Selasa, 06 November 2012



: Posted on Selasa, 06 November 2012 - 02.14

Cloning
Pernah menonton film The 6th Day yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger? Dalam film itu diceritakan tentang usaha Adam Gibson untuk menyelamatkan keluarganya dari seseorang pria yang perwujudannya benar-benar menyerupai dirinya. Ia menduga bahwa pria tersebut adalah hasil cloning yang dibuat oleh Dr. Griffin Weir yang bekerja sama dengan Drucker. Tapi pada akhirnya Adam menyadari bahwa sebenarnya dirinya lah yang merupakan hasil cloning. Bekerjasama dengan Adam yang asli, Adam (cloning) dapat membasmi komplotan Dr. Griffin Weir dan Drucker. Cerita film ini mencoba memanfaatkan perdebatan panjang tentang teknologi cloning. Tapi apakah memang benar bahwa manusia bisa di-cloning?

Dengan perkembangan teknologi DNA yang makin maju akhirnya orang memperkirakan dapat membuat salinan genetis baik berupa sel maupun jaringan dari individu mahluk hidup sebelumnya. Salinan sel atau jaringan itu akan sama persis (indentik) dengan genetis individu asal. Ini yang disebut cloning. Pada film yang dibintangi oleh Arnold diatas, diceritakan bahwa proses cloning berhasil menyalin keseluruhan sel secara utuh. Akibatnya manusia bisa dihidupkan kembali setelah menyimpan memori otaknya secara digital. Bahkan manusia yang sudah dihidupkan kembali itu bisa direkayasa agar memiliki keunggulan genetis seperti terhindar dari kemungkinan penyakit dan sebagainya dibandingkan dengan individu asalnya. Dengan kata lain bisa dibuat generasi yang lebih sempurna. Mungkinkah itu terjadi?

Cloning sudah ramai menjadi pembicaraan di kalangan ilmuwan sejak tahun 1960an. Pada tahun 1966, Joshua Laderberg, seorang pakar biologi molekuler dari Amerika menulis sebuah artikel yang mengulas tentang cloning dan rekayasa genetika yang kemudian diterbitkan pada jurnal ilmiah yang sangat berpengaruh di Amerika, American Naturalist. Pada tahun berikutnya tulisan tersebut dipublikasikan lagi di harian Washington Post. Dengan segera tulisan tersebut memicu perdebatan di kalangan ilmuwan. Leon Kass, seorang penganut bioethicist (etika biologi) yang juga dari Amerika, dengan keras mengecam tulisan Joshua itu. Tapi Joshua mendapat dukungan dari ilmuwan sekaliber James Dewey Watson, si penulis buku The Double Helix yang terkenal itu.

Sejalan dengan ide Joshua Laderberg, Watson menulis Moving Toward The Clonal Man yang diterbitkan dalam Atlantic Monthly pada tahun 1971. Sejak saat itu ide tentang cloning memberikan bermacam imajinasi bagi banyak orang. Alvin Toffler si futurology kondang itu menuangkannya dalam buku Future Shock. David Rorvik, wartawan yang sekaligus novelis terkenal itu menulis tentang cloning pada bukunya yang berjudul Cloning of The Man. Woody Allen menuangkan ide tentang cloning pada dua filmnya, Sleeper dan The Boys From Brazil. Dan tentu saja, Arnold dengan filmnya yang sudah membuka tulisan ini.

Keberhasilan dalam merealisasikan ide cloning ini dibuktikan oleh Sir Ian Wilmut dan timnya di Roslin Institute, Skotlandia. Pada tanggal 5 Juli 1996, seekor domba yang merupakan hasil cloning yang mereka buat berhasil dilahirkan. Domba yang semula diberi kode 6LL3 ini selanjutnya diberi nama Dolly. Konon nama ini dipilih untuk menghormati Dolly Parton, penyanyi lagu-lagu berirama country yang terkenal itu. Dan tentu saja Dolly dengan segera dinobatkan sebagai mamalia pertama di dunia yang lahir dari proses cloning.

Proses "pembuatan" Dolly menggunakan teknik Somatic Cell Nuclear Transfer. Dimana sel nucleus dari sel dewasa ditransfer ke dalam sebuah sel telur yang sudah diambil intinya. Meskipun berhasil, namun cloning mamalia dengan teknik nuklir ini masih dianggap sangat tidak efisien. Dolly merupakan satu-satunya hasil cloning yang berhasil dari 277 percobaan yang sudah dilakukan sebelumnya dengan teknik itu. Dolly mampu hidup hingga umur enam tahun. Sebelum meninggal karena penyakit paru-paru progresif pada tanggal 14 Februari 2003, Dolly sudah beberapa kali melahirkan anak-anaknya. Setelah kematiannya, Dolly segera diawetkan dan dipajang sebagai koleksi Royal Museum of Scotland. Sebagai bukti bahwa teori cloning bukanlah angan-angan.

Pada gilirannya, cloning mungkin akan diuji coba pada manusia. Pada bulan Nopember 2002, Severino Antinori mengklaim bahwa cloning manusia buatannya akan lahir pada bulan Januari 2003. Pada bulan Desember 2004, Dr. Brigitte Boisselier telah mengirimkan surat kepada PBB dan mengaku bahwa dirinya telah berhasil meng-cloning 13 anak-anak.

Tapi Severino dan Dr. Brigitte serta orang-orang lainnya yang mengaku berhasil melakukan cloning tidak mampu memberikan bukti apa-apa atas klaim mereka itu. Dan orang-orang segera menganggap bahwa itu hanya lelucon dan usaha untuk mencari sensasi. Meskipun mungkin bisa dilakukan, cloning akan selalu mendapat tantangan dari masyarakat luas. Terutama dari kalangan agamawan dan kaum moralis. Hidup hanya akan menjadi berarti jika hanya satu kali saja dijalani.


Bagikan :


Artikel terkait :
thumbnail Pro Dan Kontra Cloning Pada Manusia Prokimal Kotabumi 2012-11-06T02:14:00+07:00 4.9 100 Reviews

Copyright © 2013. Kotabumi Lampung Utara | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Kotabumi Lampung Utara
Prokimal Raya Kotabumi, North Lampung, Lampung, Indonesia ID-LA