Cari di Blog Ini

Senin, 05 Agustus 2013

KPU Lampung Pangkas Anggaran Pelaksanaan Pemilihan Gubernur

Kotabumi Lampung Utara: KPU Lampung Pangkas Anggaran Pelaksanaan Pemilihan Gubernur. Keputusan ini diambil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung pada rapat koordinasi rasionalisasi anggaran antara pihak KPU dan Badan Pengawas Pemilu Lampung. Rapat koordinasi tersebut dillaksanakan di kantor KPU Lampung pada hari Jumat, 2 Agustus 2013. Adapun jumlah pemotongan anggaran tersebut adalah senilai Rp 8 miliar.
KPU. Kotabumi Lampung Utara
Anggaran Pilgub Dipangkas Rp 8 Miliar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung memangkas anggaran pilgub sebesar Rp 8 miliar. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) rasionalisasi anggaran antara KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung di kantor KPU Lampung, Jumat (2/8/2013). Ketua KPU Nanang Trenggono mengatakan, rakor ini menindaklanjuti hasil rakor Kemendagri dan KPU Pusat serta KPU dan Pemprov Lampung di Kemendagri beberapa hari lalu. "Kami sinkronisasi anggaran pilgub. Jadi ada anggaran yang dipangkas," ucapnya.

Dalam pembahasan itu, diketahui anggaran yang dibutuhkan untuk Pilgub Lampung sebelumnya Rp 195 miliar untuk dua putaran. Putaran pertama Rp 145 miliar dan putaran kedua Rp 50 miliar. Sedangkan anggaran pengawasan Bawaslu Rp 64 miliar. Putaran pertama Rp 49 miliar dan putaran kedua Rp 15 miliar. Sementara anggaran pengamanan sebesar Rp 21 miliar. Hasil rasionalisasi, KPU memangkas sebesar Rp 8 miliar dengan rincian menghilangkan mata anggaran untuk tahapan yang sudah dilalui. Putaran pertama diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 137 miliar atau menyusut Rp 8 miliar. Sedangkan putaran kedua tetap ditargetkan Rp 50 miliar. Sementara untuk pengawasan dan pengamanan pilgub tak ada pemangkasan.

Anggota KPU Lampung Edwin Hanibal mengatakan, pemangkasan terjadi pada tahapan yang sudah dilalui. Seperti tahapan pencalonan independen dari target tiga pasang hanya satu pasang independen. "Selain itu, tahapan dan honor penyelenggara kita minimkan. Totalnya Rp 8 miliar. Kita sudah banyak memangkas. Kalau memang mau dipangkas lagi oleh eksekutif, silakan saja. Untuk itu, kita meminta agar diajak duduk bersama membahasnya," ucapnya.

Edwin mengatakan, kini pihaknya menginginkan adanya komitmen dari eksekutif dan legislatif untuk menganggarkan. Dirinya tidak mau mengubah ulang tahapan, tapi tetap akan terkendala anggaran. "Minimal harus ada komitmen dari eksekutif dan legislatif, ada dahulu anggarannya, jangan sampai kita kejebur. Setelah anggarannya jelas, baru melakukan rasionalisasi tahapan, termasuk permasalahan logistik. Jika tidak, kita akan terus berusaha sampai ada anggarannya," tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Lampung Nazarudin menilai, KPU harus bergerak cepat menentukan jadwal tahapan yang baru. Menurutnya, jadwal yang sekarang ini dipegang teguh oleh KPU mustahil untuk dilakukan. "Tahapan makin mepet. Kalau tidak mundur, mustahil untuk dilakukan dan ini akan memengaruhi kualitas dari pemilu itu sendiri," tegasnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini masih banyak tahapan yang belum dijalankan oleh KPU, mulai dari tes kesehatan calon sampai kepada daftar pemilih sementara pilgub yang mungkin masih amburadul. "Kita juga akan cek dan awasi semua tahapan. Masalahnya sekarang ketiadaan anggaran. Jika anggaran dipercepat bisa dilihat dan KPU bisa menyusun ulang tahapan," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar