Cari di Blog Ini

Jumat, 31 Mei 2013

Kepolisian Resor Lampura Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Para Pelajar

Kotabumi Lampung Utara: Kepolisian Resor Lampung Utara melakukan sosialisasi tentang efek berbahaya pemakaian narkoba kepada para pelajar. Sosialisasi ini dilakukan mengingat para pelajar atau kaum muda adalah kelompok umur yang sangat rentan terhadap godaan untuk mencoba dan menggunakan narkoba. Dengan sosialisasi ini diharapkan para pelajar bisa lebih memahami bahaya pemakaian narkoba, jenis dan bentuk narkoba, serta bisa berperan aktif untuk mengantisipasi menyebarnya pemakaian narkoba di kalangan remaja dan masyarakat umum.
Narkoba. Kotabumi Lampung Utara
Polres Sosialisasikan Bahaya Narkoba pada Pelajar

Maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Lampung Utara (Lampura), tampaknya menjadi buruan Satuan Narkoba polres setempat untuk mengungkapkannya. Terhitung sejak Februari hingga Mei 2013, sebanyak 18 kasus penyalahgunaan narkoba berhasil diungkapkan. Hal tersebut dibenarkan Kapolres Lampura, AKBP Frans Sentoe, S.I.K. melalui Kabag Humas, AKP M. Rosadi, Rabu (29/5/2013). M. Rosadi mengatakan, ungkap kasus dimulai dari bulan Februari hingga Mei ini, setidaknya terjaring sebanyak 30 tersangka dari 18 kasus. Di antaranya bulan Februari terjaring 5 pelaku, masing-masing AMT (35), RH (41), Ed (35), Ho (55), dan Me (55). Mereka tertangkap saat melakukan pesta narkoba di kebun sawit Dusun Talangpadang, Desa Bumiagung, Kecamatan Marga Abung Timur.

Sementara bulan Maret, ungkap 4 kasus narkoba dengan 6 tersangka. Di antaranya RZ (25), Gu (48), Ro (48), EP (43), IA (30), dan Ja (31). Untuk bulan April, lanjutnya, Polres Lampura ungkap kasus 11 kasus dengan tersangka 18 tersangka. Yaitu He (50), DA (25), Sa (27), Su (30), HS (33), ML (24), Gu (32), OS (31), MH (43), SP (19), Su (26), HY (22), DAI (22), Yu (21), IEL (23), DAJ (44), dan JS (32). ”Sementara untuk Mei ini, ungkap 2 kasus dengan dua tersangka, yakni Ru (32) dan YO (29),” bebernya.

Menurutnya, sebagian besar pelaku penyalahgunaan narkotika, adalah buruh harian dan swasta. Lainnya merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) dan Pelajar yang masih di bawah umur. Guna menekan penyalahgunaan narkoba, Sat Narkoba Polres Lampura, melakukan serangkaian sosialisasi bahaya narkotika ke beberapa sekolah di Kabupaten Lampura dan sekitarnya. Dipilihnya sekolah, lanjut M. Rosadi, karena para pelajar rentan terjerumus penyalahgunaan narkotika. "Pelajar itu kan generasi masa depan, makanya kita fokus sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan ke tenaga pengajar (guru)," kata dia.

Dalam sosialisasi, lanjut dia, jajaran Sat Narkoba menayangkan video efek negatif penggunaan narkotika kepada para pelajar. Juga menunjukkan bentuk dan jenis, serta cara penggunaan narkoba tersebut. Hal ini dilakukan, agar pelajar lebih memahami bentuk dan cara penggunaan narkoba, serta dapat melindungi diri dari tawaran seseorang yang akan mengajak untuk memakai narkoba. "Kita tunjukkan cara pakainya, agar pelajar tahu. Jikalau ada teman mereka yang memakainya, dan dapat segera melapor ke pihak sekolah serta polisi," tegas M. Rosadi.

translampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar