Cari di Blog Ini

Sabtu, 27 Juli 2013

Asisten-II Pemkab Lampura Soroti Kinerja Dinas Tata Kota Dan Dinas Pekerjaan Umum

Kotabumi Lampung Utara: Asisten-II Pemkab Lampura Soroti Kinerja Dinas Tata Kota Dan Dinas Pekerjaan Umum. Opini publik tentang kinerja kedua instansi tersebut dilontarkan oleh Asisten II Pemkab Lampung Utara, Hi. Azwar Yazid, M.M. pada Kamis 25 Juli 2013 lalu. Pejabat tersebut beranggapan bahwa semrawutnya penempelan atribut calon pilkada, banyaknya tumpukan sampah yang belum diangkut ke tempat pembuangan akhir, pembangunan marka jalan yang asal jadi, merupakan tanggungjawab yang dilalaikan oleh Dinas Tata Kota dan Dinas Pekerjaan Umum.
Distako dan PU Dikritik

Pemkab Lampung Utara menyorot kinerja Dinas Tata Kota (Distako) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. Pasalnya, kedua dinas ini dinilai tidak becus dalam melaksanakan tugas. "Banyak banner, spanduk, baliho, dan alat peraga kampanye milik balonkada dan bacaleg semrawut serta terkesan merusak keindahan kota," ujar Asisten II Pemkab Lampung Utara Hi. Azwar Yazid, M.M. Kamis (25/7/2013).

Selain itu, Azwar juga menyinggung sampah yang tak terangkut di titik-titik tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, sehingga menimbulkan banyak keluhan di sana-sini. "Bahkan saya pernah sidak bersama para wartawan dan melihat langsung tumpukan sampah tak terangkut di perempatan SMAN 1 Kotabumi dan Pasar Pagi Kotabumi. Tepatnya Jalan Triodeso," jelasnya.

Untuk Dinas PU banyak keluhan masyarakat jika Islamic Center Kotabumi di Ramadan ini tutup karena saat malam hari gelap gulita sehingga menimbulkan kesan angker dan sebagainya. "Seharunya saat bulan suci Ramadan kita aktifkan semua kegiatan keagamaan di Islamic Center supaya bisa terlihat oleh publik kegiatan keagamaannya. Ini kan tidak, bahkan masih ada bagian bangunan di Islamic Center yang belum selesai dibangun," jelas mantan Kepala Distako dan PU Lampura ini.

Belum lagi, masalah marka jalan tempat lokasi berdirinya patung ARPN (Alamsyah Ratu Perwira Negara) yang hingga kini pembangunannya terkesan asal jadi. Sehingga, tak memperhitungkan diameter lingkar taman tempat patung didirikan. Karena itu, lanjut Azwar, pihaknya dalam waktu dekat ini akan memanggil kedua dinas ini untuk mengoptimalisasikan kinerja masing-masing Satker.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar