Cari di Blog Ini

Kamis, 18 Juli 2013

Pemasangan Poster Pilkada Di Lampura Ganggu Pemandangan Dan Ketertiban

Kotabumi Lampung Utara: Pemasangan poster atau atribut bakal calon pasangan peserta pilkada Lampung Utara seringkali melanggar peraturan sehingga mengganggu pemandangan dan ketertiban. Bahkan pemasangan poster atau atribut pilkada tersebut seringkali mengganggu kegiatan kerja pihak-pihak tertentu karena dipasang pada tempat-tempat yang tidak diperbolehkan. Pemasangan Poster Pilkada Di Lampura Ganggu Pemandangan Dan Ketertiban.
Atribut Pilkada di Tiang Pelanggaran!!

Saat ini banyak tiang telepon yang dimanfaatkan oleh seluruh Bakal Calon Kepala Daerah (Balonkada) sebagai tempat pemasangan alat peraga sebagai bentuk sosialisasinya. Akibatnya PT. Telkom Cabang Kotabumi dirugikan, karena hal tersebut dinilai sangat mengganggu jaringan komunikasi. Parahnya lagi, jika petugas melakukan pengecekan atau perbaikan, alat peraga tersebut sangat mengganggu petugas.

Divisi Teknisi PT. Telkom Cabang Kotabumi, Nazarudin, di ruang kerjanya, kemarin (16/7/2013) mengeluhkan, alat peraga balonkada tersebut, sangat menganggu. Pihaknya juga sering kali mendapat teguran atau peringatan dari atasan dan juga sangat kesulitan menghubungi tim sukses balonkada. Karena pemasangan alat peraga pasti di malam hari dan pihaknya tidak tahu siapa yang memasangnya. "Kita sering kali dapat teguran dari pimpinan dan mau kita copot alat peraga mereka, kita merasa tidak enak karena balonkada tersebut juga calon pimpinan kita nanti," jelasnya.

Namun demikian, kata dia, pihaknya sangat berharap, agar balonkada yang memasang alat peraga di tiang telepon, dengan sendirinya menurunkan alat peraga. Sebab selain menganggu jaringan, tindakan mereka juga menganggu keindahaan kota. "Kita berharap, agar tim sukses balonkada dengan sendirinya menurunkan atribut. Sebab, kalau dibiarkan bisa menganggu keindahan," katanya.

Di tempat berbeda, Divisi Kampaye Panwaslu Lampura, Tedi Yunada menyatakan, memang pemasangan alat peraga balonkada pada tiang telepon dan listrik, merupakan pelanggaran. Sebab pemasangan tersebut di luar delapan titik yang ditetapkan pemerintah daerah, yakni di Tugu Payan Emas, Taman Santap, Taman Pos Kota, Taman depan Lurah Kotabumi Udik, Taman Simpang Lima Badarco, Taman Bernah, Taman depan Pondok Kasih Bunda, dan Taman Kebun Empat. "Pemasangan alat peraga tersebut di luar delapan titik yang sudah ditetapkan dan itu adalah pelanggaran," tegas Tedi, kemarin (16/7).

Tedi mangatakan bahwa pihaknya belum dapat menertibkan alat peraga di luar delapan titik yang sudah ditetapkan, karena hingga saat ini Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampura belum menetapkan mereka sebagai Calon Bupati (Cabup) atau Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang akan maju dalam pilkada 19 September 2013 mendatang. "Saat ini mereka belum ditetapkan KPU sebagai cabup dan cawabup, jadi semua masih tanggung jawab pemda dalam hal ini Dinas Tata Kota yang berhak melakukan penertiban alat peraga tersebut," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar