Cari di Blog Ini

Rabu, 17 Juli 2013

Dinas Kesehatan Lampura: Jumlah Kasus Penyakit DBD Turun

Kotabumi Lampung Utara: Jumlah kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan Lampung Utara dinyatakan sudah jauh menurun. Hal ini dikatakan oleh pejabat dari Dinas Kesehatan Lampura, bahwa pada data tahun lalu, jumlah kasus penderita DBD adalah sebanyak 650 kasus. Sedangkan data hingga bulan Juli 2013, kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) baru mencapai jumlah 376 kasus.
DBD (Demam Berdarah Dengue). Kotabumi Lampung Utara
Kasus Demam Berdarah Menurun

Hingga pertengahan Juli ini, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lampung Utara (Lampura) telah mencapai 376 kasus. Dimana, dua diantaranya meninggal dunia. "Jumlah penderita DBD tahun ini berjumlah 376 orang dan dua diantaranya meninggal," kata Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat, Ibnu Chattab, diruangnya, Senin (15/7/2013).

Kendati demikian, menurut Ibnu, jumlah kasus DBD di wilayahnya pada tahun ini terbilang menurun. Bila dibandingkan dengan jumlah kasus penderita DBD tahun lalu, kata dia, yang jumlahnya mencapai 650 kasus. Maka jelas tahun ini jauh berkurang. "Tahun lalu terjadi 650 kasus dengan 4 penderita yang meninggal dunia," ujar dia sembari menambahkan, jumlah penderita DBD di wilayahnya mengalami penurunan setiap bulannya pada tahun ini.

Disinggung mengenai daerah endemis atau rawan dengan kasus DBD, Ibnu memaparkan bahwa beberapa daerah endemis terjadi di wilayah perkotaan dan sekitarnya. Tepatnya di Kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan. "Daerah endemis di wilayah perkotaan itu seperti daerah Tanjung Aman, Cempedak, dan Kota Alam," jelasnya.

Penyakit DBD, lanjutnya, merupakan penyakit yang susah dibasmi. Lantaran penyakit itu disebarkan melalui nyamuk yang menyukai tempat-tempat genangan air bersih. Oleh karenanya, hal yang terpenting dalam membasmi atau mencegah perkembangan nyamuk itu disamping Fogging (pengasapan) sarang nyamuk, adalah melakukan upaya PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di lingkungannya. "Kita minta warga mewaspadai tempat-tempat seperti dispenser, dan wadah di belakang kulkas kerap menjadi penampung air secara tidak sengaja dirumah. Kedua tempat itu adalah tempat sarang jentik nyamuk dan jarang disadari oleh para pemilik rumah," kata dia.

Untuk itu, jelas Ibnu, pihaknya akan selalu menggelar penyuluhan keliling kepada warga, pada bulan-bulan yang dianggap rawan dengan perkembangan nyamuk DBD, yakni bulan November dan Desember. Penyuluhan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman pentingnya pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya yang tepat dalam membasmi nyamuk DBD. "Tapi bila ada warga yang minta penyuluhan diluar bulan-bulan tersebut tetap akan kita layani. Namun, biasanya penyuluhannya hanya dilakukan melalui Puskesmas dilingkungan masyarakat tersebut," pungkasnya.

www.mytrans.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar