Cari di Blog Ini

Minggu, 14 April 2013

53 Siswa SLTA Tak Bisa Ikuti Ujian Nasional

Sebanyak 53 orang siswa dan siswi SLTA di Kabupaten Lampung Utara tak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN). 53 siswa tersebut terdiri dari 37 siswa SMA dan 16 siswa SMK. Mereka tidak bisa mengikuti UN yang diselenggarakan pada 15 April 2013 hingga 18 April 2013 dikarenakan berbagai hal, yaitu karena sudah menikah, terlibat masalah hukum, pindah sekolah, dank arena sudah bekerja. Namun bagi siswa yang sedang terlibat hukum dan saat ini sedang dalam penahanan polisi tapi sudah mendapatkan kartu UN, mereka masih bisa mengikuti ujian di dalam ruangan sel penahanan.
Ujian Nasional. Kotabumi Lampung Utara
25 Siswa SMA di Lampura Batal UN karena Menikah

Sebanyak 53 siswa tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tidak mengikuti ujian nasional (UN) yang akan digelar pada 15 April mendatang. Rinciannya, 37 siswa dari tingkat SMA dan 16 siswa SMK. Mereka tidak dapat mengikuti UN karena sudah ada yang menikah, terlibat hukum, pindah sekolah, dan bekerja. Mat Soleh, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Lampura menerangkan, alasan karena telah menikah menempati urutan teratas. Jumlahnya ada 25 siswa SMA atau sekitar 70 persen. "Sisanya karena mereka yang tersandung hukum," katanya.

Menurut Mat Soleh, bagi siswa yang tersandung masalah hukum, namun telah mendapat kartu UN, maka MKKS akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan, Rutan Kelas II B Kotabumi, Lapas Kelas II A Kotabumi, kepolisian, dan pihak Unila. "Harapannya siswa mereka tetap dapat mengikuti UN meski tersandung hukum," ujarnya.

Dijelaskan, meski nanti siswa yang tersandung hukum terpaksa mengikuti ujian di dalam sel, mereka akan tetap diawasi oleh pihak Unila. "Mereka saat ujian akan diawasi dari pihak independen," jelas Mat Soleh.

Dalam pelaksanaan UN, terus dia, untuk jam masuk UN lebih awal dari tahun sebelumnya yakni pukul 07.30 WIB. Sebelumnya siswa biasa masuk pukul 08.00 WIB. Peraturan lainnya adalah yang ada di ruang ujian hanya dua orang pengawas, peserta, serta beberapa perlengkapan ujian milik peserta. Untuk handphone tetap dilarang dibawa masuk ke ruang ujian. "Pengawasan dilakukan dengan sistem silang sekolah, sehingga kecurangan dapat diminimalisir," terang Mat Soleh yang juga Kepala SMA 1 Kotabumi ini.

A Helmi, Ketua MKKS SMK Lampung Utara membenarkan bahwa dari 1.939 siswa SMK yang terdaftar sebagai peserta UN, 16 siswa di antaranya tidak dapat mengikuti UN. UN SMA dan MA akan digelar mulai 15-18 April 2013 untuk SMA, sedangkan UN SMK dari 15-17 April 2013.

lampung.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar