Cari di Blog Ini

Minggu, 14 Juli 2013

Popok Canggih Yang Bisa Deteksi Infeksi Air Seni Bayi

Kotabumi Lampung Utara: Popok pintar dan canggih dibuat oleh sepasang suami istri di Amerika yang bisa mendeteksi infeksi pada air seni bayi yang mengenakannya. Pendeteksian kehadiran infeksi beberapa penyakit pada air seni bayi ini menggunakan metode pemunculan pola warna pada bagian popok yang menyerap air seni. Kemudian bagian popok itu difoto menggunakan sebuah aplikasi ponsel pintar untuk menganalisa apakah popok menunjukkan keberadaan infeksi atau tidak.
Popok Pintar. Kotabumi Lampung Utara
Popok untuk deteksi air seni bayi

Pasangan suami istri di AS berhasil menemukan popok yang bisa bisa mendeteksi masalah pada air seni bayi. Sebuah "popok pintar" yang ditemukan Pasangan Jennie Rubinshteyn dan Yaroslav Faybishenko ini, menggunakan garis yang akan memunculkan perubahan warna pada bagian penyerapan, di sekitar pola yang merespon secara cepat (QR). Kemudian popok itu difoto melalui sebuah aplikasi telepon pintar untuk dianalisa apakah warna tersebut menunjukan infeksi atau tidak. Infeksi Saluran Kemih dialami sekitar 8% bayi, terutama perempuan. Infeksi ini sulit dideteksi secara dini, dan baru diketahui ketika muncul gejala lanjutan seperti demam.

Popok pintar ini seperti sistem peringatan dini kesehatan, yang membuat orangtua mewaspadai adanya potensi infeksi sebelum berlanjut menjadi gangguan kesehatan yang parah. Bagian warna yang berbeda berinteraksi dengan komponen air seni, yang mengandung air, protein dan bakteri. Orangtua diharapkan dapat memindai popok pintar ini sehari sekali untuk pengumpulan data melalui aplikasi iOS atau Android, yang juga dapat dibagi dengan ahli kesehatan profesional untuk mendiagnosa adanya gangguan pada ginjal atau dehidrasi.

Data popok

Penemuan popok pintar ini terinspirasi oleh anak perempuan mereka, berusia satu tahun, yang menangis di mobil dalam perjalanan ke rumah mereka di New York. "Kami menyadari dia tidak hanya duduk dengan popok yang penuh dengan air seni, tetapi popok yang mengandung data," kata mereka.

Pasangan Jennie Rubinshteyn dan Yaroslav Faybishenko ini membutuhkan dana sebesar $225.000 atau sekitar Rp.2.2 milliar dan persetujuan federal untuk dapat memperbanyak produksi. Faybishenko mengatakan popok pintar itu akan lebih mahal tiga kali lipat dibandingkan popok biasa. Pasangan itu kemudian mendirikan PixieScientific, dan harus melakukan tes medis terhadap produk mereka untuk meyakinkan regulator agar menyetujui penemuan mereka.

Mereka harus mengejar waktu dua bulan untuk menyakinkan investor potensial melalui situs pendanaan IndieGogoto, untuk menambah dana. Tak hanya masalah dana, tetapi mereka juga harus bersaing dengan produsen popok besar. Produsen popok Huggies pada Mei lalu meluncurkan TweetPee, alat sensor yang bisa diletakkan di popok sehingga orangtua mengetahui jika popok bayi mereka perlu diganti.

www.bbc.co.uk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar