Cari di Blog Ini

Rabu, 09 Oktober 2013

Hasil Tes Urine, 2 Personil Polres Lampura Diduga Konsumsi Narkoba

Kotabumi Lampung Utara. Hasil Tes Urine, 2 Personil Polres Lampura Diduga Konsumsi Narkoba. Pelaksanaan tes urine yang menyertakan 247 personil Kepolisian Resor Lampung Utara tersebut dilakukan setelah kegiatan apel bersama pada Senin 7 Oktober 2013. Dari pemeriksaan awal dari tes urine ini, diketahui ada 2 petugas polisi yang diidikasi mengomsusi narkoba.
Tes Urine. Kotabumi Lampung Utara
Ratusan Polisi Tes Urine, Dua Positif

Dua anggota Polres Lampung Utara diduga mengonsumsi narkoba. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan urine 247 polisi di GSG Mapolres Lampura usai apel bersama, Senin (7/10/2013). Pemeriksaan urine mendadak ini dilakukan berdasarkan perintah Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika, S.I.K. Sebelumnya, pejabat di jajaran Polda Lampung mengikuti tes urine yang bertujuan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polri.

Kasatnarkoba AKP Jhon Kenedi mengatakan, dua anggota Polri itu terindikasi mengonsumsi narkoba. ”Dari hasil tes kita tadi (kemarin) ditemukan dua anggota dari polsek yang terindikasi positif,” kata Jhon. Sayangnya, Jhon tidak bersedia menjelaskan lebih detail identitas dua polisi itu. "Masalah itu belum bisa diberitahukan. Sebab, seluruh urine anggota akan dibawa ke laboratorium guna diuji kembali," ujarnya.

Sementara Helmy mengatakan, bila terbukti ada anggota positif mengonsumsi narkoba, yang bersangkutan akan diberi sanksi. Termasuk memproses kasus itu secara pidana. "Akan diproses lebih lanjut. Mulai dari tindakan kedisiplinan, bahkan proses pidana," kata Helmy di ruang kerjanya, Senin (7/10/2013).

Helmy juga menegaskan tidak akan main-main dengan penanggulangan narkoba. "Ke depan, kita berharap pemberantasan narkoba dapat lebih maksimal dan baik lagi. Hal ini kita mulai dari anggota," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id

DPRD Lampura Gelar Rapat Hearing Dengan Honorer K2 Tentang Test CPNS

Kotabumi Lampung Utara. DPRD Lampura Gelar Rapat Hearing Dengan Honorer K2 Tentang Test CPNS. Rapat dengar pendapat antara anggota DPRD Lampung Utara dengan sejumlah tenaga Honore Kategori Dua tersebut diadakan pada Senin 7 Oktober 2013. Agenda utama pada rapat ini adalah mengapresiasi keluhan dari para tenaga honorer K2 yang karena satu dan lain hal sehingga tidak mendapatkan nomor tes penerimaan CPNS.
Tugu. Kotabumi Lampung Utara
Honorer K II Curhat di DPRD Lampura

Komisi D DPRD Lampung Utara melaksanakan rapat dengar pendapat dengan sejumlah tengah honorer, Senin (7/10/2013). Rapat tersebut dihadiri 15 guru yang tergabung dalam tenaga honorer kategori 2, dan dipimpin oleh ketua Komisi D Dewi Puspita.

Menurut Eliyati, salah satu perwakilan tenaga honorer kategori II mengatakan, kedatangan dirinya bersama dengan rekan lainnya untuk menanyakan mengapa dirinya tidak mendapatkan nomor test pada 3 November besok. "Kami mau mengadu mengapa tidak mendapat nomor tes," katanya.

Padahal, dirinya masuk dalam listing Badan Kepegawaian Nasional yang masuk dalam kategori dua. Selain itu, terdapat kesalahan data pada nomor tes. Sebab di data tersebut akan berpengaruh jika honorer tersebut mengikuti ujian. "Kita tahu jika dalam tes akan menggunakan Lembar Jawaban Komputer. Salah data berarti akan merusak semuanya," ujarnya saat sejumlah tengah honorer hearing dengan Komisi D DPRD Kabupaten Lampung Utara, Senin (7/10/2013).

Ia berharap dirinya bersama yang lainnya dapat mengikuti tet calon pegawai negeri sipil, untuk honorer kategori dua.

Rapat tersebut dihadiri 15 guru yang tergabung dalam tenaga honorer kategori 2, dan dipimpin oleh ketua Komisi D Dewi Puspita.

lampung.tribunnews.com

Senin, 07 Oktober 2013

1801 Honorer K2 Lampura Ambil Nomor Tes Peserta CPNS

Kotabumi Lampung Utara. 1801 Honorer K2 Lampura Ambil Nomor Tes Peserta CPNS. Tes penerimaan CPNS di Lampung Utara akan dilaksanakan pada 3 November 2013 yang diikuti oleh 1801 orang tenaga honorer di Kabupaten Lampura. Pengambilan nomor tes peserta CPNS tersebut dibuka pada tanggal 2 Oktober 2013 hingga batas waktu satu minggu kemudian.
Tes CPNS. Kotabumi Lampung Utara
Honorer K2 Lampura 1.801 Orang

Hari pertama dibukanya pengambilan nomor tes calon peserta CPNS Honorer Katagori 2 (K2) mengambil nomor tes, Rabu (2/10/2013). Pengambilan nomor tes itu dilakukan di gedung Korpri. Sekitar 500 honorer K2 Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dari total 1.801 mengambil nomor tes mereka. Tampak ratusan calon peserta tes CPNS itu mengantri dari pagi hingga sore hari. Pengambilan nomor tes itu sendiri disediakan waktu hingga satu pekan kedepan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampura, Asmidi Ismail mengatakan, ada sebanyak 1.801 orang masuk tenaga honorer Kategori dua (K2) yang akan mengikuti tes pada tanggal 3 November 2013 mendatang. "Hari ini (2/10/2013) dimulai pengambilan nomor tes," ujar Asmidi.

Jika sebelumnya Honorer K2 Lampura berjumlah 1.754 dan sudah mendapat persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kemudian sekarang bertambah menjadi 1.801, juga sudah mendapat persetujuan. Bertambahnya jumlah tersebut lanjutnya, karena baru-baru ini ada usulan dari RSD Ryacudu Kotabumi. "Setelah kita ajukan kemudian disetujui oleh BKN," jelasnya.

Asmidi menambahkan, dalam pelaksanaan tes itu, untuk tenaga guru akan dipersiapkan sekitar 75 ruangan, yang terbagi di sejumlah sekolah. Yakni SMPN 1, SMPN 7, SMPN 3, SMAN 3, dan SMKN 1. Untuk tenaga kesehatan, akan ditempatkan pada 4 ruang di SMPN 10. "Dan untuk tenaga teknis, BKD mempersiapkan 14 ruangan di SMAN 1," terangnya seraya mengatakan, pengawas dalam pelaksanaan tes sebanyak dua orang di setiap ruangan dibantu dengan staf BKD.

Bagi peserta nantinya dapat melihat lokasi dimana yang bersangkutan akan ikut tes sesuai dengan nomor dan kode lokasi. Lebih jauh dikatakan, metode tes menggunakan lembar jawaban komputer (LJK). Kuota untuk tenaga honorer K2 telah ditetapkan sebanyak 30% dari jumlah honorer K2 Nasional. Materi tes meliputi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). "Penggandaan dan distribusi soal oleh Panitia Pengadaan CPNS Nasional. Pelaksanaan tes dilakukan di instansi masing-masing. Untuk kabupaten/kota akan dikoordinasikan oleh Gubernur. LJK hasil tes disampaikan ke Panitia Pengadaan CPNS Nasional dan penentuan hasil seleksi ditentukan oleh passing grade (nilai ambang batas tertentu) dan diumumkan oleh Menpan & RB," pungkas Asmidi.

www.mytrans.co.id

Minggu, 06 Oktober 2013

Balai Benih Bibit Ikan Lampura Tak Difungsikan Dan Ditelantarkan

Kotabumi Lampung Utara. Balai Benih Bibit Ikan Lampura Tak Difungsikan Dan Ditelantarkan. Balai BBI yang berlokasi di Tanjung Raja, Kotabumi, Lampung Utara tersebut tidak dipergunakan sama sekali setelah selesai dibangun sejak dua tahun yang lalu. Meskipun telah menelan biaya yang tidak sedikit, kondisinya sangat terlantar hingga banyak ditumbugi rumput liar dan semak belukar.
Balai Benih Bibit Ikan. Kotabumi Lampung Utara
Balai BBI Dibiarkan Terbengkalai

Balai Benih Bibit Ikan (B3I) Tanjung Raja, Kotabumi, Lampung Utara, dibiarkan begitu saja selama beberapa tahun belakangan ini. Berdasarkan pemantauan Lampung Post, Sabtu (5/10/2013), gedung yang baru dibangun dua tahun lalu dan direncanakan digunakan untuk pembibitan ikan tawar tersebut tidak difungsikan lagi. Padahal dananya terhitung besar, bila diberikan pada masyarakat kurang mampu.

Hal inilah yang menjadi keprihatinan seorang pengembala domba Ahmad (65 tahun) yang berdomisili di sekitar gedung tersebut. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir balai tersebut sudah tidak ada penunggunya lagi. Tidak diketahui apa penyebab sebenarnya, padahal jumlah uang yang digunakan untuk pembangunan gedung dan sarana tersebut tidak kecil.

Ahmad mengungkapkan dirinya memanfaatkan tempat kosong yang telah ditumbuhi semak ini untuk mengangon sapinya. Pria asal Jawa Barat ini sehari-harinya berprofesi sebagai pengembala domba selalu menyempatkan singgah disana, sambil melepas lelahnya. Pasalnya, selain rumput liarnya banyak, ditempat tersebut ada bangunannya yang dapat dijadikan tempat berteduh dikala panas dan hujan datang mendera. "Saya merasa prihatin saja, kenapa bangunan megah seperti ini dibiarkan begitu saja oleh aparat terkait. Padahal semuanya telah lengkap, ada kolam-kolam dibelakang sana, bangunan juga terlihat masih kokoh. Kan sayang seperti ini, padahak uang yang digunakan untuki membangun tempat ini tidak sedikit, bila diberikan pada penduduk akan lebih bermanfaat," kata Ahmad.

Ia menyerankan agar pemerintah daerah dapat memanfaatkan bangunan tersebut, karena bila diberdayakan dengan sebenarnya akan mengangkat perekonomian masyarakat. Apalagi didaerah Tanjung Raja banyak petani sawah, sehingga dapat dijadikan mata pencaharian sampingan selain menanam padi.

lampost.co

Polres Lampura Giatkan Razia Tindak Kejahatan Di 15 Titik Sasaran

Kotabumi Lampung Utara. Polres Lampura Giatkan Razia Tindak Kejahatan Di 15 Titik Sasaran. Razia yang dilaksanakan setiap hari oleh Kepolisian Resor Lampung Utara ini bertujuan untuk menekan angka kejahatan 3C (pencurian sepeda motor, curat, curas) serta berbagai jenis kejahatan lainnya yang telah diindentifikasi sering terjadi di kawasan Kabupaten Lampung Utara.
Polres. Kotabumi Lampung Utara
Razia, Fokus pada 15 Titik

Sebanyak lima belas titik menjadi sasaran razia yang dilaksanakan Polres Lampung Utara. Razia yang dimulai pada Kamis (3/10/2013) itu bertujuan menekan angka kejahatan 3C (curanmor, curat, dan curas), narkoba, dan gangguan kamtibmas lainnya. Kabag Ops. Polres Lampura Kompol Syahrul A. Rambe mengatakan, kini angka kejahatan di kabupaten itu sedikit berkurang. "Sudah jarang terjadi begal. Namun, kami terus berupaya mengantisipasi kejahatan, khususnya 3C dan narkoba," kata Syahrul.

Dilanjutkan, dalam razia itu, polisi memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Jika pengemudi tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat, kendaraan yang bersangkutan akan diamankan. "Tidak menutup kemungkinan kendaraan itu hasil kejahatan," ujarnya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pengemudi dan barang bawaannya. Lebih jauh Syahrul mengatakan, razia dilaksanakan sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah yang sudah ditetapkan. Bisa saja razia dilaksanakan setiap hari dan tidak terjadwal. "Bisa juga, kami melaksanakan razia pada 15 titik yang sudah ditentukan itu dalam waktu 3 x 24 jam. Kemungkinan razia juga dilaksanakan dalam waktu 1 x 24 jam. Yang jelas, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari," ungkapnya.

Syahrul menambahkan, dengan kegiatan itu diharapkan bisa memberikan kenyamanan kepada pengendara di kabupaten tersebut. "Semoga suasana lebih kondusif", harapnya.

www.radarlampung.co.id

Jumat, 04 Oktober 2013

Lampung Utara Sukses Gelar Pilkada Damai

Kotabumi Lampung Utara. Lampung Utara Sukses Gelar Pilkada Damai. Kabupaten Lampura dinilai sukses dalam penyelenggaraan Pilkada 2013 yang memilih bupati dan wakil bupati untuk masa bakti 2014 – 2019. Dari masa kampanye hingga selesai penghitungan suara dan pengumuman pejabat bupati dan wakil bupati telah terlaksana dengan baik dan aman tanpa diwarnai konflik dan huru-hara.
Pilkada. Kotabumi Lampung Utara
Pilkada Lampura Damai, Warga Bangga

Telah selesai digelar hajat besar Lampung Utara (Lampura) yakni pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) dengan sukses dan kondusif, tentu membuat bangga masyarakat Lampura. Selesainya pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin Lampura tanpa ada masalah keamanan yang berarti dan bisa dikatakan berjalan damai. Tentu hal itu tidak lepas dari Kesinergian aparat keamanan Polri dan TNI dalam mengamankan perjalanan tahapan demi tahapan Pemilukada. Rasa bangga dan ucapan terimakasih pun terus mengalir dari masyarakat Lampura yang sanggat mengiginkan Pemilukada berjalan sukses dan kondusif itu. "Saya selaku yang dituakan di Lampura ini, merasa bangga kepada Polres dan Kodim 0412 Lampura, karena perjalanan Pemilukada sesuai seperti yang kita harapkan bersama, yaitu sukses dan kondusif," ujar Saleh Ahmad, selaku Ketua LVRI Lampura dan juga tokoh masyarakat Lampura.

Dijelaskannya, perjalanan Pemilukada yang damai saat ini adalah hasil kerja keras penyelenggara Pemilukada, pihak keamanan dan masyarakat, "Kita harus bangga dengan proses Pemilukada ini yang sangat kondusif, selain itu pula animo masyarakat pemilih berdasarkan data komisi pemilihan umum (KPU) meningkat itu berarti masyarakat Lampura cerdas dalam hal demokrasi," jelasnya.

Datuk Saleh Ahmad sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa perjalanan demokrasi biarlah berjalan dengan sendirinya dan siapa pun yang menjadi Bupati - Wakil Bupati Lampura adalah Orang yang dipercaya masyarakat dengan beban amanah yang harus direalisasikan, "Saya berharap amannya Lampura ini dapat terus dipertahankan agar Lampura benar-benar menjadi Lampura yang terus berkembang dan maju demi kesejahteraan masyarakt Lampura," tutupnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua majelis penyimbang adat Lampung (MPAL), Iwan Alihasan puncak, dia mengatakan bahwa berjalannya Pemilukada yang aman dan sukses adalah berkat peran aktif penyelenggara Pemilukada, Polri - TNI dan Masyarakat, "Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa pelaksanaan Pemilukada Lampura telah berjalan dengan sukses," katanya.

Lanjutnya, keinginan masyarakat Lampura adalah pemilukada yang sukses tanpa adanya koflik, "Intinya, Masyarakat Lampura adalah masyarakat yang cerdas dan sangat menjunjung tinggi politik demokrasi yang baik," paparnya, seraya menambahkan bahwa siapa pun Pemimpin Lampura dia adalah pilihan Lampura yang harus amanah.

Terpisah, Kapolres Lampura AKBP Helmi Santika mengatakan bahwa apa yang terwujud di Lampura adalah keinginan kita semua, "Kita mengiginkan Lampura yang aman dan nyaman jadi kitalah yang menciptakannya, intinya pelaksanaan Pemilukada yang aman ini berkat kerjasama semua pihak," ujarnya, seraya mengatakan Aparat kemanan Polri dan TNI hanya bersifat mengamankan perjalanan Pemilukada dan proses tahapan pemilukada sudah berjalan dengan baik tanpa ada kendala.

Saat ditanyakan apakah ada tehnik khusus yang dilakukan Pihaknya dalam mengamankan Pemilukada, hingga berjalan dengan sukses dan kondusif, MantanKepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya itu menjelaskan bahwa tidak ada tehnik khusus. Hanya saja pihaknya mengutamakan pencegahan, "Lebih baik mencegah daripada mengobati, intinya saya lebih banyak melakukan tehnik pencegahan," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Kamis, 03 Oktober 2013

Dinas Kesehatan Lampura Tak Berencana Pecat 2 Dokter Spesialis Yang Kerap Mangkir Kerja

Kotabumi Lampung Utara. Dinas Kesehatan Lampura Tak Berencana Pecat 2 Dokter Spesialis Yang Kerap Mangkir Kerja. 2 dokter spesialis tersebut adalah Bily Zukyawan yang bertugas sebagai dokter spesialis radiologi dan Farida Nurhayati sebagai dokter spesialis telinga, hidung dan telinga (THT). Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Natalia Manan, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil dua dokter spesialis tersebut untuk diminta ketegasannya dalam mengabdi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Sebab, pendidikan spesialis dua oknum dokter ini dibiayai oleh pemkab setempat.
RSUD Ryacudu. Kotabumi Lampung Utara
Diskes Lampura Takkan Pecat 2 Dokter Spesialis yang Acap Mangkir Kerja

Dinas Kesehatan Lampung Utara segera memanggil dua dokter spesialis yang kerap mangkir kerja di Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi. Keduanya, yakni dokter spesialis radiologi Bily Zukyawan dan dokter spesialis telinga, hidung dan telinga (THT) Farida Nurhayati. "Secepatnya akan kita panggil mereka," kata Kepala Dinas Kesehatan Maya Natalia Manan di kantor pemkab setempat, Selasa (1/10/2013).

Maya menjelaskan, dalam pertemuan yang akan datang, pihaknya juga akan melibatkan Inspektorat Lampung Utara. Dalam pertemuan itu, pihaknya bakal meminta ketegasan keduanya, apakah masih ingin mengabdi kepada Pemkab Lampung Utara atau tidak. "Nanti (dalam pertemuan) kita akan tunjukan surat perjanjian yang telah dibuat, karena mereka kan sudah punya perjanjian kerja. Harusnya, mereka mengikuti apa yang sudah jadi ketentuan. Mereka kan sudah dipermudah," ujar dia.

Mantan direktur RS Ryacudu ini juga mengaku takkan memecat kedua dokter tersebut, lantaran biaya sekolah spesialis keduanya menggunakan biaya pemkab. Meski demikian, pihaknya tidak akan menghalangi langkah keduanya jika ingin berhenti dari pekerjaannya, asalkan keduanya mengembalikan biaya sekolah spesialisnya yang telah dikeluarkan pemkab sebanyak sepuluh kali lipat. "Ada prosedur dalam pemecatan. Mereka itu kan dibiayai pemkab. Kalau dipecat, otomatis segala sesuatu juga selesai, dan kita tidak ingin itu terjadi. Tapi, jika mereka mau berhenti, mereka harus kembalikan seluruh dana yang dikeluarkan," tambah Maya.

Diberitakan sebelumnya, dokter spesialis radiologi Bily Zukyawan dan dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) Farida Nurhayati, yang bekerja di Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, diduga jarang masuk kerja. Padahal berdasarkan perjanjian, keduanya masuk kerja selama dua kali dalam sebulan. Direktur RSU Ryacudu Kotabumi dr Septi Dwi Putra ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut mantan sekretaris diskes ini pihaknya berencana mengeluarkan kedua dokter yang sekolah spesialisnya dibiayai anggaran daerah pemkab setempat itu. "Saya sudah mengambil sikap keluarkan. Mending saya ambil yang baru daripada jadi duri dalam daging," tuturnya sesaat sebelum menghadiri rapat di ruang rapat kantor pemkab setempat, Kamis (26/9/2013).

Septi menyatakan tindakan keduanya itu sudah tidak dapat ditoleransi karena membawa dampak bagi pelayanan kesehatan di RS yang dipimpinnya. Selain itu, polah keduanya juga sempat menjadi sorotan Komite Medik RS Ryacudu, Kotabumi.

lampung.tribunnews.com