Cari di Blog Ini

Sabtu, 13 Agustus 2016

Hebat, mahasiswa UGM ciptakan kacamata untuk tunanetra, K-Netra

Video: Hebat, mahasiswa UGM ciptakan kacamata untuk tunanetra, K-Netra | TV Kampung. K-Netra adalah Kacamata Cerdas Berbasis Sensor Ultrasonik dan TPA 81. K-Netra merupakan kacamata yang diintegrasikan dengan sensor Ultrasonik dan TPA 81. K-Netra berfungsi untuk melakukan deteksi benda yang berada dalam jalur gerak penyandang tunanetra. Ia mampu mengidentifikasi benda-benda sebagai benda mati atau makhluk hidup, serta tracking keberadaan penyandang tunanetra sehingga lokasi dan jalur yang ditempuh dapat diketahui dari ruang server secara real time. K-NETRA merupakan karya lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada. Mereka adalah Ahmad Andriyanto (Teknik Nuklir), Aries Setiawan (Teknik Industri) ,Suci Fauziah Hilmi (Teknik Industri), Gita Ade Wijaya (Teknik Elektro), dan Hari Wibawa (Teknik Elektro). K-NETRA merupakan salah satu teknologi kacamata cerdas berbasis sensor ultrasonik dan TPA 81 untuk penyandang tunanetra. K-Netra merupakan kacamata yang mempunyai inovasi karena diberi sensor jarak, sensor panas, dan GPS. Dengan begitu, maka kacamata ini bermanfaat bagi penyandang tunanetra dan dapat diterapkan sebagai alat untuk membantu mengetahui jarak dari suatu objek, lubang, benda hidup, serta dapat mengetahui lokasi dari penyandang tunanetra. Cara kerja kacamata ini memakai mikrokontroller arduino uno yang akan menjalankan semua sistem pada kacamata tersebut. Ketika terdapat suatu objek dihadapan "K-Netra", maka sensor akan memberikan sinyal yang menjadi inputan untuk mikrokontroller. Jika mikrokontroller sudah mendapatkan inputan, maka langsung di teruskan ke buzzer. Sementara Buzzer akan memberikan suatu informasi tentang keberadaan objek yang tertangkap oleh sensor SRF-04. Tujuan pembuatan "K-Netra" sebagai solusi untuk memudahkan penyandang tunanetra mengetahui objek yang berada di depannya dengan hanya menggunakan kacamata layaknya orang normal. Dengan adanya K-Netra maka permasalahan yang sering dirasakan oleh penyandang tunanetra dapat diminimalkan dan penyandang tunanetra pun dapat lebih leluasa, nyaman, dan aman dalam beraktivitas sehari-hari.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar