Cari di Blog Ini

Minggu, 23 Juni 2013

Oknum Dokter Dilaporkan Ke Polisi Atas Tuduhan Menampar Pasien

Kotabumi Lampung Utara: Oknum Dokter Dilaporkan Ke Polisi Atas Tuduhan Menampar Pasien. Seorang dokter berinisial dr. Dw yang bertugas di RSUD Hi. M. Ryacudu Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, telah dilaporkan ke pihak Polres Lampura karena tuduhan penganiayaan terhadap seorang pasiennya. Si pelapor adalah ayah dari anak yang menjadi pasien dokter dimaksud.
RSUD Ryacudu. Kotabumi Lampung Utara
Diduga Kasari Pasien, Oknum Dokter Dilaporkan ke Polisi

Oknum dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Hi. M. Ryacudu Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), dilaporkan ke polisi, atas dugaan menganiaya salah seorang pasien, Rabu (19/6/2013) lalu. Agus (33) dan Muji Amalia (28), warga Desa Sukajadi, Kecamatan Abung Selatan, melaporkan dr. Dw (30) ke polisi, karena diduga menampar anak mereka yang bernama Yopa Aldiansyah (11), Selasa (18/6/2013).

Berdasarkan keterangan Muji saat melapor ke Mapolres Lampura, insiden itu berawal saat dirinya membawa anaknya ke UGD RS Milik pemerintah, lantaran mengalami luka di jari kanannya. Sehingga petugas medis harus menjahit luka tersebut. Ketika hendak diberikan perawatan oleh dr. Dw, korban berusaha memberontak, karena takut disuntik. "Ketika lukanya mau dijahit sama dokter, anak saya ini menangis dan memberontak. Dan tiba-tiba dokter itu langsung menampar pipi kanan anak saya dengan keras. Dan perbuatan itu saya lihat sendiri serta disaksikan petugas medis lainnya," ujar Muji seraya menjelaskan awalnya ia tidak menghiraukan perbuatan oknum dokter tersebut terhadap anaknya, karena saat itu dia merasa panik melihat luka di jari tangan Yopa.

Setiba di rumah, lanjut Muji, anaknya tersebut menceritakan ke Agus mengenai perlakuan dr. Dw. Agus yang keseharian bekerja sebagai buruh serabutan, terkejut mendengar pengakuan anaknya dan mempertanyakan kebenaran peristiwa itu kepada Muji. "Setelah saya tanya ke istri saya, ternyata memang benar Yopa ditampar oleh dokter itu. Tidak terima akan perlakukan terhadap anak saya, kami mendatangi dr. Dw dan mempertanyakan penamparan ini. Dia (dr. Dw, Red) mengakui kalau saat itu dia reflek. Tetapi kan sebagai dokter dia tentunya lebih tahu dan mengerti cara menangani anak kecil, bukan seperti itu. Dia sudah minta maaf, tapi kami melihat permintaan maaf dia itu tidak sungguh-sungguh. Sehingga kami terpaksa melaporkannya ke polisi," pungkas Agus yang diamini Muji.

Kasubag Humas Polres Lampura, AKP Emrosadi, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tentang dugaan penamparan yang dilakukan oknum dokter jaga RSUD Hi. M. Ryacudu Kotabumi. Laporan korban tertuang dalam surat nomor LP:522/K/VI/2013/SPK Polres LU tertanggal 19 Juni 2013. "Laporannya sudah kami terima dan akan kami tindak lanjuti," ujar Emrosadi.

Terpisah, dr. Dw ketika ditemui di ruang UGD RSUR Kotabumi, membantah jika dirinya menampar korban. Dijelaskanya, saat itu yang ia lakukan adalah menenangkan pasien (Yopa, Red) agar tidak memberontak saat hendak dilakukan pengobatan pada luka di jari tangannya. "Sedikitpun saya tidak merasa memukulnya, dan saya juga tidak ada niat untuk menyakiti anak itu. Karena yang saya lakukan hanya menenangkan anak itu, karena kami dari petugas medis ingin memberikan tindakan terhadap luka yang dialaminya. Dan yang jelas, saya juga sudah meminta maaf kepada kedua orangtua anak itu, jika menurut mereka tindakan yang saya lakukan dianggap salah," jelas dr. Dw.

www.mytrans.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar