Cari di Blog Ini

Jumat, 30 Desember 2011

Pembuatan e-KTP tanpa biaya di Lampung Utara

Lampung Utara
Bupati Lampura: E-KTP Emang Gratis!

Tiap hari mampu terlayani sekitar 300 warga wajib KTP yang berdomisili di 18 desa dalam Kecamatan Banda sakti. Puluhan diantaranya mendapat E-KTP seumur hidup karena sudah lanjut usia. Camat Banda Sakti Tarmizi SE, sidampingi Staf Pemerintahan Banda Sakti Muhajir Minggu (25/12/2011) mengatakan, sebanyak 62 ribu orang Wjib KTP. Sebanyak 20 ribu diantaranya telah terlayani sejak dua pekan terakhir ini, dengan t tiga unit peralatan camera digital dan perangkat lainnya. Menurut Muhajir, petugas pembuat KTP mulai beraktivitas pukul 8.00 hingga pukul 18.00 WIB.
Bupati Lampung Utara (Lampura) Zainal Abidin mengimbau tidak dilakukan pungutan-pungutan terhadap pembuatan e-KTP. "Saya minta tidak ada pungutan, sebab semuanya digratiskan," jelasnya dalam sosialisasi e-KTP di gedung Pusiban Kotabumi, Kamis (29/12/2011).

Pasalnya, selama tahun pertama, pemkab Lampura menggratiskan pembuatan e-KTP. Program ini bertujuan untuk menertibkan administrasi kependudukan. Sebab, pada e-KTP ini tidak ada pencetakan identitas yang ganda. "Semuanya sudah tercatat dalam satu database kependudukan," jelasnya.

www.tribunnews.com

Rabu, 28 Desember 2011

Alam semesta dengan sembilan dimensi ruang

Alam semesta dengan sembilan dimensi ruang. Para ilmuwan Jepang mengungkapkan bahwa alam semesta dahulu kala memiliki 9 dimensi ruang.
Alam Semesta Ada Sembilan Dimensi

Selama 40 tahun ilmuwan dipusingkan oleh pertanyaan: kenapa manusia tinggal di dunia tiga dimensi? Kini kelompok peneliti dari tiga institusi riset Jepang menemukan jawaban ini melalui simulasi superkomputer.

Dalam teori kosmologi dentuman besar, jagat raya berawal dari titik kecil tak kasat mata yang tiba-tiba meluas. Teori pembentukan ini didukung oleh bukti pengamatan seperti radiasi sisa dalam panjang gelombang mikro dan nisbah hidrogen dan helium yang pas.

Sayangnya, teori relativitas umum bikinan Albert Einstein tak bisa menjelaskan kondisi jagat raya pada titik kecil. Keterbatasan ini mampu diatasi melalui teori superdawai. Dalam teori ini, partikel mendasar penyusun materi di alam semesta diandaikan seperti dawai yang bergetar.

Beberapa pola getaran bisa menjelaskan partikel yang bertanggung jawab atas gravitasi. Dengan begitu, kelahiran alam semesta bisa dijelaskan melalui superdawai. Namun teori ini memprediksi terdapat sembilan dimensi ruang, jauh lebih banyak daripada tiga dimensi yang biasa dikenal.

Peneliti gabungan dari High Energy Accelerator Research Organization (KEK), Shizuoka University, dan Osaka University mampu membuat simulasi komputer bagaimana superdawai bekerja saat kelahiran alam semesta. Komputer Hitachi SR16000 pada penelitian ini mampu mengolah data hingga kecepatan 90,3 teraFLOPS.

Hasil simulasi menunjukkan, pada awalnya alam semesta memiliki sembilan dimensi ruang. Pada tahapan selanjutnya, hanya tiga dimensi yang mengembang, membentuk jagat raya tiga dimensi tempat tinggal manusia. "Hasil ini mendemonstrasikan bahwa alam semesta tiga dimensi yang kita tinggali memang berkembang dari sembilan dimensi," ujar peneliti dari High Energy Accelerator Research Organization Jun Nishimura dalam siaran pers pada website resmi.

Tak hanya mampu menjelaskan bagaimana alam semesta tiga dimensi terbentuk, simulasi ini juga memperkuat keberadaan teori superdawai dalam menjelaskan kelahiran alam semesta. Selanjutnya, teori ini tak hanya dipakai untuk menjelaskan masa lalu namun juga masa depan. Salah satunya adalah fenomena percepatan pengembangan alam semesta menyedot perhatian masyarakat setelah tiga penemunya diganjar anugerah Nobel tahun 2011.

www.tempo.co

Rabu, 14 Desember 2011

Oknum Anggota DPRD Lampung Utara Diduga Komersialkan Pengurusan Izin HKn

Kejari Usut ‘Komersialisasi’ Hutan Kemasyarakatan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi bergerak cepat mengusut dugaan 'bisnis haram' anggota DPRD Lampung Utara (Lampura) Rahmad Fadli yang mengkomersilkan izin Hutan Kemasyarakatan (HKn). Padahal, pengurusan izin HKn digratiskan oleh pemerintah. Korps Adiyaksa itu mulai turun lapangan untuk mengumpulkan data dan ketarangan terkait masalah tersebut.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi, Arnold Atarwaman, mengatakan, pihaknya berjanji akan terus menindak lanjuti dugaan kasus pungli yang dilakukan oleh Rahmad Fadli terkait pembuatan izin HKn di Desa Sindang Agung dan Desa Mekarjaya Kecamatan Tanjungraja itu. "Kita masih menunggu surat perintah (Suprin) dari Kajari untuk turun kelapangan. Jika Suprin tersebut sudah turun, kita akan langsung mengecek kelapangan dan bertemu langsung dengan masyarakat," ujar Arnold kepada Kupas Tuntas, Selasa (13/12).

Menurutnya, sesuai laporan ada beberapa masyarakat yang mengaku telah dirugikan dalam rencana pengurusan izin HKn ke Menteri Kehutanan (Menhut) RI.

Arnold mengakui ada informasi bahwa pengumpulan dana yang diterima oleh Rahmad Fadli merupakan swadaya masyarakat dengan alasan untuk mengurus izin HKn ke Jakarta. Namun, hal itu tidak akan menghalangi upaya pihaknya mengungkap masalah sebenarnya. Apalagi, lanjutnya, sejak masyarakat menyerahkan uang tersebut sampai saat ini belum ada realisasinya. Sehingga, masyarakat dua desa itu merasa tertipu lalu melaporkan ke kejaksaan. "Karena prosesnya sudah cukup lama, sehingga masyarakat beranggapan bahwa mereka sudah ditipu. Oleh karena itu kita akan turun langsung kelapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat," janjinya.

Setelah turun kelapangan dan ditemukan indikasi pungli, maka langkah selanjutnya akan ditentukan. Sebelumnya, warga Desa Sindang Agung dan Desa Mekar Jaya Kecamatan Tanjungraja Kabupaten Lampung Utara (Lampura) melaporkan Rahmat Fadli anggota DPRD Lampura ke Kejaksanaan Negeri (Kejari) Kota Bumi. Rahmat Fadli diduga menipu warga dalam mengurus izin Hutan Kemasyarakatan (HKn).

Dalam mengurus izin HKn, warga dua desa itu mempercayakannya kepada Rahmat Fadli tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD. Namun, hingga saat ini izin Hkn itu tidak ada kejelasan. Sementara, uang warga yang dikumpulkan dan diserahkan ke Rahmat Fadli juga tidak jelas nasibnya. Menurut keterangan warga uang yang disetor ke Rahmad Fadli bervariasi terganggu luas lahan. Besarnya mulai Rp13 Juta sampai dengan Rp36 Juta.

Sementara, Kabid Rehabilitasi Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lampura, Sutan Marpaung, mengatakan, masyarakat sama sekali tidak dikenakan biaya alias geratis dalam mengurus izin HKn. Masyarakat hanya diminta mengurus HKn sesuai prosedur dan melengkapi persyaratan administrasi yang benar sesuai dengan fakta lapangan.

Saat dikonfirmasi, Anggota DPRD Lampura, Rahmad Fadli membantah jika dirinya melakukan Pungli.Menurutnya, pembayaran dana tersebut berdasarkan hasil musyawarah masyarakat, dan pengurusan izin HKn itu sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu Tanda Tangan Menteri Kehutanan (Menhut) RI.

sindikasi.inilah.com

Selasa, 13 Desember 2011

Di Lampung Utara masih ada 136 Desa Tertinggal

136 Desa Masih Tertinggal

Sebanyak 136 dari 232 Desa di Lampung Utara (Lampura) masuk dalam kategori tertinggal. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampura Tahun 2011, sesuai dengan SK Bupati Lampung Utara Nomor B/151/26-LU/HK/2011 tentang Desa Tertinggal. Demikian di sampaikan Kasubid Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia Amir Hamzah mewakili Kepala Bappeda Lampung Utara, Drs. Effendi, M.M, kemarin (12/12).

Dikatakan Amir, untuk kriteria ketertinggalan sudah ditetapkan oleh pihak kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), yang meliputi pembangunan insfrastruktur, perkembangan ekonomi, dan Fasilitas sosial yang ada di desa setempat. "Untuk Infrastruktur seperti kondisi jalan desa yang masih banyak berupa tanah merah dan sedikitnya jembatan, dan keberadaan jaringan listrik," jelasnya.

Kemudian untuk perkembangan ekonomi meliputi masalah perekonomian masyarakat termasuk pendapatan yang belum merata dan di bawah garis kemiskinan serta keberadaan pasar desa yang belum dimiliki masing-masing desa tertinggal, sehingga masyarakat sedikit kesulitan dalam pendistribusian hasil-hasil pertanian. Sementara untuk fasilitas sosial meliputi berbagai fasilitas sarana umum seperti sekolah, pos kesehatan desa atau puskesmas serta sarana rumah ibadah yang kurang memadai.

Dilanjutkan, untuk itu Pemkab Lampura telah mengirimkan data keberadaan desa tertinggal ke berbagai kementerian yang ada ditingkat pusat, sehingga dapat dijadikan prioritas pembangunan dimasa mendatang.”Untuk Tahun 2010 kita telah mendapat Program Pembangunan Daerah Tertinggal Khusus (P2DTK) yang dipusatkan di 32 Desa. Kemudian Program Bedah Desa dan Program Unggulan Kabupaten, masing-masing dua Desa yang dipusatkan di Kecamatan Tanjungraja,”papar Amir.

Dia juga mengharapkan kepada desa yang telah mendapat bantuan baik dari pusat maupun bantuan dari pemerintah kabupaten dapat menjaga dan memanfaatkan bantuan yang diberikan demi kemakmuran masyarakat dimasing-masing Desa. "Kalau sudah dibantu diharapkan dapat dijaga dengan baik, sehingga bisa bertahan lama dan dimanfaatkan seluruh masyarakat yang ada di masing-masing Desa," pungkasnya.

www.radarkotabumi.com

Jumat, 09 Desember 2011

Ketua RT di Lampung Utara Mendapat Tunjangan Rp. 25 Ribu Per Bulan Tahun 2012

Pemkab Alokasikan TPAPD Capai Rp 5 Miliar

Pada Tahun anggaran 2012, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Pemkab Lampura) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) menganggarkan Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) dengan jumlah lebih dari Rp5.166.300.000,-. Anggaran itu dialokasikan untuk 232 Kades, 91 Sekdes Non PNS, 696 Kaur, 1275 LK atau Kadus dan 3271 RT yang ada di Lampura. "Untuk setiap bulannya para Kades mendapat Rp600 ribu, Sekdes Non PNS Rp200 ribu, Kaur Rp150 ribu, LK atau Kadus Rp50 ribu dan RT mendapat Rp25 ribu per bulannya," ujar Kabid Pemerintahan Desa Juniriyadi, M.M., mendampingi Kepala BPMPD Lampura Hasan Asnawi, M.M, kemarin (8/12).

Juniriyadi mengatakan, alokasi TPAPD itu diluar Anggaran Dana Desa (ADD) yang sedang digodok di DPRD Setempat. Sayangnya untuk jumlah ADD bagi 232 Desa di Lampura, Juniriyadi enggan menjelaskan secara rinci dengan alasan anggaran itu sedang dalam tahap pembahasan.”Kalau jumlah ADD belum dapat diketahui karena sedang dalam tahapan penggodokan di Dewan,”kata dia.

Namun Juniriyadi menjelaskan untuk 2011 jumlah ADD masing-masing Desa Rp 32.200.000,- dan didalamnya sudah termasuk TPAPD. "Dipisahkannya antara ADD dan TPAPD sebagai upaya meningkatkan kinerja aparatur desa dalam melayani masyarakat dan sekaligus sebagai upaya bentuk apresiasi pemerintah kabupaten," ujarnya.

Menurut Juniriyadi, terkait dengan tehnis pencairan TPAPD sedang disusun Peraturan Bupatu (Perbup)-Nya. "Tapi yang jelas TPAPD itu sudah masuk dalam APBD 2012 dan sudah disetujui Dewan," lanjutnya.

Bantuan itu rencananya dibagikan setiap bulannya kepada Aparatur Desa, dan diharapkan dapat diterima secara langsung. Namun demikian, kata Juniriyadi, khusus untuk tunjangan penghasilan bagi para RT, karena jumlahnya sangat kecil yakni Rp 25 ribu perbulan. "Karena itu khusus untuk para RT akan diberikan setiap tiga bulan sekali," jelasnya seraya menyebutkan bantuan jangan dilihat nilainya, tapi lebih kepada bentuk perhatian pemerintah kabupaten kepada aparatur pemerintahan desa.

www.radarkotabumi.com

Lampung Berusaha Pecahkan Rekor MURI 25 jam Menabuh Gamolan

Lampung Gelar Tabuh Gamolan 25 Jam Nonstop

Provinsi Lampung menggelar tabuh gamolan yakni alat musik dari bambu selama 25 jam nonstop dalam upaya memecahkan rekor MURI. Acara pemecahan rekor Muri tabuh gamolan berlangsung di Lapangan Korpri Perkantoran Gubernur Lampung di Bandarlampung, Rabu, dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung MS Joko Umar Said dan dihadiri peneliti gamolan asal Australia Prof Margaret J Kartomi.

Upaya pemecahan rekor Muri, gamolan itu dimainkan oleh 25 kelompok pemusik masing-masing memainkan alat musik tradisional itu selama satu jam. Masing-masing kelompok terdiri atas 25 pemain untuk memainkan gamolan selama satu jam, kemudian disusul hingga grup lainnya dan seterusnya untuk memainkan alat tradisonal Lampung itu.

Kelompok pemain musik gamolan itu tidak hanya siswa sekolah tetapi juga mahasiswa. Ke-25 kelompok penabuh gamolan itu yakni PGSD Unila, STAH Bandarlampung, Prodi Tari Unila, SD Fransiskus Tanjungkarang, SD Kartika II, SD 2 Rawa Laut, SD Xaverius Telukbetung. Kemudian SDN 1 Budidaya Lampung Selatan, SMPN 14 Bandarlampung, SMP Muhammadiyah Bandarlampung, SMPN 22 Bandarlampung, SMP PGRI 3 Bandarlampung, SMPN 16 Bandarlampung, SMPN 2 Bnadarlampung, SMPN 4 Bandarlampung, SMKN 4 Bandarlampung. Selanjutnya, SMA Fransiskus Bandarlampung, SMA Perintis I Bandarlampung, SMAN 7 Bandarlampung, SMAN 1 Gading Rejo, SMAN 9 Bandarlampung, SMA Al Kautsar Bandarlampung, SMAN 1 Bandarlampung dan SMAN 2 Bandarlampung. Permainan alat musik itu berlangsung Rabu (7/12) sejak pukul 09.00 WIB hingga Kamis (8/12) pukul 10.00 WIB.

Menurut peneliti gamolan asal Australia Prof Margaret J Kartomi mentatakan alat musik yang dimainkan itu berupa delapan lempengan bambu pada gamolan diikat secara bersambungan dengan tali rotan yang disusupkan melalui sebuah lubang yang ada di setiap lempengan dan simpul di bagian teratas lempengan.

Gamolan dan gamelan menurutnya memiliki nama yang nyaris mirip tetapi berbeda. "Tangga nada gamolan Lampung berdasarkan arkeologi atau instrumen ialah do re mi so la si do. "Keunikan alat musik gamolan tidak ada tangga nada `fa`," kata dia. Sedang gamelan Jawa Slendro instrumennya ialah do re mi so la si," kata dia menambahkan.

www.antaranews.com

Kamis, 08 Desember 2011

Ilmuwan SETI kembali memburu Alien

Ilmuwan SETI kembali memburu Alien. Institut SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) yang selama ini memantau sinyal-sinyal dari planet-planet asing baru-baru ini telah kembali menggiatkan misinya untuk memburu keberadaan mahluk alien di luar angkasa sana. SETI sempat selama beberapa bulan menghentikan kegiatan memburu alien dikarenakan tidak tersedianya dana operasional. Namun setelah berhasil menghimpun sejumlah dana dari masyarakat melalui website www.setistars.org, lembaga ini pun kembali mengaktifkan 42 antena parabola radio miliknya yang berlokasi di timur laut San Francisco.
Pencarian alien dilanjutkan

Para astronom menata ulang pencarian kehidupan berkecerdasan di planet-planet asing, dan mereka telah mendapatkan ribuan target untuk dipindai.

Setelah "tidur" selama lebih dari tujuh bulan, serangkaian teleskop radio yang dioperasikan Institut SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) memulai lagi mendengarkan sinyal-sinyal dari planet-planet asing yang ditemukan teleskop ruang angkasa Kepler milik NASA, demikian para peneliti seperti dikutip Space.com. "Pagi ini, pada pukul 6.18, kami telah memulai pengamatan kembali dunia-dunia Kepler. Kami sangat senang bisa kembali ke udara hari ini," kata Jill Tarter, Direktur Center for SETI Research pada Institut SETI, Senin lalu, di tengah Konferensi Sains Kepler di Pusat Riset Ames milik NASA.

Rangkaian Teleksop Allen (ATA) milik SETI adalah serangkaian 42 piringan radio yang berlokasi sekitar 500 kilometer arah timur laut San Francisco. ATA telah memulai memindai tempat-tempat technosignature --yaitu sinyal-sinyal elektromagnetis yang dapat menyanggah adanya peradaban asing di luar Bumi-- pada 2007.

Para peneliti SETI baru-baru ini memulai menggunakan penemuan Kepler itu untuk memandu aktivitas ATA. Kepler diluncurkan pada Maret 2009 dengan misi memburu planet-planet seukuran Bumi di zona 'bisa ditinggali kehidupan' dalam sistem bintang-bintang yang berada dalam jarak di mana air --dan tentunya kehidupan seperti manusi kenal-- berada.

Januari tahun ini, kata Tarter, tim SETI memulai pelatihan ATA pada 54 calon planet yang dideteksi Kepler di zona 'bisa ditinggali kehidupan'. Namun kegiatan ini tidak bertahan lama. SETI mesti mematikan ATA April lalu karena masalah anggaran yang memaksa mantan mitra Institut SETI --Universitas California, Berkeley-- mundur dari proyek itu.

SETI meluncurkan laman bersponsor banyak, www.setistars.org, demi mengembalikan rangkaian teleskop itu bekerja kembali. Masyarakat serta merta mendukungnya dengan menyumbangkan uang yang cukup untuk mengoperasikan lagi ATA. Senin lalu saja, masyarakat menyumbangkan sekitar 230 ribu dolar AS. Sumbangan juga datang dari Angkatan Udara AS yang berminat menggunakan rangkaian satelit itu untuk menjejak satelit dan reruntuhan luar angkasa, kata para pejabat SETI.

Senin pekan ini, tim Kepler mengumumkan penemuan 1.094 kandidat eksoplanet baru, sehingga membuat total calon planet yang berhasil dideteksi SETI dalam 16 bulan pertama operasinya menjadi 2.326 planet. Para peneliti hanya memastikan 30 dari ribuan kandidat planet yang berhasil dideteksi ini, namun para ilmuwan Kepler memperkirakan, sekurang-kurangnya 80 persen dari jumlah itu benar-benar ada. ATA akan menyasar kandidat-kandidat planet bidikan Kepler di zona 'bisa ditinggali kehidupan', kataTarter.

Para peneliti SETI berharap bisa memindai kelompok terakhir planet-planet potensial ini untuk meminimalkan peluang-peluang yang dibutakan oleh asumsi manusia mengenai di mana seharusnya kehidupan berada. "Apa yang kita anggap tahu sebetulnya menjadi hambatan untuk apa yang sesungguhnya ada di luar sana," kata Tarter. "Kami ingin mengeksplorasi secara sistematis semua kandidat planet ini."

Pencarian calon-calon planet oleh Kepler ini akan melibatkan pemindaian 9 miliar saluran berbeda dalam jendela frekuensi gelombang mikro. Pencarian yang menghabiskan waktu dua sampai tiga tahun dan menghabiskan dana 1,2 juta dolar AS per tahun ini ditujukan untuk mencari sinyal dari setiap dunia asing yang potensial ditinggali kehidupan, papar Tarter.

Lebih menyenangkan memokuskan perhatian pada ATA mengenai kemungkinan sistem tata surya asing ketimbang hanya merujuk piringan bintang sambil berharap mendapatkan yang terbaik, sambungnya. "Kita kini tahu di mana harus melihat planet-planet. Kita akan membawa pencarian manusia mengenai tanda-tanda teknologis (technosignature) ke tingkat berikutnya."

sumber : www.antaranews.com

Sabtu, 03 Desember 2011

Lampung Utara Belum Memiliki Ruang Terbuka Hijau

Lampura Belum Miliki Ruang Terbuka Hijau

Menurut Asisten II Pemkab Lampura Azwar Yazid, ada beberapa masukkan dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Lampura, di antaranya harus ada kawasan minapolitan, tersedianya kawasan ruang terbuka hijau, rekayasa lalulintas. "Untuk itu, kita lakukan duduk bersama antar satuan kerja perangkat daerah untuk membahas masukkan dalam pembuatan RTRW," jelas Azwar, Jumat (2/12/2011).

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Lampung Utara (Lampura) menggelar rakor penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW), Jumat (2/12/2011).

Kegiatan dilakukan di ruang rapat aula kantor tersebut. Rapat dihadiri satuan kerja perangkat daerah, seperti Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Kodim 0412 Lampura. "Kami akan rakor untuk membahas RTRW Lampura," jelas Asisten II Pemkab Lampura Azwar Yazid, Jumat (2/12/2011).

lampung.tribunnews.com