Cari di Blog Ini

Selasa, 12 Maret 2013

Sekilas Tentang Tsunami

Tsunami bisa terjadi jika terdapat aktifitas gempa vulkanik maupun tektonik di dasar laut. Gempa bumi yang terjadi di dasar laut bisa menimbulkan gelombang tsunami yang bahkan tingginya bisa mencapai puluhan meter dengan hempasan gelombang yang sangat kuat. Yang berbahaya jika gerakan gelombang tsunami ini mengarah ke pantai, terlebih kawasan pantai atau pinggir laut yang dihuni banyak manusia. Tsunami seperti ini telah menelan korban manusia dan harta benda dalam jumlah besar.
Tsunami. Kotabumi Lampung Utara
Kejadian alam yang disebut tsunami ini merupakan serangkaian gelombang yang sangat tinggi. Orang menyebutnya sebagai gelombang tsunami yang terkadang tingginya bisa mencapai puluhan meter dan memiliki kekuatan hempasan yang sangat besar. Terbentuknya rangkaian gelombang tersebut diakibatkan oleh adanya aktivitas hebat di dasar laut atau sekitar pantai.

Tsunami berasal dari phrase bahasa Jepang, terdiri dari dua kosa kata yaitu tsu dan nami. Tsu mempunyai arti pelabuhan, sedangkan nami berarti ombak. Jika ditranslasikan atau diartikan secara bebas, tsunami kurang lebih memiliki arti gelombang pasang di pelabuhan.

Tsunami timbul karena pergeseran secara vertikal lempeng bumi di bawah dasar laut. Pergeseran ini dipicu oleh gempa dan letusan gunung berapi di dasar laut. Gelombang raksasa yang disebut tsunami itu kemudian terbentuk karena adanya gaya gravitasi bumi. Gelombang tsunami ini sangat berbahaya jika bergerak ke arah pantai karena akan menerjang apa yang berada di hadapannya tanpa bisa tertahankan.

Kaitan antara gempa bumi dan tsunami

Sebagian besar tsunami yang pernah terjadi di dunia disebabkan oleh subduksi lempeng bumi di dasar laut dalam, yang berhubungan dengan gempa tektonik. Sesaat setelah gempa, akan disusul dengan turunnya permukaan air laut. Akibatnya, garis pantai bergeser secara tiba-tiba jauh ke arah laut, umumnya hingga ratusan meter.

Tidak seperti gempa bumi vulkanik, gempa bumi tektonik sulit untuk dideteksi kehadirannya meskipun menggunakan alat pendeteksi gempa. Hal ini disebabkan tempat terjadinya gempa tektonik adalah lempengan-lempengan bumi yang sangat panjang dan dalam. Lempengan bumi itu akan diam dalam waktu yang lama lalu tiba-tiba bergerak karena tarikan, dorongan, atau tekanan dan mengakibatkan gempa bumi. Sehingga gempa tektonik hanya bisa dapat diperkirakan berdasarkan gempa yang pernah terjadi sebelumnya dengan memperkirakan periode pergeseran lempengan tersebut. Sayangnya, hal ini pun belum bisa dijadikan patokan.

Tsunami yang pernah terjadi

Indonesia adalah negara kepulauan dan terletak diatas lempeng bumi yang labil. Selain itu, negara kita memiliki garis pantai yang terpanjang kedua di dunia. Lempeng bumi yang labil itu misalnya yang berada di sisi barat Pulau Sumatera, daerah selatan Pulau Jawa yang terus berlanjut ke wilayah timur Indonesia lalu berputar ke utara memiliki potensi besar terjadinya gempa bumi di dasar laut dalam yang dapat menimbulkan tsunami.

Gelombang tsunami yang pernah melanda beberapa kawasan di Indonesia misalnya di Maumere-Flores, Halmahera, Banyuwangi, Lampung, NAD, dan Sumatera Utara. Tsunami yang menerjang NAD dan Sumatera Utara dianggap sebagai tsunami terbesar kedua setelah gelombang tsunami yang terjadi saat meletusnya gunung Krakatau di Selat Sunda pada tahun 1883.

Selain di Indonesia, negara yang tercatat sering mengalami terjangan gelombang tsunami adalah Jepang. Tsunami tercatat telah beberapa kali menyerbu beberapa kawasan pantai negeri matahari terbit ini. Ribuan orang telah menjadi korban keganasan gelombang tsunami. Menurut data yang ada, gelombang tsunami yang terbesar di Jepang terjadi pada tahun 1896, dengan gelombang yang mencapai ketinggian hingga 30 meter.

Akibat pusat gempa tektonik di bawah dasar laut dalam di Selendia Baru, gelombang tsunami menerjang dengan kecepatan 800 km/jam dan sampai di Pulau Hawaii hanya dalam waktu 6 jam. Tinggi gelombang mencapai 8 meter. Dan 10 jam kemudian, tsunami setinggi 4,5 meter sampai di Pantai Alska.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar