Cari di Blog Ini

Minggu, 16 Juni 2013

Petani Karet Di Sungkai Jaya Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Kotabumi Lampung Utara: Para petani karet yang berada di Desa Cempaka Timur, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, menyampaikan kesulitannya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Meskipun telah mengajukan kebutuhan pembelian pupuk ke instansi terkait, namun hingga dua bulan ini permohonan mereka belum ditindaklanjuti.
Kebun Karet. Kotabumi Lampung Utara
Petani Lampura Kesulitan Mendapatkan Pupuk

Petani karet di Desa Cempaka Timur, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk. Kalau pun ada yang menjual, harganya mahal, yakni Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram (kg).

Untuk mengatasi harga pupuk yang mahal, para petani tersebut berharap bisa mendapatkan pupuk bersubsidi yang harganya lebih murah dan meringankan beban para petani. Namun disayangkan pupuk tersebut sulit mereka dapatkan. Walhasil, sebagian petani mengajukan usulan pupuk kepada instansi terkait di Kabupaten Lampung Utara sekitar dua bulan lalu, tetapi hingga kini belum keluar.

Masdar (45), petani karet di wilayah setempat, mengatakan petani di desanya banyak yang menanam karet dan sawit. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, tanaman membutuhkan pupuk yang memadai. "Pupuk kita masih beli sendiri. Harganya Rp 10.000 per kg. Untuk tanaman karet, biasanya mencapai Rp 3 juta per enam bulan, begitu juga untuk pohonnya, karena yang masa panennya mencapai 7-8 tahun, berat memang tapi mau gimana lagi," ujarnya Jumat (14/6/2013).

lampung.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar