Cari di Blog Ini

Sabtu, 31 Agustus 2013

Gelar Operasi Mantap Praja Bumi 2013, Polres Lampura Tangkap 26 Tersangka Pelaku Kejahatan

Kotabumi Lampung Utara: Gelar Operasi Mantap Praja Bumi 2013, Polres Lampura Tangkap 26 Tersangka Pelaku Kejahatan. Tidak kurang dari 26 orang tersangka pelaku berbagai tindak criminal berhasil dibekuk oleh para petugas Polres Lampung Utara dalam pelaksanaan Operasi Mantap Praja Bumi 2013. Para tersangka yang telah diamankan tersebut diduga kuat antara lain melakukan tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga perjudian.
Operasi Mantap Praja Bumi 2013. Kotabumi Lampung Utara
Dua Pekan Ringkus 26 Tersangka

Operasi Mantap Praja Bumi 2013 yang digelar jajaran Polres Lampung Utara (Lampura) dalam dua pekan ini berhasil meringkus 26 tersangka. Mereka merupakan pelaku berbagai tindak kejahatan. Mulai pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga perjudian. Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 16 sepeda motor, 10 senjata tajam (sajam), lima senjata api (senpi) rakitan, tiga set kartu remi beserta uang hasil judi Rp 213 ribu, serta uang hasil kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor) Rp 2,4 juta. "Operasi ini sudah berjalan dua pekan dan tidak akan berhenti. Saat ini, hasil dari operasi tersebut, kami sudah mengamankan 26 tersangka dari kejahatan 3C dan kasus perjudian berikut BB hasil kejahatannya," terang Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika pada ekspose Operasi Mantap Praja Bumi di mapolres, Kamis (29/8/2013).

Dari 26 tersangka, sedikitnya 17 TKP (tempat kejadian perkara) yang sudah terungkap dan kini masih dalam pengembangan. Dari para tersangka yang diamankan, polisi juga menyita 16 unit motor, 10 sajam, serta lima pucuk senpi rakitan dan sepucuk air softgun. Senjata tersebut digunakan untuk melancarkan aksi para tersangka 3 C, terutama curas dan curanmor. "Sebagian tersangka masih di bawah umur," ungkap Kapolres.

Mengenai pelaku di bawah umur, pihaknya akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu, Kotabumi, guna melakukan tes urine para tersangka. Sebab, hasil razia narkoba di Tanah Miring beberapa waktu lalu diketahui berhasil mengamankan 50 gram putau. "Mungkin ada keterkaitan antara narkoba dan begal," ujar perwira berpangkat melati dua itu.

Mengenai senpi rakitan, lanjutnya, polisi akan melakukan penyelidikan asal-usul barang tersebut didapat para tersangka. "Saat ini, polisi sudah mengantongi informasi keberadaan pelaku pembuat senpi rakitan itu. Secepatnya tersangka pembuat senpi rakitan tersebut kami ditangkap," tegasnya.

Ke depan, imbuh dia, polres dan jajaran polsek di wilayah hukum Polres Lampura terus melakukan patroli di titik-titik rawan kriminalitas. Polres sudah membentuk dua tim khusus untuk memberantas begal. "Persiapan kendaraan seperti mobil dan senjata guna mendukung patroli sudah dilengkapi. Mudah-mudahan wilayah Lampura makin aman dan kondusif," harapnya.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki, menyimpan, atau menguasai senpi agar menyerahkan ke mapolres. "Kami tidak akan memberikan sanksi. Kami memberikan waktu kurang lebih seminggu mulai 29 Agustus sampai 6 September. Jika tidak menyerahkan senpi yang dimiliki pada waktu yang kami berikan, saat razia kedapatan, maka polisi tidak segan-segan memberikan sanksi sesuai prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar