Cari di Blog Ini

Minggu, 14 Juli 2013

Gabah Kering Panen Di Lampura Alami Kenaikan Harga

Kotabumi Lampung Utara: Harga gabah kering panen di Lampung Utara saat ini mengalami kenaikan 0,2% hingga 0,4%. Jika dirupiahkan, harga gabah kering hasil panen para petani Lampung Utara itu berkisar pada nominal Rp 3.200 hingga Rp 3.300. Salah satu faktor utama yang menyebabkan harga gabah kering menjadi naik dikarenakan harga jual beras di pasaran juga sudah mengalami kenaikan.
Gabah Padi. Kotabumi Lampung Utara
Harga Gabah Kering Panen Naik

Memasuki masa panen raya padi di Kabupaten Lampung Utara, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik antara 0,2% dan 0,4% per kg atau dari semula Rp3.000 - Rp3.100/kg menjadi Rp3.200 - Rp3.300/kg. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Murdoko di ruang kerjanya, Kamis (11/7/2013), mengatakan kenaikan harga GKP ini berdampak langsung pada penghasilan petani. Sebelumnya, harga GKP antara Mei dan Juni di Lampura berkisar Rp3.000—Rp3.100/kg. Pada Juli, harga naik menjadi Rp3.200—Rp3.300/kg. "Persentase kenaikan harga GKP di Lampura antara 0,2% dan 0,4% per kg. Bahkan, menurut informasi, harga jual gabah di lapangan sudah menembus Rp3.500 - Rp3.600/kg," kata dia.

Menurut Murdoko, kenaikan harga gabah ini merupakan hal wajar. Sebab, harga beras di tingkat pedagang juga mengalami kenaikan dari rata-rata Rp300 dari Rp7.000/kg menjadi Rp7.300/kg bergantung pada kualitas. "Naiknya harga gabah merupakan hal yang wajar. Sebab, harga beras di pasaran juga naik," ujarnya.

Disinggung luas panen di Lampung Utara, dia mengatakan untuk areal padi sawah seluas 18.434 hektare (ha) dengan tingkat produksi gabah 82.570 ton, sedangkan luas panen padi gogo seluas 7.961 ha dengan tingkat produksi 27.046 ton. Naiknya harga gabah kini juga ditunjang dengan tingginya produktivitas hasil panen padi dengan rata-rata produksi per hektare antara 6 ton dan 6,5 ton. "Khusus untuk petani yang menanam pada musim tanam (MT) gaduh (April—September), pada bulan ini ada yang belum masuk masa panen dan diperkirakan ada sekitar 13.034 ha tanaman padi yang masih menunggu masa panen," ujar Murdoko.

Di sisi lain, stok beras di Kabupaten Lampung Utara selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1434 H dipastikan berlebih. Sampai Kamis (11/7/2013), pihak Bulog Kotabumi setempat masih menyimpan beras 6.609.805 kg di gudang beras Desa Mulangmaya, Kecamatan Kotabumi Selatan. Plt. Kepala Bulog Subdivre Lampura Kemas Idris, melalui Kasi Pelayanan Publik Dedy Rahman, ketika dimintai keterangan, mengatakan stok beras selama Ramadan hingga Idulfitri nanti dipastikan lebih dari cukup. "Pada Juli ini, Bulog akan mengeluarkan beras untuk masyarakat sebanyak 2.525.850 kg," ujarnya.

Dia juga mengatakan dari stok yang dilepas itu untuk pembayaran raskin 13 dan 14 Juli. "Jadi pembayaran itu untuk selama tiga bulan, dalam sebulannya sebesar 841.950 kg. Dari jumlah yang mesti direalisasikan ke masyarakat, jauh lebih banyak dari stok yang ada di gudang," ujar Dedi.

Sementara itu, untuk penyaluran alokasi raskin diketahui merujuk surat dari Perum Bulog Bandar Lampung No: F-1028/DO.400/ 1806/2013 tentang Penambahan Pagu Raskin pada 2013. "Adanya penambahan pagu raskin tersebut merupakan program pemerintah terkait kompensasi kenaikan harga BBM baru-baru ini. Jumlah yang mereka terima untuk raskin Juli 2013 sebanyak 15 kg ditambah raskin 13 sebanyak 15 kg dan raskin 14 sebanyak 15 kg. Jadi, total penerimaan raskin pada Juli sebesar 45 kg," kata Dedy.

Dia juga menjelaskan harga penebusan raskin kini masih Rp1.600/kg. Data yang ada untuk jumlah RTS di Lampura sekitar 56.130 KK dari total RTS Lampung berjumlah 573.954 RTS. Tidak hanya di Lampura, di Liwa, Lampung Barat, selain menggulirkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), Pemerintah Pusat juga menambah kuota beras untuk keluarga miskin (raskin) sebagai bentuk kompensasi atas kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Pada Juni lalu, setiap keluarga sasaran penerima raksin akan menerima jatah tiga bulan sekaligus.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkab Lambar Arman Achyuni mengatakan tahun ini setiap warga penerima raskin akan menerima jatah 15 bulan. Setiap bulan keluarga penerima mendapat alokasi masing-masing 15 kg. Menurut Arman, penambahan jatah raskin sebanyak tiga bulan dari kuota normal 12 bulan tersebut merupakan bentuk kompensasi atas kenaikan harga BBM dari Pemerintah Pusat yang akan disalurkan pada Juli ini. "Yang dibagi bulan puasa ini, jatah raskin Juli ditambah jatah dua bulan atas kompensasi BBM, nanti untuk September juga dibagikan jatah raskin satu bulan ditambah satu jatah kompensasi," kata dia. Dia mengatakan jumlah penerima raskin di Lambar sebanyak 31.596 keluarga dan setiap bulannya mendapat jatah 15 kg dengan harga tebusannya Rp1.600/kg.

lampost.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar