Cari di Blog Ini

Senin, 19 Agustus 2013

Panwaslu Lampura Antisipasi Kampanye Terselubung Dan Politik Uang Pilbup

Kotabumi Lampung Utara: Panwaslu Lampung Utara Antisipasi Kampanye Terselubung Dan Politik Uang Pilbup. Untuk itu panwaslu memberikan instruksi kepada panita pengawas kecamatan agar melakukan pengawasan ketat terhadap dugaan adanya praktek kampanye terselubung dan money politic (politik uang) yang cenderung bisa dilakukan oleh para tim sukses masing-masing pasangan peserta pemilihan bupati Lampung Utara di tahun 2013 ini.
Lambang Kabupaten Lampung Utara. Kotabumi Lampung Utara
Panwascam Diminta Perketat Pengawasan Kampanye Terselubung

Selama masa tenggang, panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Lampung Utara mengintruksikan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) untuk memperketat pengawasan adanya dugaan praktek kampanye terselubung dan money politik yang dimungkinkan dilakukan para calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) yang maju dalam pemilu kada.

Divisi Pengawasan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Utara, Tedi Yunada di ruang sekretariatan, Kamis (15-8) mengatakan kampanye terselubung dan prektek money politik dimungkinkan dapat terjadi. Sebab, calon atau tim pendukung calon bupati ataupun wakil bupati yang maju dalam pemilukada mendatang akan sedapat mungkin berupaya untuk menang. Sehingga dimungkinkan, mereka akan menabrak kode etik aturan kampanye yang ditetapkan KPU. "Sampai saat ini, belum ada laporan pelanggaran kampanye seperti kampanye terselubung dan money politik yang dilakukan empat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang maju dalam pemilukada Lampura," kata Tedi.

Antisipasi Panwaslu, pihaknya mengintruksikan pada Panwascam di 23 kecamatan se-Lampura untuk lebih intens mengawasi perkumpulan masyarakat yang menghadiri suatu acara yang dimungkinkan. Di lokasi setempat dapat terjadi kampanye terselubung dan money politik oleh salah satu calon bupati atau wakil bupati yang maju. "Panwascam telah diminta untuk lebih fokus mengawasi dugaan kampanye terselubung dan money politik yang dilakukan para calon," kata Tedi menambahkan.

Dia akui, sampai saat ini Panwaslu dan Panwascam kesulitan menetapkan praktek kampanye terselubung dan money politik yang dilakukan calon. Sebab, pengumpulan massa dibungkus dalam acara keluarga atau halal-bihalal yang dihadiri calon dan biasanya acara itu bersifat bersifat tertutup di rumah-rumah warga. "Praktek kampanye terselubung dan money politik para calon sulit dibuktikan. Sebab, hak itu dibungkus dengan acara keluarga atau halal bi halal bersama yang bersifat tertutup yang dihadiri tim atau calon yang maju. Untuk menetapkan dugaan pelanggaran kampanye, baru dapat dilakukan Panwaslu bila ada laporan." kata dia menambahkan.

lampost.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar