Cari di Blog Ini

Kamis, 21 Maret 2013

Investasi Pada Saham Butuh Penanganan Ekstra

Membeli saham atau surat-surat berharga lainnya telah menjadi trend tersendiri untuk berinvestasi dalam beberapa waktu belakangan ini. Investasi pada saham disebut-sebut sebagai instrument keuangan yang bisa memberikan keuntungan besar. Benarkah demikian? Yang perlu digaris-bawahi, berinvestasi pada saham sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Jika Anda memang ingin menginvestasikan uang Anda dengan melakukan pembelian saham, ada baiknya Anda membaca tulisan menarik dibawah ini.
Indeks Saham. Kotabumi Lampung Utara
oleh : Mike R. Sutikno

Sungguh mengejutkan bahwa orang akan menghabiskan lebih banyak waktu dan penelitian untuk memilih gadget terbaru daripada waktu yang dihabiskan untuk meneliti saham dimana mereka akan berinvestasi. Padahal penting sekali meluangkan waktu untuk memahami sejarah keuangan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.

Pastikan Anda memahami apa yang Anda beli dan bagaimana itu akan menguntungkan Anda dalam jangka panjang. Juga penting untuk diingat bahwa Anda harus tetap objektif ketika memilih saham. Mintalah saran para profesional jika perlu, pastikan bahwa orang yang merekomendasikan adalah seseorang yang memenuhi syarat untuk melakukannya.

Saham adalah salah satu instrumen finansial paling 'hot' dan paling banyak dibicarakan awal tahun ini. Sejalan dengan prediksi iklim investasi pasar modal di Indonesia pada 2010-2011, diperkirakan memasuki babak pemulihan setelah sempat turun signifikan karena krisis finansial global.

Hal itu memicu keyakinan pelaku pasar akan pertumbuhan kinerja pasar modal. Jika dilihat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1997-2007 mencerminkan pertumbuhan rata-rata hingga 20%. Jika memperhitungkan IHSG hingga 2008, dimana indeks kala itu turun hingga lebih dari 50%, pertumbuhan rata-rata saham masih positif sekitar 13%. Berdasarkan tren 10 tahun tersebut, saham masih berpotensi tumbuh hingga 20%.

Namun, dibalik semua optimisme, tetap harus diingat bahwa investasi pasar modal berisiko tinggi. Permasalahan politik bisa saja memburuk, suku bunga bank bisa naik bahkan prediksi harga minyak dunia bisa melambung kembali, membuat asumsi meleset. Who knows, ini risiko sistematik yang bisa mempengaruhi harga saham.

Alokasi aset dan diversifikasi tentunya masih menjadi strategi yang cukup ampuh dalam mengelola aset Anda terkait dengan risiko diatas. Anda bisa mempertimbangkan rekomendasi berikut, yakni investor konservatif sebaiknya memulai portofolio saham dari posisi 20%, investor moderat 30%-40%, dan investor agresif 50%-60%. Sedikit nasihat ,"Kendalikan gaya hidup Anda "

Bagaimana mungkin investasi saham bisa membuat orang menjadi kaya sementara tunggakan kartu kredit mereka dibiarkan menumpuk! Orang-orang seperti ini mungkin pengikut setia aliran " Kalau bisa nyicil kenapa harus dilunasi".

Investasi saham hanyalah salah satu strategi saja dari perencanaan investasi seseorang dan karenanya menjadi bagian dari perencanaan keuangan secara keseluruhan. Bisa saja pada satu masa investasi saham Anda menguntungkan (bisa juga tidak), yang pasti saldo kartu kredit yang menumpuk berjalan terus - ini pasti menggerus aset Anda. Karena itu investasi saham tidak bisa diharapkan untuk me-write off saldo utang kartu kredit yang terakumulasi. Kartu kredit dikenal datang dengan tingkat bunga yang tinggi dan ini membuat siapa pun sulit untuk melunasinya.

Tidak mudah untuk menemukan investasi yang memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari suku bunga kartu kredit. Bahkan tidak saham sekalipun! Anda akan lebih baik menggunakan uang untuk melunasi saldo kartu kredit Anda daripada menggunakannya untuk berinvestasi saham. Sedikit nasehat yang mudah-mudahan berguna adalah kendalikan pengeluaran anda. Miliki gaya hidup yang sesuai dengan kemampuan finansial. Jangan berfoya-foya dengan kartu kredit, sementara Anda mencari cara untuk membayar cicilannya dengan trading saham.

Mau cepat untung

Beberapa orang sungguh nekat meminjam uang dari sumber pembiayaan jangka pendek untuk berinvestasi di pasar. Berharap untuk membuat keuntungan cepat, melunasi utang dan mengantongi keuntungan. Sayangnya, pasar tidak dapat diprediksi dan pasar dapat bergerak naik atau turun dalam jangka pendek karena berbagai alasan. Jika prediksi Anda meleset, bisa terbelit utang. Investor seringkali tidak memiliki strategi, tidak menentukan harga masuk dan keluar, berapa lama akan dipegang, bahkan lupa memperhitungkan biaya transaksi dan potongan pajak. Akibatnya, keputusan penting dibuat tanpa dasar. Berinvestasi saham harus dibuat berdasarkan perencanaan dan tujuan yang spesifik.

Sungguh, tidak ada investor yang sempurna. Bahkan investor berpengalaman melakukan kesalahan dari waktu ke waktu, misalnya :

Tidak melakukan penelitian.
Adalah wajar untuk berpikir menjual saham Anda jika harga sudah naik sehingga Anda dapat mengambil keuntungan dan berinvestasi dalam sesuatu yang lain. Namun, bagaimana Anda tahu apakah lonjakan harga hanya sementara atau untuk jangka panjang? Apakah harga di atas atau di bawah nilai intrinsiknya? Tanpa melakukan riset Anda akan sulit menjawab pertanyaan ini. Mengetahui kapan harus membeli adalah sama pentingnya dengan mengetahui kapan harus menjual.

Ikut-ikutan.
Sering kali saham yang digoreng menjadi terlalu mahal dan ketika hiruk-pikuk ini selesai, Anda akan menemukan telah membayar lebih dari nilai wajarnya. Bagaimanapun keputusan untuk membeli atau menjual harus didasarkan pada valuasi saham, bukan desas-desus

Trading terlalu banyak.
Setiap kali Anda melakukan perdagangan, Anda akan dikenakan komisi dan pajak. Jika gain kecil, komisi dan pajak dapat dengan mudah menghapus semua keuntungan Anda. Lebih baik memegang saham untuk jangka panjang dan membiarkannya tumbuh.

Membeli terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Untuk meminimalkan risiko Anda, Anda harus mendiversifikasi portofolio Anda. Membeli saham dari perusahaan yang berbeda dan dari berbagai sektor. Dengan cara ini, penurunan dalam satu perusahaan atau satu sektor tidak akan berdampak secara drastis kepada seluruh portofolio. Namun, sebuah portofolio dengan terlalu banyak saham yang berbeda akan lebih sulit dikelola. Jika Anda tidak sanggup melakukan ini, lebih baik berinvestasi di reksa dana.

Tidak ada yang menang sepanjang waktu. Bahkan yang paling cerdas akan membuat kerugian. Ringkasnya, untuk menghasilkan uang dalam jangka panjang, yang harus Anda lakukan adalah membuat lebih sedikit kesalahan dibandingkan dengan sebelumnya. Ini terdengar mudah, tapi sebenarnya tidak. Selamat berinvestasi.

web.bisnis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar