Cari di Blog Ini

Jumat, 02 November 2012

Kemampuan Membaca Cepat Dan Efektif

Membaca Cepat
Mungkin banyak orang yang sudah mengetahui tentang pentingnya memiliki kemampuan untuk bisa membaca cepat. Maksudnya bukan hanya asal ngebut dalam membaca sebuah materi bacaan, tapi mampu dengan cepat memahami apa yang kita baca. Pembaca pasti sudah sering mendengar atau malah sudah memahami tentang hal ini. Sebab cara membaca seperti ini dinilai cukup efektif untuk bisa menjaring informasi yang kita butuhkan sebanyak mungkin. Orang bilang sekarang adalah era informasi. Informasi sudah jadi bahan utama dalam pelaksanaan kegiatan kita.

Semua pakar metode membaca cepat setuju bahwa salah satu penghambat utama dalam membaca cepat adalah kebiasaan kita mengeluar suara meskipun hanya bergumam yang mengikuti kalimat demi kalimat pada materi bacaan. Kebiasaan itu sering tidak disadari oleh beberapa orang. Ada juga yang tidak memiliki kebiasaan bergumam dari mulut saat membaca tapi bergumam dalam hati atau dibawah kesadaran kita. Itu termasuk menghambat kecepatan kita dalam membaca. Kebiasaan yang kedua ini yang mungkin banyak dimiliki orang dan memang sulit untuk dihilangkan. Tapi dengan latihan yang terus menerus, kebiasaan itu bisa dihilangkan. Paling tidak sudah banyak berkurang.

Penghambat yang kedua adalah kebiasaan membaca dengan mengeja per kata dari susunan kalimat-kalimat pada bahan bacaan. Yang lebih parah lagi adalah membaca dengan mengurut per huruf. Dianjurkan agar kita bisa menangkap satu kalimat sebagai satu titik. Dan jika itu bisa kita lakukan, otomatis kecepatan membaca kita akan makin sangat membaik. Usahakan jangan sampai mengulang atau mundur ke kalimat yang sudah kita baca. Mungkin karena kita merasa ada yang terlupa. Jika ditoleransi, hal ini bisa terjadi berulang-ulang dan kecepatan kita dalam membaca malah jadi lambat. Oleh karena itu dalam membaca memang dibutuhkan konsentrasi yang cukup. Waktu dan tempatnya harus tepat. Tidak terganggu oleh hal-hal lain.

Gerakan kepala bahkan gerakan mata juga ikut mempengaruhi kecepatan dalam membaca. Kepala atau mata yang sering bergerak saat mengikuti alur kalimat bacaan tentu saja akan menimbulkan kelelahan. Kita tidak bisa meneruskan kegiatan membaca dalam waktu yang lama. Jika anjuran menangkap satu kalimat sebagai satu titik bisa dilakukan, gerakan mata akan makin diminimalisasi. Rasa lelah akan bisa dikurangi. Disamping itu sikap tubuh pada saat membaca juga ikut mempengaruhi kemampuan kita dalam mengurangi rasa lelah pada saat membaca.

Dan berikutnya yang tidak kalah penting adalah kemampuan kita dalam mengatur irama nafas pada saat membaca. Pada awalnya, disaat kita mencoba membaca dengan kecepatan tinggi, secara tidak sadar itu mempengaruhi emosi kita dan berikutnya mempengaruhi irama detak jantung dan gerakan paru-paru. Lalu kita dianjurkan untuk mengatur kerja kedua organ tubuh itu. Konsentrasi jadi terpecah. Antara materi bacaan dan mengatur irama nafas. Tapi setelah latihan yang teratur, kendala itu akan bisa diatasi. Pada akhirnya akan menjadi sikap reflek. Tanpa perlu disadari.

Untuk lebih memotivasi kita dalam berlatih membaca cepat ialah kesadaran bahwa kita harus bisa mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Dan cara yang paling efektif adalah dengan membaca. Baca sebanyak mungkin dan itu hanya bisa diwujudkan dengan kemampuan membaca kita yang semakin cepat dan efektif. Siapa saja akan sangat membutuhkan keterampilan membaca cepat dan efektif ini.