Cari di Blog Ini

Rabu, 26 Juni 2013

Pisang Sebagai Media Pembuatan Vaksin Flu Burung Sedang Dikembangkan Peneliti Universitas Airlangga

Kotabumi Lampung Utara: Pisang Sebagai Media Pembuatan Vaksin Flu Burung Sedang Dikembangkan Peneliti Universitas Airlangga. Metode pembuatan vaksin anti-flu burung ini digunakan dengan cara mendesain pohon pisang yang mengandung vaksin flu burung yang selanjutnya bisa digunakan pada manusia. Somatic embrio DNA virus flu burung disuntikkan ke bibit pisang yang juga dikombinasikan dengan gen pisang. Pemilihan pohon pisang sebagai media pengembangan vaksin dikarenakan tumbuhan bisa tumbuh subur di hampir semua daerah di Indonesia. Selain pohon pisang, para peneliti di Avian Influenza-Zoonosis Research Center Universitas Airlangga juga mencoba pada tanaman teh putih dan ekstrak buah kakao.
Pisang. Kotabumi Lampung Utara
Unair Kembangkan Vaksin Flu Burung Lewat Pisang

Ketua Avian Influenza-Zoonosis Research Center Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom, mengatakan lembaganya sedang mengembangkan varian vaksin flu burung (H5N1) lewat buah pisang. Ide ini muncul setelah proyek vaksin flu burung untuk manusia jenis utuh (Hole Virus Vaccine) dan Reverse Genetic sempat terganjal kasus korupsi Muhammad Nazarudin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Nidom lantas menggandeng PT Riset Perkebunan Nusantara (Persero) untuk mengembangkan vaksin flu burung lewat tanaman pisang. Hasil akhir penelitian ini berupa batang pisang yang sudah didesain mengandung vaksin flu burung untuk manusia. Pemilihan media pisang karena tanaman buah ini bisa tumbuh di penjuru Tanah Air. "Bisa lebih terjangkau ke seluruh Indonesia," katanya, Senin (24/6/2013).

Pada tahap awal, pengujian dilakukan dengan somatic embrio genetis pada bibit pisang. Bibit pisang diinjeksi dengan DNA virus flu burung serta direkombinasikan dengan gen pisang. Harapannya, buah pisang yang dihasilkan mengandung antigen vaksin flu burung untuk manusia. Dengan begitu, kata dia, bibit pohon pisang yang ditanam akan menghasilkan buah pisang yang sudah mengandung vaksin flu burung untuk manusia. Uji cobanya tetap menggunakan hewan. Lewat konsumsi buah ini, kata Nidom, manusia bisa menangkal bahaya virus flu burung. Vaksin flu burung yang dihasilkan dalam bentuk utuh alias Hole Virus Vaccine.

Ia berharap proyek ini berjalan mulus, tidak seperti proyek vaksin sebelumnya. Nidom menargetkan proyek ini harus berlanjut hingga tahapan pilot skill yang dikembangkan oleh industri. "Keterlibatan industri obat sangat dibutuhkan," kata dia.

Selain pohon pisang, pihaknya juga menggunakan media tanaman teh putih dan ekstrak buah kakao. Kini pengembangan vaksin flu burung untuk manusia diarahkan menggunakan berbagai tanaman dengan menyesuaikan kondisi masyarakat Indonesia.

www.tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar