Cari di Blog Ini

Rabu, 04 Januari 2012

PT Medco Ethanol Lampung (MEL) Akan Lengkapi Izin

PT Medco Ethanol Lampung (MEL) Lampung Utara
PT MEL akan Koordinasikan Perizinan

PT Medco Ethanol Lampung (MEL) akan berkoordinasi terkait perizinan yang belum dilengkapi pihaknya. Perusahaan ini telah menggunakan tetes tebu dari ubi kayu atau singkong lokal yang belum dilaporkan resmi ke Pemkab Lampung Utara. Bahkan dalam izin yang dikeluarkan Diskoperindag Lampura disebutkan, bahan baku utama dalam produksi PT MEL adalah singkong. Itu sebagaimana terungkap pada rapat lintas sektoral yang digelar di ruang asisten II pemkab setempat, Rabu (4/1/2012).

Menanggapi ini, Humas PT MEL Hendri Dunan kemarin menegaskan, pihaknya akan membentuk tim khusus guna menyelesaikan masalah perizinan yang belum lengkap. Menurut Hendri, sesuai dengan izin amdal dari Badan Lingkungan Hidup (BLH), terdapat poin bahwa bahan baku yang digunakan adalah singkong dan tetes tebu. "Jika ada perizinan lain seperti yang disampaikan Diskoperindag, tentunya akan dikaji kembali. Karena sepengetahuan kami, semua masalah perizinan sudah diselesaikan sebelum melaksanakan kegiatan produksi," ujarnya.

Terkait rencana pihak BLH yang akan melakukan pengecekan terhadap limbah industri yang dilaporkan warga, pihaknya juga akan terbuka. "Bahkan belum lama ini pihak BLH sudah mengecek masalah limbah dan sudah diuji laboratorium, namun hasilnya tidak ada limbah yang berbahaya," tuturnya.

Sementara itu, Kadiskoperindag Lampura Noureil Islami, M.Si. membenarkan bahwa izin usaha industri (IUI) atau izin gerak masih berbahan baku singkong. "Menurut telaah staf kami, izin yang belum diperbarui yakni IUI yang masih berbahan baku singkong," katanya.

Diberitakan sebelumnya, alih bahan baku PT MEL dari ibu kayu atau singkong menjadi tetes tebu ternyata belum dilaporkan secara resmi ke Pemkab Lampura. Plt. Kepala BLH Lampura Helmi Hasan membenarkan jika berdasarkan keterangan Diskoperindag bahwa izin bahan baku produksi hanya menggunakan singkong. Namun, dalam amdal bahan baku ada dua jenis, yakni singkong dan tetes tebu. "Kita harapkan izin pelaksanaan produksi menggunakan tetes tebu ini dapat dilakukan perubahan oleh pihak perusahaan," ujarnya.

Helmi menambahkan, terkait masalah limbah yang dilaporkan masyarakat sekitar perusahaan, pihaknya akan melakukan cross check kembali ke lapangan terkait kebenarannya. "Kalau dulu sudah kita periksa dan diuji ke laboratorium, namun hasilnya tidak ada limbah," kata dia.

Terkait masalah limbah yang dilaporkan warga beberapa waktu lalu, Helmi membenarkan ada laporan itu. "BLH akan segera mengecek kembali ke lokasi pembuangan limbah PT MEL pekan depan," ungkapnya.

radarlampung.co.id