Cari di Blog Ini

Jumat, 04 Januari 2013

Faktor-faktor Penyebab Kegagalan

Kegagalan dan Kesuksesan
Kebalikan dari sikap kaku adalah kemampuan menyesuaikan diri. Kecakapan dalam kepemimpinan (Leadership Agility) bisa didefinisikan sebagai kemampuan untuk bekerja dengan gaya berbeda-beda dan dengan orang dari berbagai jenjang atau jenis profesi, dari seorang penjual asongan di jalanan hingga manajemen puncak di sebuah perusahaan multinasional. Kecakapan seperti ini selalu menuntut empati dan penguasaan emosi diri. Kita semua membutuhkan kecakapan kepemimpinan dan proses pembelajaran.

Sebaliknya tidak adanya kecakapan kepemimpinan seperti tadi membuat orang menjadi sangat sulit mengembangkan dirinya. Dan akan menjadi hal yang bisa dimengerti jika kemudian orang tersebut bisa dipastikan akan selalu mengalami kegagalan.

Perbedaan tajam yang muncul diantara orang-orang yang sering meraih sukses dan mereka yang kerapkali mengalami kegagalan adalah dalam sejumlah kecakapan emosi utama yang bisa dibaca pada penjelasan di bawah ini.

Pengendalian Diri
Mereka yang kerap kali mengalami kegagalan bisa dipastikan memiliki kebiasan buruk saat bereaksi terhadap tekanan. Sering terlihat bermuka masam dan marah-marah. Sedangkan orang-orang yang sering meraih sukses akan tetap tegar saat menghadapi tekanan, selalu bersikap tenang karena kepercayaan dirinya yang tinggi. Dan dipastikan bisa menjadi tempat bergantung saat situasi krisis makin memuncak.

Lapang Hati
Para pecundang sering kali lebih memilih sikap membela diri terhadap kegagalan dan kritik. Cenderung menyangkal, menutupi, bahkan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Sedangkan para bintang kinerja lebih memilih bersikap bertanggung-jawab dan mengakui kesalahan serta kegagalan mereka sendiri. Lalu mereka mengambil tindakan yang lebih bijaksana untuk memperbaiki kesalahan dan terus maju tanpa dibebani kegagalan yang sudah dilalui.

Dapat Dipercaya
Orang-orang gagal biasanya terlihat begitu ambisius, bersikap berlebihan untuk maju hingga cenderung mengorbankan orang lain. Lain halnya dengan orang-orang sukses. Mereka memiliki integritas tinggi, sangat peduli terhadap orang-orang yang menjadi tanggung-jawabnya, terhadap sesamanya, terlebih terhadap tugas-tugasnya. Mereka selalu berusaha mengedepankan kepentingan tersebut dari pada keinginan untuk menonjolkan diri. Bagi mereka, sukses hanyalah efek sampingan. Bukan sebagai tujuan.

Kepedulian Pada Orang Lain
Para pecundang tidak mempunyai empati dan kepekaan, karena itu sering tampak kasar, angkuh, dan bila perlu akan menekan orang-orang yang ada dibawahnya. Seandainya pada suatu waktu mereka tampak bersikap manis, itu tidak lebih hanya kepura-puraan belaka yang tentu saja dengan tujuan tertentu dibalik sikap manisnya itu. Sebaliknya orang-orang sukses lebih memiliki sifat empatik, lebih peka, dan lebih tulus dalam berhubungan dengan siapapun. Baik kepada orang-orang yang berada dalam kepentingannya ataupun yang bukan.

Membangun Hubungan dan Mengatasi Perbedaan
Ketidak-pekaan dan sikap manipulatif pada kelompok pecundang sudah mengisyaratkan bahwa mereka telah gagal membangun jaringan kerja sama yang kuat dan hubungan yang saling menguntungkan. Sebaliknya para bintang kinerja lebih bisa menghayati perbedaan sehingga mampu untuk bekerja-sama dengan siapapun.