Cari di Blog Ini

Kamis, 01 Agustus 2013

Sejumlah Pejabat Dinas Pendidikan Lampura Laporkan Dugaan Pemalsuan Tandatangan

Kotabumi Lampung Utara: Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara beserta bendahara dan seorang kepala seksi pada lembaga tersebut melaporkan kasus pemalsuan tandatangan untuk pencairan dana tunjangan sertifikasi guru. Mereka bertiga mengatakan bahwa tandatangan mereka telah dipalsukan oleh pihak yang belum diketahui untuk pencairan dana yang diperkirakan nilainya mencapai miliaran rupiah tersebut.
Departemen Pendidikan Nasional. Kotabumi Lampung Utara
Tanda Tangan Dipalsukan, Pejabat Disdik Lampura Lapor Polres

Sejumlah pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Utara melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan dalam giro untuk pencairan tunjangan sertifikasi guru dan dana alokasi khusus (DAK) ke Polres setempat. Pejabat yang melapor, di antaranya Kepala Disdik Budi Utomo, bendahara, dan seorang kepala seksi. Mereka meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan orang yang belum diketahui identitasnya. Orang itu dianggap meraup keuntungan dalam perbuatannya tersebut. Kanit Tipiter Polres Iptu Supriyanto, mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Helmy Santikan, Selasa (30/7/2013), membenarkan adanya laporan sejumlah pejabat Disdik terkait dugaan pemalsuan tanda tangan untuk pencairan anggaran.

Dalam laporan tersebut disebutkan ada pihak yang memalsukan tanda tangan Kepala Disdik Budi Utomo dalam cek giro pencairan tunjangan sertifikasi guru yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. "Kami masih memeriksa secara intensif kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dalam giro tersebut. Belum diketahui pasti berapa nilai yang sudah dicairkan. Namun, dikawatirkan yang sudah dicairkan mencapai miliaran rupiah," kata Supriyanto mengutip laporan para pejabat tersebut. "Saya melapor ke polisi untuk mengusut tuntas masalah ini. Dan saya tidak mengetahui dana yang tertera dalam pencairan melalui giro tersebut karena saya baru menjabat selaku Kadisdik Lampung Utara," kata Supriyanto mengutip laporan Budi Utomo.

Budi Utomo mengetahui hal itu setelah melihat sebuah cek giro pencairan dana sertifikasi guru dari salah seorang bendaharanya, yaitu Shadat Burhan. Padahal, Shadat Burhan merasa tidak pernah menandatangani cek itu, begitu juga Budi Utomo. Selain Kepala Disdik Lampung Utara yang melapor ke Polres Lampung Utara, lanjut Supriyanto, sebelumnya Polres juga menerima laporan Shadat Burhan selaku bendahara dan Yudi Erlangga selaku kepala Seksi PAUD Disdik Lampung Utara. "Mereka melaporkan hal yang sama ke Polres Lampung Utara, perihal yang sama dialami oleh kepala dinasnya menyangkut adanya dugaan pemalsuan tanda tangan pencairan dana di instansi tersebut," kata dia.

Sementara itu, menurut Yudi Erlangga, dirinya melapor ke Polres Lampura lantaran tanda tangannya untuk pencairan dana operasional program DAK 2011 senilai Rp55 juta. "Karena tanda tangan saya telah dipalsukan, saya lapor ke Polres Lampura." Dia juga mengatakan masalah pemalsuan tanda tangan tidak saja terjadi pada dirinya, tetapi juga tanda tangan Shadat Burhan selaku bendahara juga dipalsukan oleh orang yang belum diketahui.

lampost.co

1 komentar:

  1. jebloskan saja npenilap dana sertifikasi guru apa lagi ini sampai dipalsukan ttdnya m hajar saja

    BalasHapus