Cari di Blog Ini

Selasa, 09 Juli 2013

Lensa Kontak Mata Dengan Fitur Zoom Sedang Dikembangkan Ilmuwan

Kotabumi Lampung Utara: Sebuah model lensa kontak mata yang bisa melakukan zoom (pembesaran obyek pandang) saat ini sedan dikembangkan oleh para ilmuwan dari University of California, San Diego dan Swiss Federal Institute of Technology (EPFL). Fitur zoom pada lensa kontak mata tersebut mampu memperbesar obyek hingga 2,8 kali lebih besar dari ukuran aslinya. Proyek pembuatan lensa kontak mata yang memiliki fitur zoom ini disponsori dananya dari badan riset pertahanan Amerika Serikat (DARPA).
Lensa Kontak Mata. Kotabumi Lampung Utara
Tak Lama Lagi Lensa Kontak Mata Bisa Zoom

Sekelompok ilmuwan dari University of California, San Diego dan Swiss Federal Institute of Technology (EPFL) mengungkapkan bahwa mereka tengah mengembangkan lensa kontak mata yang bisa zoom layaknya lensa kamera dan telah diujicobakan pada sebuah model mata seukuran mata manusia.

Tim ilmuwan itu membangun mekanisme bidik LCD lensa dari rangkaian kacamata 3D Samsung, guna mengaktifkan efek lensa zoom. Lensa teleskopik yang tebalnya lebih dari 1 milimeter itu bekerja dengan memiliki lintasan optik dalam ukuran besar yang dikelilingi oleh cincin optik, yang dapat memperbesar tampilan objek hingga 2.8 kali. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa objek dapat terlihat jelas, tapi ketajamannya masih rendah. Tim ilmuwan itu berjanji akan memperbaiki ketajaman lensanya.

Desain lensa kontak mata zoom akan terbuat dari bahan plastik kaku, tapi memungkinkan udara segar masuk sampai ke bola mata, seperti lensa kontak mata modern saat ini. Kecanggihan lensa kontak mata zoom ternyata juga berguna untuk membantu kaum lansia yang ketajaman penglihatannya semakin berkurang. Kepala Optometri dan Ilmu Visual City University di London setuju akan manfaat yang dihadirkan oleh lensa kontak mata. Ia juga berharap agar lensa itu dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Proyek lensa kontak mata zoom yang didanai oleh badan riset pertahanan Amerika Serikat, DARPA, ternyata juga tak lepas dari kontroversi sebagaimana yang dialami Google Glass. Sistem zoom yang dapat dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang ada di hadapannya dikhawatirkan akan mengganggu privasi. .

www.tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar