Cari di Blog Ini

Jumat, 05 Juli 2013

Panen Padi Varietas Inpari Di Abungsurakarta Menunjukkan Hasil Memuaskan

Kotabumi Lampung Utara: Panen padi sawah dari varietas Inpari 6, 7, 8, 10, dan 13 yang dujicoba tanam di area persawahan Kecamatan Abungsurakarta, Lampung Utara, menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Pada panen raya yang dilaksanakan pada Rabu, 3 Juli 2013 lalu menghasilkan gabah kering panen sebanyak 8,6 ton/hektar. Penggunaan bibit unggul padi sawah varietas Inpari ini merupakan proyek Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung untuk dapat terus mempertahankan swasembada pangan.
Padi Sawah. Kotabumi Lampung Utara
Panen Tembus 8,6 Ton per Ha

Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung mengambil sampel panen padi milik petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Abungsurakarta, Lampung Utara, Rabu (3/7/2013). Ini dalam rangka pendampingan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) padi di wilayah Lampura. Juga untuk memperluas spektrum penyebaran informasi dan mendapatkan umpan balik dari petani, serta penyuluh pertanian dan stakeholder lainnya.

Kepala BPTP Lampung Ir. Jamhari menyampaikan, SLPTT merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk mempertahankan swasembada dan meningkatkan produksi padi secara nasional. BPTP Lampung ditugaskan mendampingi kegiatan SLPTT dalam bentuk demplot uji adaptasi varietas unggul hasil litbang pertanian seperti Inpari 6, 7, 8, 10, 13. Ini bertujuan mendukung program perbenihan. "Maka diharapkan kegiatan pengambilan sampel akan diteliti dan dikembangkan semaksimal mungkin. Sehingga, petani ke depannya dapat panen lebih baik lagi. Kita harapkan bersama panen raya tahun ini dapat optimal, dan untuk tahun selanjutnya akan lebih baik lagi," ucapnya pada sela-sela panen raya di Desa Purbasakti, Abung Surakarta.

Pada Panen Raya tersebut juga dilakukan pengambilan sampel oleh BPTP dengan hasil 8,6 ton per hektare gabah kering panen (GKP) atau setara dengan 5,2 ton/gabah kering giling (GKG). Hasil panen padi pada lahan mencapai 8,6 ton GKP per hektare (ha). Sampel yang dilakukan tim peneliti BPTP Lampung bersama Badan Pusat Statistika (BPS) dan penyuluh lapangan kemarin (3/7/2013) menunjukkan produktivitas varietas Inpari 10 memberikan hasil memuaskan. Meskipun, hampir semua areal di wilayah tersebut tak luput dari serangan hama tikus sejak mulai penanaman. "Berbagai upaya telah kita lakukan untuk mengendalikan tikus bersama para petani dan penyuluh lapangan, toh belum juga dapat memberikan hasil maksimal," ungkapnya.

Keberhasilan petani dalam mencapai angka 8,6 per ha itu juga tak luput pemakaian pupuk organik jenis Green Botane distributor PT Agrobuana Makmur. Perincian pemakaian pupuk yakni organik green botane sebanyak 200 kg/ha, Biost 10 kg/ha, urea 100 kg/ha, dan pupuk NPK 250 kg/ha. Jamhari juga berharap BPTP Lampung melanjutkan pembinaan pada musim rendengan mendatang. Pada musim gadu ini, serangan hama tikus hampir saja menggagalkan panen jika para petani tidak serius menjaga tanaman padi siang malam. "Oleh karena itu, kami berharap kepada BPTP Lampung dan Dinas Pertanian agar dapat membina kembali pada musim tanam mendatang," pintanya.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar