Cari di Blog Ini

Sabtu, 22 Juni 2013

Antisipasi Kenaikan Harga Sembako Dan Tarif Angkutan Umum, Pemkab Lampura Gelar Rapat Koordinasi

Kotabumi Lampung Utara: Antisipasi Kenaikan Harga Sembako Dan Tarif Angkutan Umum, Pemkab Lampura Gelar Rapat Koordinasi. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada minggu terakhir bulan Juni 2013. Pertemuan ini akan melibatkan beberapa instansi dan pihak terkait di Lampung Utara, yaitu Diskoperindag, Dinas Pengelolaan Pasar, Bidang Ekonomi, Dinas Pertanian dan Peternakan, Perikanan, Ketahanan Pangan, Bulog, Dishutbun, Dishubkominfo, beberapa agen, dan juga distributor barang.
Pasar Pagi. Kotabumi Lampung Utara
Lampura Antisipasi Lonjakan Harga

Untuk mengantisipasi lonjakan harga pada sembilan bahan pokok (sembako) yang kini mulai terjadi di sejumlah pasar, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara akan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait di daerah itu. Faktor kenaikan harga beberapa jenis sembako merupakan dampak dari rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Selain masalah kenaikan sejumlah harga bahan pokok, juga akan dibahas tarif angkutan umum jika nantinya kenaikan harga BBM mulai diterapkan," kata Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Lampura, Azwar Yazid, Kamis (20/6/2013).

Azwar menjelaskan rakor yang rencananya digelar pekan depan akan melibatkan beberapa satuan kerja (satker), seperti Diskoperindag, Dinas Pengelolaan Pasar, Bidang Ekonomi, Dinas Pertanian dan Peternakan, Perikanan, Ketahanan Pangan, Bulog, Dishutbun, Dishubkominfo, beberapa agen, dan juga distributor barang. "Sejauh ini Pemkab Lampura belum membentuk tim khusus, tetapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan secara berkala memantau harga di pasaran dua kali sepekan," ujarnya.

Pemantauan itu untuk mengantisipasi oknum-oknum yang memanfaatkan isu kenaikan harga BBM dan situasi menjelang Ramadhan dengan menimbun atau mempermainkan harga jual semaunya sehingga meresahkan masyarakat. Berdasar hasil investigasi di sejumlah pasar di Lampung Utara, telur kini dijual Rp19 ribu - Rp20 ribu/kg. Sebelumnya, telur dijual Rp17 ribu/kg dan mulai naik sejak Selasa (18/6/2013). Sedangkan harga ayam potong yang biasanya dijual Rp30 ribu/ekor, naik menjadi Rp33 ribu.

Salah seorang pedagang telur di pasar pagi Kotabumi, Misrah (30 tahun), mengatakan bahwa lonjakan harga bahan pokok, seperti telur, merupakan reaksi atas ketidakpastian keputusan harga BBM dari pemerintah. "Harga yang kami terima dari peternak sudah tinggi, yakni Rp18.500/kg. Karena harga kami dapatkan tinggi, harga jual pun dinaikkan," ujar dia.

Hal yang sama dikeluhkan seorang pedagang ayam potong, Buk Man (51 tahun), di Pasar Sentral, Kotabumi, ketika dimintai keterangan, Kamis (20/6/2013). Kenaikan harga ayam potong, kata dia, dipicu naiknya harga BBM dan menjelang Ramadan. "Distributor ayam potong menaikkan harga ayam potongnya sehingga pengecer ayam potong pun mau tidak mau juga harus menaikkan harga jual," ujar dia.

lampost.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar