Cari di Blog Ini

Kamis, 11 Juli 2013

Tim Sidak Pemkab Lampura Temukan Makanan Sudah Kedaluwarsa Dijual Di Swalayan

Kotabumi Lampung Utara: Produk makanan yang sudah kedaluwarsa ditemukan oleh tim inspeksi mendadak dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara saat memeriksa rak makanan pada pusat perbelanjaan terbesar di Kotabumi. Sidak tersebut dilakukan pada Selasa, 9 Juli 2013 lalu. Waktu kedaluarsa yang tertera pada kemasan produk makanan tersebut (Corned Beef merek Chip) adalah bulan Mei 2013. Pihak swalayan mengatakan bahwa kesalahan itu terjadi karena karyawan swalayan tersebut lalai memeriksanya.
Kotabumi Lampung Utara
Awas Makanan Kedaluwarsa di Swalayan Lampura!!

Pusat perbelanjaan modern terbesar di Lampung Utara (Lampura), diduga menjual barang kedaluwarsa. Itu diketahui, saat Asisten II Pemkab Lampura, Azwar Yazid berserta romobongan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pusat perbelanjaan, Selasa (9/7/2013). Saat sidak, dilakukan pengecekan di rak makananan dan ditemukan satu kemasan, yakni Corned Beef merek Chip, sudah habis masa berlakunya sejak bulan Mei 2013 lalu. "Tanggal kedaluwarsa pada bulan Mei 2013, yang tertera di bagian bawah kemasan," terang Rusli, pegawai Diskoperindag yang ikut dalam sidak.

Menanggapi temuan itu, Liquis Dwi Ratno, selaku Store Manager mengakui, adanya makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa merupakan suatu kelalaian karyawannya. Karena menurut Liquis, pihaknya selalu melakukan pengecekan terhadap barang-barang. "Saya sudah himbau karyawan saya untuk segera menariknya, dan itu suatu kelalaian pihak kami karena mengeluarkan kemasan yang sudah kaduarsa, mukin itu tadi (Corned Beef merek Chip, Red) terselip," kilahnya.

Sebelum menggelar sidak di pusat perbelanjaan, Azwar yazid yang didampingi sejumlah instansi terkait, melakukan pemantauan harga sembako di beberapa pasar tradisional setempat. Itu dilakukan, karena harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan yang diduga karena menjelang bulan suci Ramadan.

Dalam pemantauan tersebut, Azwar Yazid berbincang dengan sejumlah penjual daging sapi, daging ayam, cabai merah, bawang merah, ikan serta sayuran. Dalam perbincangan itu, Azwar mempertanyakan harga serta stok bahan pokok. "Dari hasil pantaun terhadap beberapa bahan pokok, rata-rata mengalami kenaikan harga dari 10% - 25%. Dimana kenaikan bahan pokok tersebut disebabkan langkanya bahan pokok itu sendri, dan biaya distribusinya bertambah, serta harga dari pemasok tinggi," pungkasnya. .

www.mytrans.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar