Cari di Blog Ini

Rabu, 31 Juli 2013

948 RTSM Abung Surakarta Lampura Terima Bantuan PKH

Kotabumi Lampung Utara: Berlokasi di Kantor Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara, sebanyak 948 RTSM dari wilayah setempat telah menerima pembagian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada hari Senin, 29 Juli 2013. Ini merupakan pembagian yang kedua pada tahun 2013 ini. Sebelumnya, pada bulan Juni 2013 lalu, para RTSM tersebut telah menerima bantuan PKH di tempat yang sama.
Pembagian PKH. Kotabumi Lampung Utara
948 RTSM Antri Ambil Bantuan PKH

Sebanyak 948 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang berasal dari sejumlah Desa di Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), rela mengantri demi untuk mengambil dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), yang ke dua di tahun 2013. Pembagian dana bantuan tersebut di gelar di Kantor Kecamatan Abung Surakarta, Senin (29/7/2013). Muhammad Samsi Doha selaku kordinator PKH Kecamatan Abung Surakarta, mengatakan bahwa jumlah pendapat bantuan PKH Kecamatan Abung Surakarta, yang di peruntukan kepada RTSM sebanyak 984 KK, yang berasal dari sejumlah Desa, di Kecamatan Setempat.

Dia juga mengatakan pembagian dana tersebut merupakan pembagian kedua. Sebelumnya dibagikan pada bulan Juni 2013 dan di tempat yang sama yakni di kantor Kecamatan Abung Surakarta, Lampuara. Pembagian ini juga berjalan dengan tertib dan lancar, meski memang terjadi penjubelan masyarakat yang mengantri, namun panitia bisa mengatasi dan menertibkan jalannya pembagian hingga bisa berjalan dengan lancar.

Samsi mengatakan bahwa jumlah nominal uang bantuan bervariasi, tergantung kategori atau jumlah anak. Untuk ibu hamil dan yang mempunyai balita jumlah bantuannya sebesar Rp 1 juta, untuk yang mempunyai anak yang masih SD mendapatkan Rp 500 ribu, dan yang mempunyai anak SMP mendapatkan sebesar Rp 1 juta. Bantuan tersebut untuk satu tahun, dan di bagikan 4x dalam setahun, dan Jumlah bantuan dana PKH itu meningkat yakni Rp 200 ribu per anak.

Dia juga menjelaskan lebih lanjut mengenai PKH, adalah program pemerintah melalui Kementrian Sosial yang bertujuan untuk menuntaskan kemiskinan, demi kesejahteraan rakyat, dan bantuan ini di ambil dari anggaran negara. Program ini di rencanakan berjalan sampai tahun 2018, dan jika program ini berjalan dengan baik, maka program ini akan berjalan terus pungkasnya,

www.mytrans.co.id

Menghemat Anggaran, Tak Ada Pembagian THR Untuk PNS Dan Honorer Pemkab Lampura

Kotabumi Lampung Utara: Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Honorer Pemerintahan Kabupaten Lampung Utara dipastikan tidak mendapatkan THR pada Lebaran tahun 2013 ini. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Rifki Wirawan, pada hari Selasa, 30 Juli 2013. Tidak adanya pembagian THR ini dilakukan agar tak menjadi beban anggaran bagi pemkab.
Kantor Bupati. Kotabumi Lampung Utara
PNS Lampura Tidak Mendapatkan THR

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai honorer di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) dipastikan tidak akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau sejenisnya. "Tidak ada anggarannya untuk THR secara khusus di dalam APBD kita. Tapi kalau secara umum kemungkinan akan dialokasikan melalui masing-masing satker," ujar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampura, Rifki Wirawan, di ruang kerjanya, Selasa (30/7/2013).

Mantan Inspektur Tanggamus ini menambahkan, untuk jumlah PNS di Lampura jumlahnya mencapai 10 ribu lebih ditambah pegawai honorer. "Tentunya jika dianggarkan secara khusus, maka akan membebani anggaran daerah," lanjut Rifki.

Sekkab juga meminta segenap PNS di lingkungan Pemkab Lampura untuk melaksanakan tugas seperti biasanya terlebih pasca libur panjang Idul Fitri 1434 H. "Untuk cuti bersama akan dimulai Senin (5/8/2013) dan masuk kerja kembali Senin (12/8/2013). Sebagai Ketua Korpri dan pembina PNS saya tegaskan agar tidak menambah hari liburnya dan jika itu terjadi tentu ada konsekwensinya," tambah Sekkab seraya menyatakan untuk sanksi akan menyesuaikan.

lampung.tribunnews.com

Warga Adukan Kepala Desa Atas Tuduhan Pemotongan Dana BLSM

Kotabumi Lampung Utara: Warga Adukan Kepala Desa Atas Tuduhan Pemotongan Dana BLSM. Sekitar 50 orang warga Dusun Sukamarga, Bindu, Abungkunang, Lampung Utara menemui anggota DPRD Lampura untuk mengadukan kepala desanya yang diduga melakukan pemotongan pembagian dana BLSM. Setiap warga penerima BLSM dipotong sebesar Rp 20.000 dari yang seharusnya diterima.
Diduga Potong Dana BLSM, Kades Diadukan

Puluhan warga Dusun Sukamarga, Bindu, Abungkunang, Lampung Utara, mendatangi kantor DPRD daerah setempat, Senin (29/7/2013), sekitar pukul 10.00. Mereka mengadukan dugaan kasus pemotongan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Mereka meminta wakil rakyat di DPRD Lampung Utara itu untuk mengawal proses hukum oknum kepala Desa Bindu berinisial IL, yang sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Lampung Utara, lantaran diduga melakukan pemotongan dana BLSM sebesar Rp20 ribu untuk masing-masing warga penerima bantuan dana tersebut.

Rombongan yang diperkirakan berjumlah 50 orang tersebut diterima langsung Pjs. Ketua Dewan DPRD Lampung Utara Herwan Mega dengan sejumlah anggota lainnya. Kemudian, warga yang datang ke kantor itu melakukan dialog di ruangan rapat kantor DPRD setempat. Dalam dialog yang digelar, M. Anas selaku perwakilan warga mengungkapkan pada 16 Juli 2013, sekitar 125 warga mengambil dana BLSM di kantor pos. Setelah itu, oleh oknum kadesnya dana tersebut dipotong Rp20 ribu/warga tanpa adanya kesepakatan dan alasan yang jelas. Lalu, di desa tersebut, lanjut Anas, terdapat 34 BLSM warga tidak diserahkan oleh oknum kadesnya. Padahal, dari keterangan pihak Kantor Pos Abung Barat, seluruh BLSM di Desa Bindu sudah diambil oleh oknum kadesnya. "Persoalan ini sebenarnya sudah kami laporkan ke polisi dan kami mengharapkan agar bapak anggota Dewan untuk ikut mengawal permasalahan ini," kata Anas seraya menyebutkan jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan warga akan bertindak anarki.

Hal yang sama diungkapkan warga lain, Joni (32). Dirinya tidak mengharapkan lagi bantuan tersebut. "Yang terpenting oknum kades kami itu bisa diproses sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Herwan Mega berjanji pihaknya akan memantau proses hukum yang dilakukan polisi. "Kami akan segera menggelar rapat untuk secepatnya memanggil oknum Kades itu," kata Herwan.

Usai berdialog dengan anggota legislatif, para warga langsung bertolak ke Polres Lampura. Di kantor Malpores setempat, mereka diterima langsung oleh Kabag Ops. Polres Lampung Utara Kompol M. Sahirul A Rambe dan Kanit Tipite Iptu Supriyanto. Kabag Ops. menjelaskan laporan warga yang masuk ke polres sudah dalam tahap penyelidikan. "Kasusnya sedang diproses. Kami harapkan agar warga dapat bekerja sama untuk memberikan keterangan jika dibutuhkan polisi."

Data yang dihimpun, pembagian BLSM di Dusun Sukamarga, Bindu, Abungkunang, Lampung Utara, diduga bermasalah. Hal itu diketahui adanya pembagian bantuan untuk masyarakat kurang mampu itu dilaporkan oleh warga ke polres setempat.

lampost.co

Selasa, 30 Juli 2013

Untuk Menjadi Kaya Dibutuhkan Kapasitas Psikologis Yang Besar

Kotabumi Lampung Utara: Untuk bisa menjadi orang yang kaya raya, seseorang harus memiliki kapasitas psikologis yang besar. Dalam benaknya bukan hanya berfikir tentang cara mendapatkan uang dalam hitungan jutaan rupiah, tapi triliunan rupiah. Orang yang tidak punya bakat menjadi orang kaya biasanya tidak memiliki kemampuan psikologis seperti itu. Mereka tidak akan mampu membayangkan risiko, tanggungjawab, dan cara atau kerja keras untuk menghimpun uang hingga dalam hitungan triliunan rupiah. Sebuah tulisan bagus yang disusun oleh Hasan Zein Mahmud mencoba membahas masalah ini.
Sejahtera. Kotabumi Lampung Utara
Kaya Itu State of Mind
Oleh: Hasan Zein Mahmud (Tim Ekselensi Learning Center dan Staf Pengajar pada KWIK KIAN GIE School of Business)

Ya, kaya itu state of mind. Kalimat itu saya baca pertama kali pada buku Robert G. Allen, Creating the Wealth. Ketika saya membaca bukunya yang lain, Multiple Streams of Income and The One Minute Millionaire, kalimat itu saya temukan lagi. Walau terlambat, akhirnya makna kalimat itu bisa saya mengerti. Itu setelah saya memasuki usia purna tugas pada umur menjelang 60 tahun, persis pada saat saya harus menghadapi flows of income yang berhenti, sementara flows of expenses yang belum kunjung mengecil. Kita selalu cenderung mengukur kekayaan itu dari jumlah asset atau harta yang dimiliki oleh seseorang. Padahal harta adalah hasil dari state of mind. Ibarat pohon, harta adalah buah, sementara sumber yang menentukan kualitas buah, sebenarnya adalah akar.

Mengubah paradigma memang tak mudah. Sebagai up bringing moslem, saya selalu meyakini bahwa rizki disediakan oleh Tuhan yang maha kuasa. Terlebih lagi saya sering, secara keliru, diajarkan bahwa mengejar kekayaan itu merupakan penjelmaan sifat serakah. Setelah pensiun, kondisi "terpaksa" menggiring saya lebih banyak membaca buku buku tentang bagaimana membuat perencaan keuangan. Usia senja juga memotivasi saya untuk lebih banyak membaca buku buku agama. Dari situ saya berusaha untuk memrogramkan kembali pengertian saya yang hanya sepotong-sepotong, baik dalam ilmu agama, maupun dalam ilmu perencanaan keuangan, terutama dengan membaca makin banyak artikel di bidang ini.

Pertama, kini saya meyakini bahwa menjadi kaya bukan perbuatan tercela, tentu saja sepanjang kekayaan itu diperoleh secara halal di jalan Allah. Agama saya mengajarkan bahwa tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah. Agama saya mengajarkan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum (tentu juga nasib seorang manusia) bila kaum (dengan demikian juga individu yang bersangkutan) itu tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri. Agama saya juga mengajarkan bahwa sedekah itu mulia, dan kekayaan yang halal membuka peluang untuk berjihad di jalan Allah.

Kedua, saya mulai mengubah paradigm yang cenderung menilai karya dengan pendekatan "the end results that count". Akhirnya saya juga setuju dengan T. Harv Eker yang menuliskan perjalanan hidupnya dalam bukunya Secrets of the Millionaire Minds bahwa the most important ingredient to the success is the state of minds. Eker mengatakan bahwa setiap orang memiliki di bawah sadarnya semacam financial blueprint, yang merupakan produk dari nilai nilai yang diperoleh dan dipegangnya selama perjalanan hidupnya.

Mengambil formula psikologis, Eker mengatakan bahwa kondisi bawah sadar akan menentukan cara seseorang berpikir, cara berpikir akan menuntun perasaan, perasaan akan menggerakkan aksi dan aksi menentukan hasil. Thoughts lead to feelings. Feelings lead to action. Actions lead to results. Oleh karena itu, Eker menganjurkan pembacanya untuk memprorgam kembali bawah sadar, agar proses selanjutnya juga berubah. Your new programming leads to new thoughts.

Dengan cara pandang itu, saya mulai mencoba memahami kenapa seorang teman yang mendapat gelar doktor di bidang keuangan, dan telah belasan tahun menjadi professor yang mengajar displin keuangan, tokh kinerja keuangan pribadi dan keluarganya biasa-biasa saja. Sementara itu, beberapa mahasiswanya yang indeks akademisnya biasa-biasa saja, sangat sukses dalam mengakumulasikan kekayaan. Dan dengan cara pandang itu, saya juga mulai melakukan program ulang cara pandang saya sendiri terhadap kekayaan. Boleh jadi dengan umur menjelang 62 tahun, peluang saya untuk mengakumulasikan kekayaan sudah amat terbatas, tapi paling tidak saya bisa menjalani usia pensiun saya dengan kemerdekaan finansial.

Ternyata dibutuhkan kapasitas psikologis untuk menjadi kaya. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan bantuan orang lain, cenderung menderita sindrom ketidakmampuan. Mereka tidak percaya bahwa tanpa uluran tangan dalam bentuk bantuan materi dari orang lain, mereka bisa menjalani kehidupan dengan layak. Orang-orang seperti saya yang seumur hidup menghabiskan waku sebagai pegawai, walaupun dengan jabatan eksekutif puncak, kapasitas psikologs saya tetap saja berputar-putar dalam nilai uang puluhan juta setiap bulan. Seorang yang mempersiapkan dirinya sebagai pengusaha, berpikir dalam nilai triliunan, kalaupun suatu saat dia gagal, obsesi untuk mengakumulasikan kekayaan tidak pernah surut.

Bayangkan sebatang pohon buah. Nilai pohon tersebut selalu dikaitkan dengan buah yang dihasilkannya. Buah buah itu terlihat di dahan dan ranting-ranting yang tinggi. Kita cenderung lupa bahwa untuk menghasilkan buah yang baik, pohon tersebut harus memiliki akar yang sehat dan kokoh. Yang disebut belakangan itu, terhujam di dalam tanah, dan tak kelihatan. Buah yang sudah tergantung ranum di dahan, kualitasnya tidak lagi bisa diubah. Kita harus mengubah kualitas akar untuk memperbaiki buah pada musim panen yang akan datang.

Eker menyebut buah yang dihasilkan pohon itu sebagai outer law, dan kondisi akarnya sebagai inner law. Pengetahuan ekonomi dan bisnis yang dimiliki oleh sang professor doktor adalah outer law, demikian juga dengan money management dan investment strategies yang diajarkannya kepada para mahasiswa adalah outer law. Apa yang dia tidak punya adalah inner law, kapasitas psikologis untuk menjadi kaya.

Kembali berbicara tentang diri sendiri, selama 30 tahun saya mengajar disiplin yang berkaitan dengan analisis investasi. Tapi posisi saya sebagai pegawai di sektor keuangan dan investasi, tidak memberi saya ruang untuk ikut aktif menjadi pemain. Baru setelah pensiun saya mulai aktif melakukan investasi di bursa saham. Ibarat orang yang selama ini mengetahui dengan lengkap teori tentang berenang tapi belum pernah nyebur ke kolam, sekarang saya tahu bahwa belajar renang tidak bisa dilakukan dengan hanya membaca buku dan menghapal teori.

Menghitung risiko tidak indentik dengan memikul risiko. Bersamaan dengan kegiatan nyebur ke kolam paradigma kita tentang berenang akan mengalami program ulang. Lewat tulisan ini saya ingin menyeru: "Kalau Anda ingin menjadi kaya, mulailah menyusun perencanaan keuangan sejak dini. Mulailah melakukan investasi sejak dini. Bersamaan dengan itu kita memperbaiki paradigm kita tentang bagaimana menjadi kaya...."

www.bisnis.com

Senin, 29 Juli 2013

350 Prajurit Kodim 0412 Lampura Dikerahkan Untuk Amankan Arus Mudik Lebaran 2013

Kotabumi Lampung Utara: Menurut Komandan Kodim 0412 Lampung Utara, Letkol Inf. Ayi Lesmana, pihaknya mengerahkan 350 prajurit yang akan mengamankan sejumlah jalan yang dilalui oleh para pemudik Lebaran tahun 2013 ini. Ayi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kimal (Pemukiman Angkatan Laut) Lampung Utara untuk membantu Polres Lampura dalam kegiatan pengamanan arus mudik Lebaran tahun 2013 ini.
Tugu Payan Mas. Kotabumi Lampung Utara
Amankan Arus Mudik, 350 Tentara Diturunkan

Kodim 0412 Lampung Utara (Lampura) menurunkan 350 personel untuk membantu mengamankan arus mudik dan balik 2013. Anggota TNI ini akan menempati pos-pos yang sudah ditentukan bersama Polres Lampura. Dandim 0412 Letkol Inf. Ayi Lesmana mengatakan, personel TNI itu berasal dari kodim, Kompi 143, serta koramil. "Kami juga akan berkoordinasi dengan Kaprokimal untuk bisa membantu Polri," kata Ayi.

Sebelumnya, Polres Lampura juga mengerahkan kekuatan untuk mengamankan arus mudik dan balik. Salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2013. Polres Lampura juga menempatkan sniper (penembak jitu) di beberapa titik. "Dalam Operasi Ketupat, akan didirikan empat poskotis dan satu pos pelayanan (posyan)," kata Kapolres Lampura AKBP Helmi Santika.

Poskotis tersebut ada di Desa Blambanganpagar, Simpang Propau, Bernah, Abungpekurun, dan Bukitkemuning. Sedangkan pos pelayanan berada di perempatan Tugu Payan Mas. Setiap pos pengamanan diisi oleh sembilan personel gabungan. "Kami juga akan melaksanakan patroli jalan kaki ke sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan," paparnya.

Terpisah, Polres Tanggamus mendirikan delapan pos pengamanan yang melibatkan 130 personel. Tujuh di antaranya berada di jalan lintas barat (jalinbar). Pada Jumat (26/7/2013), Kasatlantas Polres Tanggamus AKP Ikrar Potawari, S.H. bersama Kapolsek Pringsewu Kompol Hepi Hasasi memantau arus lalu lintas dan pendirian pos pengamanan Pringsewu. "Pos pengamanan didirikan di jalur keramaian agar lebih memudahkan pemantauan keamanan dan pelayanan kepada pemudik," kata Ikrar.

www.radarlampung.co.id

KPUD Lampura Redam Isu Tentang Dukungan Parpol Kepada Bakal Calon Pasangan Pilkada 2013

Kotabumi Lampung Utara: Beredarnya isu tentang adanya bakal calon pasangan peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lampung Utara yang tidak mendapatkan dukungan hingga angka 15% dari partai politik telah dibantah oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Utara (Lampura), Marthon. Mengenai lolos atau tidaknya masing-masing bakal calon pasangan yang akan menjadi peserta Pilkada Lampung Utara 2013 akan diumumkan pada tanggal 1 Agustus 2013.
Pilakda 2013. Kotabumi Lampung Utara
KPUD Lampura Bantah Isu TMS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Utara (Lampura), membantah keras isu yang menyatakan bahwa pasangan Riza Pahlevi-Ruslan Efendi (RR) dan Pasangan Kesuma Dewangsa-Supeno (Kedeso), dianggap tidak memenuhi dukungan partai politik sebanyak 15 persen dan tidak dapat lagi mengikuti kompetensi berikutnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 19 September 2013 mendatang. "Isu dari mana ini? Kita belum tahu adanya isu itu. Sampai saat ini kami belum masuk tahapan penetapkan mereka. Kita tunggu saja hasilnya 1 Agustus nanti ya," ujar Ketua KPUD Lampura, H. Marthon di ruang kerjanya, seusai rapat internal.

Pihaknya berharap, agar masyarakat Lampura jangan sekali-sekali mempercayai adanya informasi atau bahkan adanya isu yang menyatakan RR dan Kedeso tidak lolos, karena KPU Lampura sendiri hari ini baru menyelesaikan rapat internal guna membahas perbaikan dukungan parpol kepada Bakal Calon Kepala Daerah (Balonkada) yang akan maju nanti. "Hari ini, pihaknya baru akan menyampaikan hasil perbaikan kepada Balonkada melalui LO masing - masing, pokoknya isu tersebut tidak benar, tunggu waktunya saja ya," jelasnya.

Diakuinya, memang pada saat masa setelah pihaknya melakukan Verifikasi Faktual (Vertual) beberapa waktu lalu, ada beberapa parpol yang merubah dukungannya terhadap Balonkada, seperti contoh partai A sahnya kemana, partai B sahnya kemana dan seterusnya. "Pokoknya hasil tersebut sudah dipegang oleh balonkada masing-masing melalui LO dan mereka tidak diperkenakan lagi memperbaiki dukungan parpol tersebut karena sudah kita tutup tanggal 4 Juli 2013 lalu," kata Marthon.

Untuk diketahui, saat massa pendaftaraan calon kepala daerah lalu, dimana Pasangan RR mendaftarkan diri pada KPU setempat Rabu (5/6/2013) sekira pukul 09.00 Wib, dengan diusung Partai Golkar yang berkoalisi dengan lima partai non parlemen yakni Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Kebangkitan Nahdatul Ulama (PKNU), Partai Karya Republik (PAKAR), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), dan Partai Barisan Nasional (PBN).

Sementara pasangan Kedeso mendaftarkan diri ke KPU pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 Wib, dengan diusung satu partai parlemen yakni Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) dan berkoalisi dengan 19 partai non parlemen yang terdiri dari partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), PNI Marheinisme, Partai Pelopor, Partai Patriot, Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI), Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai Persatuan Nasional (PPN), Partai Kebangkitan Nahdatul Ulama (PKNU), Partai Karya Perjuangan (PKP), Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Demokrasi Pembaharuan, Partai Barisan Nasional (BBN), Partai Serikat Indonesia (PSI),Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Partai Persatuan Nahdatul Ulama Indonesia (PPNUI), Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan), dan Partai Kedaulatan.

Dari parpol yang memberikan dukungan tersebut terdapat lima parpol yang memberikan dukungan ganda yaitu, PPPI, Partai Barnas, PKNU, PPBI dan Pakar Pangan. Dari lima parpol tersebut, 4 parpol memberi dukungan ganda kepada RRR dan Kedeso. Sedangkan satu parpol lagi PPPI memberi dukungan kepada Zainal Abidin – Ansyori Djausal (ZA) dan Kedeso. Namun dalam hal ini, RR dan Kedeso lah yang perlu dilakukan pemeriksaan dengan seksama, karena pasangan ZA meskipun tidak didukung PPPI kuota persentase kursi maupun suara lebih dari cukup.

www.mytrans.co.id

KPUD Lampura: DPS Pemilu 2014 Sudah Tidak Ada Masalah

Kotabumi Lampung Utara: Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Utara, Marthon, mengatakan bahwa Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 Kabupaten Lampung Utara sudah tidak lagi mengalami masalah. DPS Pemilu 2014 Kabupaten Lampung Utara tersebut sudah bisa diakses secara online melalui internet.
Pemilu 2014. Kotabumi Lampung Utara
Tidak Ada Sanggahan, KPU Lampura Sampaikan Data DCS

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Utara menyampaikan data daftar calon sementara anggota legislatif Tahun 2014, kepada leasing offiser (LO), partai politik (Parpol) di Wilahnya setempat dalam pertemuan yang digelar di Aula KPU setempat, Sabtu (28/7/2013). Peyampaian data ini setelah KPU Lampung Utara memastikan sampai batas waktu terakhir sebagai mana yang ditetapkan tidak ada sanggahan dari masyarakat mengenai Baleg tersebut. "Sampai hari ini, kita tidak menerima sanggahan dari masyarakat mengenai bakal calon legislatif dari seluruh parpol yang ada," ujar Marthon Ketua KPUD Lampura dalam pertemuan itu.

Dia juga mengatakan, selama masa sanggah pihaknya hanya menerima satu SMS saja, "Saat dihubungi nomor tersebut tidak aktif lagi dan kita anggap hal itu sebagai surat kaleng. Sebab kita akan proses laporan tersebut jika pelapor menyertakan bukti dan identitas mereka secara lengkap," ujarnya.

Mengenai hal itu, pihaknya tidak akan menindak lanjuti surat yang tidak bertuan tersebut. Terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang tidak bisa diakses dan dianggap carut marut selama ini, dengan tegas Marthon mengatakan bahwa DPS secara manual tidak bermasalah. Namun secara Sidali ada masalah dikarenakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diserahkan Pemerintah Daerah beberapa waktu lalu bukan NIK pusat melainkan NIK lokal yang mengakibatkan data yang kita unggah tidak dapat diterima oleh pusat karena NIK tersebut tidak diakui oleh pusat. "Tapi sekarang alhamdullah DPS telah bisa diakses semua sebab Pemerintah Pusat telah menyerahkan NIK sehingga baik secara manual dan eletronik DPS kita tidak ada masalah." terangnya.

lampost.co

Sabtu, 27 Juli 2013

KONI Lampura Optimis Masuk 5 Besar POR Provinasi Lampung 2013

Kotabumi Lampung Utara: Komite Olah Raga Indonesia (KONI) Lampung Utara bersikap optimis bahwa pada Pekan Olah Raga (POR) Provinsi Lampung 2013 bakal masuk ranking minimal 5 besar. Target ini diungkap oleh Jumi'ah yang menjabat sebagai Ketua KONI Lampung Utara. Untuk memantapkan pencapaian target tersebut, KONI Lampung Utara telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Lampura untuk menjaring para calon atlit muda.
Stadion Sukung. Kotabumi Lampung Utara
KONI Jaring Atlit Muda

Ketua Komite Olah Raga Indonesia (KONI) Lampung Utara (Lampura) Jumi'ah mengatakan, untuk tahun 2012 sudah dirapatkan kepada pengurus cabang KONI se-Lampura, mengenai usaha peningkatan di semua cabang olah raga. "Rata-rata cabang olahraga baru mendapat perak di setiap pertandingan, Namun saya optimis pada pertandingan selanjutnya akan mendapat medali emas," ujarnya, Selasa (23/7/2013).

Buk Jum, sapaan akrab Jumi’ah, berharap Kabupaten tertua di Lampung ini bisa meraih prestasi di bidang olahraga minimal 5 besar. "Saya mohon doanya, supaya Porprov di Lamsel bulan Desember mendatang Lampura bisa meraih medali emas," harapnya.

Ia menambahkan, KONI Lampura sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Lampura untuk mengadakan pertandingan olahraga. "Tujuannya adalah sebagai langkah penjaringan atlet muda Lampura," terangnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah untuk membantu KONI memajukan olahraga. Agar Lampura bisa bersaing dengan kabupaten lainnya. "Kita berharap dalam bidang olahraga nama Lampura akan kembali baik prestasinya," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Asisten-II Pemkab Lampura Soroti Kinerja Dinas Tata Kota Dan Dinas Pekerjaan Umum

Kotabumi Lampung Utara: Asisten-II Pemkab Lampura Soroti Kinerja Dinas Tata Kota Dan Dinas Pekerjaan Umum. Opini publik tentang kinerja kedua instansi tersebut dilontarkan oleh Asisten II Pemkab Lampung Utara, Hi. Azwar Yazid, M.M. pada Kamis 25 Juli 2013 lalu. Pejabat tersebut beranggapan bahwa semrawutnya penempelan atribut calon pilkada, banyaknya tumpukan sampah yang belum diangkut ke tempat pembuangan akhir, pembangunan marka jalan yang asal jadi, merupakan tanggungjawab yang dilalaikan oleh Dinas Tata Kota dan Dinas Pekerjaan Umum.
Distako dan PU Dikritik

Pemkab Lampung Utara menyorot kinerja Dinas Tata Kota (Distako) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. Pasalnya, kedua dinas ini dinilai tidak becus dalam melaksanakan tugas. "Banyak banner, spanduk, baliho, dan alat peraga kampanye milik balonkada dan bacaleg semrawut serta terkesan merusak keindahan kota," ujar Asisten II Pemkab Lampung Utara Hi. Azwar Yazid, M.M. Kamis (25/7/2013).

Selain itu, Azwar juga menyinggung sampah yang tak terangkut di titik-titik tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, sehingga menimbulkan banyak keluhan di sana-sini. "Bahkan saya pernah sidak bersama para wartawan dan melihat langsung tumpukan sampah tak terangkut di perempatan SMAN 1 Kotabumi dan Pasar Pagi Kotabumi. Tepatnya Jalan Triodeso," jelasnya.

Untuk Dinas PU banyak keluhan masyarakat jika Islamic Center Kotabumi di Ramadan ini tutup karena saat malam hari gelap gulita sehingga menimbulkan kesan angker dan sebagainya. "Seharunya saat bulan suci Ramadan kita aktifkan semua kegiatan keagamaan di Islamic Center supaya bisa terlihat oleh publik kegiatan keagamaannya. Ini kan tidak, bahkan masih ada bagian bangunan di Islamic Center yang belum selesai dibangun," jelas mantan Kepala Distako dan PU Lampura ini.

Belum lagi, masalah marka jalan tempat lokasi berdirinya patung ARPN (Alamsyah Ratu Perwira Negara) yang hingga kini pembangunannya terkesan asal jadi. Sehingga, tak memperhitungkan diameter lingkar taman tempat patung didirikan. Karena itu, lanjut Azwar, pihaknya dalam waktu dekat ini akan memanggil kedua dinas ini untuk mengoptimalisasikan kinerja masing-masing Satker.

www.radarlampung.co.id

Kamis, 25 Juli 2013

Tim Penembak Jitu Siaga Incar Pelaku Begal Di Jalan Lintas Tengah

Kotabumi Lampung Utara: Sejumlah penembak jitu disiagakan di sepanjang jalan lintas tengah oleh Polres Lampung Utara. Para penembak jitu tersebut tak akan segan melepaskan tembakan dengan sasaran para pelaku kejahatan begal dan tindak kriminal lainnya yang disinyalir kerap beraksi di kawasan jalan lintas tengah di Kabupaten Lampung Utara tersebut. Selain tim penembak jitu, Polres Lampura juga mengerahkan tim gabungan untuk mengamankan arus mudik Lebaran yang akan dimulai minggu depan.
Penembak Jitu. Kotabumi Lampung Utara
Polres Lamspura Terjunkan Penembak Jitu di Jalinteng

Menghadapi arus mudik Lebaran pekan depan, Polres Lampung Utara akan menerjunkan penembak jitu (sniper) di sejumlah lokasi rawan tindak kejahatan, khususnya di sepanjang jalan lintas tengah (Jalinteng) yang kerap terjadi aksi begal. "Para penembak jitu yang disiagakan tersebut bertugas melakukan pengamanan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan tindak kejahatan, khususnya aksi pembegalan bagi pemudik yang akan melintasi wilayah Lampung Utara," kata Kapolres Lampung Utara AKBP Helmy Santika, Selasa (23/7/2013).

Selain itu, pihaknya juga membentuk tim gabungan yang terdiri dari anggota Polres Lampung Utara dan polsek. Dari data yang ada, diketahui empat lokasi rawan aksi pembegalan, yakni di jalan raya Kecamatan Abung Timur dan Kotabumi Utara. Khusus untuk Jalinteng, mulai dari perbatasan Lampung Tengah—Lampung Utara—Tugu Bundaran Kotabumi—Kecamatan Kotabumi Selatan—Abungkunang—Abung Barat. "Anggota (penembak jitu, red) yang diterjunkan itu akan bertindak tegas dengan cara melumpuhkan pelaku tindak kejahatan dengan mengutamakan prosedur yang ada," kata dia.

Untuk persiapan pengamanan arus mudik Lebaran pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait. Hal itu untuk mengantisipasi tidak adanya penerangan jalan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan tersebut. "Salah satu faktor para pelaku tindak kejahatan leluasa melakukan aksi di jalan raya karena lampu jalan tidak ada. Selain itu, kondisi jalan raya yang rusak," ujarnya.

Helmy Santika mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda empat dan roda dua, yang ingin melintasi wilayah Lampung Utara harap berhati-hati. "Apabila ragu melintasi pada malam hari, diharapkan beristirahat atau singgah di sejumlah pos pengamanan yang akan didirikan, serta di kantor polsek saat menjelang mudik Lebaran nanti," kata dia.

lampost.co

Gelombang Suara Untuk Tingkatkan Hasil Panen Tanaman Holtikultura

Kotabumi Lampung Utara: Penggunaan gelombang suara frekuensi tinggi yang digunakan saat dilakukannya penyemprotan nutrisi berupa pupuk daun pada tanaman holtikultura ternyata bisa makin meningkatkan hasil panen hingga 200%. Teknologi peningkatan hasil panen tanaman holtikultura dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi ini diberi nama Audio Bioharmonic System dan dikembangkan oleh tim Universitas Negeri Yogyakarta.
Kebun Bawang. Kotabumi Lampung Utara
Petani bawang dilatih audio bioharmonic system

Universitas Negeri Yogyakarta memberikan pelatihan "audio bioharmonic system" kepada petani bawang di Desa Tirtomulyo, Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk meningkatkan hasil panen komoditas itu. "Audio Bioharmonic System adalah cara pemupukan daun dengan pengabutan larutan pupuk yang mengandung trace mineral yang digabungkan serentak bersama gelombang suara berfrekuensi tinggi," kata instruktur pelatihan Nur Kadarisman di Yogyakarta, Selasa (23/7/2013).

Menurut dia, konsep kerja teknologi ini adalah penyemprotan nutrisi yang berupa pupuk daun dengan memakai bantuan pemasangan generator penghasil gelombang suara. "Keduanya digabungkan sehingga menjadi dua aktivitas yang bekerja sinergis, harmonis, dan saling mendukung sehingga mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis," kata dosen Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas MIPA UNY itu.

Ia mengatakan, "Audio Bioharmonic System" berawal dari mitos yang berkembang di masyarakat bahwa apabila tanaman yang sedang mereka kerjakan terdapat suara-suara binatang seperti jangkrik, orong-orong, kinjeng tangis, dan garengpung hasil panennya akan berlimpah. Berdasarkan penelitian berjudul "Spektrum Bunyi Binatang Alamiah Sebagai Local Genius untuk Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tanaman Holtikultura" menunjukkan hasil yang mengembirakan karena dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas beberapa tanaman holtikultura. "Penelitian tersebut menggunakan teknologi gelombang suara jangkrik, kinjeng tangis, dan garengpung untuk menyuburkan tanaman menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi antara 3.500 Hz hingga 5.000 Hz dan dipadu nutrisi organik melalui daun," katanya.

Dosen Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas MIPA UNY Agus Purwanto mengatakan, "Audio Bioharmonic System" dapat mempercepat pertumbuhan tanaman baik tinggi maupun diameter batang serta meningkatkan produktivitas hasil panen. Menurut dia, dari pengamatan peneliti terhadap tanaman bawang dan kentang di Pegunungan Dieng dengan kebun seluas 15 hektare, pertumbuhan diameter tanaman dan produktivitasnya bisa meningkat 150-200 persen. "Setelah diadakan pelatihan `Audio Bioharmonic System`, mahasiswa KKN PPM UNY akan mendampingi para petani selama dua bulan untuk menerapkannya pada lahan mereka," katanya.

www.antaranews.com

Rabu, 24 Juli 2013

Jalan Sepanjang 88 Km Akan Dibangun Pemkab Lampura

Kotabumi Lampung Utara: Kabupaten Lampung Utara berencana membangun jalan baru sepanjang 88,78 km dan diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 84.005.786.000. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, anggaran sebesar Rp 84 miliar lebih yang diambil dari APBD tahun 2013 tersebut bukan hanya untuk membangun jalan baru, tapi juga untuk biaya perawatan rutin jalan-jalan yang sudah ada.
Kabupaten Lampung Utara. Kotabumi Lampung Utara
Pemkab Lampura akan Bangun Jalan 88 Km

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) memastikan akan membangun jalan sepanjang 88,78 Kilomter lewat APBD tahun 2013. Pembangunan dipastikan menelan anggaran sebesar Rp 84.005.786.000,-.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampura, Hamartoni Ahadis melalui Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Legiyono mengatakan, pihaknya memastikan akan membangun jalan sepanjang 88,79 km yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura.

"Jumlah itu termasuk pembangunan jalan di dalam kota," ujar Legiyono Selasa (23/7). Dikatakannya, selain pembangunan jalan sepanjang 88,79 km tersebut, dana Rp 84 miliar lebih itu juga dialokasikan untuk pemeliharaan rutin dan periodik .

lampung.tribunnews.com

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Lampura Baru 39,14%

Kotabumi Lampung Utara: Pupuk bersubsidi untuk para petani di Lampung Utara hingga bulan Juni 2013 baru bisa disalurkan kepada petani sebanyak 39,14% dari total kuota 45.549 ton. Data tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara, Sofyan.
Pupuk Bersubsidi. Kotabumi Lampung Utara
Realisasi Pupuk Subsidi di Lampura Baru 9.076 Ton

Hingga bulan Juni, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lampung Utara sebanyak 9.076 ton atau 39,14 persen dari kuota sebanyak 45.549 ton. "Itu data terakhir di Dinas Pertanian dan Peternakan Lampura," jelas Sofyan, Sekretaris Distannak Lampura, Senin (22/7/2013).

Ia merinci, untuk realisasi pupuk urea sebanyak 5,339 ton atau 50,41 persen; pupuk SP-36 sebanyak 383 ton atau 18,33 persen; pupuk ZA sebanyak 1,151 ton atau 106,97 persen. Selanjutnya untuk pupuk NPK sudah disalurkan sebanyak 1,886 ton atau 22,54 persen; dan pupuk Organik sebanyak 317 ton atau 29,65 persen. Penyerapan tersebut, terangnya, berdasarkan kebutuhan petani yang dimasukkan ke dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani. Adapun penyusunannya dilakukan petani dan penyuluh pertanian. Setelah diketahui, maka penyaluran tersebut berdasarkan RDKK. Namun, terusnya, penyampaian RDKK terbagi kedalam dua tahap: kebutuhan bulan Januari hingga Juni dan kebutuhan bulan Juli hingga Desember.

Jika pupuk bersubsidi belum terserap semua untuk kebutuhan Januari-Juni, maka pihak distributor akan melakukan realokasi untuk penyaluran pada tahun berikutnya. "Kita tidak mengetahui apakah jumlah realokasi pupuk bersubsidi di Lampura," katanya.

Sedangkan untuk jumlah kuota pupuk bersubsidi, Kabupaten Lampura menerima sebanyak 46,549 ton pada tahun 2013. Hal ini berdasarkan SK Bupati Lampura nomor : B/330/23-LU/HK/2012 tanggal 17 Desember 2012 tentang penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lampura. Rinciannya, untuk Urea sebanyak 22,197 ton; pupuk SP-36 sebanyak 3,839 ton; pupuk ZA sebanyak 2,088 ton; pupuk NPK sebanyak 15,943 ton; dan Organik sebanyak 2,482 ton.

lampung.tribunnews.com

KPK Belum Terima Laporan Terbaru Data Kekayaan Para Cagub Dan Cawagub Lampung

Kotabumi Lampung Utara: KPK mengaku belum menerima laporan terbaru data kekayaan para calon pasangan yang akan menjadi peserta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung. Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para calon pasangan tersebut yang dimiliki oleh KPK saat ini adalah masih data yang lama yang belum diperbaharui.
KPK. Kotabumi Lampung Utara
KPK: Semua Calon Harta Lama!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum menerima laporan data kekayaan para calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) yang akan bertarung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, data kekayaan tersebut wajib dilaporkan oleh para cagub-cawagub karena itu sudah menjadi salah satu persyaratan untuk menjadi kepala daerah. Prosesnya, kata dia, setelah para cagub-cawagub itu menyerahkan semua data kekayaannya kepada pihak penyelenggara pilkada, yakni KPU Lampung, barulah KPU melaporkannya ke KPK untuk dilakukan verifikasi. "Kami belum terima datanya. Bila telah diterima nanti, KPK akan melakukan verifikasi data itu. Kalau ada yang kurang harus dilengkapi dahulu," kata Johan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/7/2013).

Selanjutnya, kata Johan, setelah KPK melakukan verifikasi data cagub-cawagub itu, semua data akan dikembalikan lagi ke KPU Lampung agar mereka dapat mengumumkannya ke publik. Sementara KPK sendiri akan memasukkan data yang telah diverifikasi itu ke dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). "Jadi tanyakan dahulu ke KPU, apakah data kekayaan para cagub-cawagub itu sudah diserahkan ke KPK. Kalau belum diserahkan, bagaimana kami akan melakukan verifikasi? Yang ada harta lama," ujarnya.

Berdasarkan data LHKPN, Herman H.N. melaporkan hartanya kali terakhir pada 15 Desember 2005. Ketika itu, dirinya masih menjabat Kabiro Keuangan Sekretariat Provinsi Lampung. Total harta kekayaannya pada waktu itu Rp 1.980.950.000. Nominal itu terdiri atas harta tidak bergerak (tanah dan bangunan) Rp 1.582.300.000 dengan rincian lima kapling tanah dan bangunan di Bandarlampung; satu kapling tanah dan bangunan di Jakarta Pusat; serta dua kapling tanah di Kota Bandarlampung. Kemudian harta bergerak, alat transportasi dan mesin lainnya Rp 470.000.000. Terdiri atas empat unit mobil Toyota berbagai merek yang diperoleh pada 2003 dan 2004. Kemudian peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya Rp 18.000.000. Harta bergerak lainnya Rp 60.650.000 berupa logam mulia. Selain itu, pada medio tersebut, Herman H.N. juga memiliki utang dalam bentuk pinjaman barang sebesar Rp 150 juta sehingga total keseluruhan harta Herman H.N. yang dilaporkan ke KPK pada 2005 Rp 1.980.950.000.

Sedangkan Mukhlis Basri melaporkan harta kekayaannya kali terakhir pada 15 Agustus 2007 dengan jumlah total Rp 1.179.932.888. Rinciannya, harta tidak bergerak Rp 497.786.750 yang terdiri atas tiga petak tanah dan bangunan di Bandarlampung; enam petak tanah di Lampung Barat; serta satu petak tanah masing-masing di Lampung Selatan dan Bandarlampung. Kemudian harta bergerak dengan total Rp 215.000.000 berupa tiga unit kendaraan roda empat dan perkebunan kopi dengan total panen mencapai 20 ton Rp 240.000.000. Selain itu, Mukhlis juga memiliki harta bergerak lainnya berupa logam mulia dengan nilai jual Rp 64.775.000 serta giro dan setara kas lainnya Rp 162.382.138.

Sedangkan Gunadi Ibrahim melaporkan harta kekayaannya kali terakhir pada 31 Desember 2003 dengan jumlah total Rp 1.390.5000.000. Nominal itu terdiri atas harta tidak bergerak dengan jumlah total Rp 1.200.000.000 berupa tiga petak tanah dan bangunan di Bandarlampung. Harta bergerak yang dimilikinya satu unit mobil senilai Rp95 juta serta harta bergerak lainnya berupa logam mulia dan benda antik lainnya dengan total Rp 95.500.000.

Lukman Hakim juga sempat melaporkan hartanya pada 30 Juni 2008 dengan total harta kekayaan Rp 2.255.675.334. Terdiri atas harta tidak bergerak dengan total Rp 1.765.776.000 berupa tujuh petak tanah dan bangunan di Kota Metro; dua tanah dan bangunan di Jogjakarta; serta satu petak tanah dan bangunan di Bandarlampung. Kemudian harta bergerak yang dimiliki berupa lima unit kendaraan roda empat dan empat unit kendaraan roda dua dengan total Rp 271.000.000. Harta bergerak lainnya yang dimiliki berupa logam mulia dengan nilai jual Rp 49.200.00 serta giro dan setara kas lainnya Rp 169.699.344.

Sedangkan Bachtiar Basri kali terakhir melapor kekayaannya ke KPK pada 1 Oktober 2002 saat menjabat sebagai kepala Badan Pengawas Daerah Lampung Utara. Total harta yang dilaporkannya kala itu senilai Rp 662.136.400. Menurut Johan, bila para pejabat dan penyelenggara negara belum terdata dalam LHKPN, sangat dimungkinkan mereka belum pernah melaporkan harta kekayaan mereka. "Kalau didata terakhir merupakan data-data tahun lama, itu karena mereka belum melaporkan data terbarunya. Biasanya kalau ada data yang baru masuk, langsung kita update," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id

YLKI Memonitor Sanksi Yang Akan Diberikan Kepada Swalayan Nakal Di Lampura

Kotabumi Lampung Utara: Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Utara, Jamal Ahmadi, berjanji untuk memonitor sanksi apa yang akan diberikan oleh pihak Pemda Lampura terhadap pusat perbelanjaan swalayan terbesar di kabupaten ini yang diketahui telah memajang produk makanan yang sudah kedaluwarsa beberapa waktu lalu. Pihak YLKI Lampung Utara bersikap mengecam dan menyayangkan atas apa yang sudah terjadi pada temuan sidak yang dilakukan oleh pihak pemkab Lampura beberapa waktu yang lalu.
YLKI. Kotabumi Lampung Utara
YLKI Lampura Kecam Swalayan Nakal

Ditemukannya makanan kadaluarsa di salah satu pusat perbelanjaan di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) saat sidak menjelang bulan Ramadan 1434 H beberapa waktu oleh pemerintah kabupaten setempat, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Utara (Lampura), Jamal Ahmadi sangat mengecam pihak swalayan. "Saya selaku Ketua YLKI Lampura, sangat mengecam dan menyayangkan adanya temuan makanan tidak layak konsumsi yang masih dijual di swalayan sebesar itu," ungkap Jamal, Minggu (21/7/2013).

Lebih jauh Jamal mengatakan, YLKI sangat mengapresiasi langkah Pemkab Lampura dalam pengawasan dalam hal ini terkait dengan makanan yang tentunya sangat membahayakan kesehatan masyarakat. "Saya sangat mengapresisasi langkah Pemkab Lampura dalam melakukan sidak terkait makanan kadaluarsa itu. YLKI akan terus memonitor apa sanksi selanjutnya yang akan diberikan kepada swalayan tersebut," tuturnya.

Dia juga mengimbau kepada pihak-pihak lain, dalam hal ini pedagang dan penjual produk makanan, agar tidak mengulangi hal yang sama lagi sesuai dengan tugas dan fungsi YLKI. Untuk diketahui, pusat perbelanjaan modern terbesar di Lampung Utara (Lampura), diduga menjual barang kedaluwarsa. Itu diketahui, saat Asisten II Pemkab Lampura, Azwar Yazid berserta romobongan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pusat perbelanjaan pada Selasa (9/7/2013) lalu. Saat sidak, dilakukan pengecekan di rak makananan dan ditemukan satu kemasan, yakni Corned Beef merek Chip, sudah habis masa berlakunya sejak bulan Mei 2013 lalu. "Tanggal kedaluwarsa pada bulan Mei 2013, yang tertera di bagian bawah kemasan," terang Rusli, pegawai Diskoperindag yang ikut dalam sidak.

Menanggapi temuan itu, Liquis Dwi Ratno, selaku Store Manager mengakui, adanya makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa merupakan suatu kelalaian karyawannya. Karena menurut Liquis, pihaknya selalu melakukan pengecekan terhadap barang-barang. "Saya sudah imbau karyawan saya untuk segera menariknya. Ini suatu kelalaian kami karena mengeluarkan kemasan yang sudah kaduarsa, mungkin itu (Corned Beef merek Chip, Red) terselip," kilahnya.

Sebelum menggelar sidak di pusat perbelanjaan, Azwar yazid yang didampingi sejumlah instansi terkait, melakukan pemantauan harga sembako di beberapa pasar tradisional setempat. Itu dilakukan, karena harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan yang diduga karena menjelang bulan suci Ramadan. Dalam pemantauan tersebut, Azwar Yazid berbincang dengan sejumlah penjual daging sapi, daging ayam, cabai merah, bawang merah, ikan serta sayuran. Dalam perbincangan itu, Azwar mempertanyakan harga serta stok bahan pokok. "Dari hasil pantaun terhadap beberpa bahan pokok rata-rata menglami kenaikan harga dari 10%-25%. Dimana kenaikan bahan pokok tersebut disebabkan langkanya bahan pokok itu sendri, dan biaya distribusinya bertambah, serta harga dari pemasok tinggi," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Senin, 22 Juli 2013

8 Pemerintahan Daerah Di Lampung Dilarang Buka Pendaftaran CPNS 2013 Dari Jalur Umum

Kotabumi Lampung Utara: 8 Kabupaten dan pemerintahan kota di Provinsi Lampung dilarang untuk membuka penerimaan CPNS tahun 2013 ini. Dan sayangnya, Kabupaten Lampung Utara termasuk dalam daftar 8 pemerintahan daerah tersebut. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Azwar Abubakar, pelarangan penerimaan CPNS 2013 tersebut dikarenakan beberapa alasan.
PNS. Kotabumi Lampung Utara
Blokir CPNS Lampung Dibuka

Kabar gembira bagi calon pelamar CPNS 2013. Blokir yang sebelumnya diberlakukan, akhirnya dibuka. Pemerintah Provinsi Lampung kembali diizinkan merekrut pegawai baru. Selain pemprov, ada enam pemerintah kabupaten/kota di Lampung yang mendapat lampu hijau menggelar seleksi penerimaan CPNS dari pelamar umum. Yakni Kota Metro, Kabupaten Mesuji, Pesisir Barat, Pesawaran, Tanggamus, dan Waykanan. Sisanya, sebanyak 8 pemkot dan pemkab, dilarang.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar mengatakan, daerah (kabupaten/kota) yang tidak membuka penerimaan CPNS itu karena beberapa alasan. Di antaranya karena daerah itu banyak mengajukan pengangkatan honorer kategori 1 dan 2 sehingga tidak lagi diberikan formasi. Ada juga daerah yang belanja aparaturnya mencapai 50 pesen dari total APBD sehingga tak diberikan formasi. "Tetapi, ada pula daerah yang memang tak mau menerima pengangkatan CPNS," ungkap Azwar.

Tercatat ada 20 provinsi dan 227 kabupaten serta 68 kementerian/lembaga yang tahun ini membuka penerimaan CPNS. Sisanya adalah daerah yang tidak membuka lowongan CPNS tahun 2013. Tahun ini pula akan diangkat 63 ribu CPNS, masing-masing 23 ribu untuk instansi pusat dan 40 ribu untuk daerah. Pengumuman lowongan dijadwalkan dilakukan sehabis Lebaran atau sekitar minggu ketiga-keempat Agustus 2013, yang dilanjutkan dengan pendaftaran.

Pemerintah pusat juga memutuskan tahun ini hanya membuka penerimaan CPNS beberapa kategori. Untuk instansi daerah, kategori penerimaannya hanya pada jurusan tenaga pendidik dan teknis. Misalnya guru SD, dosen, dan guru bidang keahlian khusus seperti guru tata boga dan guru kesenian. Berikutnya adalah jurusan untuk tenaga medis dan paramedis. Seperti dokter, perawat, bidan, apoteker, dan bidang lainnya yang terkait. Bahkan khusus untuk dokter tidak perlu mengikuti tes kompetensi dasar (TKD). Mereka hanya mengikuti seleksi administrasi. Ketentuan ini berlaku terbatas bagi dokter yang mau ditempatkan di daerah terpencil dan perbatasan.

Kemudian kategori jurusan yang dibuka untuk daerah adalah formasi jabatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Yakni penyuluh pertanian, penyuluh perkebunan, penyuluh kehutanan, penyuluh perikanan, termasuk bidang koperasi, bidang UKM, dan lainnya. Kategori penerimaan selanjutnya adalah formasi jabatan untuk menciptakan lapangan kerja. Seperti bidang instruktur otomotif, las, perbengkelan, dan instruktur kursus menjahit. Kategori lainya adalah formasi jabatan untuk mengurangi kemiskinan. Misalnya pembimbing kelompok pendamping dan pendamping tepat guna. Serta formasi jabatan untuk pengendalian penduduk, yakni penyuluh KB. Lowongan tersebut dibuka untuk instansi daerah yang diberikan formasi penerimaan CPNS-nya. Selain dari kategori jabatan tersebut, tidak ada lagi peluang untuk jurusan lain.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Soetrisno menambahkan, saat ini di kantor pusat BKN tersedia dua CAT (computer assisted test) station dengan kapasitas 140 komputer. Sedangkan di daerah tersedia 600 komputer yang tersebar pada 12 kantor regional (kanreg), masing-masing 50 komputer. Ke-12 kanreg dimaksud adalah Jogjakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Jakarta, Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, Manado, Pekanbaru, dan Jayapura (dalam proses). "CAT memang tidak didesain untuk pelaksanaan tes secara massal dan masif," ujar Eko.

Ia mencontohkan, instansi yang memiliki 100 unit personal computer (PC), dapat melaksanakan tes dengan sistem CAT bagi 500 orang setiap hari (lima sesi) atau 3.000 peserta dalam seminggu (enam hari kerja).

Diketahui, syarat pengajuan usulan kebutuhan CPNS 2013 masih sama dengan syarat yang diberlakukan pada 2012. Antara lain, belanja pegawai di APBD tidak boleh lebih dari 50 persen dari total belanja daerah.

www.radarlampung.co.id

Minggu, 21 Juli 2013

Lampura Akan Berangkatkan 494 Orang Calon Haji Tahun Ini

Kotabumi Lampung Utara: Sebanyak 494 orang calon jemaah Haji dari Lampung Utara dijadwalkan akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah pada tahun 2013 ini. Sementara itu, 113 orang calon haji Lampura terpaksa ditunda keberangkatannya pada 2013 ini dikarenakan imbas dari diberlakukannya pemangkasan kuota haji oleh pemerintah Arab Saudi.
Haji. Kotabumi Lampung Utara
113 Calhaj Lampura Batal Berangkat

Kurang lebih 113 Jemaah Calon Haji (Calhaj) Lampung Utara (Lampura) dipastikan ditunda keberangkatannya menuju tanah suci Mekkah tahun ini. Penundaan ini merupakan imbas dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memangkas kuota haji di seluruh dunia. "Calon Haji Lampura yang ditunda tahun ini berjumlah 113 orang," kata Kepala Seksi Pelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten setempat, Makmur, Kamis (18/7/2013).

Makmur menuturkan bahwa penetapan penundaan Calhaj ini ditetapkan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag). "Penetapannya secara global dari Kemenag pusat. Karena kita (Lampura) termasuk dalam kuota provinsi Lampung maka secara otomatis kita juga menjadi bagian dari 20 persen Calhaj yang ditunda keberangkatannya dipropinsi Lampung," ujarnya.

Kriteria penundaan Calhaj ini sendiri, katanya lagi, diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 62/2013 tentang Kriteria Penundaan Keberangkatan Jamaah Yang Telah Melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1434H/2013M. Dimana kriterianya terdiri dari 3 kriteria yakni Pertama, berusia 75 tahun atau lebih. Kedua, memiliki keterbatasan kemampuan fisik sehingga memerlukan alat bantu antara lain kursi roda, tongkat, dan sebagainya. "Yang ketiga, memiliki nomor urut porsi yang terakhir hingga memenuhi pengurangan kuota yang ditentukan di provinsi atau kabupaten/kota," terangnya.

Sementara untuk jumlah Calhaj Lampura sendiri yang akan berangkat menuju tanah suci, ia menyebutkan bahwa jumlahnya mencapai 494 orang. "Sebenernya ada 495 calhaj yang akan pergi ke tanah suci tahun ini, tapi belum lama ini satu orang Calhaj kita meninggal dunia. Jadi, calhaj kita berkurang satu," papar dia seraya menerangkan bila jumlah itu telah termasuk 3 orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

Sebelumnya, pihak Kemenag Lampura memperkirakan setidaknya terdapat 114 Calon Haji Lampura yang akan ditunda keberangkatannya bila kebijakan pengurangan Calhaj tahun 2013 dari Arab Saudi benar terealisasi. Kementerian Haji Saudi memangkas kuota hingga 50 persen untuk jamaah dalam negeri dan 20 persen untuk jamaah luar negeri. Kebijakan tersebut diambil lantaran pekerjaan konstruksi untuk memperluas Masjidil Haram di Mekkah sedang dilakukan.

www.mytrans.co.id

Teknologi Pengawetan Daging Sapi Dengan Buah Lindur Temuan Mahasiswa IPB

Kotabumi Lampung Utara: Teknologi untuk mengawetkan daging sapi dengan menggunakan buah Lindur telah ditemukan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Cara mengawetkan daging sapi dengan buah Lindur ini menggunakan metode edible sehingga daging sapi terjaga kesegaran dan keawetannya dalam waktu yang cukup lama serta tetap aman untuk dikonsumsi.
Buah Lindur. Kotabumi Lampung Utara
Buah Lindur baik untuk awetkan daging sapi

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor menemukan teknologi edible film buah Lindur (Burguiera Gymnorrhiza) yang bermanfaat untuk menjaga kesegaran dan keawetan daging sapi yang aman bagi kesehatan. "Untuk menjaga kesegaran daging sapi dan aman bagi kesehatan kita bisa memanfaatkan buah Lindur untuk membungkus daging dengan cara dibuat edible film atau lapisan pembungkus," kata Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian (PKMP) Siluh Putu Sri Dia Utari, Jumat (19/7/2013).

Teknologi edible film buah Lindur dapat mempertahankan warna dan menjaga daya awet daging sapi ini ditemukan oleh empat mahasiswa dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB. Keempat mahasiswa tersebut adalah Siluh Putu Sri Dia Utari, Riyan Adi Priyanto, Mawaddah Renhoran, TB M. Gia Ginanjar, dan Annisa Shylina.

Sebagai ketua Tim, Siluh memaparkan, proses pembuatan edible film buah Lindur terbilang sederhana. Diawali dengan proses ekstrasi pati dilakukan dengan pengupasan kulit buah, kemudian direndam dan dicuci kemudian dilakukan disintegrasi dengan penambahan air berbanding 1:2 dan disaring. Setelah penyaringan dilanjutkan dengan proses sedimentasi, pencucian, serta sentrifugasi dan akhirnya didapatkan ekstraksi pati. "Pembuatan edible film dimulai dengan pemanasan pati dan diaduk pada suhu 70 derajat celcius selama 15-20 menit, pada saat yang bersamaan dilakukan pemanasan karagenan hingga suhu 70-80 derajat celsius," katanya.

Kemudian, lanjut Siluh, dilakukan pencampuran keduanya pada suhu 80-90 derajat celsius. Gliserol ditambahkan pada larutan campuran tersebut sambil diaduk dan dipanaskan. Larutan edible film dicetak pada plat kaca dan ditambahkan antimikroba kitosan. Edible film yang sudah tercetak kemudian dikeringkan pada suhu 60 derajat celsius selama 5-6 jam. Selanjutnya, mengaplikasikan edible film yang terpilih pada daging sapi sebagai pengemasnya. Hasilnya tepung pati buah lindur dapat digunakan sebagai edible film.

Menurut Siluh, adanya edible film yang ditambahkan antibakteri kitosan sebagai pengemas pada daging sapi dapat berfungsi sebagai barrier atau penghambat pertumbuhan bakteri. "Selain itu juga berfungsi melapisi pada permukaan bahan pangan, sehingga mampu mempertahankan kualitas warna dan daya awet daging sapi dibandingkan dengan tanpa pengemas maupun dengan pengemas plastik selama penyimpanan pada suhu ruang," ujarnya.

www.antaranews.com

Sabtu, 20 Juli 2013

869 CPNSD Diusulkan BKD Lampura

Kotabumi Lampung Utara: Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Lampung Utara mengajukan pengusulan 869 CPNSD kepada BKN. CPNSD yang diusulkan tersebut meliputi 601 orang tenaga guru, 128 orang tenaga kesehatan, dan sekitar 140 orang tenaga teknis. Pengusulan kebutuhan CPNSD tahun ini berdasarkan pada surat Nomor :800/854/V/30/LU/2012 tertanggal 18 Desember 2012 tentang pengusulan formasi CPNSD Pemerintahan Kabupaten Lampung Utara tahun anggaran 2013.
Lampung Utara
Pemkab Lampura Usulkan 869 CPNSD

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura melalui BKD setempat telah mengusulkan sebanyak 869 calon pegawai negeri sipil daerah kepada BKN. Rinciannya tenaga guru sebanyak 601, tenaga kesehatan 128 dan tenaga teknis sekitar 140 orang. Demikian diterangkan Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai, BKD Lampura, Tambunan, Jumat (19/7/2013).

Dalam pengusulan itu pihak BKD juga sudah melampirkan Anjab dan ABK para Pegawai Pemkab Lampura melalui surat Nomor :800/854/V/30/LU/2012 tertanggal 18 Desember 2012 tentang pengusulan formasi CPNSD Pemkab Lampura tahun anggaran 2013.

Sedangkan untuk jumlah tenaga honorer K2 sebanyak 1.754 orang yang diajukan dan kini sedang dalam proses. Sementara untuk honorer K1 berjumlah 21 orang dan delapan di antaranya sudah diangkat menjadi CPNSD.

lampung.tribunnews.com

Kasus Penimbunan 2,3 Kiloliter BBM Terindikasi Dibeking Oknum Polisi

Kotabumi Lampung Utara: Kasus penimbunan 2.300 liter BBM yang saat ini ditangani Kepolisian Lampung Utara memberikan indikasi adanya oknum polisi berpangkat AKP (ajun komisaris polisi) terlibat sebagai beking bisnis haram tersebut. Saat pemeriksaan verbal, tersangka mengungkapkan keterlibatan oknum polisi berinisial Z.
Bahan Bakar Minyak (BBM). Kotabumi Lampung Utara
Dibekingi Mantan Kapolsek?

Wajar saja jika makin banyak saja sipil yang mau terlibat penyimpangan bahan bakar minyak (BBM). Sebab, tindakan melawan hukum demi mengejar keuntungan pribadi itu justru terindikasi direstui oknum aparat penegak hukum. Ini seperti pengembangan penyidikan kasus penimbunan 2,3 kiloliter bensin di Kotabumi, Lampung Utara. Hasil pemeriksaan penyidik polres terhadap dua tersangka yakni Juanda Amarsah dan Feri (ditangkap Senin siang, 15/7/2013) mengarah adanya keterlibatan oknum anggota polisi berpangkat AKP (ajun komisaris polisi). Menanggapi hal itu, Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika, S.I.K. angkat bicara. "Memang ada pengakuan dari tersangka mengenai keterlibatan Z, mantan Kapolsek di wilayah hukum Lampura. Saya sudah perintahkan Kasatreskrim Polres Lampura untuk melakukan penyelidikan lebih dalam," tegas Kapolres usai menggelar rapat seluruh perwira di lingkungan mapolres setempat, Rabu (17/7/2013) pukul 16.00 WIB.

Kapolres mengatakan, semua harus dibuktikan dengan alat bukti yang cukup. Kalau memang terbukti, pihaknya tidak tebang pilih dan pasti ditindak tegas. "Kalau terbukti oknum Z itu terlibat lalu Kasatreskrim Polres Lampura tidak sanggup melakukan pemeriksaan, saya selaku Kapolres secara langsung akan melakukan pemeriksaan. Bila perlu, kami tahan oknum tersebut," tegas Kapolres.

Diketahui, Kodim 0412 Lampura mengamankan 2,3 kiloliter bensin yang diperkirakan hendak ditimbun pada Senin (15/7/2013) pukul 21.00 WIB lalu. Bensin yang diduga bersubsidi tersebut dimasukkan dalam 66 jeriken dan diangkut mobil Mitsubishi Colt L-300 dengan nomor polisi BE 9976 WB. Kendaraan diamankan saat melintasi Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara (ARPN), Kotabumi. Anggota Intel Kodim 0412 Lampura juga mengamankan sopir mobil, Juanda Amarsah (23 tahun), warga Desa Negararatu, Kecamatan Sungkai Utara, Lampura. Komandan Kodim 0412 Lampura Letkol Inf. Ayi Lesmana menjelaskan, dari pemeriksaan bensin akan dijual ke Desa Negeribesar, Kecamatan Negeribesar, Waykanan. "Kasus ini selanjutnya kita serahkan ke pihak kepolisian," ucapnya.

Ditemui terpisah, Kasatreskrim Polres Lampura AKP Bunyamin melalui Kaur Bin Ops. Iptu Serupi Kunang menerangkan, pihaknya menyelidiki siapa pemilik BBM tersebut. Hasilnya, pihaknya pada Senin (15/7/2013) meringkus Feri, pemilik BBM itu. "Bila terbukti menimbun, para tersangka dijerat pasal 55 Undang-Undang Migas No. 22/2001. Ancamannya enam tahun penjara," terangnya.

www.radarlampung.co.id

Kamis, 18 Juli 2013

Pemasangan Poster Pilkada Di Lampura Ganggu Pemandangan Dan Ketertiban

Kotabumi Lampung Utara: Pemasangan poster atau atribut bakal calon pasangan peserta pilkada Lampung Utara seringkali melanggar peraturan sehingga mengganggu pemandangan dan ketertiban. Bahkan pemasangan poster atau atribut pilkada tersebut seringkali mengganggu kegiatan kerja pihak-pihak tertentu karena dipasang pada tempat-tempat yang tidak diperbolehkan. Pemasangan Poster Pilkada Di Lampura Ganggu Pemandangan Dan Ketertiban.
Atribut Pilkada di Tiang Pelanggaran!!

Saat ini banyak tiang telepon yang dimanfaatkan oleh seluruh Bakal Calon Kepala Daerah (Balonkada) sebagai tempat pemasangan alat peraga sebagai bentuk sosialisasinya. Akibatnya PT. Telkom Cabang Kotabumi dirugikan, karena hal tersebut dinilai sangat mengganggu jaringan komunikasi. Parahnya lagi, jika petugas melakukan pengecekan atau perbaikan, alat peraga tersebut sangat mengganggu petugas.

Divisi Teknisi PT. Telkom Cabang Kotabumi, Nazarudin, di ruang kerjanya, kemarin (16/7/2013) mengeluhkan, alat peraga balonkada tersebut, sangat menganggu. Pihaknya juga sering kali mendapat teguran atau peringatan dari atasan dan juga sangat kesulitan menghubungi tim sukses balonkada. Karena pemasangan alat peraga pasti di malam hari dan pihaknya tidak tahu siapa yang memasangnya. "Kita sering kali dapat teguran dari pimpinan dan mau kita copot alat peraga mereka, kita merasa tidak enak karena balonkada tersebut juga calon pimpinan kita nanti," jelasnya.

Namun demikian, kata dia, pihaknya sangat berharap, agar balonkada yang memasang alat peraga di tiang telepon, dengan sendirinya menurunkan alat peraga. Sebab selain menganggu jaringan, tindakan mereka juga menganggu keindahaan kota. "Kita berharap, agar tim sukses balonkada dengan sendirinya menurunkan atribut. Sebab, kalau dibiarkan bisa menganggu keindahan," katanya.

Di tempat berbeda, Divisi Kampaye Panwaslu Lampura, Tedi Yunada menyatakan, memang pemasangan alat peraga balonkada pada tiang telepon dan listrik, merupakan pelanggaran. Sebab pemasangan tersebut di luar delapan titik yang ditetapkan pemerintah daerah, yakni di Tugu Payan Emas, Taman Santap, Taman Pos Kota, Taman depan Lurah Kotabumi Udik, Taman Simpang Lima Badarco, Taman Bernah, Taman depan Pondok Kasih Bunda, dan Taman Kebun Empat. "Pemasangan alat peraga tersebut di luar delapan titik yang sudah ditetapkan dan itu adalah pelanggaran," tegas Tedi, kemarin (16/7).

Tedi mangatakan bahwa pihaknya belum dapat menertibkan alat peraga di luar delapan titik yang sudah ditetapkan, karena hingga saat ini Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampura belum menetapkan mereka sebagai Calon Bupati (Cabup) atau Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang akan maju dalam pilkada 19 September 2013 mendatang. "Saat ini mereka belum ditetapkan KPU sebagai cabup dan cawabup, jadi semua masih tanggung jawab pemda dalam hal ini Dinas Tata Kota yang berhak melakukan penertiban alat peraga tersebut," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Hati-hati Jika Update Status Dan Berkomentar Di Jejaring Sosial

Kotabumi Lampung Utara: Tidak bijaksana saat meng-update status (posting) dan berkomentar pada layanan jejaring sosial tidak jarang membuat orang menghadapi tuntutan pengadilan. Penjara bisa menjadi tempat bagi para pengguna layanan jejaring sosial yang sembarangan membuat redaksi ketika melakukan update atau berkomentar pada halaman profil jejaring sosial seperti facebook, twitter, google+, dan sebagainya. Jika ada pihak lain yang merasa tersinggung atau merasa dirugikan dengan status atau komentar yang Anda buat, maka nasib Anda bisa seperti orang-orang yang diceritakan dalam artikel ini.
Jejaring Sosial. Kotabumi Lampung Utara
7 Komentar Konyol di Facebook Berujung Penjara

Menulis status di Facebook memang seru dan mengasyikkan. Pengguna bisa bebas menulis tentang berbagai hal, mulai dari apa yang dialami baik senang maupun susah. Apalagi jika mendapat respons dari teman dan kolega. Kendati demikian, Anda perlu berhati-hati bila berkomentar ataupun memposting sesuatu di jejaring sosial terbesar di dunia ini. Pasalnya, karena komentar konyol dan lelucon yang dianggap keterlaluan, beberapa pengguna Facebook usia remaja harus berurusan dengan pengadilan dan berakhir di balik jeruji besi. Hukuman itu merupakan konsekuensi dari apa yang mereka tuliskan di Facebook. Tidak percaya?

Berikut beberapa "insiden" postingan Facebook yang berujung pada pengadilan dan penjara, dilansir Business Insider, 11 Juli 2013:

1. Lelucon sarkastik
Remaja ABG 19 tahun asal Texas, Justin Carter terpaksa harus menghuni penjara sejak Febuari tahun ini. Sebabnya, Carter terpancing sindiran sesama maniak game League of Legends, yang mengatakan kondisi mental dirinya. Carter pun terusik dan balik berkomentar sarkastis. "Saya pikir Ima (teman game) telah menembak taman kanak-kanak, dan memakan jantung salah satu dari mereka," balas Carter menyinggung. Komentar itu disertai dengan ungkapan tertawa terbahak-bahak (LOL—Laugh Out Loud). Carter dilaporkan ke polisi. Rumahnya lantas digeledah. Carter diringkus, dan komputer yang biasa ia pakai disita.

2. Humor parah
Oktober tahun 2012, remaja asal Inggris, Matthew Woods, harus dibui tiga bulan penjara setelah berkomentar tidak pantas tentang hilangnya dua balita April Jones dan Madeleine McCann. Padahal, Woods hanya iseng berkomentar. "Saya bangun pagi di belakang mobil van bersama dua gadis kecil yang cantik-cantik. Saya menemukan April di lokasi yang benar-benar kumuh, dan orang waras mana yang mau memungut gadis malang itu?" komentarnya. Mengetahui komentar Woods, ibu kandung Woods berang. Sang ibu langsung memperingatkannya agar menjaga mulutnya. Meski Woods telah mengaku menulis komentar itu dalam kondisi mabuk dan meminta maaf, kemarahan publik kadung meledak tak terkendali. Publik akhirnya membawa komentar Woods itu ke meja hijau dan Woods diganjar hukuman penjara tiga bulan.

3. Pancing kekerasan
Dua remaja Jordan Blackshaw (20 tahun, kiri) dan Perry Sutcliffe-Keenan (22 tahun, kanan) dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh pengadilan Inggris. Gara-garanya, kedua remaja itu menciptakan suatu acara kekerasan di Facebook. Blackshaw menciptakan acara Smash Down in Northwich Town. Sementara Sutcliffe-Keenan, melalui akun Facebooknya menciptakan sebuah halaman The Warrington Riots. Judul acara itu dianggap hakim sangat menakutkan dan keduanya didakwa melakukan aksi jahat kolektif.

4. Tertawakan kecelakaan
September tahun lalu, Paula Asher melakukan aksi konyol. Ia dengan bangga menuliskan status telah menabrak empat remaja dengan mobilnya dalam keadaan terpengaruh minuman keras. Bukannya mengurusi insiden itu, ia malah melarikan diri dan bercanda melalui Facebook. "Saya begitu bodoh, mengendarai mobil sambil mabuk dan menabrakkannya, LOL," tulis Asher. Orang tua remaja yang ditabrak kemudian meminta hakim lokal menghapus pesan Ahser, dan meminta perempuan itu untuk berhenti menggunakan Facebook. Asher akhirnya dijatuhi hukuman dua hari penjara karena menolak permintaan pengadilan. Selain itu, ia juga menghadapi tuduhan pesan status Facebook-nya. Paula Asher hanya bisa membela diri dengan mengatakan, "Saya meminta maaf pada semuanya. Saya juga meminta maaf pada hakim. Saya tidak bermaksud menyakiti siapapun. Saya pikir menulis 'LOL' tidak akan membuat saya dipenjara," ujarnya ketika diwawancarai oleh NBC.

5. Lirik teroris
Siswa SMA usai 18 tahun, yang juga calon rapper, Cameron D'Ambrosio ditangkap polisi setempat lantaran lirik video rap-nya diketahui memuat ancaman teroris. Lirik rap itu terkait dengan insiden Bom Boston yang terjadi beberapa bulan lalu. Tapi, belakangan ia tidak jadi di penjara. Salah satu lirik dalam lagu rapnya menyebutkan, "Persetan bom Boston, lihatlah tunggu apa yang akan saya lakukan setelah saya menjadi rapper terkenal, saya akan mengalahkan setiap tuduhan pembunuhan yang datang kepada saya," ujarnya.

6. Berharap perdana menteri tewas
Kejadian ini terjadi di Bangladesh. Pegawai Departemen Informasi dan Teknologi Universitas Jahangirnagar, Muhammad Ruhul Amin Khandaker, dijatuhi hukuman penjara karena bercanda. Di Facebook, ia mengutarakan keinginannya agar Perdana Menteri Bangladesh segera mati. Mulanya, Khandaker mengomentari sejumlah berita kecelakaan lalu lintas yang fatal. Dan ia mulai berkomentar, "Kenapa itu tidak terjadi pada Perdana Menteri Sheikh Hasina?" tulisnya. Tanpa basa-basi, postingannya itu langsung menjebloskan Khandaker ke penjara hingga 6 bulan.

7. Kecam istri
Mark Bryon harus menanggung malu untuk kali ketiga, setelah ia mengecam perilaku mantan istrinya di Facebook. Bryon mengatakan, mantan istrinya adalah sosok yang jahat, yang ingin menjauhkan dia dari anaknya. "Kamu adalah wanita jahat, pendendam, yang ingin merusak kehidupan suamimu. Perilakumu itu menunjukkan kamu takut dengan suami atau pasangan dalam rumah tangga," tulis Bryon. Setelah membacanya, mantan istri Bryon melaporkannya ke pengadilan. Akhirnya, pengadilan memutuskan Bryon dinyatakan telah menghina dan menjatuhkan hukuman penjara padanya selama 60 hari. Jika tak mau di penjara, Bryon diberikan pilihan untuk memposting permintaan maaf kepada mantan istrinya selama 30 hari nonstop di halaman Facebooknya. Alternatif lain, Bryon harus membayar denda US$ 1156 setara Rp 11,56 juta untuk tunjangan anak dan biaya pengacara mantan istrinya. Bryon memilih untuk minta maaf kepada mantan istrinya. Melalui pengacaranya, ia hanya merasa ungkapan di Facebook hanya untuk melampiaskan amarahnya.

teknologi.news.viva.co.id

Rabu, 17 Juli 2013

Dinas Kesehatan Lampura: Jumlah Kasus Penyakit DBD Turun

Kotabumi Lampung Utara: Jumlah kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan Lampung Utara dinyatakan sudah jauh menurun. Hal ini dikatakan oleh pejabat dari Dinas Kesehatan Lampura, bahwa pada data tahun lalu, jumlah kasus penderita DBD adalah sebanyak 650 kasus. Sedangkan data hingga bulan Juli 2013, kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) baru mencapai jumlah 376 kasus.
DBD (Demam Berdarah Dengue). Kotabumi Lampung Utara
Kasus Demam Berdarah Menurun

Hingga pertengahan Juli ini, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lampung Utara (Lampura) telah mencapai 376 kasus. Dimana, dua diantaranya meninggal dunia. "Jumlah penderita DBD tahun ini berjumlah 376 orang dan dua diantaranya meninggal," kata Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat, Ibnu Chattab, diruangnya, Senin (15/7/2013).

Kendati demikian, menurut Ibnu, jumlah kasus DBD di wilayahnya pada tahun ini terbilang menurun. Bila dibandingkan dengan jumlah kasus penderita DBD tahun lalu, kata dia, yang jumlahnya mencapai 650 kasus. Maka jelas tahun ini jauh berkurang. "Tahun lalu terjadi 650 kasus dengan 4 penderita yang meninggal dunia," ujar dia sembari menambahkan, jumlah penderita DBD di wilayahnya mengalami penurunan setiap bulannya pada tahun ini.

Disinggung mengenai daerah endemis atau rawan dengan kasus DBD, Ibnu memaparkan bahwa beberapa daerah endemis terjadi di wilayah perkotaan dan sekitarnya. Tepatnya di Kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan. "Daerah endemis di wilayah perkotaan itu seperti daerah Tanjung Aman, Cempedak, dan Kota Alam," jelasnya.

Penyakit DBD, lanjutnya, merupakan penyakit yang susah dibasmi. Lantaran penyakit itu disebarkan melalui nyamuk yang menyukai tempat-tempat genangan air bersih. Oleh karenanya, hal yang terpenting dalam membasmi atau mencegah perkembangan nyamuk itu disamping Fogging (pengasapan) sarang nyamuk, adalah melakukan upaya PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di lingkungannya. "Kita minta warga mewaspadai tempat-tempat seperti dispenser, dan wadah di belakang kulkas kerap menjadi penampung air secara tidak sengaja dirumah. Kedua tempat itu adalah tempat sarang jentik nyamuk dan jarang disadari oleh para pemilik rumah," kata dia.

Untuk itu, jelas Ibnu, pihaknya akan selalu menggelar penyuluhan keliling kepada warga, pada bulan-bulan yang dianggap rawan dengan perkembangan nyamuk DBD, yakni bulan November dan Desember. Penyuluhan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman pentingnya pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya yang tepat dalam membasmi nyamuk DBD. "Tapi bila ada warga yang minta penyuluhan diluar bulan-bulan tersebut tetap akan kita layani. Namun, biasanya penyuluhannya hanya dilakukan melalui Puskesmas dilingkungan masyarakat tersebut," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Operasi Pekat Digelar Polres Lampura Di Bulan Ramadhan

Kotabumi Lampung Utara: Polres Lampung Utara melaksanakan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) mulai tanggal 10 Juli 2013 hingga 24 Juli 2013. Untuk pelaksanaan Operasi Pekat 2013 ini, pihak Polres Lampura telah mengerahkan 34 orang petugas. Sasaran Operasi Pekat adalah penjualan minuman keras, perjudian, prostitusi, dan premanisme.
Kapolres. Kotabumi Lampung Utara
Polres Terjunkan 34 Personil

Polres Lampung Utara (Lampura) mengadakan operasi penyakit masyarakat (Pekat). Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri dalam memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadan 1434 H. Operasi tersebut dimulai sejak 10 Juli hingga 24 Juli. Hal tersebut dikatakan Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika Helmy Santika, melalui Kabag Ops, Kompol Syahrul A. Rambe. "Dalam operasi pekat ini Polres Lampura menerjunkan sebanyak 34 personil yang berasal dari anggota reskrim, sabhara, intel, binmas dan sebagian dari Polsek se-Lampura, guna melakukan ops tahunan tersebut," jelas Kabag Ops kepada Trans Lampung di ruangannya, Senin (15/7/2013).

Lebih jauh Kabag Ops Polres Lampura menjelaskan, target dalam operasi tersebut diantaranya penertiban penjualan minuman keras, perjudian, prostitusi, dan premanisme. Ia juga mengatakan yang sudah berhasil diamankan sementara ini dalam operasi pekat diantaranya minuman keras dan petasan. Selain itu, rencananya pihak Polres Lampura akan menggelar razia tempat-tempat yang disinyalir sebagai tempat praktek prostitusi.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Lampura juga memberi himbauan kepada masyarakat Lampura agar tidak menyalakan petasan apalagi didekat rumah ibadah. Karena akan sangat mengganggu umat Muslim dalam menjalankan ibadah. "Kepada pedagang miras dan petasan yang sudah diberi himbauan, namun nekat menjual, maka akan diberi tindakan tegas dan sanksi sesuai dengan undang undang yang berlaku," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Selama Ramadhan, 277 Pegawai Pemprov Lampung Diketahui Bolos Kerja

Kotabumi Lampung Utara: 277 pegawai Pemerintahan Provinsi Lampung diketahui membolos kerja tanpa keterangan atau alasan yang jelas. Pelanggaran disiplin kerja oleh para PNS di lingkungan Pemerintahan Provinsi Lampung ini diketahui setelah diadakan inspeksi mendadak (sidak) oleh pejabat berwenang di provinsi ini.
PNS (Pegawai Negeri Sipil). Kotabumi Lampung Utara
277 Pegawai Pemprov Lampung Bolos Saat Ramadhan

Sebanyak 277 pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung didapati bolos atau tidak masuk kerja tanpa keterangan selama bulan Ramadhan berlangsung. Temuan itu disampaikan Asisten IV Bidang Umum Pemprov Lampung, Adeham, Selasa (17/7/2013).

Menurut Adeham dari 277 pegawai bolos tersebut, 127 orang tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan sisanya masih berstatus honor. Para pegawai bolos ini diketahui setelah secara berkala tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang dimulai sejak awal puasa. Sidak kedisiplinan pegawai ini dilakukan bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/138/II.11/HK/2013. "Sidak ini tanpa pemberitahuan ke satker," kata Adeham, yang juga merupakan ketua Tim Gerakan Disiplin Nasional Pemprov Lampung.

Sidak itu, lanjutnya, di antaranya dilakukan di Dinas Pendapatan Daerah( Dispenda), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan(Disnakeswan), Badan Pendidikan dan Latihan Daerah (Badiklatda), serta Dinas Bina Marga (DBM). Kemudian, Dinas Pengairan dan Pemukiman, sekretariat Dewan Pengurus Korpri, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek.

Kepada pegawai yang tidak disiplin, tim memberikan rekomendasi kepada kepala Satker masing-masing untuk mendapatkan sanksi. Belum diketahui bentuk sanksi bagi pegawai yang bolos tanpa keterangan.

www.republika.co.id