
Oleh : Ahmad Fuadi
Berat : 0.25 kg
Tahun : 2013
Halaman : 400
ISBN : 9789792294736
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Kategori : Novel
Harga : Rp. 75.000,- (Saat review buku ini dipublikasikan)



Sinopsis :

Alif merasa berdiri di pucuk dunia. Bagaimana tidak? Dia telah mengelilingi separuh dunia, tulisannya tersebar di banyak media, dan diwisuda dengan nilai terbaik. Dia yakin perusahaan-perusahaan akan berlomba-lomba merekrutnya. Namun Alif lulus di saat yang salah. Akhir dekade 1990-an, krisis ekonomi mencekik Indonesia dan negara bergolak di masa reformasi. Satu per satu, surat penolakan kerja sampai di pintunya. Kepercayaan dirinya goyah, bagaimana dia bisa menggapai impiannya?

Secercah harapan muncul ketika Alif diterima menjadi wartawan di sebuah majalah terkenal. Di sana, hatinya tertambat pada seorang gadis yang dulu pernah dia curigai. Ke mana arah hubungan mereka? Dari Jakarta, terbuka cakrawala baru. Alif meraih beasiswa ke Washington DC, mendapatkan pekerjaan yang baik dan memiliki teman-teman baru di Amerika. Hidupnya berkecukupan dan tujuan ingin membantu adik-adik dan Amak pun tercapai.

Life is perfect, sampai terjadi peristiwa 11 September 2001 di World Trade Center, New York, yang menggoyahkan jiwanya. Kenapa orang dekatnya harus hilang? Alif dipaksa memikirkan ulang misi hidupnya. Dari mana dia bermula dan ke mana dia akhirnya akan bermuara? Mantra ketiga “man saara ala darbi washala” (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan) menuntun perjalanan pencarian misi hidup Alif. Hidup hakikatnya adalah perantauan.

Rantau 1 Muara bercerita tentang konsistensi untuk terus berkayuh menuju tujuan, tentang pencarian belahan jiwa, dan menemukan tempat bermuara. Muara segala muara.

Petunjuk pembelian buku secara online :

Jika Anda berminat memiliki buku Rantau 1 Muara ini silahkan KLIK DISINI untuk melakukan pembelian secara online buku tersebut melalui situs toko buku online terkemuka dan terpercaya di Indonesia yang kami rekomendasikan. Setelah halaman pembelian online terbuka, silahkan klik link button dengan teks "Masukkan Ke Troli Belanja", berikutnya lakukan klik pada link button dengan teks "Transaksikan". Setelah itu ikuti petunjuk-petunjuk berikutnya.

Selamat berbelanja buku secara online.

Jajaran Bhayangkara Lampura Laksanakan Sertijab Wakapolres Baru

Kotabumi Lampung Utara: Jajaran Bhayangkara Lampura Laksanakan Sertijab Wakapolres Baru. Jabatan Wakil Kepala Kepolisian Resor Lampung Utara kembali mengalami pergantian personil. Serah terima jabatan tersebut telah dilaksanakan pada Selasa 20 Agustus 2013 lalu bertempat di Lapangan Mapolres Lampung Utara. Pejabat Wakapolres lama, Kompol. A. Muchtarrom, digantikan pejabat yang baru, Kompol Deden Heksa Putra. Pelaksanaan sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Utara, AKBP Helmy Santika S.I.K.
Sertijab Wakapolres. Kotabumi Lampung Utara
Kompol Deden Heksa Putra Jabat Wakapolres Lampura

Jajaran Bhayangkara di Polres Lampung Utara (Lampura) kembali mengalami rotasi jabatan personil. Dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab), Komisaris Polisi (Kompol) Deden Heksa Putra menjabat sebagai Wakapolres Lampura. Dirinya menggantikan Kompol. A. Muchtarrom. Sertijab berlangsung di Lapangan Mapolres Lampura, Selasa (20/8/2013) lalu sekitar pukul 09.00 WIB. Sertijab ini berdasarkan Surat Kapolda Lampung ST/579/VII/2013 tanggal 30 Juli 2013 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan di wilayah jabatan di Lingkungan Polda Lampung dan Sprin/606/VII/2013 tanggal 20 Agustus 2013 tentang sertijab wakapolres. Di mana Wakapolres Lampura sebelumnya, Kompol A. Muchtarom, berpindah tugas ke Polda Lampung dan menjabat sebagai Kasubag Dit Pam Obvit. Dirinya digantikan Kompol Deden Heksa Putra, sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ops Polres Tulang Bawang.

Sertijab dipimpin langsung Kapolres Lampura, AKBP Helmy Santika S.I.K.. Dalam sambutan, kapolres mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru pada Kompol A. Muchtarom. "Selamat bertugas ditempat yang baru semoga tambah sukses dan bisa melaksakan tugas karena dimanapun sebagai abdi negara harus selalu menjalankan tugas dengan sebaik baiknya," pesan Kapolres.

Sedangkan untuk Wakapolres baru, Kompol. Deden Heksa Putra, Kapolres Lampura mengucapkan selamat datang, dan semoga bisa membantu tugas Kapolres Lampura menjaga keamanan dan melayani masyarakat. "Saya harap Wakapolres yang baru akan lebih baik lagi bertugas di wilayah hukum Polres lampura yang dan bisa melanjutkan tugas Wakapolres yang lama," harap Helmy. Kompol A. Muchtarom dalam sambutan perpisahan itu mohon maaf kepada Kapolres dan jajaran anggota Polres Lampura dan masyarakat Lampura. "Bila selama saya menjabat ada kesalahan baik disengaja maupun tidak dan saya mohon maaf dan saya mohon doa semoga saya lebih baik lagi dalam tugas saya yang baru," ujarnya.

AKBP Helmy Santika S.I.K berharap bagi masyarakat Lampura untuk mewujudkan masyarakat yang Samapta, memiliki daya cegah dan daya tangkal pada gangguan kamtibmas dan dapat membantu Polri menjaga keamanan. "Caranya melalui sinergitas dengan Polri yang sudah reformasi dengan agenda-agenda perubahan untuk lebih humanis (civilian Police) dan cocok dengan masyarakatnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kompol Deden Heksa Putra, mengucapkan terimakasih sudah menyambut kedatangannya dengan baik dan dirinya meminta semua pihak dapat bekerjasama dalam upaya menciptakan Kamtibmas di wilayah Hukum Polres Lampura. "Saya harap semua bisa memaklumi bila ada sifat yang kurang bekenan dari saya. Karena saya masih baru dan saya berjanji akan melanjutkan tugas yang sudah dilakukan Wakapolres lama menjadi lebih baik lagi. Tentu tidak luput dari dukungan semua pihak baik dari anggota Polri, masyarakat,dan mitra-mitra Polri yang lain," harapnya.

www.mytrans.co.id

Bulog Lampura Akan Distribusikan Raskin 15 Pada September 2013

Kotabumi Lampung Utara: Bulog Lampung Utara Akan Distribusikan Raskin 15 Pada September 2013. Menurut keterangan dari Plt. Kabulog Subdivre Lampung Utara, K.M. Idris, pendistribusian Raskin 14 dan 15 merupakan kompensasi yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada masyarakat kurang mampu atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Untuk saat ini, Raskin 15 yang akan didistribusikan pada bulan September 2013 tersebut stoknya sudah siap di Gudang Bulog Lampung Utara.
Raskin. Kotabumi Lampung Utara
Raskin 15 Segera Direalisasikan

Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivisi Regional (Subdivre) Lampung Utara bakal segera merealisasikan beras untuk warga miskin (raskin) 15. Rencananya, raskin didistribusikan pada September 2013. "Untuk raskin 13 dan 14 sudah kita distribusikan pada Juni dan Juli 2013. Sedangkan untuk raskin 15 akan kita distribusikan pada September 2013," ujar Plt. Kabulog Subdivre Lampura K.M. Idris didampingi Kasi Analisis Harga dan Pasar Junaidi, Rabu (21/8/2013).

Dijelaskan, penyaluran raskin 14 dan 15 merupakan instruksi dari pemerintah pusat sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Kalau raskin 13 memang sejak tahun sebelumnya sudah ada. Namun, kalau raskin 14 dan 15 merupakan program pusat 2013 sebagai imbas kenaikan harga BBM," katanya.

Untuk sekarang ini, lanjut dia, pihaknya sedang menyusun administrasi sekaligus menunggu setoran uang dari masyarakat melalui masing-masing desa/kelurahan. "Jika tahap ini selesai, raskin akan segera kami salurkan. Stok beras itu kini sudah siap di gudang Bulog," ungkapnya.

Realisasi raskin 13, 14, dan 15 ini berdasarkan Surat Gubernur No. 500/1732/I/04/2013 tentang Tambahan Alokasi Pagu Raskin 2013. "Realisasi raskin 13 ini sesuai dengan instruksi gubernur dan dalam pelaksanaannya kita bekerja sama dengan Pemkab Lampura," katanya.

Menurut dia, belum dapat dipastikan apakah pembagian raskin 15 ke depan akan berbarengan dengan raskin reguler. "Jumlah yang akan dikeluarkan sebanyak 30 kg untuk masing-masing rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) dengan harga penebusan sebesar Rp1.600 per kilogram," ungkapnya.

Dijelaskan, dalam program pemerintah ini tidak terjadi penambahan jumlah RTSPM penerima raskin. Penambahan hanya terjadi pada jumlah raskin yang diterima RTSPM. "Jadi kalau alokasi tetap, hanya kuantumnya bertambah," tuturnya.

Ditambahkan Junaidi, keberadaan raskin di masyarakat juga sebagai salah satu upaya menstabilkan harga jual beras. "Jika raskin telah tersebar, secara otomatis kenaikan harga dapat ditekan. Jadi keberadaan raskin ini juga bisa menekan kenaikan harga beras di pasaran," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id