Cari di Blog Ini

Minggu, 07 Juli 2013

Polres Lampura Gelar Operasi Sikat II Krakatau 2013 Untuk Memburu Pelaku Kejahatan Begal

Kotabumi Lampung Utara: Dari Operasi Sikat II Krakatau 2013 yang sedang berlangsung, Polres Lampung Utara berhasil mengamankan 15 orang tersangka pelaku kejahatan curat, curamor dan curas (3C) yang selama ini dikenal sebagai aksi kejahatan pembegalan sepeda motor. Tiga orang dari 15 orang tersangka pelaku begal tersebut ternyata masih berusia anak-anak. Kapolres Lampung Utara, AKBP Helmy Santika mengharap kerjasama dari anggota masyarakat untuk bisa memberikan keterangan keberadaan pelaku kejahatan begal yang masih berkeliaran dan belum diamankan oleh pihak kepolisian.
AKBP Helmy Santika. Kotabumi Lampung Utara
15 Orang Tersangka 3C Diamankan Polres Lampura

Polres Lampung Utara mengamankan setidaknya 15 orang tersangka pelaku tindak kejahatan curat, curamor dan curas (3C) khususnya aksi pencurian sepeda motor dengan kekerasan (begal), yang kerap beraksi di Wilayah Lampung Utara. "Dari 15 orang tersangka yang diamankan itu, ada sejumlah tersangka terpaksa di lumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur saat akan ditangkap," kata Kapolres Lampura, AKBP Helmy Santika ketika dimintai keterangan usai melaksanakan ekspose hasil operasi Sikat II Krakatau 2013, di halaman Mapolres setempat, Jumat (5/7/2013).

Dia juga mengatakan, kegiatan operasi sikat karakatau dilaksanakan mulai 25 Juni 2013 hingga 9 Juli 2013. Hal ini, dilakukan untuk mengurangi dan mengeleminisir tindak pencurian sepeda motor khususnya pelaku begal di Kabupaten Lampura. "Dalam penanganan kasus khususnya aksi pembegalan, kami juga menggiatkan anggota untuk melakukan razia di jalan raya guna menekan aksi tindak kejahatan itu," kata Helmy lagi.

Dalam melancarkan aksinya, lanjut mantan kasat Jatanras Polda Metro Jaya ini, pihaknya akan berupaya untuk menangkap para pelaku begal yang telah dianggap meresahkan masyarakat dan dalam melakukan aksinya para pelaku begal di wilayah Lampung Utara tergolong sadis tidak segan-segan melaukai para korbanya. "Dalam menyikapi tindak kejahatan khususnya aksi begal, kami akan berupaya menangkapnya dan tidak segan-segan akan melumpuhakan para pelaku tersebut. Dalam melakukan tindakan tegas, kami mengacu pada prosedur yang terukur dan terarah," kata dia lagi.

Dari ke 15 orang tersangka yang berhasil diamankan, tiga diantaranya masih anak-anak. Sehingga, mereka diperlakukan juga seperti layaknya usia mereka. Selain itu, dirinya tetap mengintensifkan kegiatan razia kendaraan yang tanpa dilengkapi surat kendaraan. "Kami tetap galakkan razia kendaraan dijalan raya, dan terus memburu pelaku yang belum tertangkap," katanya seraya menegaskan saat ini pihaknya juga tengah mengelar Ops Patuh Krakatau 2013.

Helmy mengharapkan peran serta mayarakat agar dapat aktif untuk memberikan informasi tentang keberadaan para pelaku maupun tindak kejahatan lainnya. Dari pemeriksaan terhadap salah satu tersangka, salah satu dari mereka melakukan pembegalan di 19 tempat kejadian perkara. Selain mengamankan puluhan tersangka, pihak Polres Lampung Utara juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni 14 unit motor berbagai merek dan 4 senpi rakitan serta 1 senpi korek api (mainan). Selain itu barang bukti lainya berupa 10 butir peluru aktif, 1 bilah tombak, 4 bilah sajam jenis garpu, 5 Hp, dan uang tunai sebesar Rp 1,4 juta. "Keseluruhan barang bukti sudah diamankan di Polres Lampura guna penyelidikan dan proses lebih lanjut," terang Helmy Santika.

Sementara para tersangka yang diamankan, mereka melakukan modus operandinya dengan cara memepet korban dan mengancam dengan senjata api atau pun senjata tajam guna memperdaya para calon korbannya. "Khusus masalah aksi begal yang terjadi di Lampung Utara, kami meminta kepada masyarakat tidak perlu cemas dalam berpergian menjalani aktifitas sehari-harinya, sebab sebagian pelaku begal, sudah kita tangkap," kata Helmy.

lampost.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar