Cari di Blog Ini

Kamis, 06 Juni 2013

Kinerja Pegawai RSUD Ryacudu Kotabumi Mendapat Sorotan

Kotabumi Lampung Utara: Kinerja para pegawai RSUD Ryacudu Kotabumi Lampung Utara dinilai tidak professional. Penilaian tersebut disampaikan oleh Rifki Jauhari, anggota Komisi D DPRD Lampura, dan Ketua LSM Radik Sekelik Lampura, Amri, S.E. Diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara agar memperhatikan dan mengawasi kinerja para pegawai yang bertugas di RSUD Ryacudu Kotabumi.
RSUD Ryacudu. Kotabumi Lampung Utara
Pegawai RSUD Ryacudu Kotabumi Perlu Refresh!

Anggota DPRD Lampung Utara (Lampura) angkat bicara terkait tindakan arogan oknum Kabag Tata Usaha (TU) RSUD Riyacudu Kotabumi beberapa waktu lalu kepada Staf Kasir. Kejadian itu sontak membuat geram Anggota DPRD Lampura dari Komisi D, Rifki Jauhari. Daing Rifki - sapaan akrabnya- sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oknum pegawai RSUD Riyacudu. "Harusnya kejadian memalukan itu tidak perlu terjadi apalagi itu kepentingan masyarakat, bahkan saya baca dikoran untuk kepentingan pasien cuci darah," ujarnya, Selasa (4/6/2013).

Lebih jauh Rifki berharap, hal memalukan semacam itu jangan sampai terulang kembali. "Kalaupun ada masalah di rumah sehingga emosi, jangan dibawa ke tempat kerja, apalagi itu rumah sakit, tempat yang seharusnya melayani masyarakat yang sangat perlu dilayani karena menyangkut kesehatan manusia," harap politisi muda asal Demokrat itu.

Selain sebagai Anggota DPRD Lampura dari Komisi D, Rifki juga mewakili masyarakat Lampura, karena dia adalah wakil rakyat. Dia meminta instansi terkait dalam hal Inspektorat Lampura menindaklanjuti permasalahan itu. "Ini salah satu bukti kinerja pegawai RSUD Ryacudu tidak profesional. Apalagi yang bertindak arogan tersebut berjabatan tinggi, seorang Kabag TU, harusnya memberikan contoh yang baik, bukan sebaliknya," tegas Rifki seraya mengatakan, bagaimana mau melayani masyarakat kalau antarpegawai saja tidak harmonis.

Hal yang sama dikatakan Ketua LSM Radik Sekelik Lampura, Amri, S.E. "Saya sudah sering baca di media tentang buruknya pelayanan RSUD Ryacudu. Bahkan pernah ada kejadian pasien jamkesmas yang notabene orang tidak mampu, selalu dianaktirikan dan dokter yang kabur. Sekarang ditambah lagi cek-cok antarpegawai rumah sakit," keluhnya.

Lebih lanjut Amri meminta perlu adanya perhatian dan pengawasan khusus untuk RSUD Ryacudu Kotabumi dari pemerintah setempat, dalam hal ini Bupati Lampura.

translampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar