Cari di Blog Ini

Kamis, 20 Juni 2013

Kepala Desa Bandarkangungan Berharap Polisi Segera Selesaikan Kasus Dugaan Penipuan Dan Penggelapan Tanah

Kotabumi Lampung Utara: Kepala Desa Bandarkangungan, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, Chairil Amri, berharap pihak kepolisian segera menyelesaikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah. Chairil telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian. Dalam laporannya disebutkan bahwa Suwandi (55), warga Desa Sukamaju, Kecamatan Abungsemuli telah melakukan penipuan dan penggelapan pada transaksi jual beli tanah antara Chairil dan Suwandi.
Hukum. Kotabumi Lampung Utara
Kades Jadi Korban Penipuan

Kepala Desa Bandarkangungan, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara Chairil Amri berharap kepolisian dapat bekerja profesional. Ini terkait dugaan penipuan dan penggelapan kasus tanah terhadap dirinya yang dilakukan Suwandi (55), warga Desa Sukamaju, Kecamatan Abungsemuli, 26 Maret 2013. "’Saya minta kepada pihak berwajib agar dapat menyikapi dan diharapkan tidak tebang pilih dalam menangani kasus penipuan serta pengelapan tanah tersebut," tegas Chairul di ruang kerjanya, Selasa (18/6/2013).

Chairil yang menjadi korban ini telah melaporkan Suwandi ke Mapolres Lampura dengan No. LP 481/IV/2013/Polda Lampung/RES LU, tertanggal 3 Juni 2013. Laporan dengan dugaan penipuan dan pengelapan tanah miliknya seluas 3.025 meter persegi. "Terlapor hingga kini belum dipanggil pihak kepolisian," imbuhnya.

Ia menceritakan, pada 29 Februari 2012, dirinya mengikuti pelelangan tanah di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Metro. Kemudian memenangi pelelangan satu bidang tanah telah bersertifikat hak milik No. M75/kbl//Abs, tertanggal 05 Mei 1976, beserta gambar tanah No. 57/75 luas 13.250 M2, atas nama Zainal Abidin terletak di Desa Kalibalangan (sebelum pemekaran Desa Bandarkagungan).

Selain itu, ada surat satu bidang tanah dari KPKNL terlampir. Karena sesuatu hal, tanah itu dijual ke Suwandi dengan harga Rp1 miliar dengan luas 10.225 meter persegi. Jadi sisa tanah yang tidak dijual itu seluas 3.025 meter persegi, tapi justru diklaim Suwandi dengan membalikkan nama sertifikat dengan luas di luar kesepakatan jual-beli. Ia mengatakan, saat transaksi pembayaran yang dihadiri tujuh saksi, yakni Untung, Azhar Majid, Feri, Taupik, Rizal, Asep, dan Gembos alias Subarno, pembayaran tanah hanya Rp970 juta. Untung mengatakan telah dimintai keterangan terkait masalah tersebut. "Saya menceritakan kronologis dari tahap jual-beli hingga munculnya sertifikat tanah atas nama Suwandi. Semua yang dilaporkan Kades telah sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara Kades dan Suwandi," kata dia.

Sementara, untuk Rp30 juta diminta oleh Suwandi dengan alasan untuk membantu administrasi mengurus pemecahan sertifikat tanah. "Banyak saksi, saya memberikan uang itu kepada dia untuk mengurus pemecahan sertifikat tanah. Hal itu menjadi kesepakatan bersama," ujarnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Lampura AKP Bunyamin membenarkan laporan terhadap Suwandi atas dugaan penipuan dan pengelapan tanah terhadap Kades Bandarkagungan Raya Chairil Amri. "Kami sedang memanggil saksi-saksi guna dimintai keterangan. Sementara untuk terlapor itu memiliki tahapan dan prosedur, secepatnya kami adakan pemanggilan," tegasnya.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar