Cari di Blog Ini

Minggu, 30 Juni 2013

Polsek Sungkai Selatan Ringkus Pelaku Kejahatan Begal

Kotabumi Lampung Utara: Petugas Kepolisian Sektor Sungkai Selatan berhasil membekuk buronan yang menjadi tersangka pelaku kejahatan pembegalan sepeda motor. Buronan tersebut adalah Riko (19 tahun) warga Dusun Racak, Cahayamakmur, Sungkaijaya, Lampung Utara. Penangkapan terhadap Riko dilakukan berdasarkan laporan Gimin (63 tahun) yang menjadi korban aksi kejahatan begal yang dilakukan oleh Riko bersama 2 orang temannnya dalam komplotan tersebut. Polsek Sungkai Selatan Ringkus Pelaku Kejahatan Begal.
Begal Buron Diringkus Polisi Sungkai Selatan

Polsek Sungkai Selatan, Lampung Utara, meringkus buronan kasus pembegalan sepeda motor, Jumat (28/6/2013), sekitar pukul 01.00. Tersangka Riko (19 tahun), warga Dusun Racak, Cahayamakmur, Sungkaijaya, Lampung Utara, itu kini telah ditahan di polsek setempat guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut atas perbuatannya. Dari tersangka, petugas menyita barang bukti Honda Supra X 125 BE-7934-RG.

Kapolsek Sungkai Selatan Kompol Adi Sastri mengatakan tersangka ditangkap saat berada di rumahnya. Selain menahan tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti hasil tindak kejahatan yakni sepeda motor yang belum sempat dijualnya. "Tersangka dan berikut barang bukti kini telah diamankan di Polsek Sungkai Selatan guna proses penyidikan lebih lanjut atas kasus tersebut," ujarnya.

Adi Sastri menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan atas laporan korban Gimin (63 tahun), warga Sidodadi, Sungkai Selatan. Aksi pembegalan dilakukan tersangka bersama dua rekannya di jalan raya Ketapang, Desa Sidodadi, Sungkai Selatan, Lampung Utara, pada 20 Mei 2013.

Waktu itu korban yang mengendarai sepeda motor seorang diri dikejar oleh tersangka bersama dua rekannya yakni Ican yang terlebih dulu ditangkap petugas Polres Way Kanan kasus curas. Kini satu rekan tersangka, yakni Fi, masih dalam pengejaran. Saat itu mereka langsung menghadang serta menodongkan senjata api (senpi) dan sebilah golok terhadap korban. "Setelah korban tak berdaya, mereka membawa kabur sepeda motor korban yang kini dijadikan sebagai barang bukti atas perbuatannya tersebut," kata dia lagi.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pembegalan berasama Ican (tertangkap) dan seorang rekannya berinisial Fi (DPO) terhadap korban. "Saya berperan mengendarai sepeda motor memboceng dua rekannya saat melakukan pembegalan terhadap korban," kata Adi Sastri mengutip pengakuan tersangka.

Tersangka juga mengakui sepeda motor dari hasil aksi pembegalan itu rencananya mereka jual, tetapi keburu dirinya diamankan berikut barang bukti sepeda motor milik korban tersebut.

lampost.co

737 Petugas Polda Lampung Gelar Operasi Ketupat Krakatau 2013 Amankan Arus Mudik Lebaran

Kotabumi Lampung Utara: Operasi Ketupat Krakatau 2013 digelar oleh Kepolisian Daerah Lampung selama musim mudik Lebaran dengan mengerahkan 737 personel polisi. Ratusan petugas polisi tersebut diambil dari masing-masing Polres di wilayah kerja Polda Lampung. Selain itu, Operasi Ketupat Krakatau 2013 juga melibatkan pemakaian perangkat CCTV yang dipasang pada 29 titik lalu-lintas.
Operasi Ketupat Krakatau. Kotabumi Lampung Utara
Operasi Ketupat, Terjunkan 737 Personel

Kepolisian Daerah Lampung mengerahkan 737 personel untuk pengamanan musim mudik Lebaran 2013. Personel kepolisian yang dikerahkan merupakan gabungan dari seluruh polres di wilayah kerja Polda Lampung. Mereka tergabung dalam Operasi Ketupat Krakatau 2013. Rinciannya, dari Polres Waykanan 20 personel, Polres Lampung Utara (83), Lampung Barat (84), Tanggamus (37), Bandarlampung (100), Tulangbawang (71), Lampung Tengah (98), Lampung Timur (84), Metro (51), dan Lampung Selatan (109).

Operasi Ketupat Krakatau 2013 akan digelar pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Pada operasi ini, polisi dibantu Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan. Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung AKBP Sutan Ginting memaparkan, untuk alat pendukung akan disediakan CCTV di 29 titik. Di antaranya di sejumlah titik di Kota Bandarlampung, Metro, juga Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Polisi juga memberikan kantong parkir di 84 lokasi dengan daya tampung sebanyak 9.860 kendaraan. Menurut AKBP Sutan Ginting, seluruh elemen terkait akan bersiaga di pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) di setiap mapolresta/mapolres di titik tertentu. Untuk posyan terdapat 14 pos dan pospam sebanyak 55 pos. Pos-pos pelayanan didekatkan di daerah-daerah yang rawan kriminalitas, macet, dan kecelakaan.

www.radarlampung.co.id

Mumi Digital 3 Dimensi Di Museum Swedia

Kotabumi Lampung Utara: Mumi Digital 3 Dimensi Di Museum Swedia. Di Swedia, sebuah museum punya cara baru untuk memamerkan koleksi mumi peninggalan peradaban Mesir di ribuan tahun lalu. Museum ini menggunakan metode digital 3 dimensi untuk menampilkan para mumi beserta artefak pelengkap lainnya sehingga tampak sama persis seperti aslinya secara virtual.
Mumi Digital 3 Dimensi. Kotabumi Lampung Utara
Melihat mumi 'asli' di Museum Swedia

Sebuah museum di Swedia melakukan digitalisasi koleksi mumi miliknya dalam bentuk model tiga dimensi agar pengunjung dapat melihat mumi seperti 'aslinya'. Koleksi mumi milik Medelhavsmuseet - museum yang menyimpan koleksi dari kawasan Mediterania di Stockholm - dipindai dalam bentuk digital dan dibuat dalam bentuk model tiga dimensi. Pameran mumi hasil digitalisasi ini akan dibuka sceara resmi pada musim semi 2014 nanti.

Kurator museum mengharapkan, proyek digitalisasi mumi ini akan membuat masyarakat memahami kehidupan masyarakat purba Mesir. Museum ini akan melakukan pemindaian terhadap enam mumi dengan menggunakan pemotretan resolusi tinggi.

Mirip arkeolog

Para pengunjung museum nantinya dapat menjelajahi dunia mumi seperti yang dilakukan arkeolog ketika melakukan penelitian dan pencarian di sebuah situs yang baru ditemukan. "Kami bertujuan untuk membuat standar baru bagaimana museum bekerja dalam bentuk digital tiga dimensi serta visualisasi interaktif, agar membuat koleksi kami lebih mudah diakses oleh museum lain, peneliti dan pengunjung museum. Dalam proyek ini, kami melibatkan mumi, tetapi metode yang sama tentu saja dapat digunakan pada benda-benda lain, seperti benda-benda peninggalan sejarah lainnya," kata Thomas Rydell dari The Swedish Interactive Institute.

Para pengunjung museum nanti dapat memperbesar obyeknya dengan resolusi sangat tinggi, sehingga mereka dapat melihat rincian seperti tanda ukiran pada sarkofagus. Mereka juga akan dapat "membuka" mumi dengan mengelupas lapisan virtual pembungkus untuk mengeksplorasi artefak tubuh mumi.

www.bbc.co.uk

Sabtu, 29 Juni 2013

STAI Ibnu Rusyd Kotabumi Mewisuda 250 Sarjana

Kotabumi Lampung Utara: Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Rusyd Kotabumi, Lampung Utara, pada Kamis, 27 Juni 2013 lalu telah menggelar prosesi wisuda atau pengukuhan untuk 250 Sarjana Strata 1 (S1) Program Studi Agama Islam. Prosesi wisuda 250 sarjana tersebut dilaksanakan di Stadiun Sukung Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara dan dihadiri oleh Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) wilayah VII Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Akmal Hawi W.K. dan Sekretaris A. Rifa'i Abun. STAI Ibnu Rusyd Kotabumi Mewisuda 250 Sarjana.
Alumni STAI Ibnu Rusyd Tingkatkan Pemahaman Agama

Pendiri Yayasan Pendidikan Islam Ibnu Rusyd, Ahmad Rusdi, meminta alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Rusyd Kotabumi agar meningkatkan pemahaman ajaran agama Islam. Dengan demikian, mereka akan mampu mengejar ketertinggalan di segala bidang kehidupan, baik ekonomi, politik, sosial, maupun ilmu pengetahuan dan mampu bangkit dari ketidakberdayaan yang saat ini dialami. "Umat Islam harus memahami ajaran Islam secara utuh. Dengan demikian, kita mampu mengejar berbagai ketertinggalan yang saat ini dialami serta bangkit dari ketidakberdayaan, khususnya di bidang ekonomi," kata dia, saat mewisuda 250 sarjana strata satu (S-1) Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Ibnu Rusyd Kotabumi di Stadiun Sukung Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara, Kamis (27/6/2013).

Prosesi wisuda berlangsung khidmat itu dihadiri Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) wilayah VII Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Akmal Hawi W.K. dan Sekretaris A. Rifa'i Abun. Selanjutnya, Ahmad Rusdi menjelaskan dampak dangkalnya pemahaman ajaran Islam yang dialami umat dapat meruntuhkan ukhuwah islamiah (ikatan persaudaraan umat muslim) sekaligus semangat ta'awu (tolong-menolong) di antara mereka. Selain itu, umat tidak akan memahami mana yang hak dan mana yang batil serta akan berbuat sekehendak hatinya. "Tanpa iman dan akidah karena dangkalnya pemahaman ajaran Islam, selain timbul perpecahan, umat akan berbuat sekehendak hati, ini yang mesti dicegah," ujarnya.

Sementara Ketua Yayasan Ibnu Rusyd Kotabumi Azhar Ujang Salim menjelaskan wisuda yang digelar bukan hanya merupakan acara seremonial sebagai wujud dari simbol keberhasilan mahasiswa dalam menempuh ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Namun, di dalamnya ada rasa syukur karena wisuda ini menjadi babak baru bagi para alumni untuk melangkah dan menggapai tujuan yang ingin dicapai. "Tantangan yang akan dihadapi para alumni ke depan akan lebih kompleks dan wisuda ini adalah awal perjalanan panjang dari langkah yang mesti ditempuh," kata Ujang.

Menurutnya, gelar sarjana adalah simbol masyarakat ilmiah. Setelah meninggalkan dunia akademik, alumni akan memasuki dunia masyarakat yang lebih luas sekaligus menghadapi tantangan zaman yang lebih berat. Dalam menghadapi tantangan tersebut, alumni jangan hanya mengandalkan ijazah, tapi mesti lebih meningkatkan kompetensi diri melalui peningkatan kemampuan dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. "Penguasaan dunia informasi dan ilmu pengetahuan merupakan kiat sukses alumni saat memasuki dunia kerja," kata Ujang kembali.

Dia berharap para alumni terus berjuang dengan keras dan menyikapi kehidupan secara cerdas. Dengan itulah, cita-cita yang diinginkan dapat digapai. "Jangan pernah cepat berpuas diri, teruslah belajar dengan itu agar cita-cita dapat diraih," ujarnya.

Untuk menyikapi harapan masyarakat, alumni harus menunjukkan karya baktinya sesuai tuntutan dan kebutuhan yang selalu berkembang dan itu sejalan dengan prinsip Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan yang selalu dijunjung. "Tunjukkanlah karya bakti nyata di masyarakat, dengan demikian alumni telah mengangkat nama perguruan tinggi dan bernilai bagi masyarakat," kata dia menambahkan.

lampost.co

Evolusi Mamalia Dengan Ukuran Tubuh Makin Besar, Bangaimana Penjelasannya?

Kotabumi Lampung Utara: Beberapa jenis mamalia (hewan menyusui dan berkembang biak dengan cara melahirkan) bisa berevolusi dengan ukuran tubuh yang makin besar dari zaman ke zaman. Misalnya ikan paus. Seperti diketahui, saat ini, ikan paus adalah jenis hewan mamalia dengan ukuran tubuh paling besar dan berat di dunia. Bahkan mengalahkan semua jenis hewan yang masih bisa dilihat saat ini. Bagaimana bisa terjadi seperti itu? Alistair Evans, seorang peneliti evolusi dari Monas University, mencoba memberikan penjelasannya.
Ikan Paus. Kotabumi Lampung Utara
Bagaimana Mamalia Berevolusi Semakin Besar

Perbandingan berat bayi terhadap berat induk menentukan evolusi mamalia. Rasio ini menjelaskan kenapa sebagian mamalia tumbuh sangat besar sementara lainnya tetap kecil. Peneliti evolusi dari Monas University, Alistair Evans, memulai penelitian dengan kepercayaan bahwa ukuran tubuh berdampak pada fisiologi dan anatomi hewan. Faktor-faktor seperti kecepatan detak jantung, jumlah makanan yang dibutuhkan, dan bagaimana cara bergerak semua bergantung pada dimensi fisik. "Ukuran tubuh sangat fundamental terhadap makhluk hidup," ujar dia melalui siaran pers, Senin (24/6/2013).

Evans lantas mempelajari perkembangan ukuran tubuh paus, gajah, primata, dan tikus sejak waktu kemunduran dinosaurus hingga sekarang. Setelah kepunahan dinosaurus sekitar 65 juta tahun lalu, mamalia mengalami perubahan ukuran tubuh yang drastis. Studi tersebut menyimpulkan bahwa spesies yang menghasilkan anak yang cepat dewasa cenderung berevolusi semakin besar. Siklus perkembangan tubuh yang cepat ini begitu vital dalam perkembangan ukuran tubuh hewan, tak peduli berapa banyak anak yang dihasilkan. Dalam beberapa generasi, hewan yang dewasa lebih cepat ini mencapai ukuran tubuh maksimal.

Studi kasus paling signifikan bisa dilihat pada paus. Hewan paling besar di bumi ini telah berevolusi menjadi sangat besar bahkan melampaui beberapa jenis dinosaurus raksasa. Pertambahan ukuran tubuh hewan ini tercatat sebagai salah satu yang tercepat di bumi. Kesuksesan memperbesar ukuran keturunan ini disebabkan kelahiran anak yang cepat dewasa. "Penyebabnya adalah kecepatan menjadi dewasa. Dalam 10 tahun panjang hewan ini mencapai 30 meter," kata Evans.

Dari sekian jenis mamalia, ordo primata menjadi yang paling lambat mengalami pertambahan ukuran tubuh. Beberapa famili yang termasuk ordo ini seperti tarsius, lemur, monyet, dan kera besar, tak ada yang memiliki berat lebih besar dari 500 kilogram. "Lambatnya mamalia menjadi dewasa membuat evolusi ukuran tubuhnya sangat lambat," ujar peneliti biologi Arizona State University, Jordan Okie.

Penelitian ini juga menemukan ukuran maksimum binatang berdampak pada laju kematian. Binatang berukuran tubuh besar cenderung jarang melahirkan ketimbang binatang berukuran kecil. Akibatnya, jika laju kematian meningkat dua kali, ukuran akan menyusut hingga 16 kali. Itu sebabnya kenapa hewan besar banyak yang mati pada Zaman Es. Hewan besar memiliki risiko kepunahan yang lebih besar ketimbang hewan kecil.

www.tempo.co

Ikatan Bidan Indonesia Cabang Lampura Resmikan Gedung Sekretariat Baru

Kotabumi Lampung Utara: Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Lampung Utara telah meresmikan penggunaan gedung baru yang difungsikan sebagai kantor sekretariat organisasi para bidan di Lampura. Gedung sekretariat IBI yang baru tersebut berlokasi di Jalan Bangau V, Gang Seruni, Kotabumi, Lampung Utara. Pada sambutan tertulisnya, bupati Lampura berharap dengan berfungsinya gedung baru ini para bidan bisa lebih optimal dalam melakukan koordinasi, evaluasi, dan konsolidasi dalam menunjang program pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan.
Ikatan Bidan Indonesia. Kotabumi Lampung Utara
IBI Tempati Gedung Baru

Gedung baru yang menjadi Kantor Sekretariat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Kabupaten Lampung Utara (Lampura) telah diresmikan pada Kamis (27/6/2013) lalu. Gedung tersebut berlokasi di Jalan Bangau V Gang Seruni Kotabumi. Acara peresmian operasional gedung baru ini dihadiri oleh pengurus IBI Provinsi Lampung, jajaran Pemerintah Kabupaten Lampura, serta Ketua Penggerak Tim PPK Hj. Masnah Zainal Abidin.

Dalam sambutan tertulis Bupati Lampura Zainal Abidin yang dibacakan oleh Staf Ahli Pemkab Lampura Suherlan, Bupati mengharapkan dengan digunakannya gedung sekretariat yang baru, organisasi para bidan se-Lampura ini dapat melakukan konsolidasi, evaluasi, sekaligus sebagai sarana untuk berurun-rembug, dalam penyusunan Program Kerja yang sesuai dengan Rencana Anggaran Dasar dan Rumah Tangga IBI Lampung Utara. Selain itu pula, sambungnya, mengidentifikasi masalah-masalah serta kendala yang menghambat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, mencari dan menetapkan langkah-langkah guna mencegah dan mengatasi masalah-masalah tersebut. Agar pada akhirnya nanti, dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Lampura.

Ia mengutarakan, dalam rangka meningkatkan profesionalisme bidan di kabupaten setempat, IBI Cabang Lampung Utara membangun Gedung Sekretariat IBI. "Semoga dengan diresmikannya gedung sekretariat ini, dapat meningkatkan silaturahmi dan koordinasi para bidan di Kabupaten Lampung Utara, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dan dapat menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Lampung Utara," tuturnya seraya mengatakan atas Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Lampung Utara menyambut baik atas diresmikannya Gedung Sekretariat IBI Lampung Utara ini.

Semoga adanya gedung tersebut dapat memberikan manfaat sebaik-baiknya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Utara. "Serta menghasilkan pemikiran-pemikiran yang positif, dalam upaya meningkatkan Pelayanan Bidang Kesehatan, bagi Masyarakat Kabupaten Lampung Utara yang kita cintai," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Lampung Utara Hj. Rosita, S. ST., mengatakan dimulainya pembuatan gedung tersebut sejak tahun 2011. "Alhamdullilah, hanya 2 tahun saja kita sudah ada gedung baru. Tentunya hal ini berkat partisipasi dan kekompakan anggota IBI Lampura," jelasnya.

Rosita menambahkan, IBI merupakan satu-satunya wadah yang mandiri, berdaya saing, mempunyai wewenang pengesahan kepada bidan, lembaga pendidikan dan pengawasan mutu pelayanan dalam mendukung berhasilnya kiprah profesionalisme bidan Indonesia. Selain itu, mewujudkan organisasi IBI yang mandiri, berdaya saing dan mampu meningkatkan profesionalisme Bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "IBI juga membantu pemerintah dalam bidang kesehatan," tutupnya.

www.mytrans.co.id

7 Negara ASEAN Yang Tak Sediakan BBM Bersubsidi Kepada Rakyatnya

Kotabumi Lampung Utara: Negara yang tak menyediakan BBM bersubsidi untuk rakyatnya di kawasan ASEAN ada sekitar 7 negara. Di negara-negara ini, harga BBM jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga BBM di Indonesia. Padahal, rata-rata negara-negara ini memiliki tingkat perekonomian yang jauh dibawah Indonesia. 7 negara mana saja di ASEAN yang tak menyediakan BBM bersubsidi untuk rakyatnya tersebut?
BBM (Bahan Bakar Minyak). Kotabumi Lampung Utara
Ini 7 Negara Tetangga Kita yang Berani Tak Beri Subsidi BBM

Sebagian besar negara-negara di ASEAN tidak memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya. Setidaknya ada 7 Negara yang menjual BBM dengan harga keekonomian, siapa saja negara tersebut? Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 23 Mei 2013, negara-negara tersebut adalah:

1. Myanmar
Negara yang hanya memiliki luas wilayah seluas 680.000 km2 dan memiliki penduduk sekitar 50 juta jiwa ini menjual BBM kepada rakyatnya Rp 10.340 per liter. Harga BBM di Myanmar hampir sama dengan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Ron 92 yang di jual PT Pertamina berkisar Rp 9.000- Rp 10.200 per liter. Pemerintah Myanmar memilih untuk tidak memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya.

2. Thailand
Negeri berjuluk Gajah Putih ini memiliki perusahaan minyak berskala besar yakni PTT Eksploitasi dan Produksi (PTTEP). Namun negara tersebut tidak memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya. Saat ini di Thailand harga BBM berkualitas paling rendah yakni Ron 91 dijual Rp 12.453 per liter.

3. Filipina
Negara kepulauan yang memiliki 7.107 pulau ini tidak memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya. Harga BBM paling murah di Filipina adalah Ron 92 yang dijual dengan harga Rp 12.147 per liter.

4. Laos
Negara yng luasnya hampir dua kali Pulau Jawa ini cukup mahal menjual BBM kepada masyarakatnya dibandingkan dengan Indonesia. Di Indonesia, harga BBM jenis Premium dengan Ron 88 dijual Rp 6.500 per liter, sementara di Laos BBM Ron 87 di jual Rp 13.396 per liter dan sudah pasti tidak disubsidi.

5. Kamboja
Negara yang merdeka pada tahun 1953 ini menjual BBM paling murah ke masyarakatnya dengan Ron 92 Rp 13.298 per liter. Sudah pasti Pemerintah Kamboja tidak memberikan subsidi BBM.

6. Vietnam
Negara berjuluk negara 1.000 pagoda ini menjual BBM paling murah dengan Ron 92 Rp 14.553. Sudah pasti negara yang menganut faham komunis ini tidak memberikan subsidi kepada rakyatnya.

7. Singapura
Negara yang menjadi salah satu pusat perdagangan minyak di dunia ini juga tidak memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya. Bahkan harga BBM di Singapura paling mahal jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN yakni Rp 15.695 per liter.

finance.detik.com

Jumat, 28 Juni 2013

Sengketa Lahan Di Sawojajar Menarik Perhatian Komnas HAM

Kotabumi Lampung Utara: Persengketaan lahan yang terjadi antara penduduk Tanjungsari, Desa Sawojajar, Lampung Utara, dengan pihak Pemukiman Angkatan Laut (KIMAL) telah menarik perhatian pihak Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia). Untuk menengahi permasalahan ini, pihak Komnas HAM mengirimkan Commissioner for Subcommission of Mediation (Subkomisi Mediasi) Komnas HAM, Ansori Sinungan, untuk membantu menyelesaikan permasalah sengketa lahan ini berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.
Mediasi Sengketa Lahan. Kotabumi Lampung Utara
Komnas HAM Tinjau Lapangan

Sengketa lahan antara warga Dusun Tanjungsari, Desa Sawosajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, dan pihak Pemukiman Angkatan Laut (Kimal) menuai perhatian serius Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Buktinya, komisi yang salah satu tugasnya melindungi HAM itu mengutus Commissioner for Subcommission of Mediation (Subkomisi Mediasi) Komnas HAM Ansori Sinungan ke lokasi sengketa pada Rabu (26/6/2013).

Kedatangan Ansori sebagai tindak lanjut atas laporan warga terkait sengketa tersebut. Karenanya, ia menggelar pertemuan dengan 50-an warga di Balai Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Usai pertemuan, bersama warga, tim Komnas HAM meninjau lokasi. Dalam pertemuan itu, Ansori mengatakan, kedatangannya bersama tim mediasi ke Lampura memang dalam rangka menindaklanjuti laporan warga terkait sengketa lahan dengan Kimal Lampung. "Lampura memang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Lampung yang rawan konflik atau sengketa lahan," ujarnya.

Ansori memastikan akan mempelajari semua data yang diberikan warga. "Jika hasil penelitian kami menunjukkan kebenaran dan sesuai peraturan serta perundang-undangan yang berlaku, maka hak warga harus dikembalikan," tegasnya.

Dia merinci, beberapa jenis sengketa lahan yang ditangani kali ini yakni pembuatan 87 sertifikat yang saat ini sudah jadi, tetapi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampura tidak dibagikan ke pemilik lahan. "Selain itu ada juga puluhan sertifikat yang dipinjam pihak Kimal untuk digunakan PT Jala.Co sebagai lahan usaha yang sampai sekarang belum dikembalikan," paparnya.

Dilanjutkan, pertemuan yang digelar pihaknya itu sengaja tidak menghadirkan pihak terkait lainnya seperti Kimal atau BPN dan pemerintah daerah. Tujuannya untuk menjamin independensi dan menghindari terjadinya intervensi dalam pelaksanaan penelitian masalah sengketa tersebut. Ansori berjanji mengambil langkah tegas dan menyelesaikan masalah sengketa lahan tersebut secepatnya. "Kalau masalah 87 sertifikat, kami sudah kirim surat ke BPN untuk segera mengembalikan hak warga atau pemiliknya," ungkap dia.

Sayang, hingga kemarin, pihak Kimal maupun BPN Lampura belum berhasil dikonfirmasi terkait sengketa lahan tersebut.

www.radarlampung.co.id

Penyelesaian Kerugian Keuangan Daerah Di Lampung Belum Optimal

Kotabumi Lampung Utara: Tingkat penyelesaian kerugian daerah di Provinsi Lampung masih menyisakan angka nominal sebesar Rp Rp 53,7 miliar. Angka tersebut jika diterjemahkan dalam prosentase adalah sebesar 39,22% dan ini menyebabkan tingkat penyelesaian kerugian daerah di kawasan Lampung masih terbilang belum optimal. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BPK Lampung V.M Ambar Wahyuni.
BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Kotabumi Lampung Utara
BPK: Kerugian Daerah Lampung Rp 137 Miliar

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung mengatakan kerugian keuangan daerah pemerintah provinsi dan 14 kabupaten/kota se-Lampung sejak tahun 2005 hingga semester II 2012 sebesar Rp 137 miliar. "Jumlah itu, yang telah diselesaikan atau lunas sebesar Rp 48,6 miliar, proses pengembalian atau angsuran senilai Rp 34,6 miliar. Sehingga masih terdapat sisa kerugian Rp 53,7 miliar atau 39,22 persen," kata Kepala Perwakilan BPK Lampung V.M Ambar Wahyuni, di Bandarlampung, Kamis (27/6/2013).

Ia menyebutkan pemerintah daerah dengan tingkat penyelesaian kerugian daerah tertinggi adalah Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat dengan tingkat persentase penyelesaian 90,14 persen. Pemerintah daerah dengan tingkat penyelesaian kerugian daerah terendah adalah Pemerintah Kabupaten Pesawaran dengan tingkat persentase penyelesaian 32,56 persen. Ia mengatakan bahwa jumlah kerugian daerah itu berdasarkan hasil pemantauan penyelesaian kerugian daerah per 15 Maret 2013. "Hasil pemantauan itu menunjukkan bahwa tingkat penyelesaian kerugian daerah di wilayah Provinsi Lampung masih belum optimal," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, ia mengharapkan kepada gubernur, bupati dan wali kota segera menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemantauan tersebut dengan segera memproses tuntutan ganti rugi kasus kerugian daerah yang diketahui dari hasil pemeriksaan sesuai dengan ketentuan.

www.republika.co.id

Meteotsunami, Gelombang Tsunami Tanpa Gempa Bumi

Kotabumi Lampung Utara: Meteotsunami yang menerjang pesisir pantai New Jersey, Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada 13 Juni 2013 lalu sedang diteliti datanya oleh Tim peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Meteotsunami adalah gelombang besar dan tinggi yang bisa terjadi namun bukan disebabkan terjadinya gempa bumi tektonik. Menurut situs Wikipedia, meteotsunami terjadi karena dipicu adanya amplitude osilasi seiche disertai tekanan udara yang tinggi.
Meteotsunami. Kotabumi Lampung Utara
Waspadai Serangan Tsunami Tanpa Didahului Gempa

Tim peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) saat ini sedang meninjau data yang telah dikumpulkan sejak pertengahan Juni lalu untuk dapat mengungkap tabir misteri gelombang tsunami yang memporak-porandakan tepi pantai New Jersey, Amerika Serikat (AS) pada 13 Juni 2013. Tidak seperti gelombang tsunami pada umumnya yang disebabkan oleh adanya pergerakan lempeng dari dasar laut, gelombang ini diyakini terjadi akibat adanya badai besar. Jika benar adanya, maka tim peneliti bisa menyimpulkan bahwa gelombang langka itu disebut meteotsunami.

Meski demikian, para peneliti juga menegaskan adanya beberapa kemungkinan fenomena lain yang turut serta berkontribusi dalam pembentukan gelombang meteotsunami tersebut. Demikian disitat Softpedia, Rabu (26/6/2013). "Adanya fenomena perubahan cuaca yang kuat, berpengaruh terhadap pergerakan mata angin dari wilayah AS bagian timur menuju ke lepas pantai New Jersey. Kami juga menemukan adanya kemungkinan sumber fenomena alam lainnya yang menyebabkan potensi meteotsunami," ungkap direktur West Coast/Alaska Tsunami Warning Center di Palmer, Alaska, Paul Whitmore.

Gelombang meteotsunami tersebut memang tidak menyebabkan kerusakan pesisir, tetapi para peneliti mengungkapkan tinggi gelombang mencapai 6 kaki atau sekira 1,8 meter. Menurut Wikipedia, baik gelombang tsunami maupun meteotsunami sekilas memang terlihat sama. Perbedaannya, meteotsunami dipicu oleh amplitude osilasi seiche disertai tekanan udara yang tinggi.

techno.okezone.com

Tiga Remaja Pelaku Kejahatan Begal Dibekuk Petugas Polsek Bukit Kemuning

Kotabumi Lampung Utara: 3 orang pelaku kejahatan pembegalan sepeda motor yang masih berusia remaja berhasil diringkus oleh Kepolisian Sektor Bukit Kemuning Lampung Utara di rumahnya masing-masing. 3 penjahat begal tersebut adalah SI (16 tahun), TS (16 tahun), dan DH (17 tahun). Mereka bertiga telah merampas secara paksa 1 unit sepeda motor milik korban yang bernama Deden Permana (15 tahun), seorang warga Gunung Labuhan, Kabupaten Way kanan.
Kejahatan Pembegalan. Kotabumi Lampung Utara
3 Remaja Lampung Utara Ini Membegal, Duitnya untuk Berfoya-foya

Jajaran Unit Reskrim Polsek Bukit Kemuning membekuk tiga tersangka begal, Rabu (26/6/2013) pukul 01.00 WIB. Kapolsek Bukit Kemuning Kompol Edy Santoso membenarkan penangkapan tersebut. Adapun ketiganya: DH (17 tahun), TS (16 tahun), dan SI (16 tahun), ketiganya merupakan warga Desa Sidokayo, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara. "Ketiganya dibekuk di rumahnya masing-masing," ujarnya, Kamis (27/6/2013).

Ketiganya melakukan aksi pembegalan terhadap Deden Permana (15), warga Gunung Labuhan, Kabupaten Way kanan. "Kejadiannya tanggal 23 Juni 2013 pukul 14.30 WIB di Jalan Desa Sidokayo, Abung Tinggi, Lampung Utara," katanya.

Dari pemeriksaan di hadapan penyidik, Edy mengatakan, ketiganya mengakui perbuatannya. "Kami mengambil motor milik korban dan uangnya dipakai untuk berfoya-foya," kata Edy menirukan ucapan salah satu pelaku DH.

lampung.tribunnews.com

Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Lampura Antisipasi Kebakaran Hutan

Kotabumi Lampung Utara: Langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan sudah dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Utara. Diantaranya dengan menghimbau secara tertulis kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Kabupaten Lampung Utara untuk berupaya sebaik mungkin melakukan pencegahan terjadinya bahaya kebakaran hutan.
Hutan. Kotabumi Lampung Utara
Dishutbun Lampura Minta UPT Antisipasi Kebakaran Hutan

Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lampung Utara memberikan imbauan tertulis kepada segenap kepala UPTD se-Lampung Utara. Ini untuk mengantisipasi kebakaran hutan di wilayahnya. Selain imbauan, Dishutbun lebih intens berkomunikasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), baik yang dibentuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) maupun Polisi Kehutanan (Polhut) Lampung Utara.

Kasi Pengamanan Hutan Dishutbun Maryadi mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada 23 UPTD berisikan imbauan menjaga sekaligus pengamanan dari kemungkian terjadinya kebakaran hutan di wilayahnya masing-masing. "Kita juga selalu intens berkomunikasi dengan masyarakat dan kelompok yang bertugas menjaga kelestarian hutan," ujar Maryadi, Kamis (27/6/2013).

Dikatakan, hutan kawasan di Lampung Utara terdiri dari Register 34 Tangkit Tebak, Register 24 Bukit Punggur, dan Register 46 Way Hanakau. "Register 46 ini merupakan Hutan Tanaman Industri (HTI)," ujarnya seraya memastikan di register tersebut sudah dilakukan berbagai antisipasi termasuk persiapan alat semprot air jika sewaktu-waktu terjadi hal yang terburuk.

Diungkapkan dia, untuk titik api, lebih didominasi berasal dari Kecamatan Bungamayang dan Muarasungkai.

lampung.tribunnews.com

Peneliti BATAN: Pengawetan Makanan Dengan Teknologi Nuklir Tidak Mengubah Rasa Aslinya

Kotabumi Lampung Utara: Pengawetan makanan jadi dengan menggunakan teknologi nuklir tidak akan mengubah rasa asli makanan tersebut selain bisa tahan lama. Hal ini diusulkan oleh seorang peneliti dari BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional), Prof. Zubaidah Irawati. Peneliti ini menyampaikan usulannya usai acara pengukuhan dirinya sebagai Profesor Riset Bidang Ilmu Pangan dan Gizi di BATAN.
BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional). Kotabumi Lampung Utara
Batan Usul Awetkan Makanan Gunakan Nuklir

Peneliti dari lembaga Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengusulkan agar kedepan kebutuhan makanan untuk jemaah calon haji Indonesia di Arab Saudi merupakan makanan hasil awetan dengan teknologi nuklir. Pasalnya, jenis makanan awetan ini bisa tahan lama tanpa mengubah rasa aslinya. "Makanan apapun di Indonesia seperti semur, rendang dan jenis makanan lainnya bisa diawetkan hingga berbulan-bulan tanpa rasanya berubah," kata Prof. Zubaidah Irawati, seusai pengukuhan Profesor Riset Bidang Ilmu Pangan dan Gizi di Batan, pada Kamis (13/6/2013) lalu.

Hal ini tentu saja akan banyak memberikan keuntungan. Misalnya, makanan lebih enak karena dimasak oleh bangsa sendiri, lebih praktis, lebih bersih, serta lebih ekonomis karena bisa dikerjakan di tanah air. Dengan dikerjakan di tanah air Indonesia tidak perlu terlalu banyak mengirim orang ke Arab Saudi untuk sekadar memasak makanan. "Makanan jadi bisa dikirim dari Indonesia dalam bentuk kemasan. Kemudian di sana tinggal dihangatkan sehingga tetap enak dikonsumsi," katanya.

Selain untuk jemaah calon haji, makanan yang diawetkan dengan teknologi iradiasi nuklir bisa juga untuk tujuan komersial. Makanan tradisional yang biasnya cepat basi bisa diawetkan dengan bantuan teknologi iradiasi. Dengan cara ini banyak jenis makanan tradisional yang bisa diawetkan sehingga bisa memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selama ini jenis makanan tardisional sangat mudah rusak sehingga banyak yang terbuang atau sulit dikirim ke daerah lainnya. "Jika bisa diawetkan maka makanan tahan lama dalam penyimpanan sehingga bisa dikirim ke wilayah yang membutuhkan," kata alumnus IPB, Bogor ini.

Sementara itu, Kepala Batan Prof. Djarot Wisnubroto mengaku senang dengan dikukuhkannya tiga profesor riset bidang nuklir. Sebab selamaini jumlah professor riset wanita dirasakan masih sangat kurang. "Saya bangga dengan dikukuhkannya tiga profesor riset wanita ini. Selama ini professor riset yang kita miliki kebanyakan dari kaum pria," tambah Djarot.

Dua profesor riset lainnya yang kemarin dikukuhkan masing-masing Prof. Dr. Muhayatun alumnus Fakultas Teknik ITB dan Prof. Dr. June Mellawati alumnus Pasca Sarjana Jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam IPB, Bogor.

www.poskotanews.com

Warga Penerima BLSM Di Lampura Sebanyak 56.130 Jiwa

Kotabumi Lampung Utara: Warga yang berhak menerima BLSM di Kabupaten Lampung Utara tercatat sejumlah 56.130 jiwa. Jumlah tersebut didapat dari hasil pencatatan yang dilakukan oleh tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) merupakan bantuan dari pemerintah sebagai bentuk kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu.
BLSM. Kotabumi Lampung Utara
56.130 Jiwa Penerima BLSM di Lampura

Penduduk atau warga yang menerima dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang merupakan bentuk kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Lampung Utara mencapai jumlah 56.130 jiwa. Hal ini disampaikan oleh Asisten II Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Azwar Yazid, saat pelaksanaan sosialisasi penerimaan dana BLSM, Rabu (26/6/2013).

Data tersebut berdasar data penerima dari tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Karena itu, dia berharap seluruh pimpinan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, yaitu camat atau pun kades dapat menyukseskan program itu.

Kantor Pos Kotabumi Sosialisasi Kartu BLSM

Kantor Pos Cabang Kotabumi melakukan sosialisasi pembagian kartu Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Rabu (26/6/2013). Amrulloh, Humas Kantor Pos Cabang Kotabumi, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Kegiatan sosialisasi dimaksud dihadiri oleh pimpinan satuan kerja perangkat daerah, camat, serta kader di seluruh Lampura.

lampung.tribunnews.com

Kamis, 27 Juni 2013

3 Pelaku Kejahatan Begal Yang Sudah 19 Kali Beraksi, Berhasil Ditangkap Polsek Abung Timur

Kotabumi Lampung Utara: Petugas kepolisian dari Polsek Abung Timur, Lampung Utara, berhasil menangkap 3 orang pelaku kejahatan pembegalan sepeda motor yang diduga telah 19 kali melakukan aksi kejahatan jenis ini. Penangkapan terhadap 3 penjahat tersebut dilakukan setelah Polsek abung Timur menerima laporan dari Jumino (23 tahun), penduduk Lampung Tengah, yang telah menjadi korban aksi pembegalan oleh tiga tersangka tersebut.
Tahanan. Kotabumi Lampung Utara
Polsek Abung Timur Bekuk Tiga Begal yang Sudah Beraksi 19 Kali

Kepolisian Sektor Abung Timur, Lampung Utara, berhasil membekuk tiga pelaku kejahatan begal. Kapolres Abung Timur. AKP Bismark, mengatakan bahwa tiga tersangka tersebut adalah Rustam (19 tahun), warga Desa Bandar Abung, Abung Surakarta; Maelansyah (21 tahun), warga Desa Bandar Abung, Abung Surakarta; dam Ilansyahudin (18 tahun), warga Desa Tatakarya, Abung Surakarta. "Tiga pelaku begal tersebut dibekuk pada Selasa pukul 22.30 WIB," kata Bismark seraya menjelaskan bahwa Rustam terpaksa ditembak pada bagian betis kaki kanannya.

Pelaku diamankan atas laporan Jumino (23 tahun), warga Desa Kampung Baru, Padang Ratu, Lampung Tengah, yang menjadi korban kejahatan pembegalan yang dilakukan oleh tiga tersangka itu. "Korban melapor dengan nomor laporan 123/b/VIII/2012 tentang tindak pencurian motor disertai kekerasan," kata Bismark lagi.

Dari hasil penyelidikan sementara, ketiganya diduga telah melakukan aksi pembegalan sebanyak 19 tempat kejadian. "Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pengembangan. Dari tangan tersangka polisi mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk membegal: Suzuki Smash Titan, TVS Neo, Shogun R 125, serta satu kendaraan milik korban jenis Yamaha New Vega R," terangnya.

www.tribunnews.com

Rabu, 26 Juni 2013

Dinas Pekerjaan Umum Lampura Lelang 102 Proyek Jaringan Irigasi Sekunder

Kotabumi Lampung Utara: Dinas Pekerjaan Umum Lampura Lelang 102 Proyek Jaringan Irigasi Sekunder. Total nilai keseluruhan paket proyek Dinas PU tersebut adalah sebesar Rp 12,778 milyar. Dikarenakan semua paket proyek tersebut masing-masing bernilai nominal dibawah Rp 200 juta, maka lelang dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung kepada rekanan. Penunjukan langsung pada pelaksanaan lelang proyek ini dapat dilakukan karena sesuai dengan Perpres No.70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa.
Jaringan Irigasi Sekunder. Kotabumi Lampung Utara
Dinas PU Lampura Lelang 102 Paket Proyek

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Utara melelang 102 paket pengerjaan jaringan irigasi sekunder tahun anggaran (TA) 2013 senilai Rp 12,778 milyar.

Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Utara, Franstorry di ruang kerjanya, Selasa (25/6/2013), mengatakan, pelelangan 102 paket pengerjaan jaringan irigasi sekunder itu melalui penunjukan langsung.

Hal ini merujuk Perpres No.70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa. Didalamnya tertuang, proyek dengan nilai pagu maksimal Rp 200 juta, pihak penyelenggara dapat melakukan penunjukan langsung pada pihak rekanan. "Nilai nominal semua paket yang dilelang pada pengerjaan jaringan irigasi tersebut masih dibawah Rp 200 juta. Diatas nilai pagu itu, pengerjaan proyek mesti dilakukan secara lelang terbuka," kata dia.

lampost.co

Pisang Sebagai Media Pembuatan Vaksin Flu Burung Sedang Dikembangkan Peneliti Universitas Airlangga

Kotabumi Lampung Utara: Pisang Sebagai Media Pembuatan Vaksin Flu Burung Sedang Dikembangkan Peneliti Universitas Airlangga. Metode pembuatan vaksin anti-flu burung ini digunakan dengan cara mendesain pohon pisang yang mengandung vaksin flu burung yang selanjutnya bisa digunakan pada manusia. Somatic embrio DNA virus flu burung disuntikkan ke bibit pisang yang juga dikombinasikan dengan gen pisang. Pemilihan pohon pisang sebagai media pengembangan vaksin dikarenakan tumbuhan bisa tumbuh subur di hampir semua daerah di Indonesia. Selain pohon pisang, para peneliti di Avian Influenza-Zoonosis Research Center Universitas Airlangga juga mencoba pada tanaman teh putih dan ekstrak buah kakao.
Pisang. Kotabumi Lampung Utara
Unair Kembangkan Vaksin Flu Burung Lewat Pisang

Ketua Avian Influenza-Zoonosis Research Center Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom, mengatakan lembaganya sedang mengembangkan varian vaksin flu burung (H5N1) lewat buah pisang. Ide ini muncul setelah proyek vaksin flu burung untuk manusia jenis utuh (Hole Virus Vaccine) dan Reverse Genetic sempat terganjal kasus korupsi Muhammad Nazarudin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Nidom lantas menggandeng PT Riset Perkebunan Nusantara (Persero) untuk mengembangkan vaksin flu burung lewat tanaman pisang. Hasil akhir penelitian ini berupa batang pisang yang sudah didesain mengandung vaksin flu burung untuk manusia. Pemilihan media pisang karena tanaman buah ini bisa tumbuh di penjuru Tanah Air. "Bisa lebih terjangkau ke seluruh Indonesia," katanya, Senin (24/6/2013).

Pada tahap awal, pengujian dilakukan dengan somatic embrio genetis pada bibit pisang. Bibit pisang diinjeksi dengan DNA virus flu burung serta direkombinasikan dengan gen pisang. Harapannya, buah pisang yang dihasilkan mengandung antigen vaksin flu burung untuk manusia. Dengan begitu, kata dia, bibit pohon pisang yang ditanam akan menghasilkan buah pisang yang sudah mengandung vaksin flu burung untuk manusia. Uji cobanya tetap menggunakan hewan. Lewat konsumsi buah ini, kata Nidom, manusia bisa menangkal bahaya virus flu burung. Vaksin flu burung yang dihasilkan dalam bentuk utuh alias Hole Virus Vaccine.

Ia berharap proyek ini berjalan mulus, tidak seperti proyek vaksin sebelumnya. Nidom menargetkan proyek ini harus berlanjut hingga tahapan pilot skill yang dikembangkan oleh industri. "Keterlibatan industri obat sangat dibutuhkan," kata dia.

Selain pohon pisang, pihaknya juga menggunakan media tanaman teh putih dan ekstrak buah kakao. Kini pengembangan vaksin flu burung untuk manusia diarahkan menggunakan berbagai tanaman dengan menyesuaikan kondisi masyarakat Indonesia.

www.tempo.co

Bupati Lampura Sampaikan Jawaban Atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD

Kotabumi Lampung Utara: Bupati Lampura Sampaikan Jawaban Atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD. Dalam jawaban yang membahas tentang laporan keterangan dan pertanggungjawaban bupati tahun anggaran 2012 disampaikan bahwa salah satu wujud dari pelaksanaan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan pembangunan dan keuangan daerah yaitu dengan cara mewajibkan setiap kepala daerah untuk memberikan pertanggungjawaban pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan di daerahnya pada setiap akhir tahun anggaran.
Kotabumi Lampung Utara
LKPJ Wujud Akuntabilitas dan Transparansi Kepala Daerah

Bupati Lampung Utara menyampaikan jawaban kepala daerah atas pemandangan umum fraksi DPRD, dalam rangka pembahasan laporan keterangan dan pertanggung jawaban bupati (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2012 pada sidang paripurna digelar di kantor DPRD setempat, Senin (24/6/2013). Diketahui, jawaban bupati ini disampaikan setelah sebelumnya DPRD Lampura menggelar paripurna pemandangan umum (PU) Fraksi beberapa hari lalu.

Dalam kesempatan itu, Zainal Abidin Bupati Lampung Utara mengatakan, salah satu wujud akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan pembangunan dan keuangan daerah adalah dengan diwajibkannya setiap kepala daerah untuk mempertanggung jawabkan pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan di daerahnya pada setiap akhir tahun anggaran. Hal itu, menunjukkan bahwa peran masyarakat menjadi sangat penting. "Pentingnya peranan masyarakat di era otonomi ini, didasari atas kesadaran bahwa, pada dasarnya, tujuan akhir dari pelaksanaan pembangunan adalah untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati dihadapan sidang paripurna.

Tingginya tingkat partisipasi masyarakat dimaksud, lanjut Zainal Abidin, dapat dilihat dari banyaknya saran, kritik dan tanggapan atas laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Lampung Utara Tahun 2012, oleh segenap anggota dewan yang di representasikan melalui fraksi DPRD. "Seperti yang disampaikan fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Amanat Nasional, Partai Gerindra dan Fraksi Partai PDI Perjuangan," ujar dia lagi.

Menjawab pemandangan umum yang disampaikan oleh berbagai fraksi DPRD seperti Fraksi PDI.P yang membahas mengenai laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Provinsi Lampung, Zainal Abidin mengatakan, secara angka peningkatan yang terkait masalah ekonomi, pendidikan, keamanan dan sebagainya cukup lumayan menggembirakan, pencapaian upaya penanganan pengentasan kemiskinan, terkait dengan pendapatan asli daerah dan adanya penambahan alokasi dana desa (ADD), pendataan penduduk secara maksimal, peningkatan mutu guru dan kualitas hidup guru serta penyebaran guru agar lebih merata dan juga menambahkan tenaga honor atau tenaga medis. "Hal ini merupakan bahan evaluasi kami dalam menata dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat Lampung Utara yang kita cintai," terangnya.

Sementara menjawab fraksi Gerindra Bupati mengatakan, Pemerintah Daerah telah melaksanakan pembinaan, pengendalian dan pengawasan untuk tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah dibidang pendapatan terhadap SKPD yang mengelola pendapatan daerah. "Kemudian, solusi yang dilakukan bila terjadi kebocoran dibidang pendapatan maka terhadap pelaku/oknum yang mengelola tersebut akan dikenakan sangsi sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan," kata dia.

Sedangkan untuk fraksi Demokrat zainal Abidin menjelaskan, belum tersalurnya dana sertifikasi bulan November dan Desember Tahun 2012, dapat kami jelaskan bahwa hasil koordinasi dengan pemerintah pusat Cq. Dirjen Perimbangan Keuangan Negera Republik Indonesia yang juga dihadiri perwakilan dari forum martabat guru Kabupaten Lampung Utara, bahwa kekurangan dana sertifikasi Tahun 2012 akan dipertimbangkan pada Tahun Anggaran 2014. "Selanjutnya, berkaitan dengan dana tunjangan tambahan pengahasilan guru (Non Sertifikasi) belum tersalurkan bulan Juli sampai dengan Desember 2012, dapat kami informasikan bahwa saat ini sedang dalam proses pemeriksaan dimasing-masing juru bayar kecamatan dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, sebagaimana surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara Nomor : 800/182/10-LU/2013 tanggal 23 April 2013 perihal Permintaan Pemeriksaan Penatausahaan Keuangan Dana Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2012," tegasnya.

lampost.co

Robot Pemadam Api Dikembangkan Tim Politeknik Bandung

Kotabumi Lampung Utara: Robot Pemadam Api Dikembangkan Tim Politeknik Bandung. Robot dari jenis Quadruped (berkaki empat) hasil rancangan Tim Robotika Politeknik Bandung ini telah memenangkan gelar Juara 1 Tingkat Nasional sehingga berhak untuk mewakili Indonesia pada Kontes Robot Internasional yang diadakan di Trinity College, Hartford, Amerika Serikat.
Robot. Kotabumi Lampung Utara
Politeknik Bandung Kembangkan Robot Pemadam Api

Tim Robotika Polban mengembangkan inovasi jenis robot pemadam api berkaki empat dari perangkat sensor dan kaki sehingga memiliki akselerasi lebih tinggi, kata Pembina Tim Inti Robotika Politeknik Bandung (Polban) Eril Mozef di Diponegoro Kota Bandung, Jumat (21/6/2013). "Selama ini robot tipe Hexa Ped (robot berkaki enam) yang dikenal tercepat, tapi kami bisa membuat robot Qua Druped (berkaki empat) yang cepat dan itu menjadi bukti bahwa robot bagus tidak selalu memerlukan biaya eksklusif," kata Eril.

Tim Robotika Polban itu sebelumnya menyabet Juara 1 Tingkat Nasional hingga menjadi perwakilan Indonesia untuk Kontes Robot Internasional di Trinity College, Hartford, Amerika Serikat dan menyabet Juara ke-3, April lalu. Dua mahasiswa Polban dalam satu tim yang membuat robot tersebut yaitu Lutfi Parmuarif dan Henrian Setiawan. "Latihan membuat robot itu sendiri sempat terkendala jadwal kuliah yang padat, namun saya terus menyiasati itu dan tidak menyangka juga bisa terbang ke Amerika," kata Lutfi.

Menurut Eril, aturan kontes yang berbeda dan tingkat kesulitan yang selalu bertambah setiap tahunnya telah merangsang mahasiswa binaannya terus berpikir kreatif berimprovisasi dan mencari solusinya. "Penerapan kurikulum pembuatan robot di Polban tidak mengadopsi negara mana pun, justeru kita lebih unggul di Robo Games saja untuk ajang perobotan itu kami sudah di atas Jepang," kata Eril.

Pembinaan robotika kepada Tim Inti Robotika Polban dilakukan selama satu tahun dan melewati seleksi cukup ketat berkisar dari 150 pendaftar dan yang diterima sekitar 9-10 mahasiswa. Ke depannya, Eril berharap seiring dunia perobotan yang semakin marak di Indonesia juga harus diimbangi dengan prestasi-prestasi internasional yang membanggakan. "Bidang robotika ini dikenal cukup sulit namun ternyata Indonesia itu mampu dan anak-anak negeri semua bisa unjuk gigi," katanya menambahkan.

www.republika.co.id

Polres Lampura Tangkap Residivis Dan Pengguna Narkoba

Kotabumi Lampung Utara: Polres Lampura Tangkap Residivis Dan Pengguna Narkoba. Petugas Kepolisian Resor Lampung Utara berhasil membekuk residivis kasus narkoba, Eduwan (37), kedapatan bersama barang bukti berupa satu bungkus plastik kecil berisi sabu-sabu, alat isap, dan sebuah korek api. Diduga barang-barang tersebut digunakan Eduwan untuk mengkonsumsi sabu-sabu. Selain itu, polisi juga menangkap 2 orang lainnya yang diduga telah menggunakan narkoba.
Hukum. Kotabumi Lampung Utara
Residivis Narkoba Dibekuk Polres Lampura

Seorang residivis kasus narkoba ditangkap petugas Satnarkoba Polres Lampung Utara di kontrakan teman wanitanya karena kedapatan membawa sabu-sabu, Senin (24/6/2013), sekitar pukul 22.00. Dari tangan tersangka disita barang bukti berupa satu bungkus plastik ukuran kecil dan sebuah alat isap (bong) serta sebuah korek api yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba itu.

Tersangka Eduwan (37 tahun), warga Jalan Abungraya Timur, Desa Pungguk Lama, Abung Timur, Lampung Utara, kini telah ditahan di Polres Lampung Utara. Kasat Narkoba Polres Lampura AKP Jhon Kenedy, mewakili Kapolres AKBP Helmy Santika, Selasa (25/6/2013), mengatakan penangkapan tersangka berkat laporan masyarakat yang menyatakan Eduwan kerap mengonsumsi narkoba di rumah seorang teman wanitanya di daerah Gang Cimahi, Kelurahan Tanjungaman, Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Berbekal laporan itu, petugas langsung menyelidiki dan menangkap tersangka. Di kontrakan itu, petugas juga menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dan alat isap yang dipakai untuk mengonsumsi narkoba itu. "Tersangka tidak dapat berkelit karena anggotanya berhasil menemukan barang bukti saat penangkapan,' ujarnya.

AKP Jhon Kenedy juga mengatakan dalam catatan kepolisian, tersangka baru sebulan bebas setelah sebelumnya divonis 4 tahun penjara atas kasus narkoba. Di hadapan petugas, tersangka mengakui barang tersebut rencananya akan dipakai sendiri dan tidak dijual namun membantah kalau barang tersebut bukan miliknya, melainkan milik teman wanitanya. "Barang tersebut rencananya saya pakai sendiri dan tidak dijual," kata Jhon menirukan penuturan Eduwan.

Sehari sebelumnya, petugas Polres Lampura juga menangkap dua warga yang diduga sebagai pemakai sabu-sabu. Selain menangkap keduanya, petugas juga menyita barang bukti dua bong yang masih terdapat sisa sabu-sabu dan dua korek api. Tersangka Nabsin Mubaidi (43 tahun), warga Lahat, Sumatera Selatan, ditangkap dalam razia petugas di jalan raya lintas Sumatera, Kecamatan Abung Selatan, Minggu (23/6/2013), sekitar pukul 23.00. Kemudian Imran (38 tahun), warga Simpang Prapau, Kecamatan Abung Selatan, ditangkap di rumahnya usai mengonsumsi sabu-sabu.

lampost.co

Selasa, 25 Juni 2013

Narapidana Kasus Pencurian Kabur Dari Lapas Kotabumi

Kotabumi Lampung Utara: Napi Kasus Pencurian Kabur Dari Lapas Kotabumi. Narapidana tersebut bernama Sodri alias Moncos (26 tahun). Dia diinformasikan telah melarikan dari dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kotabumi, Lampung Utara. Sampai saat ini petugas lapas yang dibantu oleh petugas Polres Lampura terus memburu narapidana yang kabur tersebut.
Angkot. Kotabumi Lampung Utara
Usai Bersih-bersih Sodri Kabur dari Lapas Kotabumi

Seorang narapidana atas nama Sodri alias Moncos (26) warga Bandar Lampung kabur, Minggu (23/6/2013) sekitar pukul 10.00 WIB. Kepala Lembaga Pemasyarakatan, kelas II A Kotabumi, Lampung Utara, Supriyono BC,Ip, membenarkan hal tersebut, Senin (24/6/2013) saat jumpa pers di kantornya. Menurutnya, narapidana dengan kasus pencurian itu melarikan diri melalui pintu belakang. Saat itu setiap hari Minggu para tahanan dan narapidana yang ada di Lapas mengikuti bersih-bersih ruang tahanan. Setelah berbenah kemudian para penghuni Lapas pun ke ruangnya masing-masing. Namun saat akan dilakukan pemeriksaan ulang oleh petugas jaga, Sodri tidak ada di dalam ruangan blok B5 dewasa.

Kemungkinan, terang pejabat yang baru memimpin tiga hari itu, Sodri kabur melalui pos 2, yang letaknya di belakang Lapas. "Ia diduga melarikan diri melewati tembok Lapas dengan menggunakan kayu. "Setelah kami periksa keadaan sekitar Lapas, Sodri diduga kabur dengan cara memanjat dinding, dengan melewati pintu belakang," ujarnya.

Di tempat tersebut ditemukan jejak kaki orang dan satu baju tahanan pendamping (tamping) yang merupakan milik narapidana dengan kasus pencurian sepeda motor. "Kaburnya Sodri diduga memanfaatkan situasi pergantian penjaga dan banyaknya buruh yang masih mengerjakan gedung Lapas karena terbakar pada akhir 2011 lalu," katanya.

Untuk penyebab kaburnya Sodri, ia belum dapat mengetahui alasannya. Saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap narapidana yang kabur tersebut. "Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Lampung Utara untuk mengejarnya," bebernya.

Supriyono menerangkan, Sodri (26) warga Sukadana, Telukbetung Bandar Lampung merupakan narapidana kasus pencurian motor. Dia telah mendapat vonis dari pengadilan Negeri Tanjung Karang selama 1 tahun 10 bulan. "Sodri merupakan tahanan limpahan dari Rutan Way Hui, Bandar Lampung. Dia menjalani masa tahanan di Lapas Kotabumi sudah sekitar 4 bulan, yakni bulan Maret 2013," jelas Kalapas seraya menjelaskan kamar yang ditempati Sodri berisi 2 orang di Blok B 5.

Kalapas anak kelas II A, mengatakan Sodri sudah kabur untuk kedua kalinya. Yang pertama terjadi di Rutan Way Hwi, Bandar Lampung, tak lama dari ia menjalani hukumannya. "Dia disini sudah kabur yang kedua kalinya," bebernya. Namun, pada peristiwa meloloskan diri yang pertama Sodri kembali ke Rutan Way Hwi. "Dia di Lapas Kotabumi sudah dimasukkan kedalam program asimilasi bagi tahanan. Dan untuk bulan Juni tahun 2014 ia sudah akan bebas," ujarnya.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Helmy Santika menjelaskan pihak kepolisian setempat akan membantu Lapas untuk mengejar tahanan yang kabur. Saat ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Lapas terkait kaburnya Sodri. "Kita sudah kirim anggota sebanyak 5 sampai 6 orang. Saat ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Lapas terkait kaburnya Sodri. "Kami sudah terima informasi dari Lapas anak Kotabumi, dan segera akan kita tangkap," katanya.

www.tribunnews.com

Tarif Angkutan Umum Di Lampung Utara Ditetapkan Naik 38,5%

Kotabumi Lampung Utara: Tarif Angkutan Umum Di Lampura Ditetapkan Naik 38,5%. Dari hasil rapat Forum Lalu-lintas Kabupaten Lampung Utara yang diadakan pada hari Minggu, 23 Juni 2013, disepakati bahwa berkaitan dengan kenaikan harga BBM maka tarif angkutan umum (angkutan pedesaan dan angkutan kota) dinaikkan sebesar 38,5% dari tarif sebelumnya. Rapat tersebut melibatkan beberapa pihak terkait, yaitu anggota Komisi C DPRD Lampung utara, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
Angkot. Kotabumi Lampung Utara
Tarif Angkot di Lampura Naik 38,5%

Menindaklanjuti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis premium, hasil rapat Forum Lalu Lintas Kabupaten Lampung Utara menetapkan bahwa tarif bagi pengguna jasa angkutan desa (angdes) dan angkutan kota (angkot) dinaikkan sebesar 38,5% dari tarif lama. Kepala Dinas Perhubungan, Kodari, di ruang kerjanya, Senin (24/6/2013), mengatakan bahwa hal itu merujuk hasil rapat Forum Lalu Lintas yang terdiri dari perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan anggota DPRD dari Komisi C yang membidangi kemasyarakatan.

Tarif bagi pengguna jasa angkutan kota dan desa akan dinaikkan dari standar tarif lama Rp2.000/orang untuk jarak rentang 10 km menjadi Rp2.770/orang dalam rentang jarak yang sama. "Hasil rapat Forum Lalu Lintas yang digelar, Minggu (23/6/2013), ada kenaikan tarif angkutan standar kilometer di Lampung Utara. Dari Rp200/km menjadi Rp277/km atau naik sekitar 38,5%," kata Kodari.

Kenaikan tarif yang berlaku bagi masyarakat umum itu juga berlaku bagi pelajar. Kenaikan tarif untuk pelajar, dari tarif lama Rp1.000 untuk rentang jarak 10 km naik menjadi Rp1.400. Sementara kenaikan tarif angkutan pada jarak di atas 10 km tinggal dikalikan dengan standar tarif yang ditetapkan. Menurut dia, kenaikan tarif ini wajar karena harga BBM, terutama jenis bensin, juga mengalami kenaikan dari Rp4.500/liter naik menjadi Rp6.500/liter atau dengan persentase kenaikan sekitar 44%. "Naiknya tarif angkutan adalah konsekuensi dari naiknya harga BBM."

Hasil penetapan tarif, khusus bagi masyarakat umum, kenaikan tarif angkutan kota dan angkutan desa standar kilometer telah mengalami pembulatan dari Rp2.770 untuk rentang 10 km menjadi Rp2.750. Dengan pertimbangan, nominal pada mata uang rupiah tidak ada angka 20. "Putusan hasil rapat kenaikan tarif dari Forum Lalu Lintas, untuk umum Rp2.750 dan pelajar Rp1.400. Hasil putusan ini akan diajukan ke Bupati sebagai pertimbangan penerbitan surat keputusan (SK) bupati tentang penetapan tarif angkutan baru," kata Kodari.

lampost.co

Ampas Kelapa Sebagai Bahan Penyerap Ion Logam Berat

Kotabumi Lampung Utara: Ampas Kelapa Sebagai Bahan Penyerap Ion Logam Berat. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta menyimpulkan bahwa arang yang terbuat dari ampas buah kelapa dapat menjadi bahan penyerap atau absorben terhadap ion logam berat dari jenis Cr(III) atau kromium. Penemuan ini merupakan terobosan baru dan penting, mengingat logam berat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya.
Kelapa. Kotabumi Lampung Utara
Ampas kelapa dapat dijadikan absorben logam berat

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, Raden Wahid Hanafi dan Nenny Widiani, memanfaatkan ampas kelapa sebagai penyerap (absorben) ion logam berat Cr(III) atau kromium. "Kami menggunakan ampas kelapa sebagai absorben karena mengandung selulola, manan, dan galaktomanan. Pada selulosa dan galaktomanan terdapat situs aktif yang mampu mengikat ion logam berat," kata Raden Wahid, di Yogyakarta, Sabtu (22/6/2013).

Selain itu, menurut dia, ampas kelapa juga mempunyai pori-pori yang dapat menjebak ion logam berat. Pembuatan absorben serbuk ampas kelapa itu dibagi menjadi dua tahap. "Tahap pertama adalah pembuatan arang ampas kelapa menggunakan metode sangrai dan pengayakan arang ampas kelapa dengan menggunakan ayakan 50 mesh," katanya.

Ia mengatakan, setelah pembuatan arang dengan memanfaatkan ampas kelapa, maka tahap selanjutnya adalah menyerap logam berat Cr(III) dengan arang tersebut. "Cr(III) diperoleh dari larutan CrCl3. Satu gram arang ampas kelapa dimasukkan ke dalam 25 mililiter larutan CrCl3 dengan konsentrasi 50, 100, 150, 200, dan 250 ppm," katanya.

Menurut mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu, proses absorpsi dilakukan dengan pengadukan selama satu jam kemudian didiamkan selama satu hari satu malam. "Berdasarkan penelitian tersebut ampas kelapa yang dibuat menjadi arang dapat digunakan secara efektif untuk mengabsorpsi ion logam berat Cr(III) pada konsentrasi 100 ppm dengan konsentrasi Cr(III) terserap sebesar 94,046 ppm dan daya serapnya sebesar 2,351 mg/g," katanya.

Ia mengatakan, ion logam Cr(III) merupakan logam berbahaya bagi kesehatan. Ion logam Cr(III) banyak dihasilkan dari limbah buangan hasil industri elektroplating dan penyamakan kulit. Ion logam Cr(III) bersifat karsinogenik dan tidak dapat dicerna oleh tubuh. Jika masuk dalam tubuh manusia ion logam Cr(III) akan terakumulasi dalam tubuh dan dapat menimbulkan penyakit-penyakit yang berbahaya. "Upaya pengendalian limbah logam berat Cr(III) itu sudah banyak dilakukan. Berbagai absorben telah dimanfaatkan untuk mengurangi kandungan Cr(III) dalam limbah tetapi hasilnya belum memuaskan, sehingga masih diperlukan absorben dari bahan atau material baru seperti ampas kelapa," katanya.

www.antaranews.com

Senin, 24 Juni 2013

114 Calon Haji Dari Lampura Terancam Kebijakan Pengurangan Quota

Kotabumi Lampung Utara: 114 Calon Haji Dari Lampura Terancam Kebijakan Pengurangan Quota. Hal ini dikarenakan adanya informasi bahwa pemerintah Arab Saudi akan mengurangi quota jemaah haji tahun 2013 untuk setiap negara asal calon jemaah haji, termasuk Indonesia. Berkaitan dengan hal itu, pemerintah Indonesia melalui Departemen Agama akan berusaha melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi.
Haji. Kotabumi Lampung Utara
Calhaj Lampura bakal Berkurang 114 Orang

Sebanyak 114 orang Calon Haji Lampung Utara akan terpangkas jika kebijakan pengurangan calhaj tahun 2013 dari Arab Saudi benar-benar terealisasi. Demikian dikatkan Kasi Pelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Lampura Makmur, Minggu (23/6/2013).

Meski begitu, kata Makmur, belum mengetahui secara pasti apakah kebijakan pemangkasan kuota calhaj tersebut akan segera diterapkan.

Sebab, menurutnya, pihak Kementerian Agama (Kemenag) pusat akan kembali melobi pemerintah Arab Saudi terkait pengurangan kuota calhaj asal Indonesia.

Selain itu, ia juga mengaku belum mengetahui mekanisme pemangkasan calhaj bila kebijakan tersebut benar akan diterapkan.

lampung.tribunnews.com

Cucu Menjadi Otak Perampokan Terhadap Neneknya Sendiri

Kotabumi Lampung Utara: Cucu Menjadi Otak Perampokan Terhadap Neneknya Sendiri. Korban perampokan dalam kasus ini adalah seorang perempuan, Ngadinem (70 tahun), seorang warga di Desa Karang Rejo, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara. Sedangkan cucunya sendiri yang menjadi otak perampokan terhadap Ngadinem adalah Te yang baru berusia 17 tahun. Pihak kepolisian berhasil menangkap Te, dan melalui pemuda ini, polisi juga berhasil meringkus 4 teman Te lainnya yang tergabung dalam komplotan perampokan tersebut.
Perampok. Kotabumi Lampung Utara
Otak Perampokan Ngadinem Cucunya Sendiri

Berkat kerjasama Tim Resmob Polres Lampung Utara dan anggota Polsek Sungkai Selatan, berhasil dibekuk lima pemuda yang diduga sebagai pelaku perampokan terhadap Ngadinem (70 tahun), warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara. Aksi perampokan tersebut terjadi pada hari Kamis (20/6/2013) pukul 05.30 WIB.

Ironisnya, dalang atau otak pelaku perampokan itu ternyata adalah cucu si korban sendiri, Te (17), warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara. Sedangkan 4 orang temannya yang tergabung dalam komplotan perampokan tersebut adalah:
  • Anton alias Centeng (24), warga Desa Bumi Muliya, Kecamatan Pakuon Ratu, Way Kanan.
  • Muhamad Alisudiro alias Diro (22), warga Desa Rejo Sari, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan.
  • Musa Adiprasetyo (20), warga Desa Bima Sakti, Kecamatan Bumi Besay, Way Kanan.
  • Nurohmad alias Mad (21), warga Desa Capang Batu Balak, Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara.
4 orang tersebut berhasil diamankan setelah polisi terlebih dahulu menangkap Te pada Jumat (21/6/2013) pukul 15.00 WIB di Desa Jono Muliyo, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara.

Seusai melakukan pengembangan terhadap Te, polisi mengamankan empat tersangka lainnya pada Sabtu (22/6/2013) pukul 12.00 WIB di Desa Negeri Agung,Way Kanan. Polisi terpaksa melumpuhkan kaki keempat tersangka dengan timah panas lantaran mencoba melarikan diri.

lampung.tribunnews.com

Minggu, 23 Juni 2013

Wang Yaping, Astronot Perempuan China Yang Mengajar Dari Luar Angkasa Untuk Puluhan Juta Murid Di Bumi

Kotabumi Lampung Utara: Wang Yaping, Astronot Perempuan China Yang Mengajar Dari Luar Angkasa Untuk Puluhan Juta Murid Di Bumi. Kegiatan mengajar tersebut dilakukan oleh Wang Yaping dari laboratorium luar angkasa Tiangong I. Astronot cantik ini bersama dua astronot lainnya meluncur dari bumi menuju laboratorium ruang angkasa tersebut dengan mengendarai pesawat antariksa Shenzou-10. Pesawat antariksa ini dijadwalkan akan segera kembali ke bumi antara tanggal 25 atau 26 Juni 2013.
Wang Yaping, astronot perempuan China. Kotabumi Lampung Utara
Astronot Cina mengajar dari luar angkasa

Astronot perempuan asal Cina, Wang Yaping untuk pertama kalinya mengajar lewat video dari luar angkasa. Astronot perempuan kedua asal Cina ini berbicara dengan sejumlah murid lewat tayangan video langsung. Dia bersama rekannya menjelaskan soal keadaan tanpa gravitasi dalam pelajaran fisika. Wang terlihat menggunakan alat peraga berupa gangsing, bola dan air untuk menggambarkan kondisi tanpa gravitasi. Dia melakukan aksi mengajarnya ini dari laboratorium luar angkasa Tiangong I, tempat di mana pesawat luar angkasa Shenzhou saat ini berada.

Shenzou-10 merupakan pesawat luar angkasa berawak kelima yang berhasil diluncurkan oleh Cina. Pesawat ini akan mengakhiri misinya pada tanggal 25 atau 26 Juni 2013 mendatang.

Disaksikan jutaan pelajar

Saat mengajar melalui video itu, Wang Yaping menunjukan sejumlah percobaan terkait dengan soal berat dan massa benda saat berada di luar angkasa. Dia antara lain menunjukan bagaimana sebuah obyek bergerak dalam lingkungan yang dilingkupi kodisi gaya berat mikro, saat menerangkan hal ini dia meminta rekannya berputar mulai dari 90 derajat kemudian 180 derajat dari lantai laborotarium.

Sekitar 330 murid sekolah setingkat sekolah dasar dan menengah datang menghadiri kelas khusus di Beijing menyaksikan Wang mengajar. Laporan media setempat juga mengatakan dalam kesempatan ini sejumlah anak juga diberi kesempatan untuk bertanya secara langsung.

Saat merespon pertanyaan para murid, Wang tidak lupa untuk menggambarkan apa yang bisa dia lihat dari luar angkasa. "Bintang yang kami lihat lebih terang, tapi mereka tidak terlihat berkedip. Langit yang kami lihat tidak berwarna biru tapi hitam. Dan setiap hari, kami bisa melihat matahari terbit sebanyak 16 kali karena kami memutari bumi setiap 90 menit.," kata Wang yang kemudian menjelaskan ini karena tidak adanya hambatan dari atmosfer saat melihatnya.

Menteri Pendidikan Cina mengatakan materi yang disampaikan oleh Wang tidak hanya disaksikan oleh pelajar di Beijing tetapi juga sekitar 60 juta pelajar dan guru di seluruh Cina.

www.bbc.co.uk