Cari di Blog Ini

Selasa, 27 Agustus 2013

Anggota DPRD Lampura Soroti Masalah Sampah

Kotabumi Lampung Utara: Anggota DPRD Lampura Soroti Masalah Sampah. Meskipun sudah banyak pihak di Kabupaten Lampung Utara yang sudah melaksanakan program 3R (Reuse, Recycle, dan Reduce) namun ini belum bisa menyelesaikan keberadaan sampah yang masih menjadi permasalahan serius di kabupaten ini. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Utara, Rifky Jauhari. Rifky berpendapat bahwa menyelesaikan permasalahan sampah bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tapi juga menjadi tanggungjawab semua pihak dan masyarakat.
Sampah. Kotabumi Lampung Utara
3R Belum Bisa Atasi Sampah di Lampura

Di setiap kota atau kabupaten, soal sampah sudah menjadi masalah klasik yang tidak mudah diselesaikan, begitu juga yang terjadi di Kabupaten Lampung Utara. Meskipun di kabupaten paling tua di Provinsi Lampung ini sudah banyak pihak yang telah menggalakkan program 3R (Reuse, Recycle, dan Reduce) dengan tujuan untuk mengurangi keberadaan sampah, tetapi hal tersebut belum membuat permasalahan sampah menjadi selesai. Hal itu dikemukakan oleh anggota DPRD Lampura, Rifky Jauhari, ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Minggu (25/8/2013). Menurut Rifky, untuk memecahkan masalah sampah ini perlu kesadaran dan kepedulian dari semua pihak, bukan hanya dari pemerintah saja tetapi dari masyarakatnya itu sendiri yang telah berperan sebagai produsen terbesar. "Mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil dan mulailah dari sekarang. Mengenai sampah baik di tempat umum, lingkungan kota maupun desa hendaknya warga dapat berperan akif dalam menciptakan kebersihan dan mulai hidup pola sehat," ujar Rifky.

Keberadaan sampah saat ini, lanjutnya, hampir 50% diantaranya merupakan sampah rumah tangga, 30 persen sampah pasar, dan sisanya merupakan sampah dari produksi. Sebab kalau tidak dipikirkan bersama, maka hal yang diinginkan tersebut tidak akan terwujud yakni menciptakan lingkungan sehat, nyaman dan bersih. Kebersihan merupakan salah satu dari bagian iman. "Marilah kita mulai membantu menyelesaikan persoalan sampah ini dari diri kita sendiri, mari kita mulai mengurangi konsumsi makanan-makanan yang dibungkus oleh bahan-bahan yang sulit untuk diuraikan seperti plastik, stereoform, serta gerakan mengubah limbah dan sampah menjadi benda yang masih dapat bermanfaat bagi manusia dan lingkungan sekitar," harapnya.

Hal tersebut merupakan tugas yang mulia dan sepantasnya dihargai seperti kegiatan masyarakat lainnya. Memuliakan pekerjaan yang berhubungan dengan barang-barang sisa tentunya harus diikuti dengan penghargaan yang wajar terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan. Gerakan pengendalian sampah harus dimulai dari pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti lingkungan pendidikan, perkantoran, pasar, dan pemukiman warga. Pedulilah terhadap hal-hal kecil, karena lama-kelamaan dari hal kecil tersebut akan menjadi sesuatu yang besar, yang akan berguna bagi kehidupan kita. "Mulailah untuk membuang sampah pada tempatnya, jangan membiasakan membuang sampah sembarangan seperti ke selokan sungai ataupun lingkungan perkotaan. Karena hal tersebut dapat menyebabkan penyebaran penyakit, selain itu dapat terjadinya banjir lokal akibat tersumbatnya aliran air," kata dia.

Rifky mengatakan yang terakhir mulailah kedua hal tersebut dari sekarang. Jangan menunda untuk melakukan hal tersebut agar Kabupaten Lampung Utara menjadi bersih, elok, dan indah.

www.mytrans.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar