Cari di Blog Ini

Rabu, 24 Juli 2013

YLKI Memonitor Sanksi Yang Akan Diberikan Kepada Swalayan Nakal Di Lampura

Kotabumi Lampung Utara: Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Utara, Jamal Ahmadi, berjanji untuk memonitor sanksi apa yang akan diberikan oleh pihak Pemda Lampura terhadap pusat perbelanjaan swalayan terbesar di kabupaten ini yang diketahui telah memajang produk makanan yang sudah kedaluwarsa beberapa waktu lalu. Pihak YLKI Lampung Utara bersikap mengecam dan menyayangkan atas apa yang sudah terjadi pada temuan sidak yang dilakukan oleh pihak pemkab Lampura beberapa waktu yang lalu.
YLKI. Kotabumi Lampung Utara
YLKI Lampura Kecam Swalayan Nakal

Ditemukannya makanan kadaluarsa di salah satu pusat perbelanjaan di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) saat sidak menjelang bulan Ramadan 1434 H beberapa waktu oleh pemerintah kabupaten setempat, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Utara (Lampura), Jamal Ahmadi sangat mengecam pihak swalayan. "Saya selaku Ketua YLKI Lampura, sangat mengecam dan menyayangkan adanya temuan makanan tidak layak konsumsi yang masih dijual di swalayan sebesar itu," ungkap Jamal, Minggu (21/7/2013).

Lebih jauh Jamal mengatakan, YLKI sangat mengapresiasi langkah Pemkab Lampura dalam pengawasan dalam hal ini terkait dengan makanan yang tentunya sangat membahayakan kesehatan masyarakat. "Saya sangat mengapresisasi langkah Pemkab Lampura dalam melakukan sidak terkait makanan kadaluarsa itu. YLKI akan terus memonitor apa sanksi selanjutnya yang akan diberikan kepada swalayan tersebut," tuturnya.

Dia juga mengimbau kepada pihak-pihak lain, dalam hal ini pedagang dan penjual produk makanan, agar tidak mengulangi hal yang sama lagi sesuai dengan tugas dan fungsi YLKI. Untuk diketahui, pusat perbelanjaan modern terbesar di Lampung Utara (Lampura), diduga menjual barang kedaluwarsa. Itu diketahui, saat Asisten II Pemkab Lampura, Azwar Yazid berserta romobongan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pusat perbelanjaan pada Selasa (9/7/2013) lalu. Saat sidak, dilakukan pengecekan di rak makananan dan ditemukan satu kemasan, yakni Corned Beef merek Chip, sudah habis masa berlakunya sejak bulan Mei 2013 lalu. "Tanggal kedaluwarsa pada bulan Mei 2013, yang tertera di bagian bawah kemasan," terang Rusli, pegawai Diskoperindag yang ikut dalam sidak.

Menanggapi temuan itu, Liquis Dwi Ratno, selaku Store Manager mengakui, adanya makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa merupakan suatu kelalaian karyawannya. Karena menurut Liquis, pihaknya selalu melakukan pengecekan terhadap barang-barang. "Saya sudah imbau karyawan saya untuk segera menariknya. Ini suatu kelalaian kami karena mengeluarkan kemasan yang sudah kaduarsa, mungkin itu (Corned Beef merek Chip, Red) terselip," kilahnya.

Sebelum menggelar sidak di pusat perbelanjaan, Azwar yazid yang didampingi sejumlah instansi terkait, melakukan pemantauan harga sembako di beberapa pasar tradisional setempat. Itu dilakukan, karena harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan yang diduga karena menjelang bulan suci Ramadan. Dalam pemantauan tersebut, Azwar Yazid berbincang dengan sejumlah penjual daging sapi, daging ayam, cabai merah, bawang merah, ikan serta sayuran. Dalam perbincangan itu, Azwar mempertanyakan harga serta stok bahan pokok. "Dari hasil pantaun terhadap beberpa bahan pokok rata-rata menglami kenaikan harga dari 10%-25%. Dimana kenaikan bahan pokok tersebut disebabkan langkanya bahan pokok itu sendri, dan biaya distribusinya bertambah, serta harga dari pemasok tinggi," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar