Cari di Blog Ini

Senin, 17 Maret 2014

Bawa Sabu-Sabu, Oknum BPN Lampura Dibekuk Polisi

Seorang oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lampung Utara, bernama lengkap Kodrat Syahdan Malamo (34 tahun), dibekuk oleh petugas Satnarkoba Polresta Bandar Lampung karena kedapatan membawa dan mengkonsumsi narkotika dari jenis Sabu-sabu. Kepala Kantor BPN Lampung Utara mengkonfirmasi bahwa Kodrat memang pegawai yang bekerja dengan status PNS pada instansi tersebut.

Tersangka kasus sabu-sabu. Kotabumi Lampung Utara
Oknum BPN Lampung Utara Tertangkap Bawa Sabu.

Kodrat yang ditangkap oleh Satnarkoba Polresta Bandar Lampung, karena kedapatan membawa Sabu, merupakan salah satu oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lampung Utara. "Ya benar dia pegawai kita di kantor BPN Lampura," jelas Merodi Sugarda, Kepala BPN Lampura, Minggu (16/2/2014).

Dia merupakan seorang pejabat di kantor yang dipimpinnya, yakni sebagai Kasubsie Persengketaan Pertanahan. Merodi menjelaskan, Kodrat merupakan pegawai pindahan dari BPN Kantor Wila?yah Lampung. "Dia baru setahun di Lampura, pindahan dari Kanwil BPN Lampung," katanya.

Diketahui Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung meringkus dua orang yang kedapatan memiliki sabu-sabu di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Tanjungbaru, Kecamatan Kedamaian. Dari dua tersangka yang dibekuk, salah satunya adalah pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Utara. Tersangka yang berprofesi sebagai PNS adalah Kodrat Syahdan Malamo (34). Sedangkan satu tersangka lain adalah Yogi Harianto (28). Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung Komisaris Sunaryoto mengatakan, keduanya ditangkap habis mengisap sabu-sabu. Barang bukti yang disita berupa satu paket sabu-sabu, tiga buah bong, delapan plastik klip, satu buah pirek kaca, satu timbangan digital.

Pasca tertangkapnya Kodrat oleh Satnarkoba Polresta Bandar Lampung, Badan Pertanahan Nasional, Kabupaten Lampung Utara telah mengirimkan laporan ke Kantor wilayah BPN Provinsi Lampung. "Kita sudah laporkan ke Kanwil BPN Lampung pada Jumat (14/2/2014) dengan dasar pemberitaan di media massa," jelas Merodi Sugarda, Kepala BPN Lampung Utara, Minggu (16/2/2014).

Menurutnya, langkah yang baru diambil sebatas melapor ke Kanwil, untuk pemberian sanksi, belum dilakukannya. Hal ini dikarenakan sebelum dijatuhkan sanksi, pihaknya terlebih dahulu melaporkan ke Kanwil, kemudian laporan tersebut diteruskan ke BPN pusat. "Jadi masih belum ada sanksi, masih menunggu instruksi dari pusat," ujarnya.

Mengenai jabatan yang ditinggalkannya, dia akan segera menunjuk seorang pegawai sebagai pelaksana tugas, untuk melakukan pekerjaan di sub Bidang Persengketaan Pertanahan. "Ya kami akan segera tunjuk pengganti Kodrat, jika tidak kerjaan akan terbengkalai di bidang yang ditanganinya," kata dia.

www.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar