Cari di Blog Ini

Kamis, 31 Januari 2013

Membiarkan Jalan Rusak, Pejabat Pengelola Jalan Bisa Dipidana

Beberappa ruas jalan negara di Kabupaten Lampung Utara saat ini dalam kondisi banyak berlubang. Kedalaman lubang pada badan jalan tersebut bahkan mencapai 30 cm. Menurut pasal 273 ayat 1-3 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angutan Jalan (LLAJ), pejabat pengelola dan penyelenggara jalan yang membiarkan jalan dalam kondisi rusak hingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban luka atau meninggal bisa terkena sanksi pidana. Jika korbannya meninggal, pejabat yang bersangkutan bisa dikenai hukuman lima tahun penjara, dan jika korban kecelakaan mengalami luka berat ancamannya satu tahun penjara.
Jalan rusak. Kotabumi Lampung Utara
Ada 11 Titik Jalan Negara yang Berlubang di Lampung Utara

Sejumlah ruas jalan negara di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Lampung, dikeluhkan warga. Alasannya, kondisi jalan negara di sana banyak yang berlubang, dan cukup mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas. Pantauan Tribun Lampung (Tribunnews.com Network), sedikitnya terdapat 11 titik jalan berlubang, mulai dari Tugu Alamsyah Ratu Perwiranegara, hingga Jalan Soekarno-Hatta, Bukitkemuining yang berbahaya dan mengancam keselamatan para pengguna jalan. Bahkan, tepat di Gedung Pramuka Lampura, terdapat lubang yang cukup besar dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter.

Budiman (50), warga Wonogiri 1, Kotabumi Selatan, mengaku sangat khawatir saat melintas di kedua jalan tersebut. "Banyak lubang di jalan-jalan itu. Kalau tidak hati-hati berkendara, anak istri kami bisa celaka," ucapnya, Senin (28/1/2013).

Menurut Budiman, kedalaman lubang bervariasi, mulai 10 sentimeter hingga 30 sentimeter, dengan diameter rata-rata 10 sentimeter. Hal serupa juga diungkapkan Solihin (35), warga Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi. Menurutnya, kerusakan pada kedua jalan itu terbilang cukup mengkhawatirkan dan menganggu kenyamanan para pengguna jalan.

Untuk itu, Solihin menilai harus ada langkah cepat dari dinas atau instansi terkait, untuk memperbaiki kondisi kedua jalan, sebelum menelan korban jiwa. Sebab, berdasarkan pasal 273 ayat 1-3 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angutan Jalan (LLAJ), pejabat penyelenggara jalan yang membiarkan jalan rusak hingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka atau matim bisa terkena sanksi pidana. Jika korbannya mati, ancamannya lima tahun penjara, dan jika luka berat ancamannya satu tahun penjara. "Bahkan, jika pejabat bersangkutan tidak memberikan tanda pada jalan yang rusak, bisa dipidana enam bulan penjara. Pejabat penyelenggara jalan yang dimaksud adalah Menteri PU, gubernur, Kanwil PU, dan Kepala Dinas PU," jelas Solihin.

Sementara, Kepala Dinas PU Lampura Hamartoni Ahadis ketika ditemui di pelataran parkir Kantor pemkab setempat menjelaskan, status kedua jalan itu merupakan jalan negara atau provinsi. Sehingga, tanggung jawab perbaikan atau perawatannya, berada di pihak provinsi.

www.tribunnews.com

Senin, 28 Januari 2013

Pemkab Rancang Perda Pemekaran Desa Dan Kelurahan

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara saat ini tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) yang mebahas tentang pemekaran desa dan kelurahan di wilayah Lampura. Meskipun pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran wilayah namun Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Lampung Utara M. Rezki, S.H mengatakan bahwa kebutuhan akan pemekaran wilayah ini merupakan kebutuhan suatu daerah.
Kotabumi Lampung Utara
Rancang Perda Pemekaran

Meski moratorium pemekaran wilayah masih diberlakukan pemerintah pusat, Pemkab Lampung Utara tetap merancang peraturan daerah (perda) tentang pemekaran desa dan kelurahan. Bahkan, rencananya perda itu disahkan pada tahun ini. Kabag Hukum Pemkab Lampura M. Rezki, S.H. mengatakan, kini memang moratorium masih diberlakukan. Meski demikian, ia menganggap pemekaran itu merupakan kebutuhan suatu daerah. "Dengan adanya moratorium, bukan berarti tidak dibahas. Sebab, kita bekerja berdasarkan undang-undang (UU). Jika kita membutuhkan, kenapa tidak? Jadi, kita bekerja berlandaskan UU dan kebutuhan suatu daerah," katanya.

Selain itu, lanjut Rezki, Pemkab Lampura juga merancang tiga perda lainnya. Yakni perda investasi daerah, perizinan dari Dinas Kesehatan, serta pencabutan perda tentang lalu lintas yang lama karena sudah tidak layak lagi dan tidak sesuai dengan UU Lalu Lintas yang terbaru. "Perda tentang lalu lintas kita mengacu pada UU lama. Sedangkan sekarang ini sudah terbit UU yang baru, yakni UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jadi, kita lakukan penyesuaian," ucapnya.

Rezki merinci jika UU yang lama pengelolaan izin penutupan jalan ada pada Dinas Perhubungan, semenjak ada UU yang baru izin penutupan jalan jadi kewenangan polantas. "Jadi kalau mau ada penutupan jalan, sekarang izinnya ke Satlantas Polres Lampura," ujarnya.

Dia menambahkan, ada juga raperda yang sudah dibuat diselesaikan pada 2012, namun belum disahkan. Di antaranya raperda rencana tata ruang wilayah (RTRW). "Belum disahkannya raperda ini menjadi tanggung jawab satker terkait. Tugas kita pada 2012 sudah selesai dalam pembuatan raperda. Jika tidak disahkan DPRD, kemungkinan ada yang perlu direvisi. Jadi, silakan saja konfirmasi ke masing-masing satker," ungkap Rezki.

www.radarlampung.co.id

Facebook Fan Page Untuk Promosi Produk Secara Online

Halaman penggemar atau Fan Page yang disediakan secara gratis oleh situs jaringan sosial Facebook sudah digunakan oleh banyak orang untuk tujuan promosi produk bisnis. Tapi seringkali didapati para pebisnis masih kurang maksimal dalam memanfaatkan Facebook Fan Page ini dalam mempromosikan produk secara online. Mereka hanya membuat, lalu mengupload content promosi hanya satu kali saja, setelah itu jarang atau malah tidak pernah diupdate sama sekali. Padahal update content pada Facebook Fan Page sangat penting, karena stiap ada update status maka content yang baru diterbitkan tersebut akan muncul juga di halaman beranda (home) setiap penggemarnya.
Facebook Fan Page. Kotabumi Lampung Utara
Meskipun banyak perusahaan telah memiliki website secara resmi, mereka juga menggunakan jejaring sosial seperti Facebook untuk menjangkau penggunanya secara langsung. Bahkan, menciptakan fan page di Facebook berpotensi meraih lebih banyak audiens, karena mereka yang tak pernah membuka website perusahaan Anda memilih untuk mengunjungi Anda melalui fan page.

Sayangnya, tak semua pengguna tahu apa yang harus dilakukan di fan page. Sering kali setelah mengklik "Become a Fan", pengguna tak pernah lagi menengok laman ini. Padahal, mengembangkan basis pengguna di Facebook dan membuat mereka terlibat bisa menjadi bagian penting kampanye media sosial bisnis Anda.

Berikut beberapa konsep yang dapat membantu Anda membuat penggemar tetap terlibat dengan fan page Anda:

1. Menarik untuk "target audience"
Cobalah Anda ingat, mengapa Anda pernah menjadi "fan" terhadap kelompok, produk, atau brand tertentu di Facebook. Penyebabnya pasti karena Anda merasa produk tersebut mewakili pribadi Anda. Semakin menarik laman Anda untuk target demografis Anda, semakin pengunjung ingin bergabung dan menjadi anggota komunitas Anda di Facebook. Fan page yang menarik secara visual dan di-update secara konstan pasti akan disukai pengunjung. Laman seperti ini bisa menjadi perpanjangan dari brand yang diusung perusahaan: kasual, keren, dan edgy.

2. Lontarkan topik diskusi
Ketika ada topik-topik hangat yang sedang dibicarakan di televisi ataupun dalam pergaulan, lemparkan topik tersebut ke forum. Kaitkan topik tersebut dengan bisnis Anda. Setiap orang pasti ingin mengatakan sesuatu dan ingin didengarkan. Jadi, berikan mereka kesempatan untuk mengungkapkan isi pikirannya. Ketika orang berpartisipasi dalam diskusi secara online, mereka punya kecenderungan untuk kembali ke laman tersebut dan mengecek respons dari orang lain.

3. Minta "feedback"
Penggemar akan merasa terhubung dengan perusahaan Anda ketika diminta memberikan feedback. Anda bisa meminta input dari mereka untuk hal-hal seperti produk, layanannya, atau layout website Anda. Melalui forum seperti ini, Anda juga bisa mendapatkan feedback pribadi secara real-time.

4. "Update" dengan foto, video, dan konten asli
Konten yang selalu segar dan menarik akan membuat penggemar selalu datang untuk mencari sesuatu yang baru, seperti artikel-artikel atau penawaran baru. Foto atau gambar-gambar yang bagus juga akan terlihat memikat, khususnya dalam media online. Pengguna Facebook pasti menyukai sesuatu yang berwarna, yang bisa mengalihkan perhatian Anda dari pekerjaan rutin yang mulai membosankan.

5. Tawarkan insentif
Fan page yang menawarkan banyak hal pada penggemarnya pasti akan selalu dicari, misalnya saja sale, bonus produk atau layanan khusus, dan kontes. Dalam Facebook juga berlaku pemasaran word of mouth. Ketika tawaran Anda disambut dengan antusias oleh beberapa penggemar, mereka akan menyampaikannya juga kepada teman-temannya yang lain.

Agar Tak Terjebak Mitos Perusahaan Keluarga

Beberapa mitos tentang perusahaan keluarga seolah cenderung menggambarkan bahwa sebuah perusahaan keluarga sulit untuk bisa langgeng dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Hal ini membuat para wirausaha menjadi terpengaruh untuk mengambil sikap dan tindakan yang keliru berdasarkan mitos-mitos yang belum tentu terbukti kebenarannya tersebut.
Perusahaan Keluarga. Kotabumi Lampung Utara
Mitos tidak hanya melekat dalam sebuah suku bangsa, tetapi juga dalam perusahaan, termasuk perusahaan keluarga. Mitos berisi keyakinan, cerita, dan tradisi yang masyhur dan disampaikan berulang-ulang tentang seseorang, kelompok, atau peristiwa. Mitos acap mendorong seseorang atau kelompok untuk mengambil sikap dan bertingkah laku tertentu, padahal sebuah mitos belum tentu benar karena tidak ditinjau secara kritis. Meski demikian, yang terpenting adalah pelajaran yang dapat diambil guna meningkatkan kualitas individu, anggota keluarga, dan perusahaan.

Dalam perusahaan keluarga, terdapat sederet mitos yang telanjur melekat. Yang paling populer adalah "generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga menghancurkan". Mitos ini boleh jadi mendapatkan pembenaran mengingat fakta bahwa hanya segelintir perusahaan keluarga yang mampu bertahan hingga beberapa generasi. Bagaimanapun, hal tersebut tidak boleh jadi alasan untuk patah semangat serta berhenti berjuang demi kejayaan perusahaan dan keluarga.

Perusahaan keluarga harus bekerja dengan sungguh-sungguh guna membuktikan mitos ini keliru. Belajarlah dari keberhasilan perusahaan keluarga yang mampu bertahan dari generasi ke generasi hingga puluhan, bahkan ratusan tahun.

Yang utama adalah perhatian yang sungguh-sungguh pada isu-isu yang khas melekat pada perusahaan keluarga, yakni konflik nilai, suksesi, struktur organiasi, kompensasi, kompetensi, distribusi pendapatan, serta keselarasan antara tujuan bisnis dan tujuan keluarga. Jangan dilupakan pula isu-isu organisasi secara umum seperti kepemimpinan dan perencanaan strategis.

Ada lagi mitos-mitos lain dalam perusahaan keluarga, seperti dikemukakan oleh Rivers. Di antaranya adalah "anak-anak pemilik tidak menunjukkan komitmennya bagi perusahaan. Buktinya, mereka enggan untuk bekerja keras seperti yang dulu dilakukan orangtua mereka".

Berkaitan dengan hal ini, ada sejumlah alasan mengapa anak-anak pemilik perusahaan keluarga tidak harus bekerja dengan jam kerja yang panjang seperti orangtua mereka saat merintis bisnis dulu. Biasanya anak-anak mulai terlibat penuh saat perusahaan berkembang dengan jumlah karyawan yang semakin bertambah. Tugas-tugas yang dulu hampir seluruhnya dilakukan sendiri oleh pendiri dapat didelegasikan kepada orang-orang yang lebih mumpuni di bidangnya. Tentu ini perkembangan positif. Yang terpenting adalah dilaksanakannya secara konsisten prinsip orang yang tepat pada posisi yang tepat sehingga masing-masing bekerja dalam bidang yang sesuai dengan minat dan keahliannya.

Alasan lain adalah semangat dan keterampilan kewirausahaan generasi penerus yang berbeda dengan orangtuanya. Generasi penerus acap lebih menonjol dalam keterampilan manajerial ketimbang semangat kewirausahaan. Seorang wirausaha lebih berani mengambil risiko; tidak menyukai kekakuan perilaku, struktur, sistem manajemen; serta lebih pandai memanfaatkan peluang. Berbeda halnya dengan manajer yang lebih berhati-hati.

Bagaimanapun, seorang wirausaha harus memiliki keterampilan manajerial guna mewujudkan visinya. Demikan juga, seorang manajer harus meningkatkan semangat dan keterampilan kewirausahaannya guna mengelola perubahan dan berinovasi. Alasan berikutnya adalah semakin tingginya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Menyiapkan suksesi

Ada juga mitos yang menyatakan "perusahaan keluarga kami telah mendokumentasikan rencana suksesi dengan baik". Perlu diingat, masalah suksesi lebih dari sekadar masalah pendokumentasian. Suksesi lebih dari sekadar peralihan jabatan dari generasi senior kepada generasi penerus. Bukan pula sekadar pengalihan kekayaan. Namun, suksesi juga berkaitan dengan berbgai sisi perencanaan, seperti perencanaan suksesi kepemilikan, suksesi manajemen, perencanaan strategis, perencanaan strategi meninggalkan perusahaan bagi para senior, perencanaan waktu pelaksanaan suksesi, dan rencana darurat dalam pelaksanaan suksesi.

Perencanaan suksesi menjadi kelemahan banyak perusahaan keluarga, bahkan di Amerika Serikat, yang sistem bisnisnya terkenal lebih mapan. Akibatnya, perusahaan kerap mengalami konflik berlarut-larut dan penurunan kinerja secara drastis.

Mitos lainnya, "sebelum perusahaan keluarga mengambil keputusan penting, diperlukan persetujuan dengan suara bulat, sehingga semua pihak merasa nyaman dengan keputusan yang diambil". Menghasilkan kesepakatan dengan suara bulat adalah hal yang nyaris mustahil. Menganggap sebuah perusahaan keluarga akan mampu untuk secara konsisten mengambil keputusan dengan suara bulat pada saat banyak orang berpartisipasi adalah tidak realistis. Yang paling penting, perusahaan keluarga perlu menentukan kriteria pengambilan keputusan yang jelas dan adil.

Sejatinya, proses pengambilan keputusan dalam perusahaan keluarga bergantung kepada tahap perkembangan perusahaan. Pada perusahaan yang baru berdiri, peran pemilik dalam pengambilan keputusan sangat dominan. Pendiri dianggap memiliki semangat dan keterampilan kewirausahaan, kualitas kepemimpinan, serta sumber daya finansial yang tak tertandingi.

Ukuran perusahaan yang masih kecil memudahkan pengendalian. Namun, seiring dengan tumbuh kembangnya perusahaan serta makin dewasanya generasi penerus, proses pengambilan keputusan harus mulai didelegasikan. Mula-mula mungkin cukup dengan hal-hal yang sifatnya operasional, untuk kemudian berangsur-angsur kepada hal-hal yang sifatnya strategis.

Hal ini juga sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi generasi penerus, sehingga bila tiba waktunya mereka mengambil alih kepemilikan dan kepemimpinan, mereka telah siap. Bila perusahaan semakin besar dan maju, profesional dari luar anggota keluarga juga harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Perusahaan keluarga harus melepaskan diri dari belenggu mitos yang belum terbukti kebenarannya, dan fokus untuk meningkatkan dan mempertahankan kinerja dan eksistensinya, dari generasi ke generasi.

Sabtu, 26 Januari 2013

Petani Dihimbau Waspadai Hama Blas

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara menerangkan bahwa akibat curah hujan yang tinggi telah membuat meningkatnya kelembaban tanah pertanian di Lampung Utara. Hal ini bisa memicu munculnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), misalnya hama Blas.
Pertanian. Kotabumi Lampung Utara
Distannak Lampura Imbau Petani Waspada Penyakit Blas

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara, mengimbau petani padi untuk mewaspadai serangan penyakit Blas, selama musim hujan.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara, Murdoko di ruang kerjanya, Jumat (25/1/2013), mengatakan, timbulnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti Blas karena cuaca ekstrem tingginya curah hujan yang menyebabkan meningkatnya kelembaban tanah.

"Tingginya kelembaban tanah memicu terjadinya serangan blas yang disebabkan bakteri atau jamur," kata dia.

lampung.tribunnews.com

Begal Bersenjata Api Marak Beraksi

Aksi begal menggunakan senjata api makin sering terjadi di kawasan kerja Kepolisian Resort Lampung Utara. Meskipun beberapa waktu lalu telah dilakukan operasi gabungan guna memberantas kejahatan pembegalan, namun kejahatan begal tetap terjadi lagi.Ini menunjukkan lemahnya kinerja aparat kesatuan tersebut dalam mengamankan dan menegakkan pelaksanaan hukum di Kabupaten Lampung Utara.
Surati, korban pembegalan. Kotabumi Lampung Utara
Marlan Diamankan Tentara Seusai Membegal
25 Januari 2013

Nahas yang dialami Marlan (18) warga Surakarta, Abung Surakarta, Lampung Utara. Pasalnya, pemuda pengangguran ini tertangkap tangan oleh anggota TNI usai melakukan pembegalan, Jumat (25/1) sekitar pukul 06.15 WIB. Dia merupakan salah satu pelaku pembegalan terhadap Neni Artika (24), warga Tulung Mili, Kotabumi, Lampura. Korban menceritakan, saat itu dirinya sehabis pulang mentransfer uang di bank. "Saya mengendarai motor Honda Revo," jelasnya.

Tiba, dirumahnya, kendaraannya dipepet dua pelaku begal. Saat itu salah satunya langsung menodongkan senpi kearahnya, dan meminta menyerahkan motor kesayangannya. "Saya langsung menjatuhkan motor dan langsung dibawa kabur," katanya.

Tak hanya sampai disitu, terusnya, pelaku masih meminta HP serta uang miliknya. Di saat kabur, adiknya, Anis melihat dan mengejar motor dirinya yang dibawa kabur. Setibanya di dekat kompi C, salah satu pelaku berhasil diamankan oleh anggota tentara. "Dia ketangkap oleh tentara, sedangkan rekannya berhasil melarikan diri," tukasnya.

Komandan Kodim 0412 Lampung Utara, Letkol Ayi Lesmana menerangkan, setelah diamankan oleh anggotanya, Marlan dan korban dibawa ke Makodim guna diamankan sementara. "Kami langsung menyerahkan ke polisi guna penyelidikan," bebernya.

Begal Tembak Kaki Kanan Surati
25 Januari 2013

Sepasang suami isteri menjadi korban pembegalan, Jumat (25/1/2013) sekitar pukul 05.15 WIB. Jaino (61) bin Misijo Tani, warga Kalibunder, Kali Cinta, Kotabumi Utara, membonceng isterinya, Surati (31) binti Kasto. "Kami mau ke pasar pagi untuk berdagang," jelasnya saat ditemui di RSU Ryacudu, Jumat (25/1/2013).

Saat itu, korban mengendarai Honda Supra X, BE 7076 JL, berpapasan dua pelaku di jalan raya Abung Timur, tepatnya Desa Kalidoni, Kotabumi, Lampung Utara. "Keduanya dari arah Kotabumi, ketika berpapasan mereka langsung memutar kendaraan dan langsung mengikuti motor saya. Mereka langsung memepet motor saya," ucapnya.

Ketika itulah, salah satu pelaku langsung mengeluarkan tembakan. "Dia (pelaku) menembak sebanyak dua kali, dan salah satu tembakannya mengenai kaki kanan isterinya. Mereka tidak berhasil membawa tunggangan besi motor korban. Motor tersebut saya tinggal di pinggir jalan, mereka berusaha mengambilnya, namun gagal karena ada kontak rahasia," bebernya. Setelah mengalami kejadian tersebut, dirinya langsung membawa ke RSU Ryacudu, untuk mengobati luka tembak isterinya.

Pipi Kanan Ujang Disambangi Timah Panas
24 Januari 2013

Aksi Pencurian motor dengan kekerasan (begal), kembali terjadi di Kabupaten Lampung Utara, Kamis (24/1/2013) sekitar pukul 01.00 WIB. Ujang (50), warga Pekon Sinar Mulyo Rt. 06/02 Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, menjadi korbannya, dan tewas kehabisan darah akibat luka tembak di pipi kanan.

Kasatreskrim, Polres Lampung Utara AKP Bunyamin membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, saat itu korban mengendarai motor Yamaha jupiter MX BE5967VT. Setibanya di Jalan Soekarno Hatta, Kotabumi, tepatnya di depan panti asuhan Desa Mulang Maya kec. Kotabumi Selatan Lampung Utara, motor korban diikuti oleh tiga pelaku yang mengendarai motor. Para pelaku kemudian memepet motor korban. Buntutnya korban terjatuh pelaku berusaha mengambil kendaraan korban, Namun korban masih mempertahankan kendaraannya. Nahas, korban ditembak oleh salah 1 pelaku, kemudian pelaku melarikan kendaraan korban kearah kotabumi. "Korban diduga terkena tembak di pipi," jelasnya.

Mendapati luka, korban dibawa ke Rumah sakit, namun disinyalir karena kehabisan darah akhirnya korban meninggal dunia. "Korban tewas karena kehabisan darah," bebernya. Pihaknya kini masih melakukan penyelidikan.

lampung.tribunnews.com

Kamis, 24 Januari 2013

Memperhitungkan Risiko Dalam Berbisnis

Bisnis. Kotabumi Lampung Utara
Bisnis
Semangat wirausaha tidak dimiliki setiap orang. Karenanya, banyak yang memilih aman dengan menjadi karyawan. Tak sedikit yang meyakini peluang wirausaha dan memberanikan diri berbisnis. Namun, banyak juga yang umurnya tak lama, lalu kembali ke dunia kerja.

Menurut pakar marketing Prof Rhenald Kasali, PhD, dalam bukunya yang berjudul Wirausaha Muda Mandiri, banyak pemula yang gagal berwirausaha karena gagal menanamkan passion ke dalam alam ketidakpastian. Artinya, pebisnis pemula belum menyadari bahwa kegiatan berbisnis berdekatan dengan ketidakpastian. Bukan sekadar ada modal, pengembalian keuntungan, dan kejayaan.

Menjadikan ketidakpastian sebagai sahabat adalah prinsip yang harus dimiliki pebisnis pemula. Memahami risiko dan bagaimana persepsi yang harus dibangun mengenai risiko, ini jauh lebih penting dalam berbisnis.

Pebisnis, menurut Rhenald, perlu memahami ketidakpastian untuk menghindari aborsi pada usaha yang dijalankannya. Berikut prinsipnya:
  • Pebisnis harus selalu bersiap menerima atau menghadapi kenyataan terburuk, meski selalu berharap yang terbaik.
  • Belajar dari setiap langkah yang dijalankan dalam bisnis, meski pebisnis tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan atau direncanakan.
  • Kenali dan bersahabat dengan data, informasi atas kegiatan berbisnis, hingga Anda mengenal pola, pelaku, dan akibat-akibatnya. Ketidakpastian eksis saat Anda tidak mengenali apa yang sedang dihadapi.
  • Rumusnya adalah, semakin pasti suatu bisnis, semakin kecil risikonya, semakin kecil pula kemungkinan keuntungannya. Sebaliknya, semakin besar ketidakpastian, semakin besar keuntungan di baliknya.
  • Semakin besar probabilitas keuntungan dari berbisnis, semakin besar risikonya.
  • Sesuatu yang terkesan lebih pasti, terkandung ketidakpastian di dalamnya. Yang perlu dipastikan adalah persepsi terhadap risiko. Untuk mengurangi risiko, bersahabatlah dengan data dan informasi, tanamkan keahlian dan reputasi, bangun jejaring, fokus pada keunggulan, dan jalani bisnis dari sesuatu yang Anda cintai.
kompas.com

Selasa, 22 Januari 2013

Agar Lemari Es (Kulkas) Menjadi Lebih Hemat Listrik

Kulkas atau lemari es merupakan salah satu alat rumah tangga yang cukup banyak menggunakan energi listrik. Jika pemakaiannya tanpa dengan perhitungan, tagihan rekening listrik bisa jadi berlebihan. Untuk itu diperlukan kiat atau tips tersendiri agar pemakaian kulkas tidak terlalu memboroskan energi listrik dan menjadi lebih hemat biaya.
Lemari Es (Kulkas). Kotabumi Lampung Utara
Lemari Es (Kulkas)
Lemari es (kulkas) adalah salah satu alat rumah tangga yang paling banyak menghabiskan energi listrik. Apa lagi jika kita memiliki atau menggunakan kulkas dengan ukuran besar, tentu energi listrik yang dibutuhkan menjadi lebih besar lagi. Jika tidak disiasati, pemakaian kulkas seperti itu bisa cukup memberatkan saat melakukan pembayaran tagihan rekening listrik. Tapi, bagaimana caranya? Simak tips untuk merawat dan menghemat kulkas agar berumur lebih panjang.
  1. Berikan jarak antara kulkas dan dinding di sekitarnya. Minimal 10-15 cm dengan dinding dan sekitar 30 cm dengan langit-langit. Jika diletakkan di ruang sempit, mesin akan menjadi cepat panas dan beban kerjanya menjadi lebih berat. Harus ada cukup ventilasi.
  2. Taruh kulkas di tempat sejuk, jangan di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung atau sumber-sumber panas lainnya karena tidak baik untuk mesin.
  3. Usahakan untuk tidak terlalu sering membuka dan menutup kulkas. Lampu yang menyala saat pintu dibuka akan menghabiskan energi. Jangan terlalu lama membuka pintu kulkas.
  4. Pastikan pintu tertutup dengan baik. Kulkas terus bekerja mendinginkan makanan sesuai temperatur yang sudah ditentukan, tapi udara dinginnya terbuang percuma. Kalau kulkas berada dalam posisi miring, ada kemungkinan pintunya tidak akan tertutup dengan sempurna.
  5. Aturlah temperatur sesuai dengan kebutuhan. Semakin rendah temperatur (semakin dingin), semakin banyak energi yang diperlukan kulkas untuk proses pendinginan. Sebaiknya Anda menyetel tombol temperatur satu level di atas garis tengah saja.
  6. Nonaktifkan fungsi-fungsi tambahan kulkas jika tidak membutuhkannya. Makin banyak fungsi yang diaktifkan, makin besar energi yang dikonsumsi dan biaya yang dikeluarkan. Tak perlu membeli kulkas terlalu canggih apabila tidak yakin akan memanfaatkan fungsi-fungsi tersebut.
  7. Hindari menyimpan makanan panas atau hangat dalam lemari es. Tunggulah hingga makanan itu dingin. Makanan atau minuman panas turut memengaruhi suhu dalam kulkas dan menyebabkan kerja mesin bertambah berat.
  8. Periksa sekat karet yang menempel di pintu. Biasanya sekat ini akan mengendur seiring berjalannya waktu. Udara luar bisa mudah masuk dan mengacaukan suhu di dalam. Mesin kulkas akan bekerja lebih keras mendinginkan isi kulkas sesuai dengan temperatur yang sudah ditentukan. Lakukanlah perbaikan apabila ada lubang lain yang memungkinkan udara luar masuk.
  9. Matikan kulkas jika Anda dan keluarga hendak bepergian ke luar kota selama beberapa waktu. Buka sedikit pintu kulkas agar bagian dalam tidak lembab dan bau.
  10. Bersihkan bagian-bagian kulkas secara teratur agar kerja mesin jadi ringan. Debu dapat menyumbat saluran pembuangan dan udara sehingga mengakibatkan mesin harus bekerja lebih keras. Biaya yang keluar pun lebih banyak.
sumber : kompas.com

Sabtu, 19 Januari 2013

Setelah 3 Tahun Lebih, Akhirnya Tahun Ini Jalan Kotabumi Ilir Akan Diperbaiki

Setelah 3 Tahun Lebih, Akhirnya Tahun Ini Jalan Kotabumi Ilir Akan Diperbaiki. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara, Hamartoni Ahadis. Sebelumnya, warga telah seringkali mengeluhkan kerusakan badan jalan yang menghubungkan elurahan Sribasuki dengan Kelurahan Kotabumi Ilir Kecamatan Kotabumi Lampung Utara tersebut.
Kadis PU: Perbaikan Jalan di Kotabumi Ilir Tahun Ini

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara Hamartoni Ahadis mengaku telah menganggarkan perbaikan di antara salah satu jalan yang rusak. "Kalau Jalan Cemara berada tepat di samping eks kantor Perindustrian itu sudah kita anggarkan pada tahun 2013," ujar Hamartoni, Jumat (18/1/2013).

Sebelumnya, warga di Kelurahan Sribasuki, Kotabumi Ilir meminta kepada pemerintah agar memperbaiki jalan penghubung Kelurahan Sribasuki dengan Kelurahan Kotabumi Ilir Kecamatan Kotabumi Lampung Utara.

Tiga Tahun Lebih Jalan Rusak di Kotabumi Ilir Tidak Diperbaiki

Warga di Kelurahan Sribasuki, Kotabumi Ilir, Lampung Utara meminta kepada pemerintah agar memperbaiki jalan penghubung dengan Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi. Sebab jalan sepanjang sekitar 3 kilomater yang terlelak di Kelurahan Sribasuki tembus wilayah Komi Kelurahan Kotabumi Ilir itu banyak terdapat lubang, dan digenangi air pada musim hujan. Tak hanya itu, kerusakan juga terjadi pada Jalan Bunga Mayang daerah setempat. Bahkan pada Lingkungan 3 Kelurahan Sibasuki hampir 75 jalan dalam kondisi rusak berat.

Menurut Martinus (42) warga setempat, kerusakan jalan penghubung ini sudah berlangsung cukup lama. "Kalau tidak salah sudah lebih dari tiga tahun belum pernah diperbaiki," ujar Martinus, Jumat (18/1/2013).

lampung.tribunnews.com

Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Pendidikan Anak. Kotabumi Lampung Utara
Dari tahun ke tahun biaya pendidikan selalu punya kecenderungan makin meningkat. Biasanya kita tidak menyadari bahwa biaya pendidikan itu sangat mahal sehingga tidak bisa disiapkan dalam waktu singkat tanpa perhitungan yang matang.

Mereka yang sudah memiliki atau mengikuti program asuransi pendidikan akan merasa lebih tenang menghadapi soal biaya pendidikan ini. Tapi, memiliki asuransi pendidikan saja ternyata masih belum cukup. Seringkali besarnya dana pendidikan yang disiapkan via asuransi tidak diperhitungkan atau disesuaikan dengan kebutuhan pada masa depan nanti. Untuk itu disarankan agar diperhitungkan lebih dahulu berapa kebutuhan biaya pendidikan untuk anak-anak pada masa mendatang. Tanpa target nominal yang jelas, investasinya bisa menjadi kurang terarah.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana mengetahui perkiraan kebutuhan biaya pendidikan untuk anak-anak kita? Awalanya bisa kita tentukan dulu jangka waktu yang akan dicapai. Sebagai contoh, misalnya anak Anda yang kedua akan masuk sekolah dasar sekita 6 – 7 tahun lagi. Kemudian perkirakan dengan kenaikkan harga setiap tahunnya. Biasanya kenaikkan harga pada negara-negara berkembang berkisar pada angka 10% pada setiap tahun. Dengan kenaikkan harga sekitar 10% per tahun, maka setiap 7 tahun harga akan naik menjadi dua kali lipat. Bisa diasumsikan bahwa saat anak kedua tersebut masuk ke sekolah dasar, biaya pendidikan sudah naik menjadi dua kali lipat dibanding 7 tahun yang lalu saat dana pendidikkannya baru dipersiapkan.

Bagaimana dengan persiapan biaya pendidikan anak untuk tingkat SMP, SLTA, dab perguruan tinggi? Sebenarnya tidak akan jaub berbeda. Secara garis besar, kita cukup mengasumsikan bahwa setiap 7 tahun biaya pendidikan akan menjadi dua kali lebih besar. Jika seorang anak akan mengenyam pendidikan tingkat SLTA pada 14 tahun yang akan datang, maka biaya yang disiapkan adalah 4 kali lipat dari biaya pendidikan tingkat SLTA sekarang ini.

Meskipun di beberapa daerah di tanah air ada kecenderungan biaya pada sekolah tertentu mulai diturunkan, sebaiknya kita tetap menyiapkan komponen biaya yang sudah dianggap baku. Misalnya biaya untuk uang pangkal, biaya SPP bulanan, biaya ekstrakurikuler, uang buku, dan sebagainya. Jika ternyata anggaran tersebut di kemudian hanya sebagian, untuk bisa di peruntukan pada kebutuhan biaya selanjutnya.

Langkah berikutnya yang bisa dianggap sangat penting adalah memilih produk investasi pendidikan. Untuk rencana persiapan dana pendidikan dengan jangka pendek yang kurang dari lima tahun, bisa menggunakan asuransi atau tabungan pendidikan. Kita bisa menyerahkan perhitungan dana yang telah dibuat lengkap dengan jangka waktu persiapannya. Pihak asuransi atau pengelola dana tabungan pendidikan akan menghitung besaran premi bulanannya. Langkah ini lebih aman, karena hasilnya dapat dicapai sesuai rencana, juga dilindungi asuransi.

Untuk jangka waktu yang lebih panjang, diatas 5 tahun, disarankan untuk menggunakan produk keuangan lain yang memberikan hasil investasi yang lebih tinggi dari asuransi dan tabungan pendidikan seperti reksadana. Produk investasi ini bisa dipelajari dengan mudah, bisa dengan menanyakan langsung kepada perusahaan sekuritas. Bisa juga dengan mengetahuinya melalui buku-buku yang membahas mengenai investasi reksadana yang banyak dijual di toko buku atau mencari literaturnya melalui jaringan internet.

Jumat, 18 Januari 2013

Guru SMKN 3 Kotabumi Lampung Utara Ikuti In House Training Kurikulum

SMKN 3 Kotabumi Lampung Utara
62 Guru SMKN 3 Kotabumi Ikut Training Kurikulum

Sebanyak 62 guru SMKN 3 Kotabumi Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengikuti In House Training (IHT) Kurikulum. Kegiatan bertujuan menunjang mutu dan profesionalitas guru.berlangsung di aula sekolah itu, Kamis(17/1/2013)

Kepala SMKN 3 Kotabumi Drs. Hi. A. Helmi MM mengutarakan, tujuan kegiatan ini guna memberikan pembelajaran terhadap guru kurikulum yang akan datang. "Kegiatan ini pula untuk mempersiapkan kawan-kawan kita dalam belajar mengajar mereka mempersiapkan krikulumnya, serta menjadi guru yang bermutu dan profesional," kata Helmi seraya mengatakan kegiatan ini juga untuk menyamakan persepsi dalam mengajar agar dapat diterima masyarakat.

Selain itu, lanjut Helmi, masih bayak hal lagi target-target yang harus dicapai SMKN 3 Kotabumi. Di antaranya, mendapatkan sertfikat ISO, dalam proses pembelajaran. "Apabila telah mendapatkan ISO standar Internasional dalam mutu pembelajaran telah diakui," jelasnya.

lampung.tribunnews.com

Beberapa Kiat Untuk Memulai Berbisnis

Ingin kaya? Jadilah pengusaha. Itu pomeo yang sudah umum beredar. Itu juga yang menjadi motivasi bagi banyak para pekerja atau karyawan. Apa lagi semenjak masa krisis finansial lalu dimana banyak perusahaan yang mengalami kemunduran dan terpaksa mengurangi jumlah karyawannya. Tapi untuk bisa menjadi seorang pengusaha atau wirausaha tidak bisa hanya dengan berkeinginan atau berandai-andai saja. Pengetahuan, kemampuan, dan modal harus cukup menunjang. Dibawah ini merupakan tulisan yang cukup menarik dan ditulis oleh seorang pakar penasehat keuangan, Mike R. Sutikno. Dan memang benar, sampai kapan kita akan terus bekerja sebagai karyawan dan selalu tergantung pada perusahaan. Mengapa tidak dari sekarang saja untuk mulai merintis usaha bisnis milik kita sendiri.
Membangun Bisnis. Kotabumi Lampung Utara
Menjadi Pekerja Atau Pebisnis?
oleh : Mike R. Sutikno

Kebanyakan orang cenderung memilih menjadi pebisnis daripada orang gajian. Realitanya, tidak mudah jadi pengusaha. Karyawan juga bisa kena tegur secara halus sampai mendapat surat peringatan yang lebih keras dari perusahaan jika keasyikan berbisnis di tempat kerja.

Banyak orang tidak mempunyai pengalaman dalam berbisnis dan memiliki sedikit tabungan. Apa pun yang terjadi mereka tidak ingin mengambil risiko pada tabungan itu, khususnya pada masa-masa sulit. Mereka lebih suka menjadi seorang karyawan selama bisa bekerja dan membawa pulang gaji tiap akhir bulan. Tentu saja selalu ada risiko dipecat setiap saat, tetapi akan selalu ada pekerjaan lain. Mereka punya uang ekstra tersimpan di bank yang khusus untuk kondisi darurat.

Pertanyaannya adalah berapa lama kita bisa bekerja? Berapa lama kita bisa mencari pekerjaan lain? Saya rasa ini adalah risiko menjadi karyawan. Lagi pula berapa lama kita bisa hidup dari 'uang ekstra' sampai kita berhasil mendapatkan pekerjaan kembali?

Mencoba mulai berbisnis memang benar-benar riskan. Anda tidak tahu apakah akan berhasil atau tidak. Tidak seperti jika Anda bekerja, Anda yakin bahwa selalu ada uang yang bisa diperoleh. Kadang-kadang berpikir menjadi seorang pengusaha adalah ide yang baik, tetapi kadang-kadang juga tidak. Tentu saja Anda akan mendapatkan keuntungan kecil pada awal bisnis Anda sendiri dan dengan risiko tak terduga pada masa depan. Akan tetapi, kita masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha tersebut. Hanya saja kesempatannya akan menjadi 50% sukses: 50% gagal. Sebaliknya menjadi karyawan bergaji setiap bulan, tetapi masih memiliki risiko untuk dipecat. Yang terbaik adalah menyadari bahwa selalu ada tantangan dari sebuah pilihan, baik menjadi pebisnis maupun karyawan.

Nah, dalam perencanaan keuangan bahkan tidak pernah mensyaratkan apa profesi seseorang. Sebab, bukan berapa yang Anda hasilkan tetapi berapa yang Anda simpan dan terus dikembangkan. Jadi karyawan atau pebisnis, atlet atau artis, petani atau nelayan, ilmuwan atau pedagang? Apa pun yang Anda pilih tidak masalah. Selama Anda meyakini pilihan dan bahagia. Masalah keuangan yang timbul setelah itu? Bisa diatur.

Maraton atau sprinter

Hampir bisa dipastikan bahwa tidak semua orang lahir dengan mewarisi harta yang tidak akan habis tujuh turunan. Orang membutuhkan kenyamanan sepanjang hidupnya. Akibatnya, orang menjadi cenderung pada keberlangsungan penghasilan yang stabil dan kontinu, pertumbuhan penghasilan yang meningkat, dan tersedianya fasilitas pendukung kesejahteraan hidup.

Kondisi yang kondusif ini sangat diperlukan agar seseorang bisa konsentrasi dalam bekerja, dan kontrak kerja kekaryawanan memungkinkan seseorang untuk memiliki ketiga syarat tersebut di atas. Pertama, penghasilan yang diterima rutin bulanan membuat seseorang merasakan kepastian. Kedua, setiap tahun perusahaan juga meningkatkan gaji karyawan mengikuti inflasi, bahkan bisa lebih tinggi lagi bergantung pada prestasi kerjanya. Ketiga, fasilitas kesejahteraan karyawan diberikan untuk mengcover biaya tak terduga dan dana hari tua. Secara alamiah orang mendambakan hidup yang aman. Kebanyakan orang lebih memilih kepastian datangnya gaji daripada potensi bisnis yang belum pasti. Hanya saja di balik ketidakpastian inilah tersembunyi keuntungan besar.

Menjadi karyawan bukan ide buruk, terkutuk karena bergantung pada gaji dan identik dengan hidup pas-pasan. Dengan perencanaan keuangan yang baik, karyawan bisa menjadi kaya secara perlahan, slowly and steadily. Ibarat lari maraton, jangan ngebut, jaga kecepatan, atur napas, dan jangan berhenti sebelum mencapai finis.

Adapun pebisnis seperti pelari jarak pendek atau sprinter, mereka memilih berada di jalur cepat, fast track. Kompetisinya amat sangat ketat dan mereka harus berlari sekencang-kencangnya. Jarak yang panjang pada maraton dimampatkan, makanya mereka bisa mencapai finis jauh lebih cepat. Perencanaan keuangan yang dilakukan pun jauh lebih rumit, meliputi keuangan pribadi juga bisnis. Kombinasi keduanya menghasilkan percepatan yang membuat pebisnis lebih cepat kaya dibandingkan dengan karyawan.

Jadi, jika Anda memiliki tujuan keuangan, menjadi karyawan atau pebisnis adalah cara dan sarana bagaimana mencapai tujuan keuangan. Ini seperti memilih mana yang lebih baik antara obligasi dan saham. Pilihlah sesuai tujuan keuangan Anda. Sebaiknya tidak mudah termakan jargon-jargon bisnis modal nekat. Berutang dengan bunga tinggi untuk modal awal usaha, mengundurkan diri dari pekerjaan tanpa bekal uang dan latah membuka bisnis apa pun yang sedang tren. Bahkan, jika Anda masih lajang tanpa tanggungan sekalipun, pikirkan berapa banyak waktu yang Anda buang jika nekat berbisnis tanpa persiapan.

Tak sedikit kisah para karyawan yang coba-coba membuka bisnis , mengeluarkan modal dan merugi. Tak jarang yang berhenti dari pekerjaannya mencoba berbisnis dan gagal dan kembali mencari pekerjaan. Kenapa tidak bertransisi secara perlahan, dari karyawan menjadi pebisnis jika memang itu yang Anda mau.

Ketika Anda memutuskan untuk bertransisi, Anda juga harus mengubah persepsi dan cara kerja. Berikut beberapa tipnya :

Jangan bahayakan keluarga Anda.
Bisnis itu memang milik Anda, tetapi tidak berarti seluruh keluarga juga harus menanggung risikonya. Bentuk modal terpisah untuk bisnis terpisah dari dana pendidikan anak dan dan pensiun.

Prioritas.
Anda sudah memilih apa yang Anda inginkan, berbisnis. Sekarang saatnya melakukan apa yang harus Anda lakukan. Begitu banyak yang harus Anda kerjakan , terlalu sedikit waktu. Anda tidak mungkin bisa menyelesaikannya semua, buat prioritas.

Mengetahui apa yang Anda lakukan. Lakukan apa yang Anda ketahui.
Lakukan apa yang Anda cintai. Bisnis yang dibangun dengan kekuatan dan bakat Anda akan memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses. Jika hati Anda tidak di dalamnya, Anda tidak akan berhasil. Kelilingi juga diri Anda dengan lingkungan dan mentor yang akan membimbing Anda untuk menjadi pebisnis yang sukses.

Hemat.
Tak seorang pun akan menghamburkan uang untuk Anda, jadi lupakan tentang kantor mewah, meeting di kafe dan kartu kredit. Awasi pemakaian setiap rupiah dari uang perusahaan. Jangan boros. Pertahankan biaya overhead yang rendah dan kelola arus kas secara efektif. Temukan cara untuk membuktikan model bisnis Anda dengan sedikit uang anggaran. Jika konsep ini berhasil, peluang Anda untuk mengumpulkan modal dari investor akan secara dramatis meningkatkan.

Belajar dari kesalahan.
Tidak ada buku bisnis atau rencana bisnis dapat memprediksi masa depan atau sepenuhnya mempersiapkan Anda untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Membuat perencanaan bisnis itu penting, tetapi jangan menghabiskan waktu bertahun-tahun menunggu untuk mengeksekusi. Anda akan menjadi pengusaha saat diuji dengan berbagai persoalan. Hal penting yang dapat Anda lakukan adalah belajar dari kesalahan dan tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali.

web.bisnis.com

Kamis, 17 Januari 2013

Menjaga Citra Brand Sebuah Produk Agar Tetap Relevan Bagi Konsumen

Kunci sukses brand ada banyak. Satu diantaranya adalah tetap relevan di mata audiensnya. Brand yang mulanya berada di atas, seperti halnya Nokia, tiba-tiba menjadi tidak relevan lagi. Saya, dengan berat hati mengganti N-95 yang saya sukai itu dengan Blackberry karena alasan desakan teman-teman yang setiap hari meminta PIN untuk BBM. Sony, yang dulu dikenal sebagai brand yang 'Cool, cutting-edge, hype' dan seolah sangat mengerti bagaimana mengembangkan teknologi untuk konsumen, posisinya sebagai top global brand melorot. Pada 2001, Sony masih menduduki peringkat ke-20, maka harus puas di tingkat ke-29, yang mana Samsung sudah melesat mendahuluinya, pada 2009 ke peringkat ke-19. Luar biasa Samsung.
Brand. Kotabumi Lampung Utara
Tetap relevan
Oleh : Amalia E. Maulana

Membina brand sama seperti membina pertemanan. Agar tetap relevan, teman selalu berada dalam lingkaran walaupun tidak 'bertemu' setiap hari tetapi kehadirannya bisa dirasakan. Dirindukan jika tidak berada dekat dengannya. Dalam percakapan, berbicara dengan teman terasa nyambung. Teman yang relevan adalah teman yang tidak hanya datang pada saat sulit atau membutuhkan saja. Teman datang dalam banyak segmen kehidupan. Demikian pula dengan brand. Akan sangat kuat posisi brand, jika kehadirannya dirasakan, dan dianggap bermakna oleh konsumennya.

Menghadapi konsumen yang berubah setiap saat, berarti brand harus siap 'berubah', evolusi secara terus-menerus. Di sinilah yang disebut 'konsistensi' adalah konsistensi yang mengalir, yang tidak kaku. Definisi relevan bagi konsumen bisa berubah setiap saat. Karenanya, brand harus tanggap dalam menerjemahkan makna baru, tanpa meninggalkan intinya.

Brand yang tidak relevan

Dalam komunikasi, banyak iklan yang belum memperhatikan soal relevansi ini. Sebagai contoh, iklan layanan masyarakat dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang ditayangkan secara terus-menerus pada saat kasus Gayus dan teman-temannya sedang marak dibahas di media.

Pada saat citra sedang karut marut, sebaiknya Ditjen Pajak tahanlah semua iklannya, berhentilah berkata-kata. Tunggu hingga reda dulu kemarahan publik, yang tergambar secara langsung dan tidak langsung di media umum dan sosial. Dengan menayangkan iklan yang sama dengan tagline yang lama "Hari gini, tidak taat pajak? Apa kata dunia?" apa yang disasar? Bahwa pembayar pajak yang disindir sebagai 'tidak taat' tersebut, menjadi malu dan kemudian bergegas membayar pajaknya? Tampaknya, api makin jauh dari panggangan!

Sudah banyak pembahasan di media konsumen yang mengangkat topik tagline ini dan mengangkat tema-tema tandingan yang dibuat sendiri oleh konsumen dan dianggap lebih relevan. Salah satunya yaitu, "Hari gini, masih korupsi pajak? Apa kata pembayar pajak?"

Komunikasi yang efektif adalah yang mengerti dengan bijaksana, dengan siapa ia berbicara, yang mengerti 'situasi' yang sedang dihadapi oleh target audiensi. Kreatifitas yang digunakan dalam menyampaikan pesan bayarlah pajak, yang sebelumnya dianggap lucu dan mengena (relevan), tiba-tiba menjadi seperti pedang bermata dua. Tagline bisa berbalik arah menjadi sindiran kepada diri sendiri. Maksudnya? Siapa yang tidak taat? Pembayar pajak, atau pengelola pajaknya? Ironis sekali. Ditjen Pajak harus merevisi total strategi komunikasinya.

Iklan di TV untuk sementara ini justru tidak dibutuhkan sama sekali, karena bisa menjadi kontra produktif. Apa pun pesannya. Banyak brand yang tidak relevan di sekitar kita. Di bawah ini sebagian contohnya saja.

Brand Omni Internasional masih menggunakan media berbayar untuk melawan 'musuh' yang notabene adalah konsumennya sendiri, yang menggunakan media Internet. Tidak mengerti gaya komunikasi Internet? Tidak relevan.

Brand Mario Teguh yang diserang oleh Twitterer, karena perbedaan cara dan gaya berkomunikasi. Percakapan di dalam media ini harus singkat padat jika tidak ingin diterjemahkan multiperspektif oleh pembacanya.

Hadiah mi instan bagi yang menabung di Bank Mega. Ini contoh lama, tetapi saya masih mengenangnya. Mengapa mi instan? Penjelasannya mungkin bisa diterima secara internal, karena perusahaannya berkoalisi. Namun, untuk konsumen? Ini menjadi hadiah menabung yang tidak relevan.

Brand iPhone di Indonesia pada saat peluncurannya, yang dianggap tidak relevan adalah dari segi harganya. Terlalu berlebihan untuk value yang ditawarkannya.

Brand KD yang kian surut. Akibat memilih langkah yang tidak populer di mata penggemarnya, Sang Diva mulai dijauhi. Ke-Diva-annya luntur. Penggemar merasa sudah tidak relevan lagi mengagungkan KD.

Brand dari beberapa politisi yang mulai bergerak menjauh dari citra awal yang di-agung-agungkan. Sikap tidak mau mengerti keinginan publik menjadi bumerang terbesar. Politisi ini tidak relevan lagi di mata khalayak-nya.

Brand yang relevan

Sebaliknya, saya juga punya kekaguman tersendiri pada brand-brand relevan, yang mampu bertahan, atau yang berhasil menembus kerumunan brand lain.

BlackBerry: suportif, pionir pendukung jejaring sosial. Facebook, Internet, kamera, dan yang lebih penting dan unik, berbicara gratis dalam lingkup komunitas (BlackBerry Messenger/BBM). Hal ini sangat relevan.

Anang Hermansyah, sebagai kebalikan KD. Publik menyukai cerita-cerita sinetron yang berakhir kebahagiaan bagi kaum tertindas. Anang adalah tokoh yang relevan untuk publik. Tanpa diminta, masyarakat sudah langsung merasa 'dekat' dengan ayah dua orang anak ini. Brand Anang semakin berkibar. Hal ini relevan.

Nexian, semakin mengerti kebutuhan pasar konsumen Indonesia. Makin stylish, makin memberikan value dengan harga yang terjangkau. Relevan.

Air Asia, brand yang mengerti adanya segmen yang menginginkan keselamatan, kenyamanan penerbangan, tetapi disajikan secara ekonomis. Tidak memberikan makanan bukan masalah untuk konsumen. Karena konsumen mengerti tidak ada yang gratis di dunia ini. Daripada memperoleh makanan di bawah standar, lebih baik tidak usah sama sekali atau boleh pilih. Relevan.

Berkaca dari berbagai kasus brand relevan dan tidak relevan di atas, semoga Anda dapat menjaga agar brand dengan baik, dalam segala kompleksitas pengelolaannya.

web.bisnis.com

Engagement Online, Strategi Ampuh Pada Pemasaran Via Internet

Ingin memasarkan produk atau jasa secara online melalui internet? Para pakar pemasaran online akan menyarankan agar kita menggunakan media jaringan sosial di internet sebagai cara pemasaran online yang cukup bagus. Beberapa situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter bisa digunakan untuk membangun jaringan Engagement, keterikatan antara pemasar dengan pengguna produk atau jasa. Engagement seperti ini pada gilirannya melahirkan para pelanggan yang setia. Dalam bisnis, adalah sangat bijaksana untuk menjaga kepercayaan dan hubungan baik dengan para pelanggan. Secara disengaja atau tidak, para pelanggan akan bercerita kepada orang lain tentang kualitas layanan yang kita berikan hingga akhirnya orang tersebut menjadi pelanggan kita juga.
Engagement Online. Kotabumi Lampung Utara
Kiat Pemasaran Di Media Sosial

Media sosial atau situs jejaring sosial semacam Facebook, Twitter, dan Koprol sudah menjadi lebih dari sekadar ajang berteman. Media sosial juga bisa berfungsi sebagai media membangun kepedulian dan memasarkan produk. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan media sosial untuk tujuan itu?

Danny Wirianto, Chief Marketing Officer KasKus, forum internet terbesar di Tanah Air, mengungkapkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memulai pemasaran di media sosial. Pertama, kata Danny, "Read before write." Artinya, proses pemasaran lewat media sosial harus didahului dengan riset.

Riset akan mengefektifkan mekanisme pemasaran yang dilakukan. Riset bisa berkisar tentang karakter pengguna media sosial, misalnya dengan melihat cara komunikasi dan apa yang dikomunikasikan dalam media itu. "Kenali apa yang mereka bicarakan," kata Danny. "Setelah tahu, lalu buat analisis. Susun strategi kecil dan lemparkan. Lakukan inception, persis seperti yang ada di film Inception itu," papar Danny dalam ajang SparxUp Seminar bertema "Understanding Social Media 2011" di Jakarta, pekan lalu.

Untuk melakukannya, berbagai cara bisa diaplikasikan. Danny mencontohkan satu langkah yang bisa diterapkan. Caranya, mengomunikasikan secara personal sehingga produk baru seolah dianggap rahasia. Dengan cara itu, orang akan dianggap istimewa. "Informasi yang tadinya dianggap rahasia nantinya pasti malah disebarkan. Untungnya ada pada kita. Secara tidak langsung kita berhasil menyebarkan berita tentang produk kita," kata Danny. Setelah itu, lihat apa yang terjadi. Kalau enggak berhasil, ubah strateginya.

Dalam pemasaran lewat media sosial, dia juga menggarisbawahi bahwa setiap media sosial unik. Jadi, cara pemasaran di setiap media sosial mesti memiliki strategi yang berbeda sesuai dengan karakter penggunanya. "Jangan pukul rata. Jadi, kalau di Facebook, misalnya, jangan lalu pasang hasil scan pamflet promosi dan di-tag ke banyak nama. Kalau caranya seperti itu, pasti akan diabaikan oleh pengguna," papar Danny.

Sementara itu, Danny juga mengemukakan pentingnya membangun engagement (keterikatan) dengan konsumen. Hal ini berguna untuk mempertahankan relasi dengan konsumen, membangun kepercayaan dan loyalitas produk. Dalam membangun engagement, memberi konsumen pengalaman bisa menjadi senjata. Ia mencontohkan aplikasi game yang digarap beberapa situs sebagai salah satu cara membangun engagement. "Seperti jejaring sosial Facebook. Pengguna tidak pernah lupa karena pernah memainkan Farmville. Ini yang jadi satu nilai lebih untuk Facebook sekarang sehingga masih bisa bertahan," kata Danny.

Dalam skala yang lebih luas, media sosial bisa berfungsi sebagai media untuk melakukan engagement. Media sosial menjadi cara ampuh mengetahui isu-isu tentang produk yang beredar di masyarakat. "Kalau ada produk yang dijelekin, obrolannya pasti ada di social media. Jadi, pihak perusahaan harus seperti PR (humas), harus juga memantau social media, tidak hanya koran-koran besar," katanya.

Engagement bisa dilakukan dengan merespons secara cepat masalah yang muncul. Klarifikasi yang cepat dalam menangani masalah sangat berpengaruh pada citra produk.

tekno.kompas.com

Senin, 14 Januari 2013

Menjadi Penulis Sebagai Pilihan Profesi

Anda punya hobby menulis atau biasa membuat tulisan? Menulis disini diartikan sebagai menghasilkan tulisan atau content seperti yang dilakukan oleh para penulis, baik fiksi maupun non fiksi. Memang tidak banyak orang yang memiliki kemampuan seperti itu, sebagai penulis, tapi bukan tidak bisa untuk dipelajari dan dilatih. Anda mungkin sering melihat ada teman atau orang-orang di sekeliling Anda mengisi waktu luangnya dengan kegiatan membuat tulisan, bisa serius, bisa juga iseng. Bagaimana pun, bagi mereka kegiatan membuat tulisan selalu terasa menyenangkan. Bahkan, jika kemampuan menulis sudah cukup memadai, bisa dijadikan cara untuk mendapatkan penghasilan. Bagaimana caranya? Silahkan baca artikel menarik dibawah ini.
Mesin ketik. Kotabumi Lampung Utara
Butuh tambahan pendapatan karena gaji Anda tak juga bergerak naik? Atau mulai jenuh dengan rutinitas kerja yang 9-to-5? Jika kegelisahan ini mulai hadir dalam kehidupan karir Anda, mungkin ini saatnya untuk mencari pekerjaan sambilan yang memungkinkan untuk Anda lakukan sambil melanjutkan pekerjaan tetap Anda.

Menurut buku 55 Surefire Home Based Businesses You Can Start for Under $5,000, ada banyak peluang usaha bagi yang ingin bekerja dari rumah. Dari 55 peluang bisnis tersebut, jasa penulisan ada di urutan kesebelas. Anda bisa mengerjakan dari rumah, tanpa harus meninggalkan karir Anda yang masih ingin dipertahankan. Jika pun Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya, dan menjadi pekerja dari rumah, tak perlu khawatir penghasilan akan menurun. Asalkan, Anda dapat memastikan jaringan sudah cukup luas dan bisa menjalin hubungan kerja dengan rekanan untuk rutin mendapatkan proyek tulisan.

Lalu apa saja profesi di bidang penulisan yang bisa dikerjakan dari rumah?

1. Copyediting
Editor banyak dibutuhkan oleh penerbit, media, atau perusahaan yang memiliki divisi penerbitan internal. Kebutuhan editor sebagai freelance pun semakin terbuka lebar. Cukup membawa bahan tulisan yang harus diedit ke rumah, lalu tentukan tenggat waktu yang disepakati bersama, dan Anda pun bebas mengatur waktu kerja asalkan memenuhi target.

2. Ghost writing
Banyak profesional yang punya ilmu khusus, tapi tak memiliki kemampuan menulis. Maka ia membutuhkan seorang penulis buku untuk menuangkan isi pikirannya ke dalam tulisan. Namun penulis buku ini tak dapat mencantumkan namanya sebagai penulis buku tersebut, karena ide dan konsep buku adalah milik profesional yang memiliki proyek tersebut. Nah, penulis buku inilah yang disebut ghost writer. Tugas Anda termasuk melakukan riset, wawancara, dan menulis sesuai pesanan si pengarang yang namanya tercantum di buku. Memang tidak bisa membuat Anda populer, tetapi baik untuk menjaga relasi dan mengasah skill menulis. Selain itu, anggap saja pekerjaan ini untuk menambah portofolio.

3. Copywriting
Disebut juga sebagai penulisan bisnis. Bentuknya bisa berupa penulisan laporan tahunan pada sebuah perusahaan, atau penulisan untuk promosi produk dan jasa. Tim kreatif dari advertising agency juga mempekerjakan seorang copywriter untuk membuat iklan yang menarik. Meski semua pekerjaan menulis menuntut kreativitas, untuk yang satu ini butuh keahlian khusus.

4. Book writing
Penulisan yang satu ini bisa berasal dari ide dan atau keahlian Anda sendiri, artinya Anda menjual ide ke penerbit. Atau menerima pesanan dari penerbit seperti buku bisnis, interior, keuangan, dan sebagainya. Jadi tak melulu harus memiliki skill khusus secara profesional. Anda bisa mewawancarai profesional untuk kemudian menjadikannya tulisan dalam bentuk media buku.

5. Menulis artikel untuk majalah
Mirip seperti sebelumnya, hanya saja medianya berbeda, yakni majalah. Biasanya editor majalah akan menugaskan apa yang harus Anda tulis, sesuai tema yang ingin disajikan setiap periodenya. Jika Anda punya stok tulisan menarik seperti cerpen atau juga catatan perjalanan, Anda juga bisa menawarkannya pada media. Jika berjodoh, Anda bisa rutin berkontribusi, kan?

6. Web page content provider
Penulis konten website pun butuh skill khusus dalam menulis. Anda bisa menghasilkan uang dari sini. Apalagi media elektronik sudah menjadi pilihan yang menguntungkan di saat kondisi percetakan makin tergusur karena harga kertas yang mahal. Selama internet hidup, selama itulah pekerjaan ini terbuka luas.

kompas.com

Determinasi sosial

Proses kelahiran seorang tokoh pada setiap zaman. Bagaimana seorang tokoh bisa lahir dari masyarakat biasa. Kemunculan seorang tokoh bukanlah sebuah proses yang ajaib. Tapi seorang tokoh selalu lahir dari proses refleksi, perenungan, dan pembelajaran yang merupakan reaksi terhadap keadaan pada zamannya.
Determinasi sosial. Kotabumi Lampung Utara
Kita memang tidak punya pilihan didepan takdir Yang Maha Kuasa seperti ini : bahwa kita dilahirkan dari rahim siapa, diatas tanah mana, pada zaman apa, dari etnis apa, pada situasi seperti apa. Itulah nasib yang tidak mungkin diubah. Kumulasi dari itu semua yang selanjutnya kita sebut lingkungan. Para ahli pendidikan kemudian memberikan porsi yang sangat besar terhadap lingkungan sebagai faktor determinan yang mempengaruhi dan mewarnai pertumbuhan seseorang. Tapi sejarah memberikan beberapa kesaksian yang mungkin bisa disebut pengecualian. Dan para tokoh memang merupakan pengecualian.

Mereka pada mulanya juga lahir dari kumulasi lingkungan yang sama, tapi pada akhirnya muncul dengan warna yang sama sekali berbeda dengan generasi angkatanya yang lahir dari lingkungan tersebut. Jadi input lingkungannya sama, tapi output efeknya berbeda.

Ia tumbuh sebagaimana yang lainnya tumbuh, pada lingkungan yang sama tempat saudara-saudaranya berkembang, pada sekolah yang sama tempat saudaranya belajar, tentunya dengan kurikulum yang sama. Ia juga menyaksikan dan merasakan kemiskinan, penderitaan, keterbelakangan serta kerusakan akidah dan sosial sebagaimana orang-orang umumnya. Ia juga membaca buku dan media cetak yang sama-sama mereka baca. Tidak ada yang istimewa dalam latar belakang lingkungannya, baik di dirumah, disekolah maupun yang ada di masyarakat. Tapi kemudian hasilnya berbeda. Ia muncul sebagai pembaharu dan pemimpin. Lantas, dimanakah rahasianya ?

Tidak mudah memang memberikan jawaban yang sangat definitif untuk masalah ini. Pertama itu sepenuhnya adalah karunia Allah swt untuk masyarakat yang hidup dilingkungannya. Karena Rosulullah saw pernah bersabda : Jika Allah swt meridhai suatu kaum, maka Allah akan mengangkat orang-orang terbaik dari mereka sebagai pemimpin. Dan jika Allah memurkai suatu kaum, maka Allah akan mengangkat oarang-orang terjahat dari mereka sebagai pemimpin (HR.Tirmizi).

Jadi, para tokoh itu adalah hadiah langit untuk penduduk bumi. Karena itu mereka memang mendapat inayah Allah swt sejak awal pertumbuhan hingga saat mereka mementaskan peran kesejarahan mereka. Kadua, para tokoh biasanya mempersepsi lingkungannya dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang. Pada banyak orang, kesulitan-kesulitan yang tercipta dari kumulasi lingkungan dianggap sebagai nasib yang niscaya dan tidak dapat diubah. Sejak awal mereka kalah didepan nasib itu. Para tokoh justru melihat lingkungan itu sebagai objek yang harus diubah dan kendali perubahan itu ada pada manusia. Sejak awal mereka berpikir sebagai pelaku atau perubah.

Mereka mungkin lapar, tapi mereka lebih banyak memikirkan kemiskinan sebagai fenomena sosial yang harus diubah. Mereka mungkin dari keluarga yang tidak terdidik, tetapi kemudian mereka berfikir menjadi otodidak dan berpikir bagaimana mengembangkan pendidikan. Begitulah akhirnya mereka menjadi lebih cerdas dari lingkungannya. Atau pikiran-pikiran mereka bahkan mendahului zamannya.

Minggu, 13 Januari 2013

Rapat Pembahasan Bus Sekolah Lampung Utara Ditunda Karena Wakil Dinas Pendidikan Tidak Hadir

Rapat dengar pendapat yang membahas pengkajian ulang operasional bus sekolah di Lampung Utara yang dilaksanakan di Gedung DPRD Lampung Utara pada Jumat 11 Januari 2013 terpaksa ditunda hingga Senin 14 Januari 2013 karena wakil Dinas Pendidikan Lampung Utara tidak hadir pada rapat tersebut. Rapat dengar pendapat tersebut diselenggarakan untuk menindaklanjuti aksi demo yang dilakukan oleh ratusan sopir angkot di halaman Gedung DPRD pada Senin 7 Januari 2013 lalu. Para sopir angkot tersebut menuntut pemerintah Lampung Utara agar menertibkan operasi bus antarkota dalam provinsi dan meninjau ulang operasional bus sekolah.
Rapat Bus Sekolah Lampung Utara
Disdik Mangkir, Hearing Ditunda

Rapat dengar pendapat (hearing) pembahasan bus sekolah di gedung DPRD Lampung Utara ditunda kemarin. Penundaan rapat itu disebabkan tidak hadirnya Dinas Pendidikan (Disdik). Sebelumnya, hearing yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu sudah dihadiri Ketua DPRD M. Yusrizal serta anggotanya, Yordan Bangsaratoe dan Herwan Mega. Kemudian Kasatlantas AKP Surono, Kabid Lalu Lintas Dishubkominfo Lampura Susilo Dwiko, Ketua Organda Lampura Wahidin Damanik, dan perwakilan sopir angkutan kota (angkot) kuning. "Ya, hearing ditunda hingga Senin (14/1) karena minus Disdik Lampura," kata M. Yusrizal di kompleks perkantoran DPRD Lampura kemarin.

Dia menyatakan, dewan akan menyikapi tuntutan ratusan sopir angkot yang berdemonstrasi di gedung DPRD Lampura, Senin (7/1), agar operasi bus sekolah dikaji ulang dan menertibkan bus antarkota dalam provinsi (AKDP). "Kalau penertiban bus AKDP sudah ada solusinya. Tapi, masalah bus sekolah belum ada kesepakatan," ucapnya.

Politisi Partai Demokrat ini berharap ketika program bus sekolah diluncurkan dan berjalan optimal tidak ada pihak yang merasa dirugikan. "Kenapa rapat hari ini kita tunda? Sebab, kita membutuhkan data yang valid. Nah, yang mempunyai data siswa miskin adalah Disdik. Sementara, Disdik tidak hadir. Karena itu, rapat kami tunda," ucapnya.

Menurut dia, program bus sekolah adalah program untuk membantu meringankan siswa. Di sisi lain, jangan juga mengganggu sopir angkot untuk mencari rezeki. "Karena itu, harus disiasati program ini agar tetap berjalan tanpa mengganggu siswa sekolah dan sopir angkot," katanya.

Sayangnya, hingga kemarin Plt. Kadisdik Lampura Budi Utomo belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi telepon selulernya tidak diangkat, meski dalam kondisi aktif. Pesan singkat yang dikirimkan juga tidak dibalas.

www.radarlampung.co.id

Sabtu, 12 Januari 2013

Menjadi Yang Terbaik

Bagaimana kesuksesan hidup bisa diraih? Ini pertanyaan yang memenuhi benak hampir semua orang. Banyak orang beranggapan bahwa sukses adalah lambang kebahagiaan hidup. Anggapan seperti itu mungkin bisa jadi benar, bisa juga salah. Tergantung bagaimana orang memaknai sebuah kesuksesan. Mengulangi pertanyaan tadi, pada bidang apa Anda ingin meraih kesuksesan? Kita tidak bisa meraih kesuksesan pada banyak bidang sekaligus. Kita harus pilih salah satu bidang yang paling kita kuasai. Lalu kerahkan kemampuan terbaik kita pada bidang itu, terus belajar dan berusaha menyempurnakannya. Dan yang paling penting, jangan pernah semangat kita menjadi padam.
Terbaik
Jika Anda ingin menjadi master di bidang tertentu ingatlah kata-kata ini: berfokuslah pada satu hal atau keterampilan dengan kesetiaan tanpa henti untuk terus melakukan perbaikan, dan berkeinginan kita menjadi yang terbaik. Fokus, perbaikan tiada henti dan keinginan kuat menjadi yang terbaik adalah bahan bakar utama untuk menjadi seorang spesialis. Dan sebagian mayoritas orang besar berasal dari seorang spesialis.

B.J. Habibie adalah seorang spesialis di bidang pesawat terbang. Apakah kesuksesannya murni merupakan karunia alam? Tentu saja jawabannya tidak. Ia mengambil apa yang diberikan alam kepadanya dan menjalankan formula tadi; fokus ditambah perbaikan terus tiada henti dan keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik. Lelaki kelahiran Pare-Pare ini tidak ingin menjadi yang terbaik di lima bidang yang berbeda. Misalnya, ia tidak ingin ahli di bidang kereta api atau kendaraan beroda empat. Mantan Presiden RI ketiga ini hanya ingin hebat pada bidang pesawat terbang. Dan ia berhasil.

Michael Jordan fokus pada basket. Cristiano Ronaldo fokus pada sepakbola. Muhamad Yunus fokus pada microfinance. Bill Gates fokus pada software evelopment computer, Dedi Mizwar fokus pada film. Yusuf Mansur fokus pada ilmu sedekah. Hermawan Kertajaya fokus pada dunia marketing. Mereka dan banyak orang lainnya tidak memecah fokus yang ditekuninya. Dan mereka berhasil.

Thomas A Edison mendaftarkan 1.093 paten. Ia juga menemukan bola lampu hingga gramofon. Lelaki yang pernah dicap idiot oleh gurunya ini tidak mencoba untuk menjadi pedagang besar, penyair terkenal, dan musisi ternama. Ia hanya berfokus pada penemuan-penemuannya. Ia juga memperbaikinya setiap hari. Dan selalu terdorong untuk menjadi penemu hebat dan memberi manfaat bagi dunia. Selanjutnya, ia membiarkan waktu yang menciptakan keajaiban. Dan ternyata, keberhasilan mengetuk pintu bagi orang-orang yang memang fokus pada bidangnya. Mereka para spesialis.

Mungkin Anda ingat akan kisah Pablo Picasso. Suatu hari, seorang wanita melihatnya di pasar dan ia mengambil secarik kertas. "Tuan Picasso, saya adalah penggemar Anda. Maukah Anda menggambar sedikit untuk saya?" Picasso dengan gembira memenuhi permintaan itu dan menggoreskan sebentuk seni di atas kertas yang diberikan. Sambil tersenyum ia mengembalikan kertas itu sambil berkata, "Nilai kertas ini bisa jutaan dolar lho." Wanita itu bingung dan berkata, "Tapi tuan Anda hanya perlu waktu 30 detik untuk menghasilkan mahakarya ini." Sambil tertawa Picasso menjawab, "Saya membutuhkan waktu 30 tahun agar dapat menghasilkan mahakarya dalam waktu 30 detik."

Ketahuilah apa kelebihan Anda. Temukan talenta Anda, lalu berusaha keras sekuat tenaga untuk memoles talenta Anda. Ketahuilah apa yang menjadi bagian terbaik dalam hidup Anda. Anda sangat ahli dan menyenangi hal itu. Bahkan Anda terkadang gelisah ketika Anda tidak melakukan hal itu.

Mungkin Anda seorang komunikator yang jago bergaul. Mungkin Anda ahli dalam hal memperlancar keadaan. Mungkin Anda seorang inovator yang mampu melahirkan sesuatu yang baru. Mungkin Anda orang yang tekun menjalankan bisnis walau hasilnya kecil namun volumenya besar. Atau Anda seorang yang ahli memberikan nilai tambah sehingga Anda mampu menjual produk yang sama namun dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Temukan kelebihan Anda, lalu kembangkan. Fokuslah pada kelebihan Anda dan terus menerus diasah, lakukan perbaikan terus menerus, dan berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang Anda. Saya yakin tak lebih sepuluh tahun dari sekarang Anda akan menjadi orang yang hebat di bidang Anda. Mungkin orang akan membicarakan atau menulis tentang Anda.

Mari bertaruh dengan saya. Jika Anda sudah menemukan talenta Anda dan mencurahkan waktu setiap hari untuk mengasah talenta itu dan terus menerus memperbaikinya serta berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang itu, tak lebih dari 10 tahun yang akan datang Anda telah menjadi seorang yang hebat.

Ketika itu bawalah hadiah kepada saya, karena saya telah memenangkan pertaruhan ini. Bila Anda gagal, itu karena Anda ingin hebat di semua hal sehingga fokus Anda pecah. Akhirnya Andapun tak mendapatkan semua hal itu.

antaranews.com

Jumat, 11 Januari 2013

Mendisiplinkan Emosi

Menempatkan orang lain sama berharganya dengan diri kita sendiri adalah cara terbaik untuk menyelesaikan problema yang pasti selalu kita hadapi akibat hubungan interaksi sosial dalam keseharian dan rutinitas kita. Saat menghadapi masalah, kita tidak perlu mengalahkan orang lain, tetapi kita berusaha agar membuat orang itu menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Emosi
Konon, ada sebuah kisah menarik ketika diceritakan Bruce Lee, sang master kungfu ditemui seorang pengajar seni bela diri lain, yang datang untuk memintanya sebuah nasihat, "Bagaimana teknik yang baik dalam menghadap musuh?".
Dengan cepat, Bruce Lee merespon, "Apa itu musuh? Tidak ada musuh. Karena tidak ada kata "saya" atau "musuh" dalam pertempuran. Saya fokus dan menyatu dengan gerakannya saat dia menyerang. Saya bermain. Semakin keras ia memukul, semakin keras pukulan akan berbalik kepadanya. Saya tidak memukul, tetapi saya memastikan orangpun menghargai saya secara utuh!"

Berkaitan dengan komentar Bruce Lee di atas, dapat kita perhatikan bahwa kungfu ataupun seni bela diri lainnya sebenarnya bukan saja bersifat fisik, tetapi banyak pembelajaran mental yang terkandung didalamnya. Termasuk soal emosi pun, sebenarnya kita bisa belajar banyak dari pirnsip Kungfu. Karena itulah, kali ini kita akan bicara soal Kungfu Emosi. Istilah Kungfu Emosi ini sendiri, bukanlah istilah yang dibuat-buat. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Charles Manz, seorang penulis pengajar kepemimpinan dalam bukunya yang berjudul Emotional Discipline.

Apakah Kungfu Emosi itu? Prinsip Kungfu Emosi menurut Manz adalah mirip seperti yang dikatakan oleh Bruce Lee diatas, yakni upaya memanfaatkan kekuatan serangan dari lawan agar justru bisa menjadi keuntungan buat kita. Menurut Mantz, logika kungfu pun dapat diterapkan pada konflik-konflik emosional. Pertama-tama, tetap respek dan menghormati seseorang yang menyerang Anda. Kedua, jangan membahayakan orang lain tanpa ada alasan yang jelas. Ketiga, daripada melawan serangan emosi, lebih baik kita pakai energi tersebut untuk cari solusi.

Musuh bebuyutan

Dalam menerapkan ilmu Kungfu Emosi ini, ada beberapa ciri "musuh bebuyutan" yang bisa jadi pemicu kapan serta situasi dimana ilmu Kungfu Emosi ini perlu Anda gunakan. Pertama-tama adalah tatkala Anda harus menghadapi orang yang sangat defensif mempertahankan dirinya, serta mulai menyalahkan orang lain. Musuh lainnya adalah orang-orang yang senang menyerang ide-ide Anda atau yang terakhir adalah orang-orang yang telah melanggar hak Anda dan menyerang secara agresif kepentingan ataupun wewenang Anda.

Nah, sebelum kita bicarakan soal teknik dalam Kungfu Emosi ini, mari kita bicarakan respon umum yang biasanya diberikan oleh orang menghadapi musuh yang seperti itu. Umumnya, respon paling sering dan paling primitif yang diberikan seseorang adalah respon general adaptation syndrome (GAS) yang berasal naluri di sistem limbik di otak yakni fight (melawan) atau flight (lari). Namun, kedua-duanya sebenarnya sama sekali tidak memecahkan masalah menghadapi "musuh-musuh" di atas. Coba kita analisis.

Apa yang terjadi saat kita fight (melawan). Misalkan seseorang menyerang Anda dengan mengatakan bahwa produk kreasi Anda tidak laku di pasar karena Anda tidak mengerti pasar sama sekali. Lantas, Anda membalasnya dengan mengatakan bahwa dia mengucapkan hal tersebut karena iri bahwa Andalah yang diberikan kesempatan mengembangkan produk. Apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar, dia akan menjadi semakin defensif. Persoalan yang sebenarnya pun makin tidak selesai, bahkan lebih buruknya, masalahnya kini bisa jadi semakin personal.

Bagaimana masalahnya jika kita menggunakan teknik flight (lari dari masalah)? Misalkan ada situasi dimana Anda diserang oleh salah satu famili Anda di depan keluarga besar. Dia mengatakan anda tidak becus mengurus anak karena anak Anda ternyata baru saja mendapatkan kasus di sekolah. Apa yang terjadi jika Anda flight (lari) dari situasi ini? Akibatnya, si famili Anda tersebut, akan merasa seperti dapat angin. Lain kali dia mungkin akan melakukannya lagi, bisa jadi pada diri Anda bisa pula dengan dia orang lain. Di sisi lain, ia pun tidak akan pernah belajar.

Teknik Kungfu Emosi

Di dalam program pelatihan kecerdasan emosional yang saya berikan, saya mengembangkan beberapa prinsip dari Charles Manz dan menyesuaikan dengan kondisi kita. Saya menyebutnya teknik kungfu emosi. Filosofi utama dalam Kungfu Emosi ini adalah: Seek not to harm others, but only to protect self from violation by others. Intinya, ada kalanya dimana kita juga harus berani "membela diri kita atau membela mereka yang diperlakukan secara tidak adil jika sudah terjadi pelanggaran prinsip-prinsip".

Bagaimana teknik kungfu emosi ini kita terapkan? Pertama, Anda merephrase ataupun mengulang apa yang dikatakan dan dilakukannya. Langkah ini untuk memperjelas dan untuk memfokuskan sehingga ia bisa melihat apa yang dikatakan dan dilakukannya.

Kedua, secara tegas, Anda ungkapkan apa yang Anda rasakan terkait dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh orang tersebut. Setelah itu, Ketiga, Anda pun sebaiknya mengungkapkan apa yang kita kehendaki dan harapkan dari orang tersebut. Dan kalaupun ternyata sikap kita tersebut tidak dihargai oleh orang tersebut, lantas pilihan terakhir yang mungkin kita lakukan barulah berupaya 'memberi pelajaran berharga baginya' namun Anda tetap mengendalikan emosi Anda.

Misalkan dalam suatu acara yang gagal, Anda pun dipersalahkan oleh rekan kerja Anda. Dia menyatakan didalam rapat umum bahwa salah satu sebab kegagalan acara adalah karena Anda begitu sibuknya sehingga dia tidak punya kesempatan untuk mempersiapkannya dengan Anda. Padahal, jelas-jelas dialah yang sulit Anda hubungi dan berulangkali menolak untuk bertemu. Maka, teknik kungfu emosi ini bisa dipakai dengan kalimat, "Barusan saya mendengar Anda mengatakan bahkan acara ini menjadi gagal karena kurangnya persiapan waktu yang disebabkan oleh saya yang sulit untuk diajak bertemu. Saat mendengar komentar Anda, terus terang saya marah sekaligus merasa dipersalahkan. Saya pikir lebih baik kita berfokus pada faktor-faktor yang membuat acara kita gagal daripada saling menyalahkan orang."

Namun, bagaimana jika ternyata yang diberitahu justru semakin gencar menyerang? Maka langkah memberikan pelajaran pun harus dimulai. Langkah pertama paling mudah dan sederhana adalah dengan membeberkan fakta yang perlu ia ketahui, sehingga ia tidak mengucapkan dan bersikap seenaknya.

Langkah membalas kedua adalah bisa dengan menyidir atau menggunakan humor sindiran buatnya. Selanjutnya, kalaupun ternyata berbagai cara tersebut tidak mempan dan orang itupun sama sekali tidak menghargai orang lain, mungkin beberapa langkah terakhir ini dapat dipakai, jika hal ini bisa menyadarkannya. Meskipun, memang langkah ini sebaiknya dihindari. Sebab jika tidak dipergunakan dengan tepat, bisa menyulut api permusuhan yang semakin besar. Caranya, dengan menggunakan 'tombol panas' (hot button) orang tersebut, misalkan "Saya tahu Anda marah karena promosi Anda yang gagal. Tetapi, jangan bawa-bawa emosi Anda dengan menuduh orang lain sembarangan".

Ataupun jika orang tersebut tetap tidak bergeming, langkah terakhir adalah membingkai ulang serta balikkan (reframe and redirect) apa yang telah diucapkannya sehingga menjadi bumerang untuk orang itu sendiri. Misalkan, "Heran sekali bisa punya partner segoblok kamu". Respons reframe and redirectnya menjadi, "Lha yang milih partner kan kamu, berarti kamu juga sama gobloknya dong".

Intinya, tentu saja menggunakan kungfu emosi ini harus bijak! Kita harus tetap memegang teguh prinsip-prinsip menghargai diri sendiri dan orang lain. Di sisi lain, kita juga fleksibel dalam menentukan langkah yang tepat, sebab tidak semuanya harus dilawan.

Seperti kata Bruce Lee, jadilah seperti air yang mengalir, Be water, my friend. Be water. It can flow or it can crash. Be water my friend!

web.bisnis.com