Cari di Blog Ini

Jumat, 16 November 2012

Sejarah Mesin Jahit

Mesin Jahit
Jahit tangan adalah sebuah bentuk seni yang sudah berusia lebih dari 20.000 tahun. Jarum jahit yang pertama terbuat dari tulang atau tanduk binatang dan benang pertama terbuat dari otot binatang. Jarum dari bahan besi pertama kali dibuat pada abad ke-14. Sedangkan jarum bermata (lubang jarum) pertama kali muncul di abad ke-15.

Mungkin hak paten pertama yang berhubungan dengan mekanisme menjahit adalah paten Inggris tahun 1755 yang diterbitkan untuk seorang berkebangsaan Jerman, Charles Weisenthal. Itu hak paten untuk sebuah jarum yang dirancang untuk sebuah mesin. Tapi sayang sekali, tidak dijelaskan tentang mesin yang dimaksud tersebut.

Seorang penemu yang juga seorang pembuat lemari dari Inggris, Thomas Saint, adalah orang pertama yang mendapatkan paten untuk rancangan mesin yang memang digunakan untuk menjahit pada tahun 1790. Tapi tidak diketahui dengan pasti apakah Thomas Saint memang pernah membuat satu prototipe dari rancangan mesin jahitnya. Hak paten tersebut menggambarkan tentang sebuah penusuk yang menekan lubang di kulit dan melewati sebuah jarum melalui lubang. Beberapa waktu kemudian dicoba dibuat satu prototipe berdasarkan paten Thomas Saint tersebut. Tapi tidak berhasil.

Pada tahun 1810, seorang berkebangsaan Jerman, Balthasar Krems, menemukan mesin otomatis untuk menjahit topi. Tapi Krems tidak mencatatkan paten untuk penemuannya itu karena mesin penjahit topi hasil penemuannya itu tidak pernah berfungsi dengan baik.

Seorang penjahit dari Austria, Josef Madersperger, juga pernah berusaha membuat mesin untuk menjahit dan mendapatkan paten pada tahun 1814. Tapi mesin jahit buatannya itu juga dianggap gagal.

Pada tahun 1804 diterbitkan sebuah paten Prancis yang diberikan kepada Thomas Stone dan James Henderson untuk sebuah mesin yang digerakkan oleh tangan manusia penggunanya. Pada tahun yang sama, sebuah hak paten juga diberikan kepada Scott John Duncan untuk sebuah mesin bordir yang menggunakan beberapa jarum. Tapi nasibnya sama seperti penemuan sebelumnya, kedua penemuan itu juga dianggap gagal dan segera dilupakan oleh publik.

Usaha berikutnya dilakukan lagi pada tahun 1818, saat John Adams Doge dan John Knowles membuat mesin jahit Amerika yang pertama. Tapi mesin jahit buatan mereka gagal melakukan fungsinya ketika digunakan pada sebuah pabrik tekstil.

Mesin jahit yang pertama kali dapat berfungsi dengan baik adalah mesin jahit yang diciptakan oleh seorang penjahit Perancis, Barthelemy Thimonnier, pada tahun 1830. Mesin jahit buatan Thimonnier menggunakan satu benang dan jarum bengkok yang membuat kaitan rantai yang sama digunakan pada bordir. Barthelemy Thimonnier hampir dibunuh oleh sekelompok penjahit perancis yang marah karena mereka takut akan menjadi pengangguran akibat penemuan mesin jahit barunya itu.

Pada tahun 1834, Walter Hunt telah membuat mesin jahit pertama di Amerika yang cukup berhasil. Tapi Walter Hunt tidak berminat mendapatkan paten untuk mesin jahitnya itu karena dia yakin penemuannya itu akan menyebabkan pengangguran. Pada tahun 1846, paten Amerika pertama diberikan kepada Elias Howe untuk "sebuah proses yang menggunakan benang dari dua sumber yang berbeda."

Mesin jahit rancangan Elias Howe memiliki jarum dengan mata pada titik. Jarum didorong menembus kain dan menciptakan sebuah lubang di sisi lain, sebuah alat pada jalur menyelipkan benang kedua melalui lubang, menciptakan apa yang disebut lockstitch. Namun, Elias Howe kemudian menemui masalah untuk mempertahankan hak patennya itu dan pemasaran penemuannya. Selama sembilan tahun Elias Howe berjuang untuk itu. Mekanisme lockstitch diadopsi oleh orang lain yang sedang mengembangkan inovasi mereka sendiri. Isaac Singer menemukan mekanisme gerakan naik-turun, dan Allen Wilson mengembangkan sebuah putaran pengait.

Sengketa hak paten Isaac Singer vs Elias Howe

Mesin jahit belum dilibatkan dalam proses produksi massal hingga tahun 1850-an, ketika Isaac Singer membuat mesin jahit pertama yang sukses secara komersial. Isaac Singer membuat mesin jahit pertama di mana jarum bergerak naik dan turun dan jarum itu digerakkan oleh pedal kaki. Sebelumnya, semua mesin jahit digerakan oleh tangan. Tapi mesin jahit buatan Isaac Singer menggunakan lockstitch yang telah dipatenkan oleh Howe. Ini membuat Elias Howe menuntut Isaac Singer atas pelanggaran paten dan menang pada tahun 1854. Jauh sebelum mereka berdua, sebenarnya mesin jahit buatan Walter Hunt juga menggunakan lockstitch dengan dua gulungan benang, namun pengadilan tetap memenangkan paten untuk Elias Howe karena Walter Hunt tidak pernah mengajukan paten untuk mesin jahit hasil penemuannya itu.

Jika Walter Hunt saat itu sudah mencatatkan paten untuk mesin jahitnya, Elias Howe akan kehilangan patennya dan Isaac Singer akan menang. Sejak kalah dalam perebutan hak paten tersebut, Isaac Singer harus membayar royalti paten kepada Elias Howe. Sebagai catatan: Pada tahun 1844, seorang berkebangsaan Inggris bernama John Fisher pernah menerima paten untuk mesin pembuat renda yang cukup identik dengan mesin-mesin yang dibuat oleh Howe dan Singer. Jika paten Fisher tidak pernah hilang di kantor paten, John Fisher bisa dipastikan akan turut sebagai bagian dari perebutan hak paten itu.

Setelah berhasil mempertahankan hak patennya, Elias Howe mendapatkan banyak keuntungan dari penemuan mesin jahit tersebut. Pendapatan tahunannya yang semula hanya tiga ratus dollar melonjak hingga lebih dari dua ratus ribu dolar per tahun. Antara tahun 1854 dan tahun 1867, Howe memperoleh hampir dua juta dolar dari penemuannya itu. Pada saat berkecamuknya Perang Saudara di AS, Elias Howe menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk melengkapi sebuah resimen infanteri yang memihak pada Union Army dan bertugas di resimen itu atas nama pribadi.

Proses penyempurnaan mesin jahit terus dilakukan setelah itu. Pada tanggal 2 Juni 1857, James Gibbs mendapatkan paten untuk mesin jahit dengan rangkaian benang tunggal yang pertama. Lalu pada tahun 1873, Helen Augusta Blanchard mendapatkan hak paten untuk mesin jahit yang bisa membuat jahitan berpola zig-zag yang pertama. Jahitan dengan pola zig-zag sangat berguna untuk tepi kain yang dijahit sehingga membuat pakaian hasil jahitan menjadi lebih kokoh. Selain itu Helen Augusta Blanchard juga mendapatkan hak paten untuk beberapa penemuan lainnya. Misalnya jarum bedah, dan penyempurnaan pada mesin jahit.

Sejak itu mesin jahit banyak digunakan pada industry garmen. Sebelum tahun 1889 mesin jahit sudah umum digunakan di rumah-rumah penduduk. Sedangkan pada tahun 1905, mesin jahit yang digerakkan oleh tenaga listrik sudah digunakan secara luas.

sumber : about.com