Kotabumi, Lampung Utara, Lampura, Kobum, berita, informasi, foto, cerita
Lampung Utara





Bagikan :

Rabu, 16 April 2014

: Posted on Rabu, 16 April 2014 - 05.08 with 1 comment

Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara menetapkan target 98% kelulusan Ujian Nasional 2014 untuk tingkat pendidikan sekolah menengah atas dan tingkat pendidikan yang sederajat di lingkup pemerintah kabupaten setempat.

Dinas Pendidikan. Kotabumi Lampung Utara
Dinas Pendidikan Lampura Target Lulus UN 98 Persen.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung menargetkan kelulusan UN tingkat satuan pendidikan SMA se-kabupaten setempat 98%. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara Budi Utomo, di ruangannya, Selasa (15/4/2014).

Budi menjelaskan, setelah pihaknya melakukan pengamatan di berbagai sekolah menengah atas di lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampura, pihaknya optimis bila tahun ini akan dicapai target 98% dari sebelumnya 96%. Pasalnya, Dinas Pendidikan setempat telah melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan hasil ujian akhir nasional (UAN) anak-anak didik tingkat SMA/SMK atau sederajat ini.

Menurut Budi, Disdik Lampura telah menganalisis kemampuan siswa dengan memberikan rekayasa UAN yang diujikan pada mereka. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana konsep diterima oleh para anak didik di SMA. Dengan memberikan soal gambaran yang dibuat sedemikian rupa, menyerupai soal UAN, bahkan lebih sulit prediksinya. "Maka dapat diketahui kemampuan siswa pada mata pelajaran diujikan, dengan melihat soal-soal UAN tahun sebelumnya. Setelah itu, para guru bidang studi akan menganalisis kemampuan siswanya lemah pada pelajaran apa. Kemudian mana-mana nilainya kurang, akan diperbaiki dengan menambah jam pelajaran di sekolah," kata dia.

lampost.co

: Posted on - 03.07 with 1 comment

Kabupaten Lampung Utara hingga kini masih belum memiliki tenaga pustakawan yang ahli di bidang pengelolaan perpustakaan, arsip dan dokumentasi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Arsip, Dokumentasi dan Perpustakaan Kabupaten Lampung Utara, Yunizar. Belum adanya tenaga pustkawan menyebabkan pelayanan yang belum optimal terhadap masyarakat atau berbagai pihak yang membutuhkan bahan informasi di perpustakaan setempat.

Perpustakaan. Kotabumi Lampung Utara
Lampura Tidak Memiliki Tenaga Pustakawan.

Kabupaten Lampung Utara, tidak memiliki tenaga pustakawan untuk mengelola perpustakaan, arsip dan dokumentasi di daerah. Kepala Kantor Arsip, Dokumentasi dan Perpustakaan Kabupaten Lampung Utara, Yunizar di ruang kerjanya, Senin (14/4/2014) mengatakan dampak tidak adanya tenaga pustakawan menyebabkan kurang optimalnya layanan petugas yang mengurus bidang perpustakaan, arsip dan dokumentasi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau yang berkunjung di perpustakaan setempat. "Bila tata kelola bagian arsip, dokumentasi dan perpustakaan tidak ditangani ahlinya, pelayanan petugas bagi masyarakat atau aparat yang membutuhkan informasi tidak akan optimal," ujarnya.

Dia mengaku, dua unit perpustakaan daerah di Kabupaten Lampung Utara di kelola 7 tenaga pustaka, dengan rincian; dua dari PNS dan lima tenaga honor. Ke 7 tenaga pustaka itu, bukanlah tenaga ahli yang khusus di didik di bidang perpustakaan. Begitu juga pegawai yang ditempatkan di bagian arsip dan dokumentasi. "Karena tidak ada tenaga pustakawan, pengelolaan perpustakaan, arsip dan dokumentasi daerah terkesan dilakukan secara serabutan dan belum terkelola secara profesional," kata Yunizar.

Untuk menjawab permasalahan ini, selain pelatihan bagi tenaga pustaka kabupaten ke Propinsi Lampung tentang tata cara pengelolaan perpustakaan, arsip dan dokumentasi. Rencana, 2015 pihaknya akan mengajukan ke Pemkab. tambahan tenaga ahli bidang perpustakaan untuk ditempatkan pada bagian Arsip, Dokumentasi dan Perpustakaan kabupaten setempat. "Dengan adanya tenaga pustakawan yang terampil diharapkan akan merubah paradigma masyarakat. Sehingga, perpustakaan daerah sebagai salah satu lokasi publik bagi warga untuk memperoleh informasi, dapat menjalankan fungsinya," kata Yunizar.

lampost.co

Senin, 14 April 2014

: Posted on Senin, 14 April 2014 - 02.47 with 1 comment

Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengerahkan 1.633 personil polisi untuk mengamankan proses pelaksanaan Ujian Nasional 2014 di seluruh kawasan Provinsi Lampung. Sebelumnya, Polda Lampung juga telah menugaskan sejumlah personil untuk menjaga gudang tempat penyimpanan soal-soal ujian nasional dan mengawal pelaksanaan distribusi soal-soal ujian tersebut.

Ujian Nasional. Kotabumi Lampung Utara
1.644 Personil Polda Lampung Amankan Ujian Nasional.

Polda Lampung tugaskan 1.644 personil untuk menjaga dan mengamankan ujian nasional (UN), se-Provinsi Lampung. Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih mengatakan, penjagaan, pengawalan, dan pengamanan tersebut adalah upaya antisipasi mencegah adanya kecurangan atau tindak pidana saat berlangsungnya proses UN di SMA dan SMK Provinsi Lampung yang diselenggarakan pada Senin (14/4/2014).

Personil yang di tugaskan sejak 28 Maret 2014 hingga 10 April 2014 lalu, untuk menjaga gudang tempat tersimpannya soal-soal ujian, kini ditugaskan melakukan pengawalan pengiriman soal ujian ke seluruh daerah di Provinsi Lampung.

Soal-soal tersebut di kawal oleh dua personil dari Satuan Sabhara. Sedangkan untuk penjagaan dan pengamanan jalannya proses UN, jumlah personil seluruhnya mencapai 1.644 personil.

Di Kota Bandarlampung jumlah personil yang di tugaskan sebanyak 317 personil, Kabupaten Lampung Selatan 213 personil, Kabupaten Lampung Utara 154 personil, Kabupaten Lampung Barat 94 personil, Kabupaten Lampung Timur 218 personil, Kabupaten Lampung Tengah 174 personil, Kabupaten Tanggamus 64 personil, Kota Metro 125 personil, Kabupaten Tulangbawang 96 personil, Kabupaten Way kanan 172 personil, dan Kabupaten Mesuji 35 personil. "Personil yang bertugas selain mengenakan seragam dinas dan ada yang mengenakan pakaian sipil. Tugas mereka meliputi menjaga soal ujian dan berjaga di sekolah, serta melakukan patroli di lingkungan sekolah," kata Sulistyaningsih, Sabtu (12/4/2014).

poskotanews.com

: Posted on - 01.53 with 1 comment

Kepolisian Resor Lampung Utara telah menangkap seorang oknum wartawan yang diduga menjadi tersangka pengedar narkotika jenis Sabu-sabu. Tersangka yang dikenal dengan nama Surya (40 tahun) dibekuk oleh petugas polisi ketika berada di rumahnya di kawasan Negara Ratu, Muara Sungkai, Lampung Utara, pada hari Minggu, 6 April 2014.

Polres Lampura. Kotabumi Lampung Utara
Oknum Wartawan Ditembak Polisi.

Memanfaatkan kartu pers jadi bandar sabu-sabu, oknum wartawan pimpinan tabloid surat kabar mingguan ditembak polisi Minggu (6/4/2014). Tersangka Surya (40 tahun), warga Negara Ratu, Muara Sungkai, Lampung Utara, digerebek di rumahnya pada Pukul 11.00 WIB.
Kaki Surya terpaksa ditembak karena melawan saat akan ditangkap. Dari rumah Surya ditemukan 5 paket sabu-sabu yang sedang dipecah ke dalam paket kecil untuk diantarkan kepada pelanggan yang sudah memesan.

Selain ditemukan sabu-sabu di dalam tas tersangka yang sehari-harinya meliput kegiatan proyek di dinas-dinas ini juga memiliki senjata api dan 5 peluru tajam yang tidak dilengkapi izin yang akhirnya ikut disita oleh petugas narkoba Polres Lampung Utara.

Kapolres Lampung Utara, AKBP. Helmi Santika didampingi Kasat Narkoba, AKP. Jhon Kenedy membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka yang pada mulanya mengaku sebagai pimpinan tabloid mingguan yang ternyata dikenal sebagai bandar narkoba yang memiliki jaringan di wilayah Lampung Utara. "Tersangka berikut barang bukti 5 paket sabu-sabu, satu pucuk senjata api dan 5 butir peluru tajam diamankan di Polres Lampung Utara. Tersangka mengaku bahwa sabu-sabu diperoleh dari Bandarlampung yang juga dikenal sebagai bandar besar," ujarnya.

poskotanews.com

Jumat, 28 Maret 2014

: Posted on Jumat, 28 Maret 2014 - 07.41 with 1 comment

Bupati Lampung Utara yang baru, Agung Ilmu Mangkunegara, belum berfikir untuk melakukan rolling atau mutasi jabatan. Mutasi jabatan seperti sudah menjadi tradisi setiap berlangsungnya pergantian kepala daerah. Bupati lebih mendorong para pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lampung Utara agar bekerja secara lebih maksimal, baik, dan profesional.

Kantor Bupati. Kotabumi Lampung Utara
Pejabat Lampura Aman Sementara.

Kabar baik bagi para pejabat di lingkungan Pemkab Lampung Utara. Sementara ini, mereka masih aman. Isu rolling jabatan yang sempat menjadi momok setiap terjadinya pergantian kepala daerah belum akan dilakukan oleh Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. "Belum ada itu (rolling, Red). Kita lihat saja. Dari tadi saya sudah bicarakan dengan para pejabat agar kerja maksimal, kerja yang baik, dan kerja profesional. Tapi, memang kalau nggak bisa, apa boleh buat? Kalau memang tidak bisa menjabarkan apa yang diperintahkan dan tidak melaksanakan perintah dengan baik, apa boleh buat? Tapi, selama ini saya masih bangga dengan pejabat Lampura," tegas bupati di sela-sela sidak kedisiplinan PNS di Setkab Lampura dan beberapa satker lainnya, Rabu (26/3/2014).

Terkait kedisiplinan PNS Lampura berdasarkan hasil sidaknya, lanjut bupati, baru mencapai 60 persen. Karena itu, ke depan harus terus ditingkatkan. Menurut Agung, cukup banyak PNS yang tidak hadir dengan berbagai alasan. Cukup banyaknya PNS yang tak hadir ketika sidak, bupati akan memberikan sanksi langsung kepada mereka yang disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 53/2010 tentang Disiplin PNS. "Termasuk dengan PNS-PNS 'nakal' yang pulang-pergi (PP) dari Bandarlampung–Kotabumi. Jangan coba-coba (terlambat kerja, Red)! Karena PNS kita harus bekerja mengabdi untuk masyarakat Lampura," tegasnya sambil menyatakan, pada jam kerja PNS harus berada di tempat kerja mulai pukul 07.30–15.30 WIB.

Mengenai kondisi infrastruktur gedung pemerintahan yang ada, Agung menyatakan bahwa dirinya cukup prihatin dan perlu segera renovasi. Sekarang ini, lanjut Agung, perlu dilihat anggaran dan inventarisasi yang perlu renovasi.

Sekadar diketahui, bupati melakukan sidak di ruangan satker di lingkungan pemkab setempat. Toilet pun tak luput dari pemeriksaannya. Tak hanya di lingkungan Setkab dan satker. Bupati juga melakukan sidak di kantor-kantor kelurahan dan kecamatan. Dalam sidak itu, bupati didampingi Sekkab Hamartoni Ahadist, Asisten I Asmidi Ismail, Asisten II Fahrizal Ismail, Kabag Humas dan Protokol Suarter Alfian, Kabag Hukum Rezki, Kepala Bappeda Azwar Yazid, Kadisdik Budi Utomo, Kadistako Karim, serta Kasatpol PP Rusli Kagung.

www.radarlampung.co.id

Kamis, 27 Maret 2014

: Posted on Kamis, 27 Maret 2014 - 05.58 with No comments

Festival musik tingkat pelajar se- Kabupaten Lampung Utara yang diprakarsai oleh Polres Lampura akan dilangsungkan mulai Jumat, 28 Maret 2014 hingga Sabtu 29 Maret 2014. Pelaksanaan festival musik tingkat pelajar ini merupakan perwujudan dari keinginan Polres Lampura untuk menjadi sahabat masyarakat. Even tersebut diadakan di halaman markas Kepolisian Resor Lampung Utara.

Polres Lampura. Kotabumi Lampung Utara
Polres Lampura Helat Festival Musik Pelajar.

Sebagai salah satu wujud nyata keinginan menjadi sahabat masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara akan menggelar festival musik tingkat pelajar se- Kabupaten yang dilaksanakan dengan mengambil tempat di halaman Mapolres setempat.

Festival musik tingkat pelajar ini berlangsung mulai Jumat (28/3/2014) hingga Sabtu (29/3/2014). Kegiatan tersebut akan diikuti puluhan grup band dan acara tersebut akan menghadirkan band dari Jakarta.

Kapolres Lampung Utara AKBP Helmi Santika ketika dimintai keterangan, Rabu (26/3/2014), mengatakan tujuan festival musik tingkat pelajar adalah upaya Polres dalam bersosialisasi atau mengajak kepada generasi muda tentang tertib berlalu lintas, mencintai lingkungan, dan menjaga diri dari bahaya narkoba. "Generasi muda adalah bagian dari bangsa. Tugas kami menjaga dan mendidiknya. Tentunya Polres Lampung Utara yang juga sebagai sahabat masyarakat ikut andil dalam hal itu, dengan menggelar festival musik pelajar," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan event organizer (EO) Komunitas Rock Lampura (Korlaut) Kotabumi. "Setiap peserta diwajibkan membawakan lagu wajib yang telah ditentukan oleh panitia. Selain itu, dalam rangkaian acara nantinya para peserta mau pun pelajar yang hadir akan diajak untuk menjaga lingkungan dengan menanam pohon serta diberikan pengarahan tentang bahayanya narkoba yang dapat merusak masa depan mereka, serta nyamannya tertib dalam berlalu lintas," terangnya.

lampost.co

: Posted on - 05.17 with No comments

Tingkat disiplin para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kerja Kabupaten Lampung Utara masih berkisar pada angka 60 persen. Hal ini dikatakan oleh Agung Ilmu Mangkunegara yang pada hari pertama menjabat sebagai Bupati Lampung Utara segera melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satker (Satuan Kerja) di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten setempat. Inspeksi mendadak tersebut dilakukannya pada Rabu, 26 Maret 2014.

Kantor Bupati. Kotabumi Lampung Utara
Agung Nyatakan Tingkat Kehadiran PNS Lampura 60 Persen.

Hari pertama menjabat Bupati Lampung Utara (Lampura), Agung Ilmu Mangkunegara langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah satuan kerja (satker) di Sekretariat Pemkab setempat, Rabu (26/3/2014).

Kepada sejumlah wartawan, Bupati menerangkan dari hasi pemantauan yang dilakukannya, tingkat disiplin PNS di Lampura masih 60 persen. Itu dibuktikan dengan sejumlah pegawai yang terlambat masuk kantor.

"Saya bersyukur sebagian besar cukup memuaskan, tapi memang masih ada kekurangan dan masih butuh proses. Saat ini lagi masa transisi, mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi, saya sudah berikan target ke Pak Sekda, Inspektorat, dan Pol PP untuk ke depan ada cara-cara dalam meningkatkan kedisiplinan para PNS. Mereka (pegawai) yang disiplinnya kurang, akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang ada,"ujar Bupati.

lampung.tribunnews.com

: Posted on - 04.22 with No comments

Sejumlah 27 SMP dan MTs di Kabupaten Lampung Utara dinyatakan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2014 dikarenakan memang tidak memiliki para siswa kelas III di masing-masing sekolah tersebut. Perihal 27 SMP/MTs yang tidak mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional 2014 tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara Salahuddin.

Pendidikan Nasional. Kotabumi Lampung Utara
Waduh 27 SMP di Lampura Tidak Ikut UN 2014.

Terdapat 27 SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan MTs (Masdrasah Tsanawiyah) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tidak akan mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang akan digelar pada 5 Mei 2014 mendatang. Penyebabnya dikarenakan tidak adanya siswa kelas III di sekolah tersebut. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara Salahuddin, Rabu (26/3/2014). Adapun ke 27 sekolah itu adalah SMP MMT Papan Rejo, SMP Pembina 1, SMP LKMD Sribangung, SMP PGRI 1 Candimas, SMP PGRI Sungkai Selatan, SMP Pembangunan Sukadana Udik, dan SMP PGRI Bumi Asri.

Lalu MTs Islamiyah Trimodadi, MTs Mambaul Ulum B Abung, MTs Nurul Iman Bumi Restu, MTs Istiqomah Guppi Wonomarto, SMPN Terbuka 1 Abung Tinggi, SMP Negeri 3 Abung Selatan, SMP Pembina, SMPN Terbuka 1 Abung Semuli, SMPN Terbuka 1 Tanjung Raja, dan MTs Pondok Pesantresn KH A Dahlan.

Kemudian SMPN Terbuka 1 Bukit Kemuning, MTs Jami'atul Muchsinin Ketapang, SMP Asy Syfa Darussalam, SMPN Terbuka 1 Sungkai Utara, SMP Islam Yapida, MTs Habsi Ogan Lima, MTs Manabul Huda Bukit Kemuning, MTs S Al Hikmah Sunan Kudus, dan MTs Persis 258 Nurul Falah. "Dari 185 SMP/MTs di Lampura, terdapat 27 sekolah yang tidak memiliki peserta UN tahun ini," ujar Salahuddin.

Menurutnya, Diknas mencatat ada 10.171 siswa SMP sederajat yang akan mengikuti UN pada 5-8 Mei 2014 mendatang. Peserta tersebut berasal dari 99 SMP Negeri/Swasta dan 56 Mts. "Jadi jumlah totalnya 10.171 siswa, tapi nanti pada saat pelaksanaan, jumlah ini bisa berkurang karena mungkin ada siswa yang berhalangan," ujar Sekretaris.

lampung.tribunnews.com

Rabu, 26 Maret 2014

: Posted on Rabu, 26 Maret 2014 - 03.29 with No comments

Untuk tahun 2014, Kabupaten Lampung Utara mendapatkan dana PNPM sebesar Rp 53,615 miliar. Dana PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) senilai tersebut akan dibagikan kepada 17 kecamatan di Lampung Utara. Masing-masing kecamatan akan menerima dana dengan jumlah yang bervariasi antara Rp 2 miliar hingga Rp 4 miliar.

Kantor Bupati. Kotabumi Lampung Utara
Tiap Kecamatan di Lampura Dapat Rp 2 Miliar.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia di Kabupaten Lampung Utara tersebar di 17 kecamatan. Antara lain Kecamatan Sungkai Selatan; Tanjung Raja; Abung Timur; Abung Barat; Abung Selatan; Sungkai Utara; Kotabumi Utara; Abung Tengah; Abung Semuli; Abung Surakarta; Muara Sungkai; Bunga Mayang; Hulu Sungkai; Sungkai Tengah; Abung Pekurun; Sungkai Jaya; dan Sungkai Barat.

"Besaran dana yang diterima masing-masing kecamatan bervariasi, mulai Rp 2 miliar hingga Rp 4 miliar," kata Riza Allatif, fasilitator PNPM MP3KI, Minggu (23/3/2014).

Diketahui, Kabupaten Lampung Utara tahun 2014 ini mendapatkan dana Rp 53,615 miliar untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia dari pemerintah pusat.

Fasilitator PNPM MP3KI Kabupaten Lampung Utara Riza Allatif, Minggu (23/3/2014), mengatakan program ini akan disinergikan dengan program penanggulangan kemiskinan yaang sudah ada, seperti kelompok program bantuan dan perlindungan sosial, dan program pemberdayaan masyarakat.

www.tribunnews.com

Selasa, 25 Maret 2014

: Posted on Selasa, 25 Maret 2014 - 04.34 with No comments

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara Budi Utomo menepis isue tentang adanya keharusan menyetor uang yang nilainya mencapai Rp 30 juta dari setiap pejabat Kepala Sekolah yang dilantik pada pelantikan 82 kepala sekolah beberapa waktu lalu. Pelantikan tersebut mengambil tempat di SMPN 7 Kotabumi. Menurut Kadisdik, pelantikan kepala sekolah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara tersebut adalah murni karena kebutuhan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

SMPN 7. Kotabumi Lampung Utara
Kadisdik Tantang Bukti Setoran Kepsek.

Pelantikan 82 kepala sekolah (Kepsek) di SMPN 7 Kotabumi yang dipersoalkan kalangan tertentu mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Utara Budi Utomo. Termasuk munculnya indikasi adanya setoran Rp30 juta bagi yang menginginkan jabatan Kepsek. Kadisdik menegaskan, Bupati Lampura Zainal Abidin masih memiliki kewenangan untuk melakukan rolling terhadap Kepsek. "Kata siapa tidak diperbolehkan rolling pejabat fungsional guru yang mendapat tugas tambahan menjadi Kepsek? Yang penting bukan pejabat eselon II yang dilantik. Sebab, eselon II harus seizin gubernur Lampung," tegas Kadisdik.

Jadi, lanjut Budi, kemungkinan kalangan tertentu yang menyoal adalah orang-orang yang telah dimutasi atau memang orang yang tidak ingin Lampura maju dalam dunia pendidikan. "Saya ucapkan terima kasih atas kritikan itu. Mudah-mudahan tujuannya membangun," katanya.

Terkait mencuatnya indikasi setiap Kepsek yang dilantik diharuskan mengeluarkan sejumlah uang yang nilainya mencapai Rp30 juta, Kadisdik menegaskan bahwa tantangannya jika memang bisa dibuktikan. Selama ini memang banyak orang yang kecewa dan dia memastikan itu adalah fitnah. "Silakan saja dibuktikan. Jika memang ada oknum Disdik yang terlibat, saya akan serahkan ke penegak hukum untuk diproses," ujarnya.

Dia menambahkan, pelantikan atau rolling Kepsek yang dilakukan Pemkab Lampura ini murni karena kebutuhan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. "Bukan hanya rolling beberapa Plt. Kepsek aja yang didefinitifkan. Karena menjelang akhir tahun ajaran dan tidak boleh ijazah ditandatangani oleh Plt.," ungkap Kadisdik.

Diketahui, 82 Kepsek di Lampura dilantik. Pelantikan terhadap 82 Kepsek yang terdiri atas 62 SDN, 13 SMPN, 4 SMAN, dan 3 SMKN itu dipimpin Sekkab Lampura Hamartoni Ahadist di SMPN 7 Kotabumi, Senin(17/3/2014). Pelantikan 82 Kepsek berdasarkan SK Bupati Lampura No. 821.29/75/II/30-LU/2014 tentang Pengangkatan/Alih Tugas PNS ke Dalam Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemkab Lampura. "Pelantikan dan alih tugas ini hendaknya dapat dilihat dari cara pandang yang objektif sebagai siklus perjalanan tugas dalam rangka mengisi kebutuhan organisasi pemerintahan," ungkap Hamartoni.

www.radarlampung.co.id

: Posted on - 03.06 with No comments

Jumlah penduduk miskin di Lampung Utara mencapai angka 52 persen. Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Utara tersebut terungkap dari kesimpulan sosialisasi masterplan percepatan pengentasan kemiskinan Indonesia (MP3KI) di kabupaten ini yang digelar beberapa waktu yang lalu.

Tugu Payan Mas. Kotabumi Lampung Utara
Separuh Penduduk Lampung Utara Miskin.

Berdasarkan kesimpulan sosialisasi masterplan percepatan pengentasan kemiskinan Indonesia (MP3KI) tingkat Kabupaten Lampung Utara beberapa hari lalu, jumlah masyarakat miskin di Lampung Utara berkisar pada 52% dari jumlah penduduknya. Kesan Lampung Utara mapan sebenarnya adalah sebuah kiasan semata. Untuk menutupi bobroknya sistem birokrasi dalam mengatur sistem yang ada dari pusat. Hal demikian terlihat dengan banyak insfrastruktur terbangun hingga pelosok desa, namun masyarakatnya sendiri berada pada garis kemiskinan.

Pada RPJM desa sebelumnya digelar pada tingkat kabupaten baik itu dari unsur pemda maupun unsur lain yang berhubungan dengan program pemerintah pusat seperti PJOK, FK, dan Faskab sebagai pelaku PNPM daerah terdapat kecendrungan mengarahkan program pada pembangunan insfrastruktur jalan diperdesaan semata, tidak menyentuh peningkatan kompetitif dan kapasitas penduduk setempat.

Hal demikian yang menjadi dasar Kepala BPMD Lampung Utara Azwar Yazid beberapa hari lalu mengutarakan, dalam satu pekan ke depan istansi terkait pemda bersama tim PNPM kembali menggelar rembuk yang dapat meningkatkan angka penurunan angka kemiskinan di kabupaten setempat.

Menurut Azwar, sudah saatnya program pemerintah diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat miskin seperti perbaikkan pelayanan publik semisal kesehatan dan pendidikan nonformal. "Pada pelayanan pendidikan ini titik beratnya kepada usaha yang menjadi tumpuan dasar masyarakat berpenghasilan rendah sesuai bidangnya masing-masing.

lampost.co

Senin, 17 Maret 2014

: Posted on Senin, 17 Maret 2014 - 19.38 with No comments

Seorang oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lampung Utara, bernama lengkap Kodrat Syahdan Malamo (34 tahun), dibekuk oleh petugas Satnarkoba Polresta Bandar Lampung karena kedapatan membawa dan mengkonsumsi narkotika dari jenis Sabu-sabu. Kepala Kantor BPN Lampung Utara mengkonfirmasi bahwa Kodrat memang pegawai yang bekerja dengan status PNS pada instansi tersebut.

Tersangka kasus sabu-sabu. Kotabumi Lampung Utara
Oknum BPN Lampung Utara Tertangkap Bawa Sabu.

Kodrat yang ditangkap oleh Satnarkoba Polresta Bandar Lampung, karena kedapatan membawa Sabu, merupakan salah satu oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lampung Utara. "Ya benar dia pegawai kita di kantor BPN Lampura," jelas Merodi Sugarda, Kepala BPN Lampura, Minggu (16/2/2014).

Dia merupakan seorang pejabat di kantor yang dipimpinnya, yakni sebagai Kasubsie Persengketaan Pertanahan. Merodi menjelaskan, Kodrat merupakan pegawai pindahan dari BPN Kantor Wila?yah Lampung. "Dia baru setahun di Lampura, pindahan dari Kanwil BPN Lampung," katanya.

Diketahui Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung meringkus dua orang yang kedapatan memiliki sabu-sabu di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Tanjungbaru, Kecamatan Kedamaian. Dari dua tersangka yang dibekuk, salah satunya adalah pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Utara. Tersangka yang berprofesi sebagai PNS adalah Kodrat Syahdan Malamo (34). Sedangkan satu tersangka lain adalah Yogi Harianto (28). Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung Komisaris Sunaryoto mengatakan, keduanya ditangkap habis mengisap sabu-sabu. Barang bukti yang disita berupa satu paket sabu-sabu, tiga buah bong, delapan plastik klip, satu buah pirek kaca, satu timbangan digital.

Pasca tertangkapnya Kodrat oleh Satnarkoba Polresta Bandar Lampung, Badan Pertanahan Nasional, Kabupaten Lampung Utara telah mengirimkan laporan ke Kantor wilayah BPN Provinsi Lampung. "Kita sudah laporkan ke Kanwil BPN Lampung pada Jumat (14/2/2014) dengan dasar pemberitaan di media massa," jelas Merodi Sugarda, Kepala BPN Lampung Utara, Minggu (16/2/2014).

Menurutnya, langkah yang baru diambil sebatas melapor ke Kanwil, untuk pemberian sanksi, belum dilakukannya. Hal ini dikarenakan sebelum dijatuhkan sanksi, pihaknya terlebih dahulu melaporkan ke Kanwil, kemudian laporan tersebut diteruskan ke BPN pusat. "Jadi masih belum ada sanksi, masih menunggu instruksi dari pusat," ujarnya.

Mengenai jabatan yang ditinggalkannya, dia akan segera menunjuk seorang pegawai sebagai pelaksana tugas, untuk melakukan pekerjaan di sub Bidang Persengketaan Pertanahan. "Ya kami akan segera tunjuk pengganti Kodrat, jika tidak kerjaan akan terbengkalai di bidang yang ditanganinya," kata dia.

www.tribunnews.com

Minggu, 16 Maret 2014

: Posted on Minggu, 16 Maret 2014 - 01.25 with No comments

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara yang terpilih pada tahun 2013 lalu dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2014. Berkaitan dengan hal ini, pihak Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0412 Lampung Utara telah siap bekerjasama untuk melakukan tugas pengamanan acara pelantikan tersebut.

Kantor Bupati. Kotabumi Lampung Utara
Polres Lampura Siap Amankan Pelantikan Bupati.

Polres dan Kodim 0412 Lampung Utara siap amankan tahapan akhir pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada), yakni pelantikan Bupati – wakil Bupati Lampura terpilih yang direncanakan akan digelar 25 Maret 2014 mendatang. Aparat Kepolisian dan TNI pada prinsipnya siap amankan proses pelantikan Bupati – Wakil Bupati terpilih yang tinggal beberapa pekan lagi. "Dalam menjelang jadwal pelantikan Bupati – wakil Bupati terpilih yang dimana berdasarkan jadwal komisi pemilihan umum (KPU) akan digelar pada 25 Maret 2014 mendatang, polres akan melakukan operasi cipta kondisi," kata AKBP Helmy Santika ketika dimintai keterangan, Rabu (12/3/2014).

Dia juga mengatakan, selain mengamankan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati mendatang, pihaknya juga kini masih melaksanakan operasi cipta kondisi tersebut sasarannya pada tindak pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penyalahgunaan senjata api (senpi) ilegal, narkoba, dan penyakit masyarakat lainnya yang dapat menganggu keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) Lampura.

Dalam pelantikan tersebut, lanjut Helmy Santika , pihaknya dan Kodim 0412 Lampura akan tetap bersinergi untuk mengamankan proses pelantikan tersebut, seperti yang telah dilakukan saat proses pemilihan umum sebelumnya. "Polres Lampung Utara pada prinsipnya siap mengamankan tahapan akhir dari pemilukada itu dengan mengerahkan personil Polres yang dibantu oleh TNI. Bentuknya akan mengamankan di titik-titik tertentu, terutama tempat pelantikan DPRD setempat. Yang menjadi penting dalam pengamanan di DPRD itu, dikarenakan lokasi kantor DPRD berada dilintas sumatera dan pola yang direncanakan akan dilakukannya penutupan arus (Pengalihan arus lintas) menuju ke Kantor DPRD itu bagi kendaraan umum," terangnya.

Ditambahkan AKBP Helmi Santika, selain melakukan operasi cipta kondisi pihaknya pun akan melakukan simulasi pengamanan pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih tersebut. "Selain menghadapi pelantikan, Polres telah melaksanakan simulasi menghadapi pemilihan legislatif (Pileg). Simulasi pengamanan untuk menghadapi pelantikan, pihaknya telah mengelarnya di lokasi pelantikan dan ditempat yang mungkin terjadi anarkisme masa," urainya.

Saat ditanyakan, apakah pihak Polres Lampung Utara akan meminta bantuan pasukan ke Polda Lampung (BKO), dirinya menegaskan bahwa jika diperlukan nantinya maka polres lampura akan meminta bantuan pasukan dari Polda Lampung. "Saat ini yang terpenting adalah kerjasama masyarakat Lampung Utara untuk tetap menjaga Kamtibmas dan tidak mudah terprovokasi, sehingga nantinya tidak perlu pasukan Polda yang di BKO kan disini, dikarenakan situasi Lampung Utara yang aman dan kondusif," terangnya

Dia juga menghmibau kepada masyarakat, siapun Bupatinya yang terpilih supaya untuk mendukung guna menjaga situasi yang amana dan kondusif.

Terpisah, Letkol Inf Marzuki Komandan Distrik Militer 0412 setempat mengatakan, pihaknya siap membantu Polres Lampura dalam mengamankan pelantikan Bupati-wakil Bupati terpilih. "Kodim 0412 siap membantu aparat kepolisian untuk mengamankan jalannya pelantikan Bupati-wakil Bupati terpilih mendatang. Intinya TNI siap membantu dalam mengamankan baik menjelang proses pelantikan maupun saat jadwal pelantikan tersebut," kata Marzuki.

lampost.co

: Posted on - 00.47 with No comments

Akibat kurangnya tenaga medis, Poskesdes Tanjungriang yang berlokasi di Kecamatan Tanjungraja, Lampung Utara, belum bisa memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat sefempat. Kurangnya tenaga medis, terutama bidan, di Polkedes tersebut membuat anggota Komisi B DPRD Lampura ikut turun tangan untuk mengatasi kendala yang terjadi guna lancarnya tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Stetoskop. Kotabumi Lampung Utara
Kekurangan Bidan Jadi Kendala.

Pelayanan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Tanjungriang, Kecamatan Tanjungraja, Lampung Utara, mendapat sorotan DPRD setempat. Pasalnya, tempat layanan kesehatan itu tidak dilengkapi dengan tenaga kesehatan yang maksimal. Sebelumnya, warga Desa Tanjungriang mengeluhkan bidan desa yang kerap tidak ada di tempat. Karena itu, warga berharap Pemkab Lampura memperhatikan kondisi tersebut. Sebab, tidak adanya tenaga medis di poskesdes menyebabkan pelayanan kesehatan terganggu. Ketua Komisi B DPRD Lampura Herwan Mega mengatakan, seharusnya pemkab melalui dinas terkait menyiapkan SDM yang profesional sehingga pembangunan tidak mubazir. "Untuk apa ada poskesdes kalau SDM-nya tidak pernah hadir?" ungkap Herwan, Rabu (12/3/2014).

Menurut dia, kesehatan masyarakat merupakan sesuatu yang penting. Untuk masyarakat yang tinggal di pedesaan, poskesdes menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan dan harus dioptimalkan. "Jika poskesdes tidak berdaya guna karena bidan maupun perawat jarang masuk kerja, misalnya, itu bisa menjadi masalah serius. Sebab, masyarakat tidak bisa dilayani," katanya.

Karena itu, Herwan menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi D untuk memanggil pihak terkait. "Kita dari komisi B akan menyoroti soal anggarannya yang dialokasikan untuk pembangunan poskesdes itu," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Lampura Afrizal Rio mengatakan, jumlah tenaga medis, baik PNS maupun bidan PTT, di kabupaten itu memang minim. Karena itu, pihaknya berusaha memberdayakan bidan TKS yang bertugas di Poskesdes Tanjungriang. "Kita akan jadikan program kerja Diskes untuk tahun mendatang," ungkapnya.

Kadiskes Lampura Maya Natalia Manan juga mengakui kekurangan bidan PTT. "Jumlah persisnya, saya kurang tahu. Ada sekitar 100 orang. Sementara di Lampura terdapat 247 desa/kelurahan," kata Maya.

Maya menuturkan, pihaknya sudah mendapat informasi dari kepala Desa Tanjungriang bahwa bidan desa yang ada di poskesdes itu masih diperbolehkan di sana asal selalu masuk kerja. "Sudah kita panggil bidan TKS itu. Dia tinggal di Desa Tanjungraja yang tidak berjauhan dari Desa Tanjungriang. Bidan TKS itu terpaksa pulang ke rumahnya karena sudah berkeluarga," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id

Rabu, 12 Maret 2014

: Posted on Rabu, 12 Maret 2014 - 08.03 with No comments

6 kecamatan di Kabupaten Lampung Utara dilanda banjir bandang karena luapan air sungai besar akibat hujan lebat yang turun secara terus-menerus. 6 kecamatan yang dilanda banjir bandang tersebut adalah Bukit kemuning, Abung Tinggi, Abung Barat, Kotabumi Selatan, Kotabumi dan Kecamatan Sungkai Jaya.

Banjir. Kotabumi Lampung Utara
Ratusan Rumah di Enam Kecamatan Terendam.

Pihak Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara mencatat sebanyak ratusan rumah warga yang ada di bantaran sungai terendam banjir di daerah enam Kecamatan setempat yang terjadi pada Sabtu (8/3/2014) lalu. Banjir yang terjadi itu, akibat sejumlah sungai besar meluap seperti Sungai Sekipi dan Way Abung mengaliri enam daerah Kecamatan Wilayah Lampung Utara yakni Bukit kemuning, Abung Tinggi, Abung Barat, Kotabumi Selatan, Kotabumi dan Kecamatan Sungkai Jaya.

Kepala BPBD Lampura Edy Purnomo ketika dimintai keterangan, Minggu (9/3/2014), mengatakan, pihaknya telah mendata sejumlah lokasi korban banjir akibat sejumlah sungai besar meluap yang mengaliri enam daerah Kecamatan yang ada di Lampung Utara yang terjadi pada Jum’at (7/3/2014), malam hingga Sabtu (9/3/2014) pagi lalu. "Selain mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir. Banjir tersebut juga telah mengahanyutkan sejumlah jembatan gantung terputus dan sejumlah hewan ternak milik warga hilang terhanyut air sungai," ujarnya.

Dia juga mengatakan, rumah warga yang terndam banjir adalah mereka tempat tinggalnya berada dibantaran sungai besar. "Pihaknya sudah meninjau ke seluruh lokasi banjir sekaligus melakukan pendataan," ujar Edy seusai meninjau lokasi banjir.

Dia juga mengatakan, pihaknya mendata sebanyak 168 rumah warga yang ada di enam kecamatan Wilayah Lampung Utara yakni Bukit Kemuning, Abung Tinggi, Abung Barat, Kotabumi Selatan, Kotabumi dan Dikecamatan Sungkai Jaya. "Meluapnya sungai yang mengakibatkan banjit begitu cepat dan kemudian surutnya juga sangat cepat. Tapi, ya itulah, akibatnya 168 rumah terendam, bahkan satu rumah warga jenis bangunan semipermanen terseret air hingga sekitar 600 meter," ujarnya seraya menjelaskan seluas 15 hektar lahan pertanian juga tak luput dari sasaran meluapnya sungai besar akibat hujan deras dalam semalam waktu itu.

Satu rumah yang hanyut terseret arus sungai besar adalah rumah milik Dely (40), warga Desa Skipi, Kecamatan Abung Tinggi. Selain mengakibatkan ratusan rumah warga terendam, meluapnya dua sungai yakni Sungai Sekipi dan Way Abun g Mengakibatkan delapan jembatan gantung terputus terseret arus dikerenakan tali seling perengkat jebatan terlepas dari dudukan pondasinya. Dia menjelaskan, banjir terjadi karena dua sungai besar meluap dan hal itu terjadi pada, Sabtu ( 8/3/2014), sekitar 08.00 terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bukit Kemuing dan kemudian sekitar pukul 9.00 meluapnya sungai menuju ke-Desa Skipi, Kecamatan Abung Tinggi. Selanjutnya pukul 09.30, air meluap terjadi di aliran sungai Way Abung di Kecamatan Abung Barat. Kemudian pukul 14.00, air sungai menuju daerah Kecamatan Sungkai Jaya.

Sementara itu, kiriman air juga tiba di kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Sealatan.”Banjir di dua Wilayah perkotaan Kotabumi terjadi pada, Sabtu (8/3/2014), sekitar pukul pukul 20.30. Tak hanya mengakibatkan ratusan rumah warega terendam, meluapnya sungai akibat turun hujan deras semalaman itu, mengakibatkan 15 hektar lahan pertanian berupa kebun kopi, sawah dan kebun jagung terendam air.

Sementara, satu ekor sapi dinyatakan hanyut, dan satu ekor lagi mati. Kemudian 8 ekor kambing milik warga Desa Skipi juga hanyut terseret air. Sedangkan ratusan ayam ternak dan bebek milik warga yang hilang tidak sempat terdata. "Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan saat ini air telah surut serta warga yang rumahnya terendam banjr tengah membersikan rumahnya akibat banjir tersebut," terangnya.

Pada minggu (9/3/2014), sore kemarin meluapnya du sungai besar tersebut telah surut airnya dan warga sudah mulai membenahi isi rumahnya yang berantakan karena banjir yang terjadi sesaat itu. Hal yang sama dikatakan Firdaus selaku Kabid Pencegahan dan Kesiap-Siagaan (BPBD) Lampung Utara mengatakan, pihaknya sudah membuat laporan tertulis kepada bupati. "Kita akan sampai laporan itu pada hari senin besok (hari ini). Kalau data semuanya sudah lengkap tinggal kita melaporkan lagi," ujarnya.

Berita sebelumnya, hujan yang terjadi pada Jum’at (7/3/2014), malam mengakibatkan dua sungai di Kecamatan Bukit Kemuning dan Abung Tinggi, Lampung Utara—Sekipi dan Way Abung meluap. Puluhan rumah warga yang ada dibantaran kedua sungai itu terendam, dua jembatan gantung putus, dan delapan ekor sapi hanyut.

lampost.co

Senin, 03 Maret 2014

: Posted on Senin, 03 Maret 2014 - 01.23 with No comments

STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Muhammadiyah Kotabumi Lampung Utara saat ini sedang menjajaki kemungkinan untuk bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di 3 negara Asia Tenggara. Perguruan tinggi dari 3 negara Asia Tenggara yang diharapkan bisa bekerjasama dengan STKIP Muhammadiyah Kotabumi Lampung Utara yaitu perguruan tinggi di negara Vietnam, Kamboja dan Malaysia.
STKIP Muhammadiyah. Kotabumi Lampung Utara
STKIP Muhammadiyah Kotabumi Studi Banding ke Tiga Negara Asia

STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Muhammadiyah Kotabumi akan bekerjasama dengan perguruan tinggi di negara Vietnam, Kamboja dan Malaysia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi yang berlokasi di ibu kota Kabupaten Lampung Utara tersebut. "Salah satu negara itu nantinya kita akan kerjasama dengan perguruan tinggi setempat," kata Emsuharyadi, wakil ketua bidang Kemahasiswaan STKIP Muhammadiyah Kotabumi, Minggu (2/3/2014).

Dia menjelaskan, bentuk kerjasama tersebut nantinya berupa pertukaran tenaga pengajar dan pertukaran mahasiswa. "Kami masih mengajukan, dengan harapan Perguruan tinggi yang satu visi dengan kami itu mau menjalin kerja sama dengan kami," terang Emsuharyadi.

Dia berharap, dengan terwujudnya status terakreditasi tersebut nantinya, STKIP Muhammadiyah dapat menciptakan mahasiswa dengan daya saing yang tinggi.

www.tribunnews.com

Rabu, 09 Oktober 2013

: Posted on Rabu, 09 Oktober 2013 - 07.58 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. Hasil Tes Urine, 2 Personil Polres Lampura Diduga Konsumsi Narkoba. Pelaksanaan tes urine yang menyertakan 247 personil Kepolisian Resor Lampung Utara tersebut dilakukan setelah kegiatan apel bersama pada Senin 7 Oktober 2013. Dari pemeriksaan awal dari tes urine ini, diketahui ada 2 petugas polisi yang diidikasi mengomsusi narkoba.
Tes Urine. Kotabumi Lampung Utara
Ratusan Polisi Tes Urine, Dua Positif

Dua anggota Polres Lampung Utara diduga mengonsumsi narkoba. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan urine 247 polisi di GSG Mapolres Lampura usai apel bersama, Senin (7/10/2013). Pemeriksaan urine mendadak ini dilakukan berdasarkan perintah Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika, S.I.K. Sebelumnya, pejabat di jajaran Polda Lampung mengikuti tes urine yang bertujuan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polri.

Kasatnarkoba AKP Jhon Kenedi mengatakan, dua anggota Polri itu terindikasi mengonsumsi narkoba. ”Dari hasil tes kita tadi (kemarin) ditemukan dua anggota dari polsek yang terindikasi positif,” kata Jhon. Sayangnya, Jhon tidak bersedia menjelaskan lebih detail identitas dua polisi itu. "Masalah itu belum bisa diberitahukan. Sebab, seluruh urine anggota akan dibawa ke laboratorium guna diuji kembali," ujarnya.

Sementara Helmy mengatakan, bila terbukti ada anggota positif mengonsumsi narkoba, yang bersangkutan akan diberi sanksi. Termasuk memproses kasus itu secara pidana. "Akan diproses lebih lanjut. Mulai dari tindakan kedisiplinan, bahkan proses pidana," kata Helmy di ruang kerjanya, Senin (7/10/2013).

Helmy juga menegaskan tidak akan main-main dengan penanggulangan narkoba. "Ke depan, kita berharap pemberantasan narkoba dapat lebih maksimal dan baik lagi. Hal ini kita mulai dari anggota," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id

: Posted on - 07.25 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. DPRD Lampura Gelar Rapat Hearing Dengan Honorer K2 Tentang Test CPNS. Rapat dengar pendapat antara anggota DPRD Lampung Utara dengan sejumlah tenaga Honore Kategori Dua tersebut diadakan pada Senin 7 Oktober 2013. Agenda utama pada rapat ini adalah mengapresiasi keluhan dari para tenaga honorer K2 yang karena satu dan lain hal sehingga tidak mendapatkan nomor tes penerimaan CPNS.
Tugu. Kotabumi Lampung Utara
Honorer K II Curhat di DPRD Lampura

Komisi D DPRD Lampung Utara melaksanakan rapat dengar pendapat dengan sejumlah tengah honorer, Senin (7/10/2013). Rapat tersebut dihadiri 15 guru yang tergabung dalam tenaga honorer kategori 2, dan dipimpin oleh ketua Komisi D Dewi Puspita.

Menurut Eliyati, salah satu perwakilan tenaga honorer kategori II mengatakan, kedatangan dirinya bersama dengan rekan lainnya untuk menanyakan mengapa dirinya tidak mendapatkan nomor test pada 3 November besok. "Kami mau mengadu mengapa tidak mendapat nomor tes," katanya.

Padahal, dirinya masuk dalam listing Badan Kepegawaian Nasional yang masuk dalam kategori dua. Selain itu, terdapat kesalahan data pada nomor tes. Sebab di data tersebut akan berpengaruh jika honorer tersebut mengikuti ujian. "Kita tahu jika dalam tes akan menggunakan Lembar Jawaban Komputer. Salah data berarti akan merusak semuanya," ujarnya saat sejumlah tengah honorer hearing dengan Komisi D DPRD Kabupaten Lampung Utara, Senin (7/10/2013).

Ia berharap dirinya bersama yang lainnya dapat mengikuti tet calon pegawai negeri sipil, untuk honorer kategori dua.

Rapat tersebut dihadiri 15 guru yang tergabung dalam tenaga honorer kategori 2, dan dipimpin oleh ketua Komisi D Dewi Puspita.

lampung.tribunnews.com

Senin, 07 Oktober 2013

: Posted on Senin, 07 Oktober 2013 - 07.36 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. 1801 Honorer K2 Lampura Ambil Nomor Tes Peserta CPNS. Tes penerimaan CPNS di Lampung Utara akan dilaksanakan pada 3 November 2013 yang diikuti oleh 1801 orang tenaga honorer di Kabupaten Lampura. Pengambilan nomor tes peserta CPNS tersebut dibuka pada tanggal 2 Oktober 2013 hingga batas waktu satu minggu kemudian.
Tes CPNS. Kotabumi Lampung Utara
Honorer K2 Lampura 1.801 Orang

Hari pertama dibukanya pengambilan nomor tes calon peserta CPNS Honorer Katagori 2 (K2) mengambil nomor tes, Rabu (2/10/2013). Pengambilan nomor tes itu dilakukan di gedung Korpri. Sekitar 500 honorer K2 Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dari total 1.801 mengambil nomor tes mereka. Tampak ratusan calon peserta tes CPNS itu mengantri dari pagi hingga sore hari. Pengambilan nomor tes itu sendiri disediakan waktu hingga satu pekan kedepan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampura, Asmidi Ismail mengatakan, ada sebanyak 1.801 orang masuk tenaga honorer Kategori dua (K2) yang akan mengikuti tes pada tanggal 3 November 2013 mendatang. "Hari ini (2/10/2013) dimulai pengambilan nomor tes," ujar Asmidi.

Jika sebelumnya Honorer K2 Lampura berjumlah 1.754 dan sudah mendapat persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kemudian sekarang bertambah menjadi 1.801, juga sudah mendapat persetujuan. Bertambahnya jumlah tersebut lanjutnya, karena baru-baru ini ada usulan dari RSD Ryacudu Kotabumi. "Setelah kita ajukan kemudian disetujui oleh BKN," jelasnya.

Asmidi menambahkan, dalam pelaksanaan tes itu, untuk tenaga guru akan dipersiapkan sekitar 75 ruangan, yang terbagi di sejumlah sekolah. Yakni SMPN 1, SMPN 7, SMPN 3, SMAN 3, dan SMKN 1. Untuk tenaga kesehatan, akan ditempatkan pada 4 ruang di SMPN 10. "Dan untuk tenaga teknis, BKD mempersiapkan 14 ruangan di SMAN 1," terangnya seraya mengatakan, pengawas dalam pelaksanaan tes sebanyak dua orang di setiap ruangan dibantu dengan staf BKD.

Bagi peserta nantinya dapat melihat lokasi dimana yang bersangkutan akan ikut tes sesuai dengan nomor dan kode lokasi. Lebih jauh dikatakan, metode tes menggunakan lembar jawaban komputer (LJK). Kuota untuk tenaga honorer K2 telah ditetapkan sebanyak 30% dari jumlah honorer K2 Nasional. Materi tes meliputi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). "Penggandaan dan distribusi soal oleh Panitia Pengadaan CPNS Nasional. Pelaksanaan tes dilakukan di instansi masing-masing. Untuk kabupaten/kota akan dikoordinasikan oleh Gubernur. LJK hasil tes disampaikan ke Panitia Pengadaan CPNS Nasional dan penentuan hasil seleksi ditentukan oleh passing grade (nilai ambang batas tertentu) dan diumumkan oleh Menpan & RB," pungkas Asmidi.

www.mytrans.co.id

Minggu, 06 Oktober 2013

: Posted on Minggu, 06 Oktober 2013 - 05.36 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. Balai Benih Bibit Ikan Lampura Tak Difungsikan Dan Ditelantarkan. Balai BBI yang berlokasi di Tanjung Raja, Kotabumi, Lampung Utara tersebut tidak dipergunakan sama sekali setelah selesai dibangun sejak dua tahun yang lalu. Meskipun telah menelan biaya yang tidak sedikit, kondisinya sangat terlantar hingga banyak ditumbugi rumput liar dan semak belukar.
Balai Benih Bibit Ikan. Kotabumi Lampung Utara
Balai BBI Dibiarkan Terbengkalai

Balai Benih Bibit Ikan (B3I) Tanjung Raja, Kotabumi, Lampung Utara, dibiarkan begitu saja selama beberapa tahun belakangan ini. Berdasarkan pemantauan Lampung Post, Sabtu (5/10/2013), gedung yang baru dibangun dua tahun lalu dan direncanakan digunakan untuk pembibitan ikan tawar tersebut tidak difungsikan lagi. Padahal dananya terhitung besar, bila diberikan pada masyarakat kurang mampu.

Hal inilah yang menjadi keprihatinan seorang pengembala domba Ahmad (65 tahun) yang berdomisili di sekitar gedung tersebut. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir balai tersebut sudah tidak ada penunggunya lagi. Tidak diketahui apa penyebab sebenarnya, padahal jumlah uang yang digunakan untuk pembangunan gedung dan sarana tersebut tidak kecil.

Ahmad mengungkapkan dirinya memanfaatkan tempat kosong yang telah ditumbuhi semak ini untuk mengangon sapinya. Pria asal Jawa Barat ini sehari-harinya berprofesi sebagai pengembala domba selalu menyempatkan singgah disana, sambil melepas lelahnya. Pasalnya, selain rumput liarnya banyak, ditempat tersebut ada bangunannya yang dapat dijadikan tempat berteduh dikala panas dan hujan datang mendera. "Saya merasa prihatin saja, kenapa bangunan megah seperti ini dibiarkan begitu saja oleh aparat terkait. Padahal semuanya telah lengkap, ada kolam-kolam dibelakang sana, bangunan juga terlihat masih kokoh. Kan sayang seperti ini, padahak uang yang digunakan untuki membangun tempat ini tidak sedikit, bila diberikan pada penduduk akan lebih bermanfaat," kata Ahmad.

Ia menyerankan agar pemerintah daerah dapat memanfaatkan bangunan tersebut, karena bila diberdayakan dengan sebenarnya akan mengangkat perekonomian masyarakat. Apalagi didaerah Tanjung Raja banyak petani sawah, sehingga dapat dijadikan mata pencaharian sampingan selain menanam padi.

lampost.co

: Posted on - 05.00 with 1 comment

Kotabumi Lampung Utara. Polres Lampura Giatkan Razia Tindak Kejahatan Di 15 Titik Sasaran. Razia yang dilaksanakan setiap hari oleh Kepolisian Resor Lampung Utara ini bertujuan untuk menekan angka kejahatan 3C (pencurian sepeda motor, curat, curas) serta berbagai jenis kejahatan lainnya yang telah diindentifikasi sering terjadi di kawasan Kabupaten Lampung Utara.
Polres. Kotabumi Lampung Utara
Razia, Fokus pada 15 Titik

Sebanyak lima belas titik menjadi sasaran razia yang dilaksanakan Polres Lampung Utara. Razia yang dimulai pada Kamis (3/10/2013) itu bertujuan menekan angka kejahatan 3C (curanmor, curat, dan curas), narkoba, dan gangguan kamtibmas lainnya. Kabag Ops. Polres Lampura Kompol Syahrul A. Rambe mengatakan, kini angka kejahatan di kabupaten itu sedikit berkurang. "Sudah jarang terjadi begal. Namun, kami terus berupaya mengantisipasi kejahatan, khususnya 3C dan narkoba," kata Syahrul.

Dilanjutkan, dalam razia itu, polisi memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Jika pengemudi tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat, kendaraan yang bersangkutan akan diamankan. "Tidak menutup kemungkinan kendaraan itu hasil kejahatan," ujarnya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pengemudi dan barang bawaannya. Lebih jauh Syahrul mengatakan, razia dilaksanakan sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah yang sudah ditetapkan. Bisa saja razia dilaksanakan setiap hari dan tidak terjadwal. "Bisa juga, kami melaksanakan razia pada 15 titik yang sudah ditentukan itu dalam waktu 3 x 24 jam. Kemungkinan razia juga dilaksanakan dalam waktu 1 x 24 jam. Yang jelas, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari," ungkapnya.

Syahrul menambahkan, dengan kegiatan itu diharapkan bisa memberikan kenyamanan kepada pengendara di kabupaten tersebut. "Semoga suasana lebih kondusif", harapnya.

www.radarlampung.co.id

Jumat, 04 Oktober 2013

: Posted on Jumat, 04 Oktober 2013 - 07.44 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. Lampung Utara Sukses Gelar Pilkada Damai. Kabupaten Lampura dinilai sukses dalam penyelenggaraan Pilkada 2013 yang memilih bupati dan wakil bupati untuk masa bakti 2014 – 2019. Dari masa kampanye hingga selesai penghitungan suara dan pengumuman pejabat bupati dan wakil bupati telah terlaksana dengan baik dan aman tanpa diwarnai konflik dan huru-hara.
Pilkada. Kotabumi Lampung Utara
Pilkada Lampura Damai, Warga Bangga

Telah selesai digelar hajat besar Lampung Utara (Lampura) yakni pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) dengan sukses dan kondusif, tentu membuat bangga masyarakat Lampura. Selesainya pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin Lampura tanpa ada masalah keamanan yang berarti dan bisa dikatakan berjalan damai. Tentu hal itu tidak lepas dari Kesinergian aparat keamanan Polri dan TNI dalam mengamankan perjalanan tahapan demi tahapan Pemilukada. Rasa bangga dan ucapan terimakasih pun terus mengalir dari masyarakat Lampura yang sanggat mengiginkan Pemilukada berjalan sukses dan kondusif itu. "Saya selaku yang dituakan di Lampura ini, merasa bangga kepada Polres dan Kodim 0412 Lampura, karena perjalanan Pemilukada sesuai seperti yang kita harapkan bersama, yaitu sukses dan kondusif," ujar Saleh Ahmad, selaku Ketua LVRI Lampura dan juga tokoh masyarakat Lampura.

Dijelaskannya, perjalanan Pemilukada yang damai saat ini adalah hasil kerja keras penyelenggara Pemilukada, pihak keamanan dan masyarakat, "Kita harus bangga dengan proses Pemilukada ini yang sangat kondusif, selain itu pula animo masyarakat pemilih berdasarkan data komisi pemilihan umum (KPU) meningkat itu berarti masyarakat Lampura cerdas dalam hal demokrasi," jelasnya.

Datuk Saleh Ahmad sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa perjalanan demokrasi biarlah berjalan dengan sendirinya dan siapa pun yang menjadi Bupati - Wakil Bupati Lampura adalah Orang yang dipercaya masyarakat dengan beban amanah yang harus direalisasikan, "Saya berharap amannya Lampura ini dapat terus dipertahankan agar Lampura benar-benar menjadi Lampura yang terus berkembang dan maju demi kesejahteraan masyarakt Lampura," tutupnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua majelis penyimbang adat Lampung (MPAL), Iwan Alihasan puncak, dia mengatakan bahwa berjalannya Pemilukada yang aman dan sukses adalah berkat peran aktif penyelenggara Pemilukada, Polri - TNI dan Masyarakat, "Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pelaksanaan Pemilukada Lampura telah berjalan dengan sukses," katanya.

Lanjutnya, keinginan masyarakat Lampura adalah pemilukada yang sukses tanpa adanya koflik, "Intinya, Masyarakat Lampura adalah masyarakat yang cerdas dan sangat menjunjung tinggi politik demokrasi yang baik," paparnya, seraya menambahkan bahwa siapa pun Pemimpin Lampura dia adalah pilihan Lampura yang harus amanah.

Terpisah, Kapolres Lampura AKBP Helmi Santika mengatakan bahwa apa yang terwujud di Lampura adalah keinginan kita semua, "Kita mengiginkan Lampura yang aman dan nyaman jadi kitalah yang menciptakannya, intinya pelaksanaan Pemilukada yang aman ini berkat kerjasama semua pihak," ujarnya, seraya mengatakan Aparat kemanan Polri dan TNI hanya bersifat mengamankan perjalanan Pemilukada dan proses tahapan pemilukada sudah berjalan dengan baik tanpa ada kendala.

Saat ditanyakan apakah ada tehnik khusus yang dilakukan Pihaknya dalam mengamankan Pemilukada, hingga berjalan dengan sukses dan kondusif, MantanKepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya itu menjelaskan bahwa tidak ada tehnik khusus. Hanya saja pihaknya mengutamakan pencegahan, "Lebih baik mencegah daripada mengobati, intinya saya lebih banyak melakukan tehnik pencegahan," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Kamis, 03 Oktober 2013

: Posted on Kamis, 03 Oktober 2013 - 07.04 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. Dinas Kesehatan Lampura Tak Berencana Pecat 2 Dokter Spesialis Yang Kerap Mangkir Kerja. 2 dokter spesialis tersebut adalah Bily Zukyawan yang bertugas sebagai dokter spesialis radiologi dan Farida Nurhayati sebagai dokter spesialis telinga, hidung dan telinga (THT). Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Natalia Manan, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil dua dokter spesialis tersebut untuk diminta ketegasannya dalam mengabdi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Sebab, pendidikan spesialis dua oknum dokter ini dibiayai oleh pemkab setempat.
RSUD Ryacudu. Kotabumi Lampung Utara
Diskes Lampura Takkan Pecat 2 Dokter Spesialis yang Acap Mangkir Kerja

Dinas Kesehatan Lampung Utara segera memanggil dua dokter spesialis yang kerap mangkir kerja di Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi. Keduanya, yakni dokter spesialis radiologi Bily Zukyawan dan dokter spesialis telinga, hidung dan telinga (THT) Farida Nurhayati. "Secepatnya akan kita panggil mereka," kata Kepala Dinas Kesehatan Maya Natalia Manan di kantor pemkab setempat, Selasa (1/10/2013).

Maya menjelaskan, dalam pertemuan yang akan datang, pihaknya juga akan melibatkan Inspektorat Lampung Utara. Dalam pertemuan itu, pihaknya bakal meminta ketegasan keduanya, apakah masih ingin mengabdi kepada Pemkab Lampung Utara atau tidak. "Nanti (dalam pertemuan) kita akan tunjukan surat perjanjian yang telah dibuat, karena mereka kan sudah punya perjanjian kerja. Harusnya, mereka mengikuti apa yang sudah jadi ketentuan. Mereka kan sudah dipermudah," ujar dia.

Mantan direktur RS Ryacudu ini juga mengaku takkan memecat kedua dokter tersebut, lantaran biaya sekolah spesialis keduanya menggunakan biaya pemkab. Meski demikian, pihaknya tidak akan menghalangi langkah keduanya jika ingin berhenti dari pekerjaannya, asalkan keduanya mengembalikan biaya sekolah spesialisnya yang telah dikeluarkan pemkab sebanyak sepuluh kali lipat. "Ada prosedur dalam pemecatan. Mereka itu kan dibiayai pemkab. Kalau dipecat, otomatis segala sesuatu juga selesai, dan kita tidak ingin itu terjadi. Tapi, jika mereka mau berhenti, mereka harus kembalikan seluruh dana yang dikeluarkan," tambah Maya.

Diberitakan sebelumnya, dokter spesialis radiologi Bily Zukyawan dan dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) Farida Nurhayati, yang bekerja di Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, diduga jarang masuk kerja. Padahal berdasarkan perjanjian, keduanya masuk kerja selama dua kali dalam sebulan. Direktur RSU Ryacudu Kotabumi dr Septi Dwi Putra ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut mantan sekretaris diskes ini pihaknya berencana mengeluarkan kedua dokter yang sekolah spesialisnya dibiayai anggaran daerah pemkab setempat itu. "Saya sudah mengambil sikap keluarkan. Mending saya ambil yang baru daripada jadi duri dalam daging," tuturnya sesaat sebelum menghadiri rapat di ruang rapat kantor pemkab setempat, Kamis (26/9/2013).

Septi menyatakan tindakan keduanya itu sudah tidak dapat ditoleransi karena membawa dampak bagi pelayanan kesehatan di RS yang dipimpinnya. Selain itu, polah keduanya juga sempat menjadi sorotan Komite Medik RS Ryacudu, Kotabumi.

lampung.tribunnews.com

Jumat, 06 September 2013

: Posted on Jumat, 06 September 2013 - 01.31 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. Polres Lampura Bentuk Tim Khusus Antibegal. Tim Antibegal dari Kepolisian Resor Lampung Utara tersebut bertugas berpatroli di sejumlah kawasan yang dikenal rawan aksi kejahatan pembegalan sepeda motor. Para anggota tim antibegal tersebut telah mengindentifikasi para pelaku kejahatan begal dan sudah menangkap beberapa orang tersangka pelaku kejahatan pembegalan sepeda motor.
Polres Lampura. Kotabumi Lampung Utara
Polres Lampura Buru Sepeda Motor Hasil Pembegalan

Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara membentuk tim khusus Antibegal yang berpatroli di sejumlah lokasi yang rawan tindak kejahatan. Tim Antibegal yang dibentuk bersamaan dengan pengamanan Pemilukada Lampung Utara itu juga akan memburu sepeda motor korban pembegalan.

Kapolres Lampung Utara AKBP Helmy Santika, kemarin, mengatakan Tim Antibegal telah mengidentifikasi para pelaku pembegalan, terutama di wilayah Lampung Utara. Sejumlah pembegal juga telah ditangkap.

Tim khusus antibegal ini, kata Helmy juga masih menyelidiki keberadaan sepeda motor hasil pembegalan yang dibawa kabur oleh para pelaku. "Kami masih menyelidiki keberadaan sepeda motor hasil rampasan pelaku begal selama ini," katanya.

Dari hasil keterangan para pelaku yang ditangkap, sepeda motor hasil pembegalan yang mereka rampas dijual kembali kepada masyarakat dengan harga murah. Namun tidak menutup kemungkinan sepeda motor hasil pembegalan dijual pembegal ke luar Lampung Utara. "Karena itu saya mengimbau masyarakat supaya tidak membeli sepeda motor tanpa dilengkapi dengan surat kendaraan resmi dengan dalih apa pun. Baik itu alasan barang gadai atau karena tergiur dengan harga murah," katanya.

lampost.co

Rabu, 04 September 2013

: Posted on Rabu, 04 September 2013 - 07.52 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. Warga Abung Barat Terima Pembagian BLSM Tahap II. Pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) ini dilaksanakan di Kantor Pos yang berlokasi di Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara pada Selasa 4 September 2013. Karena bertepatan dengan awal dimulainya kampanye pemilihan bupati Lampung Utara 2013, terpaksa lokasi pembagian BLSM tersebut hanya dijaga oleh 1 orang personil polisi. Selain itu, pembagian dilaksanakan tanpa adanya kartu antrean sehingga para warga yang mengambil bantuan BLSM tersebut saling berebutan, berdesakan dan terlihat semrawut.
Pembagian BLSM. Kotabumi Lampung Utara
Pembagian BLSM Tahap II di Abung Barat Semrawut

Pembagian Dana BLSM tahap II di kantor pos Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara, terlihat semrawut. Karena pembagian BLSM kali ini di manfaatkan para calon bupati dan wakil bupati berkampanye. Sedangkan petugas yang ditugaskan hanya satu personil untuk mengamankan proses pembagian konvensasi BBM ini. puluhan orang, bahkan mencapai ratusan saling berdesakkan, kebetulan kantor pos tersebut berdekatan dengan jalan lintas sumatera (Jalinsum).

Berdasar pemantauan pada Selasa (3/9/2013) pukul 08.00 WIB, puluhan penduduk yang menerima bantuan sebesar Rp300 ribu ini rela berdesak-desakkan dipintu masuk untuk menyerahkan berkas sebagai syarat mencairkan dana BLSM. Pembagian di kantor kali ini terlihat semerawut, pasalnya, tidak menggunakan nomor antrian berbeda dengan daerah perkotaan di kabupaten Lampung Utara lainnya. Dari puluhan warga yang mengantri, terlihat beberapa manula disana. Mereka hanya melihat-lihat, sambil menunggu suasana terlihat sepi baru menyerahkan berkas persayaratan untuk mendapatkan batuan tunai sebagai konvensasi kenaikkan BBM ini.

Menurut salah satu warga asal Tanjung Harta Soleh (40), pembagian dana bantuan langsung tunai masyarakat pada hari tidak menggunakan daftar antrian, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dipanggil satu-persatu oleh petugas. Ia sangat menyayangkan petugas tidak bisa memberikan rasa nyaman pada masayarakat miskin ini. "Kalau pembagian kemarin suasananya tidak seperti ini, tidak beraturan sperti ini. Petugas memanggil satu-persatu nama warga yang mendapatkan bantuan. Kasihan disana, ada beberapa manula ikut mengantri," terang pria paruh baya ini.

Petugas kantor pos yang mebagikan dana bantuan tersebut membenarkan tidak ada antrian disana, pembagian dilangsungkan dilakukan setelah warga menyerahkan kartu tanda peserta penerima BLSM tersebut. Berbeda dengan sebelumnya, warga dipanggil satu-persatu. Pasalnya, warga kurang beruntung ini telah menerima kartu askin. Menurutnya, pembagian dilakukan untuk 5 desa, se-Kecamatan Abung Barat, saat Lampung Post mendatangi kantor ps setempat kemarin pagi. Yaitu; Ogan Lima, Bumi Mandiri, Cahya Negeri, Tajung Harta, dan Lepang Besar. "Hanya ini batas kemampuan kami saat ini. Pembagian hanya bisa dilakukan demikian, karena keterbatasan personil kami. Untuk mengamankan keadaan hanya menyiagakan satu personil polri," kata salah satu staf ini.

lampost.co

Selasa, 03 September 2013

: Posted on Selasa, 03 September 2013 - 01.57 with No comments

Kotabumi Lampung Utara. Gubernur Lampung: Tidak Ada Pilgub 2013. Sjachroedin Z.P yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Provinsi Lampung kembali menegaskan bahwa Pemilihan Gubernur Lampung (Pilgub Lampung) tidak bisa dilaksanakan pada tahun 2013 dikarenakan tidak adanya anggaran. Hal ini disampaikannya pada saat pelaksanaan pertemuan dengan ribuan kader dan caleg PDIP dari seluruh Provinsi Lampung yang diadakan di Balai Krakatau. Sementara lain halnya dengan pihak KPU Lampung dan para calon pasangan peserta Pilgub Lampung 2013 yang bersikukuh agar pilgub tetap bisa dilaksanakan pada tahun 2013.
Provinsi Lampung. Kotabumi Lampung Utara
Lagi, Tegaskan Tak Ada Pilgub 2013

Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. kembali menegaskan tidak ada pilgub pada tahun ini. Penyebabnya, ketiadaan anggaran dalam APBD perubahan 2013 untuk mendanai pilgub. Hal itu dia ungkapkan di hadapan ribuan kader dan caleg PDIP se-Lampung di Balai Krakatau, Sabtu (31/8/2013). Tepatnya ketika menanggapi pernyataan Ketua DPC PDIP Lampung Tengah Bambang Suryadi dalam rapat kerja daerah khusus (rakerdasus) dan pembekalan calon anggota legislatif (caleg) PDIP. Kepada wartawan, Oedin –sapaan akrab Sjachroedin Z.P.– juga menyatakan hal serupa. Yaitu APBDP 2013 tak mampu mendanai Pilgub 2013. "Lha kan dari hasil turun lapangan tim Kemendagri juga menyatakan tidak ada anggaran. Rp0 untuk pilgub," kata ketua DPD PDIP Lampung ini kepada wartawan di sela-sela rakerdasus.

KPU Berencana Temui Mendagri

Sementara, hasil asistensi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tanggal 19 Agustus lalu menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tak bisa menganggarkan pilgub dalam APBD perubahan 2013. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung menganggap pemprov telah melakukan pembohongan publik.

Komisioner KPU Lampung Edwin Hanibal mengatakan, dari pertemuan KPU dengan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Rabu (28/8/2013) lalu, terungkap bahwa pemprov berbohong. Sebab, dana bagi hasil yang bersumber dari pajak untuk pemerintah kabupaten/kota ternyata belum diserahkan. "Ini pembohongan publik dan ini yang akan kami sampaikan ke Kemendagri agar mereka mengingatkan serta mengambil alih kewenangan gubernur untuk menganggarkan dana pilgub buat KPU sesuai Undang-Undang Nomor 32/2004 tentang Pemda," kata Edwin, Sabtu (31/8/2013).

KPU juga akan langsung menghadap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi seperti saran dari para pakar dan akademisi. "Kami lagi ngepasin waktu dan kegiatan di Jakarta," kata mantan direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung ini.

www.radarlampung.co.id

Copyright © 2013. Kotabumi Lampung Utara | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Kotabumi Lampung Utara
Prokimal Raya Kotabumi, North Lampung, Lampung, Indonesia ID-LA