Selasa, 06 November 2012



: Posted on Selasa, 06 November 2012 - 01.52

Canberra
Di muka bumi ini, mungkin hanya Australia yang bisa bangga karena memiliki ibu kota sesuai dengan yang diinginkan. Usaha untuk mewujudkan keinginan itu memang tidak tanggung-tanggung, Australia mengadakan sayembara dalam skala internasional. Meskipun pemenangnya bukan warga Australia, melainkan seorang Amerika, tidak mengurangi kebanggaan itu. Hasilnya memang nyaris sempurna. Bayangkan, warna pepohonan pun bahkan diatur dengan teliti.

Pada awal abad 20, Australia masih berupa ladang gandum dan padang penggembalaan domba. Australia memang bisa dikatakan beruntung karena punya kesempatan membangun ibu kota yang benar-benar masih baru. Di tahun 1901 ketika 6 koloni di benua ini menjadi satu negara, disepakati untuk mendirikan ibu kota federal yang harus terbebas dari kesibukan kegiatan bisnis. Untuk mendirikan ibu kota itu segera dipilih tempat yang bagus, yaitu sebuah kawasan lembah yang berbukit-bukit di ujung pegunungan Alpen Australia. Dilatar-belakangi hutan-hutan eukaliptus dan pegunungan setinggi 1.800 meter. Sungai Molonglo membelah lembah itu yang selanjutnya bertemu dengan sungai Murrumbidgee di kaki pegunungan. Tempat yang terkesan tentram dan damai itu terletak diantara dua kota metropolitan yang sibuk dan berpengaruh, Sydney dan Melbourne.

Untuk mendapatkan rancang kota yang diinginkan, diadakan sayembara pada tahun 1911. Kriterianya : kota itu harus merupakan kota taman dengan danau besar di pusat kota. Setelah sayembara dilaksanakan, pemenangnya adalah rancangan yang dibuat oleh Walter Burley Griffin, seorang arsitek dari Chicago – Amerika. Ia tokoh dari Fran Lloyd Wright yang terkenal itu.

Ternyata untuk mewujudukan rancang kota buatan Griffin itu tidak lah mudah. Setelah melewati banyak kendala, akhirnya Griffin mengundurkan diri pada tahun 1921. Padahal saat itu Canberra sama sekali belum memiliki satu buah gedung pun. Danau buatan yang rencananya berada di tengah kota itu pun belum digali. Usaha itu dilanjutkan oleh Komite Federal Ibu Kota. Komite ini tidak mampu berbuat banyak karena pemahaman mereka tentang rancang bangun kota sangat sedikit. Meskipun demikian, Canberra tetap dipaksakan sebagai pusat pemerintahan pada tahun 1927. Parlemen segera dipindahkan dari Melbourne yang saat itu menjadi ibu kota sementara.

Meskipun demikian Canberra tetap saja masih menjadi kota yang sepi. Jauh dari gambaran sebagai sebuah ibu kota negara benua itu. Di kota itu memang terdapat kedutaan-kedutaan, lembaga-lembaga dan asrama yang mengitari pusat kota. Dan ajaibnya pusat kota masih kosong. Orang-orang mengejek Canbera dengan sebutan "enam pinggiran kota yang berusaha mencari kota". Sebenarnya memang ada bagusnya juga jika pusat kota dibiarkan kosong pada waktu itu. Seandainya kawasan itu dikembangkan menurut gagasan komite yang berwawasan sempit itu, mungkin pusat kota hanya akan berisi bangunan-bangunan yang tidak berarti dan jalan-jalan yang tidak akan memadai untuk lalu-lintas dewasa ini.

Selanjutnya pada tahun 1954 senat menunjuk sebuah komite yang baru untuk menyelidiki kemungkinan-kemungkinan guna pengembangan kota Canberra. Dan hasilnya adalah kesimpulan bahwa Canberra telah gagal mengembangkan diri sebagai pusat administratif dan tidak layak menjadi ibu kota negara. Solusi yang diusulkan adalah : semua departemen ditarik dari Melbourne, dan Canberra harus dijadikan tempat yang menarik bagi turis dan juga dijadikan tempat yang penting bagi kebudayaan dan pendidikan.

Untuk melaksanakan solusi tersebut diundanglah Lord Holford yang pada waktu itu merupakan perencana kota yang paling terpercaya untuk memberikan saran. Sebagai kelanjutannya, dibentuk suatu komisi yang diberi wewenang penuh untuk membangun kota dengan saran-saran dari komite yang beranggotakan para arsitek, insinyur, perancang, dan seniman.

Bagian tengah sampai saat itu masih kosong, segera digarap dengan gagasan yang lebih berani. Pada tahun 1959 danau buatan yang dulu sudah direncanakan segera digali. Danau buatan itu selanjutnya diberi nama Danau Burley Griffin, sesuai nama perancang Canberra yang pertama. Keliling danau itu memiliki panjang 35,5 kilo meter. Sekarang danau ini menjadi ciri khas kota Canberra dan menjadi latar belakang yang indah bagi gedung-gedung yang berdiri di sekitarnya. Dan untuk selanjutnya danau itu dilengkapi dengan air mancur raksasa yang menyembur hingga ketinggian 406 meter. Benar-benar luar biasa. Bayangkan, air mancur itu membuat 7 ton air selalu mengambang di angkasa. Dan air mancur itu diberi nama Captain Cook, penemu Australia Timur.

Beberapa gedung berdiri menghadap kearah Danau Burley Griffin. Diantaranya misalnya gedung parlemen yang memiliki halaman rumput luas dengan banyak pohon, taman bunga, dan kolam air mancur. Di seberang danau berdiri sebuah gedung megah bergaya Byzantium yang mempunyai kubah besar. Ini gedung Australian War Memorial. Gedung ini terletak pada tanah yang bertingkat menyerupai anak tangga, luasnya 12 hektar. Kabarnya museum perang ini yang paling banyak menarik pengunjung dibanding bangunan apa pun yang ada di kota Canberra.

Selain kedua gedung yang sudah disebut diatas, Canberra memiliki banyak pesona yang lain. Kota ini tidak bisa lagi disebut gagal sebagai ibu kota. Dan mungkin juga, Canberra merupakan ibu kota yang berbeda dengan Negara-negara lain yang umumnya terletak di tepi pantai. Tapi para turis dapat dengan mudahnya mencapai pantai untuk berselancar atau ke tempat bersalju untuk bermain ski.

Selain itu, hal lain yang menonjol di Canberra adalah pohon-pohonnya. Konon kabarnya di kota ini terdapat lebih dari tiga juta pohon. Pohon-pohon ini membuat Canberra benar-benar seperti bermandikan warna. Itu bisa terjadi karena keterampilan arsitek pertamanan dalam memilih pohon dan mengatur tata letaknya dengan seksama pada awal pembangunan kota ini.


Bagikan :


Artikel terkait :
thumbnail Canberra, Ibu Kota Hasil Sayembara Prokimal Kotabumi 2012-11-06T01:52:00+07:00 4.9 100 Reviews

Copyright © 2013. Kotabumi Lampung Utara | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Kotabumi Lampung Utara
Prokimal Raya Kotabumi, North Lampung, Lampung, Indonesia ID-LA