Cari di Blog Ini

Jumat, 01 Juni 2012

Mobil Berkemudi Otomatis Jalani Uji Coba Di Jalan Raya

Mobil Berkemudi Otomatis
Uji coba menyetir otomatis di jalan raya

Satu rombongan mobil yang menyetir sendiri sudah menyelesaikan perjalanan sejauh 200 km di jalan bebas hambatan di Spanyol. Uju coba ini merupakan yang pertama di dunia, yang menghubungkan mobil yang satu dan yang lainnya dengan menggunakan sistem komunikasi tanpa kabel. Hanya mobil yang berada paling depan saja yang disetir oleh seorang pengemudi profesional dan mobil-mobil di belakang mengikuti gerakannya. Rombongan terdiri dari tiga mobil dan satu truk, yang sudah melakukan uji coba sejauh 10.000 km di dalam sirkuit.

Pola yang disebut sebagai kereta di jalan raya ini dikembangkan oleh industri mobil Swedia, Volvo, yang yakin bahwa pola ini akan bisa dioperasikan di masa depan. Tujuannya adalah untuk mencapai era baru menyetir mobil dengan lebih santai, bukan dalam keadaan tertekan seperti yang banyak dilakukan orang saat ini karena kemacetan lalu lintas.

Proyek Sartre

Proyek ini ditempuh sebagai bagian dari penelitian Komisi Eropa yang disebut dengan Sartre, singkatan dari Safe Road Trains for the Environment, yang berarti kereta jalan raya yang aman bagi lingkungan. Menurut Volvo, dengan pola kerja di jalan raya maka pengemudi bisa bekerja dengan di komputer jinjing mereka, membaca buku, atau duduk santai maupun menikmati makan siang ketika mengemudi. "Mengemudi di antara para pengguna jalan merupakan tonggak besar dalam proyek kami. Ini amat mendebarkan. Kami melintasi 200 km dalam satu hari dan uji coba berjalan baik. Kami amat gembira," tutur Linda Wahlstroem, manajer proyek Sartre di Volvo.

Mobil dan truk yang ikut dalam rombongan dilengkapi dengan kamera, radar, dan sensor sinar laser, yang memungkinkan kendaraan memonitor mobil yang memimpin di depan dan juga kendaraan lain di sekitar mereka.

Meniru 'pemimpin'

Dengan menggunakan sistem komunikasi tanpa kabel, mobil dalam rombongan 'meniru' mobil pemimpin sehingga akan mengerem, menggas, maupun berbelok sama dengan yang di depan. Rombongan melaju dengan kecepatan hingga 85km/jam dengan jarak antara kendaraan enam meter. "Orang mengatakan menyetir otomatis hanya di fiksi ilmiah, namun faktanya adalah teknologinya tersedia di sini. Dari pandangan konseptual semata, berjalan dengan baik dan kereta jalan raya akan tersedia dalam bentuk tertentu di masa depan," tambah Wahlstroem.

Proyek Sartre dimulai pada tahun 2009 dengan melibatkan berbagai pihak. Selain Volvo, yang juga ikut berpartisipasi adalah perusahaan teknologi mobil Inggris, Ricardo, perusahaan Spanyol, Tecnalia Research & Innovvation, serta Institut fur Kraftfahrzeuge Aachen (IKA) dari Jerman dan Technical Research Institute asal Swedia. Tujuan akhir dari proyek ini adalah melibatkan lebih banyak lagi mobil yang mengikuti pemimpinnya dalam kecepatan tinggi di rute-rute khusus di jalan bebas hambatan.

www.bbc.co.uk