Cari di Blog Ini

Rabu, 03 Juli 2013

Jelang Musim Kemarau, Masyarakat Lampura Dihimbau Waspadai Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Kotabumi Lampung Utara: Menjelang masuk musim kemarau, masyarakat di Lampung Utara disarankan agar mewaspadai ancaman timbulnya beberapa jenis penyakit yang membahayakan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Lampura, dr. Maya Natalia Manan, M. Kes. Beberapa jenis penyakit yang seringkali muncul pada musim pancaroba misanya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Pancaroba. Kotabumi Lampung Utara
Waspadai ISPA Menjelang Pancaroba

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada musim kemarau. Dengan cara membersihkan lingkungan untuk menghindari debu dan polusi udara lainnya. "Penyebab penyakit ISPA bermacam-macam, bisa karena pengaruh polusi udara selalu berubah-ubah dan faktor lingkungan yang berdebu. Apalagi akan tiba musim kemarau," kata Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dr. Maya Natalia Manan, M. Kes, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (1/7/2013).

Ia mengatakan, hal tersebut terkait antisipasi dan tindakan pencegahan menjelang musim kemarau yang menimbulkan kekeringan panjang. Dan akan berdampak pada munculnya berbagai persoalan termasuk persoalan kesehatan. "Selain penyakit ISPA, pada kondisi iklim demikian ada beberapa penyakit yang diderita masyarakat, seperti malaria, alergi kulit dan gatal," ungkap Maya.

Dirinya menyebutkan, gejala penderita ISPA antara lain terasa demam, batuk, pilek atau bersin maupun sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri sekitar mata dan kedua sisi hidung. Gejala lainnya berupa kesulitan menelan, nafsu makan menurun dan batuk kering sampai terdapat dahak serta disusul suara serak. Selain itu hidung tersumbat, tubuh terasa tidak nyaman, lemas dan letih, rongga hidung terlihat pembengkakan, merah dan ditemukan cairan, radang tenggorokan serta nyeri di sekitar leher. "Ketika ada gejala-gejala seperti tersebut, maka segera berobat ke sarana kesehatan terdekat untuk segera mematikan virus penyebar ISPA tersebut," himbaunya.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR) Kotabumi itu menambahkan, pola penyebaran penyakit ini yang utama melalui hidung dan mulut penderita saat batuk atau bersin, penyebabnya virus, bakteri (debu, cuaca dan lainnya-Red). Penyakit ISPA mudah menjangkit atau menular, dan termasuk jenis penyakit yang paling berat. Namun, penyakit ini mudah disembuhkan pada kesempatan pertama, sehingga tidak perlu khawatir berlebihan. "Kalaupun ada pasien meninggal akibat ISPA, mungkin saja faktor lanjut usia atau bayi baru lahir yang kurang normal seperti kurang berat badan atau dibawah normal. Untuk itu, lanjutnya, guna mengantisipasi masyarakat menderita penyakit, maka dilakukan hidup bersih, cuci tangan sebelum makan dan menggunakan masker. Selain itu makanan yang sehat dan bergizi, hindari makanan berminyak, minum air hangat sehari minimal 8 hingga 10 gelas. Istirahat yang cukup, perhatikan kebersihan diri khususnya bagian hidung dan mulut," jelasnya.

Menurutnya, untuk masalah kesehatan paling rentan terhadap lingkungan masyarakat yang berada di pedalaman jauh. Terutama yang selama ini dilanda kekeringan dan persoalan lingkungan hidup lainnya, seperti kebakaran dan polusi lainnya. "Disebagian wilayah tertentu di Kabupaten Lampura, persoalan air bersih masih belum dirasakan secara maksimal. Sehingga masyarakat mengunakan air sungai untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Pola hidup itu tidak sehat, dan wajar saja kalau sering diserang penyakit ISPA, diare dan penyakit menular lainnya," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar