Cari di Blog Ini

Senin, 24 Desember 2012

Teori Penyebaran Habitat Hewan Di Indonesia

Cendrawasih
Bagi para penggemar atau yang berkecimpung pada bidang Zoogeografi di Indonesia pasti sudah mengenal keberadaan Garis Wallace, Garis Weber, dan Garis Lydekker. Ketiga garis maya tersebut merupakan tanda pemisah penyebaran habitat hewan di Indonesia. Setiap wilayah yang dipisahkan oleh ketiga garis itu memiliki ciri khas yang tidak sama. Misalnya gajah liar hanya ditemukan di pulau Sumatera, Anoa di pulau Sulawesi, burung Cendrawasih di pulau Papua, dan masih banyak contoh-contoh lain yang bisa disebutkan. Masing-masing garis maya pemisah penyebaran binatang itu diberi nama sesuai nama penemu atau orang yang pertama kali membicarakannya, yaitu Alfred Russel Wallace, Max Weber, dan Richard Lydekker.

Binatang-binatang yang berada di sebelah barat Garis Wallace lebih memiliki kemiripan dengan kaum binatang dari daratan Asia. Sementara itu binatang-binatang yang bermukim di pulau Papua (Irian) dan sekitarnya memiliki kesamaan dengan jenis-jenis binatang di benua Australia. Sedangkan jenis hewan yang berada di pulau Sulawesi dan sekitarnya juga punya ciri-ciri tersendiri yang tidak sama dibanding hewan-hewan di kedua kawasan yang sudah disebut tadi. Demikian juga binatang yang berada di kawasan yang diapit oleh Garis Weber dan Garis Lydekker memiliki ciri tersendiri juga. Orang pun jadi bertanya, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Untuk menjelaskan terjadinya ketidak-samaan species pada masing-masing kawasan yang dipisahkan oleh ketiga garis maya tersebut adalah dikarenakan terjadinya naik turunnya permukaan air laut yang terjadi pada ribuan bahkan jutaan tahun lalu di kepulauan Indonesia. Sehingga ada yang menggambarkan adanya daratan atau pulau yang tenggelam dan selang beribu tahun kemudian timbul lagi di permukaan laut karenanya.

Pada saat daratan Eropa dilanda penurunan suhu yang sangat drastis pada zaman Pleistocen (± dua juta tahun yang lalu), diduga sebagai penyebabnya adalah meredupnya matahari sehingga panasnya banyak berkurang, kawasan Kutub Utara benar-benar menjadi kap es raksasa. Akibatnya air laut yang sangat banyak di samudera Atlantik dan samudera Pasifik tersedot ke Kutub Utara. Orang menyebut masa itu sebagai zaman es.

Permukaan air laut di Indonesia diceritakan mengalami penurunan hingga 70 meter. Selat Malaka, Selat Karimata, dan Laut Jawa menjelma menjadi dataran kering. Daratan itu dikenal sebagai Sunda Plateau. Tentu saja kondisi ini membuat Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan jadi menyatu dengan daratan Asia. Hal inilah yang member kesempatan bagi binatang-binatang di benua Asia bisa menyeberang ke ketiga pulau itu. Pada zaman es itu juga telah membuat pulau Papua (Irian) menjadi tersambung dengan benua Australia yang kemudian disebut sebagai Sahul Plateau. Akibatnya banyak juga kaum binatang di daratan Australia yang sempat menyeberang ke pulau Papua itu.

Sebelum adanya zaman e situ, daratan Australia memang sudah menjadi benua yang tersendiri sehingga selama jutaan tahun kaum binatangnya berkembang dengan ciri-ciri tersendiri yang berbeda dengan kaum binatang di daratan Asia dan Sunda Plateau. Meskipun sebelumnya, pada awal zaman Mesozoicum (± 300 juta tahun yang lalu), benua ini dan pulau Papua pernah menjadi satu dengan Malay Archipelago, India Selatan, Afrika Tengah, dan Amerika Selatan. Wilayah-wilayah yang menyatu itu dikenal dengan sebutan Gondwana. Seratus juta tahun kemudian Gondwana ini terpecah-belah. Kabarnya, penyebabnya belum diketahui. Benua Australia terpisah tersendiri, demikian juga kepulauan Maluku dan sekitarnya menjadi pecahan daratan atau pulau-pulau kecil yang mengalami timbul-tenggelam akibat pasang-surut air laut pada zaman es hingga zaman panas kemudian.

Saat zaman es berakhir (kira-kira 900 ribu tahun yang lalu), matahari kembali meningkat panasnya secara drastis pula. Ini menyebabkan kap es raksasa di Kutub Utara banyak meleleh menjadi air kembali yang lalu membanjiri kawasan laut yang sebelumnya sempat mejadi dataran kering. Demikian juga yang terjadi pada kawasan laut di kepulauan Indonesia. Pulau-pulau itu pun menjadi terpisah-pisah seperti yang kita lihat sekarang ini. Sejak saat itu kaum binatang yang sudah terlanjur menempati masing-masing pulau tidak bisa menyeberang kemana-mana lagi. Dan akhirnya berkembang secara tersendiri sesuai daerah habitatnya.

Jumat, 21 Desember 2012

PLN Kotabumi Didatangi Puluhan Warga

20 Warga Lambar Datangi PLN Cabang Kotabumi

Sekitar 20 warga dari Kabupaten Lampung Barat mendatangi kantor cabang PLN Kotabumi, Kamis (20/12/2012) sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka meminta kejelasan dari PLN Cabang Kotabumi, karena daerah mereka di Kecamatan Sekincau, Lampung Barat yang awalnya sudah dilakukan pemasangan jaringan baru, tapi tiba-tiba diputus. "Kami sudah pasang baru, jaringan sudah dipasang, namun tidak diketahui alasannya jaringan diputus," jelas Hatoni, salah satu warga.

50 Warga Desa Sabuk Empat Geruduk PLN Kotabumi

Sekitar 50 warga Dusun Talang Riyo Desa Sabuk Empat, Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara (Lampura), Kamis (18/10/2012) sekitar pukul 16.00 WIB, mendatangi kantor PT PLN Ranting Bumi Nabung Cabang Kotabumi kabupaten setempat. Kedatangan warga tersebut untuk mempertanyakan kejelasan mengenai pemasangan listrik yang belum terpasang di rumah mereka. Padahal, sejak September 2012 lalu warga sudah membayar biaya pemasangan.

Tarsadi, salah seorang warga mengaku terpaksa mendatangi kantor PLN karena meski telah membayar biaya pemasangan listrik sebesar Rp 3,7 juta, namun pihak PLN belum melakukan pemasangan. Selain itu, warga juga melalui swadya melakukan pemasangan jaringan sendiri. "Jumlah warga sebanyak 80 KK yang tiap KK membayar Rp 3,7 juta sejak bulan Septrember lalu, dan hingga kini belum juga terpasang. Oleh karena itu kami datang kesini untuk mempertanyakan kejelasan itu," katanya.

Namun, lanjutnya, kedatangan warga ke PLN Kotabumi justru mendapatkan jawaban yang mengecewakan dari pihak PLN. Dimana menurut Tarsadi, PLN tidak akan melakukan pemasangan meteran listrik di dusun tersebut, karena warga belum malpor ke PLN tentang permohonan pemasasngan listrik. "Bagaimana mungkin kami tidak melapor, sedangkan uangnya saja sudah kami serahkan ke PLN. Dan kami mengurus untuk pemasangan listrik di dusun itu sudah sejak lama," ungkapnya.

lampung.tribunnews.com

Jumat, 07 Desember 2012

Penduduk Lampung Utara Berjumlah 780.000 Jiwa

Penduduk Lampura Kini 780 Ribu Jiwa

Berdasarkan data agregat kependudukan kecamatan (DAK2) yang sudah terintegrasi ke pusat, jumlah penduduk Kabupaten Lampung Utara saat ini sekitar 780 ribu jiwa.

Kabid Administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lampura, Lukman, kepada Tribunlampung, Kamis (7/12/2012) mengatakan, jumlah penduduk berdasarkan DAK2 itu naik dibandingkan jumlah penduduk yang terdata selama ini.

"Data DAK2 yang sudah terintegrasi dengan pusat ini yang valid. Jadi jumlah penduduk kita sekarang sekitar 780 ribu jiwa. Hari ini kita serahkan ke KPU pada 6 Desember 2012 ini sebagai acuan untuk data pemilih," ujarnya, seusai penyerahan data agregat kependudukan dari Pemkab Lampura kepada KPUD setempat, digedung pusiban.

lampung.tribunnews.com

Bis Sekolah Lampung Utara Diresmikan Dishub

Dishub Lampura Launching Bis Sekolah

Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kabupaten Lampung Utara me-launching bus sekolah, Kamis (6/12). Peluncuran bus yang dikhususkan bagi siswa ini, dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lampung Utara, Zainal Abidin.

Pada peluncuran dihadiri oleh pimpinan satuan kerja perangkat serta beberapa anak sekolah, yang rencananya akan mencoba kendaraan tersebut.

Menurut Zainal, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang kurang mampu, khususnya bagi pelajar. "Bis ini untuk memotivasi belajar siswa," jelasnya.

lampung.tribunnews.com

KPU Lampung Utara Tetap Akan Gelar Pemilihan Bupati 2013

KPU Lampura Tetap Akan Menggelar Pilbup 2013

Komisi Pemilhan Umum (KPU) Lampung Utara (Lampura) tetap akan menggelar pemilihan bupati (Pilbup) tahun 2013 mendatang, meski Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung dipastikan batal digelar tahun 2013.

"Kita tetap memastikan Pilbup Lampura digelar tahun 2013. Ini berdasarkan aturan dan kewenangan KPU Lampura yang berlaku, di antaranya Undang-Undang No 32/2004 pasal 86 tentang pemerintah daerah dalam menyusun jadwal pilbup," ujar Ketua KPU Lampura Marthon, Jumat (7/12/2012).

Sementara, terus dia, masa jabatan bupati dan wakil bupati Lampura sendiri akan habis pada 25 Maret 2014. Sedangkan pada 2014 tidak boleh dilakukan pilkada karena akan digelar pileg dan pilpres. "Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Pilbup Lampura tetap 2013," jelasnya.

lampung.tribunnews.com

Ingin jadi pengusaha? Kenali dulu karakter Anda

Pengusaha
Berdiri di Kaki Sendiri

Seorang pengusaha besar Indonesia yang masih muda gelisah di ruang kerjanya. Pasalnya, majikannya yang ia kagumi memecat tiga karyawan, hanya karena mereka menggunakan waktu sejam menengok teman kerja yang sakit. Setelah dua jam berpikir, ia mengundurkan diri. Ia berterima kasih karena sudah dipercaya menjadi chief executive officer selama enam tahun, sejak ia berusia 26 tahun (2002-2008). Anak muda ini sadar ia telah membuat keputusan serius. Keluar dari sebuah perusahaan besar tanpa sekoci penyelamat. Gajinya yang sekitar Rp 118 juta per bulan ia abaikan.

Setelah keluar, peraih gelar master hukum dari Harvard University ini tidak bingung. Ia mendirikan perusahaan makanan, pengepakan, dan importir mesin-mesin industri ringan. Tahun pertama, kerja keras. Seluruh 120 karyawannya, ia gugah bekerja keras. Akhir tahun, ia bersyukur. Perjuangan selama setahun meraup keuntungan bersih Rp 23 miliar. Tahun kedua, jumlah karyawan tumbuh empat kali lipat. Keuntungannya menjadi Rp 57 miliar. "Kalau saya tidak memutuskan berdiri di kaki sendiri, saya akan survive, tetapi pendapatan saya segitu saja. Pula saya tidak bisa mempekerjakan banyak orang," katanya.

Pengalaman yang sama diutarakan seorang usahawan di bidang makanan dan minuman ringan. Dalam usia 28 tahun, dia sudah menjadi CEO di anak perusahaan dari sebuah perusahaan rokok. Gajinya tahun 1986 mencapai Rp 9 juta. Ia lalu diajak perusahaan raksasa lain, juga dengan jabatan CEO, dengan gaji empat kali lipat. Tentu saja tawaran ini ia ambil.

Tiga tahun menjadi CEO di perusahaan tersebut, dia berpikir membangun perusahaan sendiri. Dua tahun pertama amat berat. Ia mengembangkan usaha bisnis makanan dan minuman ringan. Tahun keenam, setelah menguasai pasar dalam negeri, ia mulai ekspor. "Keuntungan dari ekspor amat kecil. Tetapi sekecil-kecilnya laba itu saya ambil juga sebab kalau ekspornya ke 30 negara misalnya, akan terasa besar juga," ujarnya saat ditemui di kediamannya, pekan lalu.

Ia peroleh karena ia berani berisiko berdiri sendiri. Namun, jangan keliru, banyak juga yang mencoba sendiri tetapi gagal. Ia lebih cocok menjadi profesional. Ini aspek yang tidak banyak diketahui orang. Berbeda menjadi seorang pekerja profesional dibanding menjadi bos di perusahaan sendiri.

bisniskeuangan.kompas.com

Senin, 03 Desember 2012

Serba-serbi Minuman Bersoda

Minuman Bersoda
Dari manakah rasa 'krenyes' pada minuman soda?

Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa selama ribuan tahun, orang telah tertarik pada gelembung karena manfaatnya. Baik itu untuk meremajakan kulit saat digunakan untuk berendam air panas atau untuk perawatan di spa mineral maupun sensasi "krenyes" di lidah pada saat meneguk minuman bersoda. Darimana sebenarnya gelembung ini berasal?

Sesuai dengan namanya, karbonasi merupakan proses dari karbon dioksida yang dimasukan ke dalam cairan dengan tekanan tinggi, sehingga menghasilkan gelembung dalam minuman dengan cita rasa "menggigit" atau "krenyes". Karbon dioksida yang digunakan pada proses karbonasi pada dasarnya sama dengan gas alam yang kita keluarkan saat bernafas dan dihirup oleh tanaman saat proses respirasi, namun dalam bentuk produk komersial (commercially-produced version). Produsen minuman saat ini menggunakan peralatan khusus untuk mencampurkan gelembung ke dalam cairan, tetapi Anda mungkin akan terkejut mengetahui bahwa proses ini sebenarnya juga terjadi secara alami.

Sejarah Proses Karbonasi

Pada tahun 1500-an, ada sebuah desa di daerah Spa di Belgia yang menjadi salah satu resor pertama yang terkenal karena alamnya dan juga sumber air panas mineralnya. Spa membuat banyak orang tertarik untuk memanfaatkan air berkarbonasi karena sifatnya yang menyegarkan dan dipercaya dapat membantu pencernaan.

Mulai pertengahan abad ke-19, proses karbonasi mulai dikomersialisasikan dan minuman bersoda bermunculan di seluruh dunia. Orang yang pertama mengembangkan pembuatan minuman berkarbonasi adalah ilmuwan Inggris Joseph Priestly di akhir abad ke-18. Dia menemukan sebuah metode karbonasi dengan 'menembakan' karbon dioksida ke dalam air dengan tekanan tinggi, menciptakan gelembung yang cukup mampu bertahan lama. Pada pertengahan tahun 1800-an, ilmuwan makanan mulai menambahkan gula, jus buah, dan rasa ke dalam air berkarbonasi untuk kesegaran dan bukan hanya untuk manfaat kesehatannya saja.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika minuman bersoda masuk ke mulut Anda, air berkarbonasi dapat memicu reseptor tertentu pada lidah untuk memberikan sensasi "menggelitik". Bahkan, sebuah studi mengenai pengaruh karbonasi pada rasa menunjukkan bahwa karbonasi dapat meningkatkan kemampuan indera kita dalam merasakan manis dan asin.

Minuman bersoda akan tetap "mengigit" atau "krenyes" selama kemasannya belum dibuka. Hal ini karena segelnya sengaja dirancang untuk mencegah karbonasi menguap. Rasa krenyes yang unik dan menyegarkan dari minuman bersoda akan terasa optimal saat kandungan karbonasinya seimbang. Jika tutup kemasan dibuka terlalu lama, karbonasi akan menguap sehingga sensasi krenyes dalam minuman bersoda tersebut hilang.

Bertentangan dengan anggapan bahwa air berkarbonasi dapat membantu pencernaan, ada pula yang beranggapan bahwa air berkarbonasi dapat menyebabkan masalah lambung dan perut kembung. Apakah ini benar ?

Saat tertelan, sebagian besar karbonasi dalam minuman bersoda sebenarnya tidak sampai di lambung karena sebagian besar gas menguap ketika kemasan dibuka. Gelembung yang tersisa dalam minuman akan segera diserap melalui dinding saluran pencernaan. Dan, jumlah yang diserap oleh tubuh tersebut relatif sangat kecil dibandingkan dengan jumlah karbon dioksida yang dihasilkan tubuh kita secara terus menerus secara alami saat kita menggunakan energi. Kadang-kadang yang terjadi adalah bersamaan dengan udara yang tertelan ketika Anda minum terlalu tergesa-gesa, dan kelebihan gas tersebut akan dikeluarkan dari tubuh dengan cara bersendawa.

www.antaranews.com

Sabtu, 01 Desember 2012

Harga Daging Sapi Di Lampung Utara Belum Dinaikkan Para Pedagang

Pasar Pagi Kotabumi Lampung Utara
Pedagang Enggan Naikkan Harga Daging Sapi

Meski harga daging sapi yang diperoleh dari pemasok mengalami kenaikan, namun sejumlah pedagang di Lampung Utara enggan menaikan harga. Alasannya, mereka khawatir ditinggalkan konsumennya. Saat ini harga jual daging sapi di sejumlah pasar berkisar antara Rp 75 ribu-Rp 85 ribu per kg.

Kuncung, seorang pedagang daging sapi di Pasar Pagi Kotabumi, Lampung Utara, mengatakan daging sapi yang diperolehnya berasal dari Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, dan Humas Jaya, Lampung Tengah. "Kami menjual daging sapi bervariasi, untuk kualitas super dijual dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram. Sementara daging kualitas biasa dijual dengan harga Rp 75 ribu per kilogram," ujarnya, Jumat (30/11).

Dia menambahkan, saat ini ia dan sejumlah pedagang daging sapi lainnya menjualnya dengan stok terbatas. Pasalnya, daging yang mereka peroleh harganya mengalami kenaikan. "Karena harga daging dari pemasok mahal, maka kami berinisiatif mengurangi stoknya," ucapnya.

Menurutnya, untuk satu ekor sapi dengan ukuran biasa, mereka beli dengan harga berkisar Rp 7-8 juta per ekor, sementara untuk sapi dengan ukuran besar seharga Rp 10-15 juta per ekor. Dia menjelaskan bahwa pembeli daging kebanyakan penjual bakso. Mereka membeli daging dengan kualitas biasa, seperti daging tipis, tulang kaki, rusuk ataupun jeroan. "Saya mengharapkan, semoga kelangkaan daging ini cepat selesai. Sebab terbatasnya sapi yang saya beli dari pemasok dan sedikitnya yang dapat mereka jual ke pembeli, tentu sedikit pula keuntungan yang saya dapatkan," kata Kuncung, yang mengaku telah 20 tahun berjualan daging sapi.

lampung.tribunnews.com

Anggota DPRD Lampung Utara Protes Biaya Renovasi Kantor Bupati

Lampung Utara
Telan Rp 2 Miliar, Renovasi Kantor Bupati Lampura Diprotes

Renovasi kantor Bupati Lampung Utara menelan anggaran hingga Rp 2 miliar. Hal ini membuat anggota DPRD setempat geram dan melayangkan protes.

Protes disampaikan juru bicara Fraksi Partai Demokrat Romli, pada sidang paripurna pemandangan umum anggota DPRD Lampung Utara dalam rangka pembahasan RAPBD 2013.

Selain renovasi kantor, para wakil rakyat tersebut juga memprotes pembangunan pagar rumah dinas bupati yang mencapai Rp 500 juta. "Katanya pembangunan di Lampung Utara menggunakan skala prioritas. Kalau rehab kantor bupati, apa ini yang dinamakan skala prioritas," kata Romli.

Menurutnya, kantor bupati dan pagar rumah dinas masih dalam kondisi yang cukup baik. Mestinya, kata Romli, pembangunan masih bisa dilakukan di wilayah perdesaan di mana sama-sama diketahui masih banyak jalan dalam kondisi rusak berat. "Kalau anggaran itu digunakan untuk pembangunan atau perbaikan jalan, saya pikir itu lebih baik karena kondisinya sangat mendesak," ujarnya.

lampung.tribunnews.com