Cari di Blog Ini

Rabu, 03 Juli 2013

BPC HIMPI Lampura Gelar Fokus Grup Diskusi

Kotabumi Lampung Utara: Fokus Grup Diskusi (FGD) dengan tema Mendorong Pengembangan Ekonomi dan Bisnis demi Kesejahteraan Rakyat diadakan pada hari Selasa, 2 Juli 2013, oleh Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung Utara. Event tersebut mengambil tempat di ruangan aula kantor Kecamatan Tanjungraja dan Sungkai Utara.
HIPMI. Kotabumi Lampung Utara
HIPMI Lampura Dorong Pengusaha Baru

Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung Utara menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) bertajuk Mendorong Pengembangan Ekonomi dan Bisnis demi Kesejahteraan Rakyat, Selasa (2/7/2013). FGD itu di tempat yang berbeda, yakni aula kantor Kecamatan Tanjungraja dan Sungkai Utara. "Dalam kegiatan ini, kita bekerja sama dengan Pemkab Lampura dan Universitas Lampung,’’ ujar Ketua BPC Hipmi Lampura Roby Adhitama, S.H., Senin (1/7/2013).

Diskusi ini sebagai upaya mendorong munculnya pelaku usaha atau wirausahawan baru yang diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. Utamanya dengan memberdayakan sumber daya alam yang ada. "Jadi, pasca kegiatan ini diharapkan munculnya para pengusaha baru yang dapat memberdayakan sumber daya yang ada di daerahnya masing-masing," lanjut Roby.

Diskusi itu juga akan menyerap saran dan masukan dari para pelaku usaha, kampus, swasta, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait mengenai terobosan program atau kegiatan penting dalam pengembangan ekonomi dan bisnis secara mandiri atau berkolaborasi. Dengan kata lain, FGD sebagai upaya mencetak pelaku usaha baru.. Kegiatan juga akan dihadiri pemateri dari Unila Anshori Djausal, M.T. Sementara, Anshori mengatakan, dunia ekonomi dan bisnis di Lampura mengalami kemajuan dan tantangan ini terbukti banyaknya pelaku ekonomi mulai dari perbankan, minimarket, biro jasa, pasar tradisional, pedagang, pengepul, dan pabrik besar maupun kecil tersebar di kabupaten setempat. "Ini membuktikan pertumbuhan ekonomi di Lampura cukup tinggi. Namun, kecenderungan pelaku usaha yang memiliki kemapanan ilmu pengetahuan seperti sarjana, lebih memilih migrasi ke kota dan enggan membangun kampung halamannya," bebernya.

Begitu juga lahan perkebunan dan sawah yang mulai berkurang akibat pertumbuhan penduduk dan pemukim baru. "Bahkan, komoditi andalan sudah banyak ditinggalkan seperti kopi, lada, cengkeh dan karet. Kini yang ada perkebunan singkong, jagung, dan cokelat. Tapi yang dijual petani dan pedagang masih bahan mentah yang tidak bernilai tambah. Sehingga, harga jual dan keuntungan relatif kecil," paparnya.

Karena itu, Anshori mengajak pelaku usaha untuk melirik berbagai sumber daya alam yang ada di sekitarnya. "Kita berharap petani tidak lagi menjual biji kopi. Tapi kopi bubuk. Sehingga, harga jual dan keuntungan lebih tinggi," pungkasnya.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar