Cari di Blog Ini

Senin, 05 November 2012

DAK Untuk Rehabilitasi Sekolah Dikerjakan Kepala Sekolah Dan Komite

Pengerjaan DAK Pendidikan 2012, Tidak Diserahkan ke Rekanan

Para kepala sekolah dan komite di Kabupaten Lampung Utara tampaknya akan bertambah pekerjaannya. Ini menyusul adanya perubahan dalam sistem pengerjaan rehab sekolah yang dananya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) pendidikan 2012. Kepala Dinas Pendidikan Lampura Drs. Hi. Zulkarnain mengatakan, jika sebelumnya pengerjaan rehab diserahkan kepada rekanan, maka untuk tahun ini dikembalikan lagi ke pihak sekolah. "Pelaksanaan DAK tahun 2012 sedikit terlambat karena ada perubahan pengelolaannya. Berdasarkan kebijakan Mendagri dan Mendiknas, kini pelaksanaan DAK diswakelolakan kepada kepala sekolah dan komite. Waktunya hanya sekitar satu setengah bulan lagi," terang Zulkarnain.

Ditegaskan, karena pekerjaan rehab sekolah sangat penting dan pertanggungjawabannya berat, maka para kepala sekolah diminta mengerjakannya dengan benar dan sesuai ketentuan. "Jadi DAK tahun 2012 ini harus dikerjakan kepala sekolah dan komite, bukan rekanan. Karena itu, jangan main-main. Kalau sampai pekerjaan ini tidak selesai, maka yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah dan komite," pungkas dia.

Sementara, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Umar Muhtar mengatakan, SD dan SMP negeri dan swasta di Kabupaten Lampura mendapat kucuran DAK pendidikan tahun 2012 sebesar Rp 54.311.926.000. Rinciannya, rehab berat sekolah dengan total anggaran Rp34.887.500.000 dan DAK untuk alokasi program peningkatan mutu pendidikan sebesar Rp 19.424.426.000. "Untuk peningkatan mutu pendidikan dialokasikan ke 275 sekolah. Untuk rehab berat 156 sekolah dengan rincian SD 142 dan SMP 14," ujarnya di sela-sela kegiatan sosialisasi DAK bidang pendidikan tahun 2012 di Pusiban Agung, Kotabumi, belum lama ini.

Umar merinci untuk sekolah dasar yang mendapat rehab sebanyak 142 SD, sedangkan untuk SMP hanya 4 sekolah. Kemudian untuk peningkatan mutu pendidikan dialokasikan untuk pengadaan alat peraga sekolah, seperti alat peraga olahraga, teknologi informasi komputer, pengadaan buku, alat peraga IPA/IPS, alat kesenian. "Bantuan ini semuanya untuk pemerataan dalam dunia pendidikan. Program DAK ini juga diprioritaskan untuk sekolah yang memiliki peningkatan jumlah siswa," kata dia.

www.lampungutara.go.id