Cari di Blog Ini

Kamis, 18 April 2013

5 Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Dalam Waktu 4 Bulan

Dalam waktu 4 bulan terkahir, ada 5 kasus pencabulan dan pemerkosaan anak dibawah umur yang resmi dilaporkan kepada Kepolisian Resort Lampung Utara. Seorang pejabat Polres Lampura menuding maraknya peredaran gambar dan video porno yang memicu terjadinya kasus pencabulan dan pemerkosaan anak dibawah umur ini. Para korban sebagian besar dari kalangan para pelajar dari tingkat SD hingga SLTA. Para pelakunya justru berasal dari orang-orang yang dekat dengan korban.
Pencabulan anak dibawah umur. Kotabumi Lampung Utara
4 Bulan, 5 Anak di Bawah Umur Dicabuli

Para orang tua di Lampung Utara, tampaknya, harus lebih ketat mengawasi si buah hati yang masih tergolong di bawah umur. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu empat bulan, yakni sejak Januari 2013 hingga kemarin, polres setempat telah menerima lima laporan kasus pencabulan anak di bawah umur. "Faktor utama terjadinya pencabulan itu dikarenakan pengaruh dari gambar atau film porno. Sejak Januari hingga sekarang, ada lima laporan yang kami terima. Untuk pelaku yang belum terungkap, identitasnya telah kami kantongi. Rata-rata pelaku setelah mencabuli langsung melarikan diri keluar daerah," ujar Kasatreskrim Polres Lampura AKP Bunyamin kemarin.

Dia menjelaskan, faktor penyebab tertinggi sehingga adanya pemerkosaan atau pencabulan di bawah umur dikarenakan gambar porno. "Rata-rata korban dan pelaku masih pelajar SMP atau SMA, dan ada pula yang masih balita," katanya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada orang tua yang mempunyai anak perempuan di bawah umur agar tidak ditinggalkan atau dititipkan dengan orang lain. "Biasanya, modus pencabulan anak di bawah umur itu diawali dengan bujuk rayu dengan memberikan makanan, jajanan, uang, dan lainnya," jelas dia.

Terpisah, Praktisi Hukum Lampura Karjuli Ali, S.H. mengatakan, berdasarkan fakta di persidangan, faktor pemerkosaan atau pencabulan memang pemicunya adalah gambar dan film porno. "Seharusnya diadakannya kembali penyisiran counter-counter telepon seluler dan warnet yang dapat dengan mudah diakses oleh remaja, serta kembali merazia sekolah-sekolah," sarannya.

Menurut dia, rata-rata pelaku dan korban masih tergolong muda dan atas unsur paksaan. Seperti sesama pelajar SMP dan SMA. Mirisnya, kata dia, pernah ada tujuh pelaku yang menggilir satu wanita yang masih tercatat sebagai pelajar SMA. Karena umumnya kasus pemerkosaan terjadi terhadap anak di bawah umur, imbuh Karzuli, sebaiknya orang tua memberi perhatian ekstra. "Serta tidak lupa memberikan pembekalan ilmu agama," katanya.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar