Cari di Blog Ini

Selasa, 16 Juli 2013

Penyebab Seseorang Sering Digigit Nyamuk

Kotabumi Lampung Utara: Apa Anda sering digigit nyamuk? Ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih sering digigit nyamuk dibandingkan orang-orang lain. Faktor-faktor yang menyebabkan orang menjadi disukai nyamuk untuk menggigitnya adalah golongan darah, emisi karbondioksida, metabolisme dan panas tubuh, keberadaan bakteri pada kulit, minuman beralkohol, wanita yang sedang hamil, dan warna pakaian yang dikenakan seseorang.
Nyamuk. Kotabumi Lampung Utara
Alasan kenapa nyamuk menggigit manusia

Ternyata terungkap alasan kenapa nyamuk menggigit dan menghisap darah manusia. Bahkan ada penjelasan khusus kenapa nyamuk lebih suka menggigit si A dari pada si B, dan seterusnya. Terlepas dari memang kodratnya menghisap darah, menurut penelitian, ternyata nyamuk tidak sembarang pilih-pilih mangsa. Binatang kecil penghisap darah ini tertarik terhadap sesuatu yang khusus sebelum melakukan aksinya. Dikutip dari penelitian yang diulas di Smithsonianmag (12/7/2013), ada beberapa faktor yang menyebabkan nyamuk menggigit seseorang. faktor-faktor tersebut antara lain.

Golongan darah
Dikarenakan darah manusia dapat diibaratkan sebagai lumbung protein raksasa, oleh karena banyak nyamuk lebih suka menyerang manusia dibandingkan hewan. Menurut penelitian, orang dengan darah O lebih cenderung sering mendapatkan gigitan nyamuk dibandingkan dengan orang-orang dengan golongan darah A. Golongan darah tersebut dapat terdeteksi karena secara tidak sadar, manusia mampu mengeluarkan sinyal senyawa dari golongan darah mereka melalui kulit. Apabila golongan darah O lebih rentan diserang nyamuk dan golongan darah A lebih sedikit, untuk posisi tengah diduduki oleh orang-orang dengan golongan darah B.

Emisi karbondioksida
Semakin berumur seseorang dan semakin besar ukuran tubuhnya, menurut penelitian, emisi karbondioksida yang dikeluarkan melalui nafas juga semakin besar pula. Nyamuk dapat dengan mudah mencari mangsa dengan cara mengidentifikasi emisi karbondioksida dari nafas. Sebuah penelitian pernah mengungkapkan bahwa nyamuk dapat mendeteksi emisi karbondioksida dari jarak sejauh 164 kaki atau sekitar 50 meter. Oleh karenanya, orang dewasa lebih sering digigit nyamuk dibandingkan bayi atau anak-anak.

Metabolisme dan panas tubuh
Selain mengeluarkan emisi karbondioksida, manusia juga menghasilkan senyawa-senyawa lain yang digunakan oleh nyamuk sebagai indikator. Ketika seseorang memiliki aktivitas padat, tidak jarang mereka akan berkeringat. Dari keringat tersebutlah, muncul asam lactid, asam uric, amoniak dan senyawa lainnya. Dari bau senyawa tersebutlah maka nyamuk dapat mengidentifikasi di mana letak "makanan" mereka.

Bakteri pada kulit
Dipercaya atau tidak, kulit manusia memiliki banyak sekali bakteri yang hidup di permukaannya. Bakteri-bakteri yang ada di permukaan kulit manusia sangat beragam. Dari beragamnya bakteri tersebut, ada koloni khusus yang selalu menarik perhatian nyamuk. Setelah mengetahui adanya bakteri penarik perhatian tersebut, nyamuk akan hinggap di kulit manusia. Setelah hinggap dan mendeteksi adanya 'makanan' berupa darah di bawah kakinya, maka dengan cepat makhluk kecil ini akan menancapkan 'jarum' mereka ke kulit manusia.

Minuman beralkohol
Menurut sebuah penelitian, apabila seseorang meminum minuman beralkohol, maka akan meningkatkan kadar ethanol dalam keringat. Selain kadar ethanol meningkat, temperatur tubuh juga naik. Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa seseorang dengan temperatur tubuh tinggi, suhu badannya panas, akan lebih disukai oleh nyamuk.

Wanita hamil
Banyak penelitian yang dilakukan dengan hasil sama yaitu wanita hamil lebih disukai oleh nyamuk dibandingkan wanita biasa atau juga pria. Hal tersebut dikarenakan, wanita hamil menghasilkan 21 persen emisi karbondioksida lebih tinggi dibandingkan manusia lain. Selain itu, suhu tubuh wanita yang sedang hamil juga lebih tinggi sekitar 1,26 derajat Fahrenheit (-17,2 derajat Celcius) dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil atau juga pria.

Warna pakaian
Mungkin agak sedikit aneh apabila mengatakan bahwa nyamuk dapat menemukan "mangsa" dari warna pakaian yang dikenakan seseorang. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa selain indera penciuman, nyamuk juga menggunakan penglihatannya dalam mencari sasaran. Menurut James Day, seorang medical entomologist dari University of Florida menyatakan bahwa nyamuk lebih mudah mendeteksi dan tertarik dengan korban yang menggunakan warna pakaian dengan warna hitam, biru tua dan merah daripada warna lainnya.

Dari penjelasan di atas, dapat Anda simpulkan apa saja yang dapat menarik perhatian nyamuk dan kenapa mereka menyerang manusia selain karena kodratnya memang menghisap darah.

www.merdeka.com

1 komentar:

  1. berarti org berkulit gelap lebih rentan digigit nyamuk dong?

    BalasHapus