Cari di Blog Ini

Rabu, 06 Maret 2013

50 Tukang Becak Kotabumi Gagal Temui Anggota DPRD Lampura

50 orang tukang becak di Kotabumi, Lampung Utara, mendatangi Gedung DPRD setempat untuk menyampaikan aspirasinya tentang rute angkot kuning di wilayah mangkal para tukang becak tersebut. Namun rombongan tukang becak tersebut gagal menemui para wakil rakyat Lampura. Sebanyak 45 anggota DPRD Lampura saat itu sedang berada di Jakarta untuk melaksanakan bimbingan teknis pelatihan sumber daya manusia (SDM).
Becak Kotabumi Lampung Utara
Tukang Becak Demo, Anggota Dewan Bimtek

Sekitar 50 pengemudi becak di Lampung Utara berdemo menolak rute angkutan kota (angkot) berwarna kuning yang melintas di Jl. Pahlawan, Kotabumi, kemarin (4/3). Aksi pertama digelar di gedung DPRD Lampura. Kemudian dilanjutkan ke Kantor Dinas Perhubungan setempat. Sayangnya, rombongan tukang becak ini tidak bisa menyampaikan aspirasinya kepada wakil mereka. Ini lantaran 45 anggota dewan sedang melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) pelatihan sumber daya manusia (SDM) di Jakarta. Dengan rasa kecewa, tukang becak berikut kendaraan roda tiganya itu menuju Kantor Dishubkominfo Lampura. Mereka berencana berkeluh-kesah. Tapi, lagi-lagi mereka kecewa karena aspirasinya ditolak. "Atas nama seluruh tukang becak yang mangkal di Jalan Pahlawan, menolak rute angkot kuning karena telah merampas seluruh rezeki kami," ujar Zainuri (35), salah satu tukang becak dalam pertemuan dengan perwakilan Dishubkominfo.

Menurut Zainuri, selama rute angkot kuning melintas di Jl. Pahlawan, akan sangat merugikan puluhan tukang becak karena tidak lagi mendapatkan penumpang dari daerah sekitarnya. "Kami minta bapak-bapak untuk mengembalikan lagi jalur angkot kuning agar tidak melintas di jalan pahlawan," tegasnya.

Supriyanto (44), tukang becak yang lain, menambahkan, seharusnya, pemerintah melihat dampak baik maupun terburuk dalam mengambil kebijakan. "Ini dampak paling buruk yang terjadi, karena kami seluruh tukang becak kehilangan hampir seluruh rezeki untuk menghidupi keluarga," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pada saat tertentu, hingga sore hari, tak satu pun penumpang yang menggunakan jasa becak. Mereka pun mengancam akan membajak penumpang angkot kuning jika dalam dua pekan mendatang keinginan mereka tidak diakomodasi pemerintah. "Kami akan sweeping semua penumpang angkot kuning yang melintas di Jl. Pahlawan kalau pemerintah masih bertahan dengan pendiriannya," tegas Supriyanto diamini rekan lainnya.

Sementara, Kabid Lalu Lintas Dishubkominfo Lampura Susilo Dwiko mengatakan, rute angkot kuning melintas di Jl. Pahlawan merupakan penerapan dari Surat Keputusan Bupati Lampura 2001 dan sesuai dengan yang diatur dalam izin trayek. Tapi, memang baru sekarang ditertibkan sesuai perkembangan dan kondisi lalu lintas saat ini. Bahkan, pemberlakukan rute tersebut diatur melalui peraturan daerah yang pengesahannya dilakukan DPRD. "Kalau mau merubahnya, membutuhkan proses panjang," ujarnya yang tidak menyebutkan nomor dan tahun perda dimaksud.

Pertemuan yang dihadiri Kasatlantas Polres Lampura AKP Surono, Kasatintelkam AKP Trisnadi Putra, dan pihak Organda itu pun berakhir dengan kekecewaan para tukang becak lantaran keinginan mereka ditolak dan tidak ada solusinya.

www.radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar