Cari di Blog Ini

Sabtu, 04 Mei 2013

Banyak Jalan Di Lampura Yang Belum Diberi Nama Resmi

Ternyata di Lampung Utara terdapat banyak jalan, gang, dan lorong yang belum memiliki nama resmi atau pelang nama. Hal ini tentu saja akan menyulitkan para pencari alamat jika kebetulan alamat yang dicarinya belum memiliki nama jalan, gang, atau lorong. Pengaturan tentang nama jalan di Lampung Utara tertuang dalam Perda No. 17/1999 tentang Perubahan Kedua Perda No. 24/1975 tentang Nama-Nama Jalan, Gang, danLorong dalam Kota Kotabumi. Dalam perda tersebut hanya dicantumkan 59 nama jalan. Setelah 14 tahun sejak perda itu diberlakukan, tentu saja makin banyak bertambah jalan, gang, dan lorong baru, yang berarti Perda No. 17/1999 tersebut sudah tidak bisa lagi mengakomodasi perubahan yang telah terjadi dan sudah saatnya untuk ditinjau ulang lagi.
Kotabumi Lampung Utara
Tak Maksimal, Evaluasi Perda Nama Jalan!

Sejumlah nama jalan dan gang atau lorong di Lampung Utara belum sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 17/1999 tentang Perubahan Kedua Perda No. 24/1975 tentang Nama-Nama Jalan dan Gang/Lorong dalam Kota Kotabumi. Hingga kini, beberapa jalan masih menggunakan nama lama. Di antaranya Jalan Raden Intan yang seharusnya berubah menjadi Jalan Letnan M.A. Komarudin. Kemudian Jalan Perwakilan menjadi Jalan Letkol Ahmad Rivai, Jalan Veteran menjadi Jalan H. Kol Masno Asmono, Jalan Pemuda menjadi Jalan Zainal Mihsan, dan Jalan Paseban menjadi jalan H. Permata Mega. "Hampir semua jalan itu tidak sesuai dengan perda, dan masih menggunakan nama-nama daerahnya," ucap Kepala Bagian Hukum Pemkab Lampung Utara M. Rezki, S.H. Kamis (2/5/2013).

Menurut Rezki, karena masih banyak nama jalan yang tidak mengacu Perda No. 17/1999, perlu evaluasi terhadap perda tersebut. ’’Nama jalan itu harus disesuaikan dengan perda yang ada,’’ tegasnya. Dilanjutkan, instansi terkait seharusnya mengusulkan perda baru. Mengingat, jumlah jalan yang ada pada perda tersebut hanya 59 jalan. Sementara dalam 12 tahun terakhir ini, kemungkinan terjadi penambahan jalan. Khususnya di Kotabumi. "Ada yang tadinya hanya berupa lorong, kini menjadi jalan. Atau ada jalan-jalan baru yang hingga kini belum diberi nama," tambahnya.

Lebih jauh ia mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai leading sector harus segera menangani permasalahan tersebut. ’’Ya, mereka yang semestinya memasang pelang nama sesuai perda. Perda Nomor 17 ini harus segera direvisi,’’ tegas Rezki.

Sebelumnya, Kadishubkominfo Lampura Kodari, S.E. membenarkan masih banyak jalan yang belum memiliki nama. "Untuk memudahkan, masyarakat menyebut daerah tersebut sesuai dengan nama kampung. Misalnya jalan yang masuk menuju Tulungbatuan, Kelurahan Tanjungharapan, disebut Jalan Tulungbatuan. Lalu jalan menuju Kampung Rawaweh, Kelurahan Kotabumi Udik, disebut Jalan Rawaweh. Dan sebagainya," terang Kodari.

Ia menyatakan, terkait dengan jalan yang sudah lama ada dan belum diberikan pelang nama, pihaknya akan memasukan dalam program tahun depan. Kemudian disesuaikan dengan peraturan daerah yang ada.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar