Cari di Blog Ini

Rabu, 31 Juli 2013

Warga Adukan Kepala Desa Atas Tuduhan Pemotongan Dana BLSM

Kotabumi Lampung Utara: Warga Adukan Kepala Desa Atas Tuduhan Pemotongan Dana BLSM. Sekitar 50 orang warga Dusun Sukamarga, Bindu, Abungkunang, Lampung Utara menemui anggota DPRD Lampura untuk mengadukan kepala desanya yang diduga melakukan pemotongan pembagian dana BLSM. Setiap warga penerima BLSM dipotong sebesar Rp 20.000 dari yang seharusnya diterima.
Diduga Potong Dana BLSM, Kades Diadukan

Puluhan warga Dusun Sukamarga, Bindu, Abungkunang, Lampung Utara, mendatangi kantor DPRD daerah setempat, Senin (29/7/2013), sekitar pukul 10.00. Mereka mengadukan dugaan kasus pemotongan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Mereka meminta wakil rakyat di DPRD Lampung Utara itu untuk mengawal proses hukum oknum kepala Desa Bindu berinisial IL, yang sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Lampung Utara, lantaran diduga melakukan pemotongan dana BLSM sebesar Rp20 ribu untuk masing-masing warga penerima bantuan dana tersebut.

Rombongan yang diperkirakan berjumlah 50 orang tersebut diterima langsung Pjs. Ketua Dewan DPRD Lampung Utara Herwan Mega dengan sejumlah anggota lainnya. Kemudian, warga yang datang ke kantor itu melakukan dialog di ruangan rapat kantor DPRD setempat. Dalam dialog yang digelar, M. Anas selaku perwakilan warga mengungkapkan pada 16 Juli 2013, sekitar 125 warga mengambil dana BLSM di kantor pos. Setelah itu, oleh oknum kadesnya dana tersebut dipotong Rp20 ribu/warga tanpa adanya kesepakatan dan alasan yang jelas. Lalu, di desa tersebut, lanjut Anas, terdapat 34 BLSM warga tidak diserahkan oleh oknum kadesnya. Padahal, dari keterangan pihak Kantor Pos Abung Barat, seluruh BLSM di Desa Bindu sudah diambil oleh oknum kadesnya. "Persoalan ini sebenarnya sudah kami laporkan ke polisi dan kami mengharapkan agar bapak anggota Dewan untuk ikut mengawal permasalahan ini," kata Anas seraya menyebutkan jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan warga akan bertindak anarki.

Hal yang sama diungkapkan warga lain, Joni (32). Dirinya tidak mengharapkan lagi bantuan tersebut. "Yang terpenting oknum kades kami itu bisa diproses sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Herwan Mega berjanji pihaknya akan memantau proses hukum yang dilakukan polisi. "Kami akan segera menggelar rapat untuk secepatnya memanggil oknum Kades itu," kata Herwan.

Usai berdialog dengan anggota legislatif, para warga langsung bertolak ke Polres Lampura. Di kantor Malpores setempat, mereka diterima langsung oleh Kabag Ops. Polres Lampung Utara Kompol M. Sahirul A Rambe dan Kanit Tipite Iptu Supriyanto. Kabag Ops. menjelaskan laporan warga yang masuk ke polres sudah dalam tahap penyelidikan. "Kasusnya sedang diproses. Kami harapkan agar warga dapat bekerja sama untuk memberikan keterangan jika dibutuhkan polisi."

Data yang dihimpun, pembagian BLSM di Dusun Sukamarga, Bindu, Abungkunang, Lampung Utara, diduga bermasalah. Hal itu diketahui adanya pembagian bantuan untuk masyarakat kurang mampu itu dilaporkan oleh warga ke polres setempat.

lampost.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar